Masuk“Aku tahu sekarang. Wanita ini pasti Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Dia datang ke sini untuk mengamuk dan ingin memukuliku? Ternyata dia sangat ganas dan sombong, tidak jauh beda dengan Nigel. Huh, padahal mereka berdua cocok sekali, kenapa Nigel malah ingin wanita ini marah?” Bea jadi bertanya-tanya dalam hati.
Benar!
Wanita yang sedang memakai seragam pasien itu adalah Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Nigel sengaja membiarkan Alika naik ke lantai atas, mendatangi kamar utama untuk berhadapan langsung dengan Bea. Nigel ingin melihat secara langsung bagaimana Bea menghadapi Alika.
“Masih tidak melepaskan saya? Pembantu rendahan! Kalian benar-benar ingin dipecat! Brengsek!”
“Tunggu, tenang dulu, Nona. Santai, tarik napas dalam, lalu embuskan.” Bea akhirnya bersuara, ia tersenyum tenang ke arah Alika. Ia memperhatikan Alika dari atas sampai bawah, wanita itu masih pakai seragam pasien. “Salah satu dari kalian, coba hubungi pihak RSJ—eh, maksud saya pihak rumah sakit, untuk menjemput pasien mereka ke sini. Nanti kalau pingsan di sini bisa, saya yang disalahin.”
“Kamu bilang apa? Kamu bilang saya pasien rumah sakit jiwa?” geram Alika. Matanya semakin melotot marah menatap Bea.
“Bukan, Nona. Maaf, tadi lidah saya kepeleset. Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya khawatir Anda pusing, lalu pingsan di sini. Anda masih pakai pakaian pasien, wajah Anda juga cukup pucat. Saya tidak ingin Anda pingsan di sini, nanti saya jadi terseret.” Bea tersenyum tenang menatap Alika.
“Kau kira saya bodoh?!”
Bea menggeleng cepat. “Tidak, bukan! Saya tidak bilang begitu. Lidah saya memang sering typo, Nona.”
Tanpa disadari oleh siapa pun, perdebatan antara Bea dan Alika sedang disaksikan oleh sepasang mata tajam Nigel dari layar laptop.
Sebelah sudut bibir Nigel terangkat. Ia tersenyum puas melihat tanggapan Bea.
Cukup puas.
Nigel merasa tidak salah memilih Bea untuk menjadi kekasih kontraknya. Tanggapan Bea saat menghadapi Alika tampak santai, tetapi berhasil membuat amarah Alika semakin memuncak.
***
“Apa kalian sudah menghubungi pihak rumah sakit? Atau kalian hubungi keluarganya.” Bea kembali menatap para pelayan rumah Nigel.
Alika berdecih.
“Sungguh menggelikan. Kau benar-benar menganggap dirimu berharga di sini? Bahkan mengira kau adalah seorang nyonya yang berhak memerintah di rumah ini?” Alika memicing tajam menatap Bea penuh rasa benci. “Kau kira hanya karena kau menjadi mainan Nigel, kau bisa berbuat seenaknya di sini? Bahkan kau mengira bisa membuatku keluar dari sini? Kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah calon nyonya sah di rumah ini. Bukan sepertimu yang hanya menjadi mainan sementara, yang beberapa hari lagi pasti akan dibuang oleh Nigel!”
Bea mengangguk santai. “Tapi setidaknya sekarang saya sangat berharga untuk Nigel, Nona.”
“Kau?!” Alika semakin geram. “Tidak tahu malu! Tidak mungkin kau tidak tahu jika Nigel sudah memiliki tunangan! Berita tentang kami sudah memenuhi media masa setiap hari. Bahkan ke pelosok negeri pun pasti tahu berita tentang kami! Kampungan menjijikkan! Lihat saya baik-baik, saya adalah Alika Betrix! Saya adalah nona muda keluarga terpandang. Kau yang hanya seorang pel*cur ini, tidak sepadan dengan kami! Bahkan kau harusnya tidak pantas berhadapan denganku dengan jarak sedekat ini! Menjijikkan!” Alika menatap Bea dengan tatapan penuh kebencian.
“Oh, kamu Nona Betrix yang katanya dewi di negara ini, ya?” Bea kembali tersenyum tenang ke arah Alika. “Sesuai dengan beritanya, kamu tinggi, cantik, dan—sombong.”
Alika tersenyum angkuh. “Saya adalah putri kesayangan keluarga kaya di negara ini. Sudah sepantasnya saya sombong. Percaya atau tidak, saya bisa dengan mudah membuat kehidupanmu seperti berada di neraka. Bahkan ... saya bisa dengan gampang melenyapkanmu dari dunia ini.”
Bea mengangguk tenang. “Lakukan saja jika Anda bisa. Saya rasa kekasih tampan saya tidak akan membiarkan saya terluka, barang seujung kuku pun.” Bea memperlihatkan senyum manisnya.
Berhasil!
Jawaban Bea kembali berhasil memantik api kemurkaan di dada Alika. “Wanita tidak tahu malu! Kau begitu bangga menjadi wanita mainan? Mungkin sekarang Nigel melindungimu, tapi apa pun itu, dia tetap akan menjadi suami saya! Dia akan menikahi saya yang berasal dari keluarga terpandang. Kita beda level sangat jauh, dia tidak mungkin memilihmu yang hanya seorang wanita murahan, yang sudah diobral di depan para pria dengan tubuh telanj*ng!”
Tangan Bea terkepal. Kali ini ia terpancing dengan kata-kata terakhir Alika yang sudah keterlaluan. “Jaga bicara Anda, Nona,” desisnya menahan diri supaya tak balik mengatai Alika.
“Kenapa? Mulai sadar dengan kenyataan? Apa selama ini tidak pernah berkaca? Atau selama ini ibumu tidak pernah mengajarimu dan menyadarkanmu bahwa kalian itu kaum rendahan?”
“Cukup.” Mata Bea semakin menajam.
“Ooh, saya tahu. Bagaimana ibumu mau mengajarimu, kalau dia saja pasti juga wanita murahan, sama sepertimu. Iya, ‘kan? Kalian sama-sama menjual tubuh unt—”
Plak!
“Sshh, panas sekali.” Bea bergerak tak nyaman.Ia menggapai leher Nigel yang sedang menggendongnya. Tak hanya mengusap, Bea mulai menciumi leher Nigel.“Tenang ‘lah sebentar. Jangan sampai aku menyerangmu di sini, Bea.” Nigel berdesis menahan diri dari godaan.Jika biasanya Nigel disebut sebagai pria batu yang tak tertarik sama sekali kepada rayuan wanita. Sekarang pria itu tampak sangat murahan di depan Bea.Hanya dengan sentuhan jari Bea, Nigel bisa langsung terangsang. Tak heran Nigel sampai mengira Bea memakai obat pemikat.Nigel terus melangkah sembari menggendong Bea ala bridal style. Pergerakan Bea malah semakin liar.Efek obat itu semakin kuat. Bea tak terkendali.“Sialan.” Nigel mengumpat. “Obat sekuat ini diberikan kepada wanitaku? Beraninya memberi obat untuk melempar wanitaku kep
Fitri berusaha melawan sekumpulan pria dengan tetap memegangi Bea. Namun, ia jadi kesulitan.Saat Fitri tampak semakin tersudut, salah satu di antara pria itu menarik lengan Bea.“Nona!” Fitri berusaha menarik kembali Bea, tetapi dihalangi oleh pria-pria lain. “Brengsek! Kalian mau mati? Dia adalah wanita milik Tuan Utama Luca!”“Tidak usah banyak bicara, Nona. Kamu pun nanti akan dapat jatah dari kami.” Para pria itu malah tertawa mengejek Fitri.Fitri menendang dan memukul mereka semua. Kemudian ia berlari mengejar pria yang kabur membawa Bea.Pergerakan Fitri lagi-lagi dihalangi oleh sekumpulan pria tadi. Situasi itu membuat Jimmy tersenyum puas. Ia merasa rencananya sudah berhasil.Sedikit lagi, pria suruhannya akan tiba di kamar yang sudah ia siapkan untuk Bea.“Setelah ini asisten pribadinya
“Waw, siapa ini?”Bea menoleh ke belakang. Suara sinis itu berasal dari mulut Alika.Bea berdecih malas. Ia kembali fokus kepada minuman di tangannya.Alika menggeram. Ia selalu kesal dan marah saat Bea mencuekinya. Sangat berani.Kali ini Alika tak sendiri. Ia bersama beberapa nona muda keluarga kaya.Pesta bisnis yang dihadiri oleh orang-orang penting ini, tentu menjadi tempat berkumpulan orang kaya. Entah itu tuan utama, tuan muda, sampai nona muda seperti Alika dan teman-temannya.Seperti yang diucapkan oleh Bea sebelumnya, lelang amal dalam acara ini akan menjadi ladang unjuk kekayaan antara penguasa bisnis negara. Para orang angkuh akan bersaing demi gengsi keluarga.Saling serang, saling sindir, atau malah saling jilat demi mendapatkan hati orang yang lebih berpengaruh.Itu ‘lah gemerlap dunia
“Tuan.”Nigel menoleh. Dizon masuk dan mendekat ke arah meja kerjanya.Melihat ekspresi Dizon yang tampak ragu, Nigel curiga.“Katakan,” cetus Nigel datar.Dizon menunduk. Ia meletakkan map di atas meja Nigel.“Hasil penyelidikan tentang detail biodata Nona Chloe, Tuan.”Nigel memandangi map berwarna merah itu. “Lengkap?”Dizon mengangguk. “Lengkap, Tuan. Semua tentang ibu kandung Nona Chloe, bahkan ... tentang ayah kandungnya.”Sebelah alis Nigel terangkat. Dizon tampak ragu membahas ayah kandung Bea.Nigel membaca biodata itu seksama. Matanya memicing melihat seseorang yang ikut hadir dalam dokumen itu.Dizon langsung menunduk saat Nigel menatapnya tajam.“Sudah dipastikan?” desis Ni
“Brengsek!”Teresa kaget saat Jimmy tiba-tiba membanting ponsel. “Kenapa? Membuat kaget saja.”Rahang Jimmy mengeras. Sorot matanya tampak begitu tajam. “Tidak mungkin dia yang mengirim ini ‘kan? Wanita brengsek itu baru beberapa hari mengurus keuangan kantor. Tidak mungkin sudah langsung dapat data keuangan tentang penggelapan dana yang aku lakukan. Apalagi selama ini semua itu tidak pernah terdeteksi siapa pun. Sebagai anak ingusan yang baru terjun ke dunia bisnis, mustahil dia bisa mengetahui keanehan dalam pembukuan. Pasti ada orang lain yang ingin memanfaatkan situasi ini.”Jimmy memukul meja. Tangannya terkepal erat, ia marah.“Kenapa, sih? Tiba-tiba marah begini. Apa? Wanita brengsek yang kamu maksud itu, si Bea itu?” tanya Teresa heran.Jimmy menarik napas dalam. “Ada yang mengancamku. Dia mengirim pembukuan, buk
“Dizon.”“Ah, iya?” Dizon sedikit kaget ketika Bea kembali memanggilnya. “Oh, itu. Tuan Utama ada urusan mendadak, Nona. Mungkin sebentar lagi juga kembali. Saya akan menyusulnya sekarang.”Mata Bea memicing. “Memangnya urusan apa lagi malam-malam begini?”“Menidurimu.”“Setan!” Bea mengumpat keras karena kaget oleh suara berat Nigel di belakang tubuhnya.Wanita itu langsung membalikkan badan, dan semakin kaget melihat kondisi tubuh Nigel yang penuh oleh bercak darah.Wajah Bea seketika memucat. “K-kamu kenapa?”Dengan tenang Nigel memberikan pistol dan pisau kepada Dizon.Bea meneguk ludahnya kasar. Bau anyir dari tubuh Nigel mulai tercium.“Kamu terluka?” Bea melirik Dizon yang tampak tenang. “K
Bea tak malu lagi. Demi bisa segera bekerja, ia langsung mencium lembut bibir Nigel.Nigel menahan tengkuk Bea. “Ini bukan ciuman.”Bola mata Bea bergerak. Ia menatap Nigel yang sedang tersenyum miring.Bea melipat bibir.
“Benar-benar brengsek! Bahkan dia menggoda Nigel di depan umum seperti ini? Sampai video mereka jadi trending. Benar-benar wanita murahan! Penggoda!”Alika marah besar. Ia melempar tablet, bahkan seluruh benda terdekat.“Tenang dulu, Say
Kedatangan Nigel di perusahaan CL Corp, membuat gaduh. Karyawan sudah bersiap untuk pulang, jadi sudah tak bekerja.Bisik-bisik selalu menjadi senandung mengantar langkah Nigel. Ia sudah terbiasa.Selagi orang-orang tak membicarakan hal yang tak ia sukai,
“Astaga, itu benar-benar Nigel Luca.”“Beberapa hari ini aku sering melihat mobil itu datang ke sini pagi dan sore. Ternyata itu benar-benar mobil Tuan Utama Luca, ya?”“Iya, dan yang keluar dari sana adalah Bea Chloe, alias Nona Chloe, ahli waris mendiang Presdir Chloe. Dari kabar yang beredar, Ni







