MasukDi mata dunia, Alexa hanyalah gadis biasa di balik kacamata tebal yang berusaha menyembunyikan diri dari keramaian. Namun, di mata Matthew Vascov—sang raja kegelapan yang tak mengenal ampun—Alexa adalah satu-satunya cahaya yang ingin ia miliki sepenuhnya. Pertemuan di ketinggian 35.000 kaki mengubah hidup Alexa menjadi penjara emas. Matthew tidak meminta cintanya; ia menuntut seluruh jiwanya. Dari godaan wanita berkelas hingga ancaman maut di dunia bawah tanah, Matthew akan memastikan satu hal, Alexa boleh membencinya, tapi dia tidak akan pernah bisa pergi dari cengkeramannya. Karena bagi seorang mafia, melepaskan mangsa adalah penghinaan, dan melepaskan Alexa adalah kematian. Akankah Alexa mencintai Matthew atau memilih kabur dan mencari cinta sejatinya?
Lihat lebih banyakLima tahun kemudian, suasana di halaman belakang kediaman Vascov tidak lagi menyerupai markas militer yang kaku. Memang, para penjaga masih berdiri di titik-titik strategis, namun kini mereka lebih sering terlihat membantu mengambilkan bola plastik yang terlempar ke semak-semak daripada memegang senjata laras panjang.Alexa duduk di kursi rotan di bawah pohon rindang, menyesap teh melati hangatnya. Wajahnya tampak jauh lebih tenang, gurat kecemasan yang dulu selalu menghiasi matanya kini telah hilang, digantikan oleh binar kebahagiaan yang tulus. Di pangkuannya, sebuah buku sketsa terbuka, namun ia tidak sedang menggambar; matanya sibuk mengawasi pemandangan di depannya."Papa! Jangan lari! Tangkap aku!"Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dengan rambut hitam legam dan mata biru yang persis seperti Matthew, sedang berlari kencang di atas rumput hijau. Di belakangnya, Matthew—pria yang dulunya dianggap sebagai iblis paling kejam di dunia bawah tanah—sedang berlari kecil dengan
Pesawat jet pribadi itu membelah awan dengan tenang, namun di dalamnya, ketegangan yang berbeda merayapi Matthew. Ia duduk di kursi kulitnya, jemarinya berulang kali mengetuk sandaran tangan. Matanya sesekali melirik ke arah jendela, lalu kembali ke arah Alexa yang sedang asyik membaca majalah perjalanan."Kau terlihat seperti bom waktu yang siap meledak, Matthew," ucap Alexa tanpa mengalihkan pandangan. "Rilekslah. Marco tidak akan mati hanya karena kau meninggalkannya selama beberapa jam.""Ini bukan tentang Marco," gumam Matthew, suaranya rendah. "Ini tentang tidak adanya senjata di jangkauanku dan fakta bahwa aku tidak tahu siapa pilotnya."Alexa meletakkan majalahnya, lalu berpindah duduk ke pangkuan Matthew. Ia memegang wajah pria itu, memaksa mata biru yang gelisah itu menatapnya. "Pilotnya adalah orang pilihanku. Dan senjata? Kau tidak butuh itu di Maladewa. Jika ada yang mencoba melukaimu, mereka harus melewati aku dulu."Matthew terkekeh, tangannya secara refleks melingkari
Aroma lavender dan kayu cendana memenuhi lorong utama.Matthew melangkah menuju ruang tengah dan terpaku. Tirai-tirai berat berwarna beludru merah yang selama ini membuat rumah itu terasa seperti makam kuno, kini telah diganti dengan kain linen tipis berwarna krem yang membiarkan cahaya matahari menari bebas di atas lantai marmer. Vas-vas kristal besar yang biasanya kosong, kini diisi dengan bunga-bunga liar dan lili putih."Marco, apa yang terjadi dengan rumahku? Siapa yang berani mengubah dekorasi tanpa seizinku?" suara Matthew menggelegar, namun tidak ada amarah di sana, hanya kebingungan yang murni.Marco, yang sedang berdiri di dekat tangga, hanya bisa mengedikkan bahu dengan senyum tertahan. "Bukan saya, Tuan. Tapi sepertinya 'otoritas tertinggi' baru saja mengeluarkan perintah pagi ini."Tepat saat itu, Alexa muncul dari arah taman belakang. Ia tidak lagi mengenakan gaun hitam yang kelam. Ia memakai gaun musim panas berwarna kuning pucat yang membuat kulitnya tampak bercahaya.
Pagi itu, Mansion Vascov tidak dibangunkan oleh suara teriakan atau derap langkah sepatu bot yang terburu-buru. Sinar matahari masuk melalui celah gorden sutra yang sengaja dibiarkan terbuka sedikit, menyinari lantai marmer dengan warna emas yang lembut. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Alexa terbangun tanpa rasa sesak di dadanya.Ia merasakan berat yang nyaman di pinggangnya. Lengan kokoh Matthew melingkar di sana, posesif bahkan dalam tidurnya. Alexa membalikkan tubuhnya perlahan, mencoba tidak mengusik pria yang akhirnya tampak begitu tenang itu. Wajah Matthew saat tidur kehilangan semua garis keras dan kejamnya; ia terlihat sepuluh tahun lebih muda, seorang pria yang akhirnya menemukan tempat tidurnya setelah peperangan yang panjang.Alexa mengulurkan tangan, jemarinya yang lentik menyisir helai rambut Matthew yang jatuh di dahi. Siapa yang menyangka? pikirnya. Pria ini menculiknya, mengurungnya, dan menghancurkan dunianya, namun di sinilah ia sekarang—memperhat
"Kau pikir kau bisa mengendalikan badai hanya karena kau mengenakan jas mahal, Julian?"Suara Alexa bergema dingin di ruang makan mewah vila Zurich itu. Lilin-lilin kristal bergoyang tertiup angin dari celah jendela yang sengaja dibuka sedikit. Di atas meja, hidangan mewah tersaji, namun tak satu p
Mansion Vascov berubah menjadi medan laga dalam sekejap. Tepat pukul sebelas malam, serentetan ledakan mengguncang gerbang utama, menghancurkan sistem keamanan yang selama ini dianggap tak tertembus. Suara tembakan otomatis menyalak, membelah kesunyian malam dan menggantikannya dengan simfoni kemat
Pagi di Mansion Vascov tidak pernah membawa kesegaran. Ruangan bawah tanah tempat Alexa dikurung hanya diterangi oleh lampu-lampu berpendar pucat yang menciptakan bayangan panjang dan dingin di dinding. Namun, atas perintah Matthew, Alexa dibawa naik ke ruang makan utama untuk sarapan. Matthew ingi
Suasana di pusat perbelanjaan paling eksklusif di Jakarta itu sangat kontras dengan kegelapan sel bawah tanah tempat Alexa mendekam. Di sini, lampu-lampu kristal memantulkan kemilau berlian, dan aroma parfum mahal memenuhi udara. Matthew berjalan dengan langkah tegap, namun pikirannya tertinggal ja






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan