Gadis Cupu Milik Sang Mafia

Gadis Cupu Milik Sang Mafia

last updateLast Updated : 2026-01-27
By:  AdiliaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
8Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di mata dunia, Alexa hanyalah gadis biasa di balik kacamata tebal yang berusaha menyembunyikan diri dari keramaian. Namun, di mata Matthew Vascov—sang raja kegelapan yang tak mengenal ampun—Alexa adalah satu-satunya cahaya yang ingin ia miliki sepenuhnya. ​Pertemuan di ketinggian 35.000 kaki mengubah hidup Alexa menjadi penjara emas. Matthew tidak meminta cintanya; ia menuntut seluruh jiwanya. Dari godaan wanita berkelas hingga ancaman maut di dunia bawah tanah, Matthew akan memastikan satu hal, Alexa boleh membencinya, tapi dia tidak akan pernah bisa pergi dari cengkeramannya. Karena bagi seorang mafia, melepaskan mangsa adalah penghinaan, dan melepaskan Alexa adalah kematian. Akankah Alexa mencintai Matthew atau memilih kabur dan mencari cinta sejatinya?

View More

Chapter 1

Ketinggian 35.000

Aroma maskulin yang tajam bercampur wangi tembakau mahal tiba-tiba menyeruak, menelan aroma antiseptik dari pembersih tangan yang baru saja Alexa gunakan. Alexa, dengan kacamata bingkai hitam tebal yang terus merosot di hidungnya, menunduk dalam-dalam. Ia berusaha menenggelamkan wajahnya di balik novel klasik tebal yang ia pegang.

Ia hanya ingin pulang. Setelah beasiswa singkatnya di London berakhir, yang ia inginkan hanyalah duduk tenang di kelas ekonomi, terbang kembali ke Jakarta, dan melanjutkan hidupnya yang membosankan sebagai "si kutu buku" di kampus. Namun, sebuah kesalahan sistem overbooked membuatnya dipindahkan secara cuma-cuma ke kelas First Class.

Bukannya senang, Alexa justru merasa seperti ikan yang keluar dari air. Apalagi saat ia melihat siapa yang duduk di kursi sebelah kanan lorongnya.

Pria itu adalah Matthew Vascov. Dia duduk santai menikmati suasana luar dari kaca jendela pesawat. sesekali dia melirik dan mengamati setiap gerak yang dilakukan wanita disebelahnya. Dengan wajah gugup, berulang kali Alexa mengangguk dengan senyum manis yang menggoda Sang iblis. Dia tidak tahu, kalau pria yang saat ini duduk didekatnya itu adalah sosok mengerikan, lebih menakutkan dari setan.

Bagi dunia luar, dia adalah pengusaha real estate sukses dengan garis rahang yang bisa memotong baja. Namun, di dunia bawah tanah yang gelap, Matthew Mascov adalah sang iblis pemimpin sindikat mafia yang menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara.

Tatapannya bagai Predator yang siap memangsa siapapun yang mengganggunya.

Matthew tidak pernah tertarik pada wanita yang "mudah". Baginya, model-model yang mengejarnya hanyalah dekorasi yang membosankan. Namun, sejak kaki jenjang yang dibalut celana kain longgar itu melangkah masuk ke kabin, mata elangnya tidak bisa berpaling.

Gadis itu—Alexa—tampak sangat berantakan namun murni. Rambutnya diikat asal-asalan, sweter kebesarannya menyembunyikan lekuk tubuhnya, dan kacamata itu ... Matthew sangat ingin melepas kacamatanya untuk melihat apa yang disembunyikan di baliknya.

"Kau membalik halamannya terlalu cepat. Apa kau benar-benar membacanya, atau hanya gugup karena duduk di sebelahku?" suara Matthew berat dan rendah, bergetar di udara kabin yang sunyi.

Alexa tersentak. Tangannya gemetar, membuat novelnya hampir jatuh. "M-maaf?"

Matthew terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.​"Jangan minta maaf. Itu membuatmu terlihat semakin ... menggoda," gumam Matthew, meski kata terakhir hanya terdengar seperti bisikan tajam bagi Alexa.

Alexa memberanikan diri menoleh. Saat matanya bertemu dengan mata biru safir Matthew yang dingin, jantungnya seolah berhenti berdetak. "Pria ini berbahaya." batin Alexa yang kembali berpaling dari tatapan Sang mafia.

"Saya hanya ingin membaca dengan tenang, Tuan," suara Alexa mencicit.

Matthew menyeringai. Sebuah senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan pada musuh-musuhnya. senyum tajam seorang pemburu yang baru saja menemukan mangsa paling berharga dalam hidupnya. Sepertinya, sang mafia tengah terobsesi dengan wanita cupu yang ada di sampingnya.

Selama sepuluh jam penerbangan, Matthew tidak memejamkan mata sedetik pun. Ia mengabaikan tablet kerjanya yang berisi laporan transaksi jutaan dolar. Perhatiannya terfokus sepenuhnya pada gadis di sampingnya.

Ia memperhatikan bagaimana Alexa menyesap tehnya dengan hati-hati, bagaimana ia mengerutkan kening saat bagian sedih di bukunya terbaca, dan bagaimana bulu mata lentiknya bergerak-gerak saat ia akhirnya tertidur karena kelelahan.

Matthew mengulurkan tangan, jemarinya yang penuh bekas luka perkelahian hampir menyentuh pipi Alexa yang halus, namun ia berhe5nt. ​"Belum sekarang," batinnya.

Ia memanggil asisten pribadinya, yang berdiri sigap di area galley pesawat. "Cari tahu segalanya. Nama, alamat, ukuran sepatu, hingga warna kesukaannya. Aku ingin datanya ada di mejaku sebelum pesawat ini mendarat di Jakarta," perintah Matthew tanpa mengalihkan pandangan dari Alexa.

"Tapi Tuan, kita punya pertemuan dengan keluarga Arfa besok pagi—"

"Batalkan," potong Matthew dingin. "Ada sesuatu yang jauh lebih penting yang harus aku taklukkan."

Tepat pukul lima sore, roda pesawat menyentuh aspal Bandara Soekarno-Hatta, Alexa menghela napas lega. Ia berpikir setelah keluar dari burung besi ini, ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria tampan mengerikan itu.

Namun, ia salah besar.

Saat Alexa sedang menunggu kopernya di conveyor belt, sebuah tangan kokoh tiba-tiba mengambil alih koper tua miliknya yang mulai mengelupas.

"Tuan! Itu koper saya," seru Alexa, berusaha mengejar langkah lebar Matthew.

Matthew berhenti tiba-tiba, membuat Alexa menabrak dada bidangnya yang sekeras beton. Matthew menunduk, menyejajarkan wajahnya dengan Alexa hingga napas hangatnya menerpa wajah gadis itu.

"Mulai hari ini, kamu adalah milikku, Alexa Rahardja, mahasiswi tingkat akhir sastra, yang tinggal di kos kecil di Jakarta Barat."

Mata Alexa membelalak. "Bagaimana ... Anda tahu?"

Matthew menyelipkan selembar kartu hitam dengan ukiran emas ke dalam saku sweter Alexa. "Karena mulai detik ini, duniamu adalah duniaku. Kau bisa lari, Alexa. Tapi kau tidak akan pernah bisa bersembunyi dariku." bisik pria gagah itu.

Matthew pergi begitu saja, meninggalkan Alexa yang mematung di tengah keramaian bandara. Gadis cupu itu tidak menyadari bahwa hidupnya yang tenang baru saja berakhir. Sang Mafia telah menjatuhkan vonisnya, yaitu Alexa harus menjadi miliknya, bagaimanapun caranya.

Di dalam mobil limusin yang menjemputnya, Matthew melihat foto Alexa yang diambil secara sembunyi-sembunyi oleh anak buahnya. Di foto itu, kacamata Alexa sedikit melorot, memperlihatkan mata hazel yang sangat indah.

"Kau sangat murni, Alexa," gumam Matthew sambil menyesap wine-nya. "Dan aku? Aku akan menjadi pria yang menghancurkan kemurnian itu, lalu membangunnya kembali hanya untukku sendiri."

Matthew tahu ia harus berjuang mati-matian. Alexa bukan wanita yang tertarik pada uang atau kekuasaan. Dia adalah gadis yang memegang prinsip. Dan Matthew? Dia akan meruntuhkan setiap prinsip itu sampai yang tersisa di pikiran Alexa hanyalah namanya.

"​Permainan ini baru saja dimulai." gumam Matthew dengan seringai yang mengerikan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Adilia
Adilia
jangan lupa komen dan dukungannya
2026-01-27 22:21:41
0
0
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status