Home / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Kamar Rindu

Share

PPS | Kamar Rindu

Author: Karl Valerie
last update publish date: 2026-06-30 08:38:24

Sepiring nasi dan lauk yang Rindu ambil untuk dirinya dan Seno telah habis tanpa sisa. Gadis itu hendak membawa piring kotor itu ke dapur. Tapi dengan cepat Seno menahan pergerakannya.

"Mau kemana?" tanya Seno seperti enggan ditinggal.

Rindu tersenyum tipis melihat raut wajah Seno saat ini. Persis seperti seorang anak laki-laki yang tengah merajuk.

"Rindu mau meletakkan piring ini ke dapur, Paman." jawab gadis itu dengan suara lembutnya.

Seno tampak memajukan bibirnya memberengut. Pria itu tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Paman Seno   PPS | Hamil?

    "Terimakasih, Sayang." ucap Seno dengan napas berat sesaat setelah pergumulan panas mereka berakhir.Belum puas dengan permainan mereka semalam, Seno kembali mengg3mpur Rindu saat gadis itu masih terlelap dalam tidurnya. Membuat gadis itu terbangun dan dengan pasrah melayani sang paman. Pria itu benar-benar hyper.Pria itu mengecup kening Rindu yang dipenuhi dengan peluh. Lalu membaringkan dirinya di samping gadis itu. Napasnya masih tampak tersenggal, dengan netra yang menatap langit-langit kamar.Permainan panas yang berlangsung selama dua jam telah berakhir dengan Rindu yang terkapar tak berdaya di atas ranjang. Sang paman benar-benar mengg3mpurnya habis-habisan pagi ini.Seno memeluk pinggang ramping Rindu dengan posesif. Setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka."Tinggal hari ini saja kita berada di sini." ujar Seno membuka suara.Rindu yang hampir terlelap karena kelelahan lantas membuka kedua matanya sayu. Lalu membalik tubuhnya agar menghadap ke arah Seno."Ap

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kamu Milikku [+]

    Rindu menghela napas berat sebelum turun dari pangkuan Seno. Gadis itu mendudukkan dirinya di samping sang paman dan mulai bercerita mengenai Romi.Romi, yang merupakan putra dari Rudi sahabat ayahnya adalah teman masa kecilnya dulu. Sejak duduk di bangku kanak-kanak, mereka telah saling mengenal. Dan akhirnya menjadi sahabat sampai masa abu-abu.Awalnya persahabatan mereka berjalan dengan baik. Rindu dan Romi, keduanya saling mengasihi satu sama lain. Namun tanpa disadari, salah satu di antara mereka memiliki perasaan yang lebih dari seorang sahabat.Rindu, yang semasa itu tengah beranjak dewasa ternyata menyimpan perasaan pada Romi. Namun sebaliknya, Romi tidak merasakan getaran yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Rindu.Rindu yang tidak bisa membendung perasaannya lebih lama, akhirnya memberanikan diri untuk mengutarakannya pada Romi. Gadis itu yakin jika sahabatnya itu juga mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya.Dengan pipi bersemu, Rindu mengajak Romi untuk bertemu di

  • Pesona Paman Seno   PPS | Salah Paham

    "Kalau begitu Rindu pamit pulang, Paman." ujar Rindu sembari beranjak dari tempat duduknya. Rudi mengangguk kecil dan ikut berdiri mengantar gadis itu sampai ke pintu. Sedangkan Dika sudah pulang sejak beberapa menit yang lalu. "Sebenarnya Om lebih setuju kamu menginap di sini saja, Nak. Di sana kamu pasti sendirian." kata Rudi menyuarakan kekhawatirannya. Rindu tersenyum tipis merasa terharu dengan perhatian pria itu. Dari dulu Rudi memang telah dia anggap sebagai ayah keduanya setelah Heru. "Tidak apa-apa, Paman. Lagipula Rindu di sana juga tidak sendiri." jawab Rindu yang tak ingin membuat Rudi merasa khawatir. Pria itu mengernyitkan dahinya dan hendak kembali bersuara, saat tiba-tiba saja terdengar suara deru motor yang mendekat ke arah mereka. Seorang pemuda berparas tampan dengan jaket jeans yang melekat di tubuhnya baru saja menghentikan motor sportnya di depan teras rumah Rudi. Rindu yang mengetahui siapa gerangan itu mulai merasa tidak nyaman. "Sudah pulang, Rom?" sap

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mencari Seno

    "Masih ada satu lagi bukti kunci yang Om dapatkan, Nak." seloroh Rudi begitu Rindu bertanya."Apa itu, Om?" tanya Rindu penasaran.Lagi-lagi Rudi tak langsung menjawab pertanyaan Rindu. Pria itu kembali memanggil Inah dan menyuruh wanita paruh baya itu untuk mengambil ponselnya.Dengan sedikit tergopoh Inah kembali ke ruang tamu dengan ponsel genggam yang ada di tangannya. Lalu menyingkir sendiri tanpa Rudi pinta.Rudi tampak menghubungi seseorang yang Rindu yakini sebagai seorang detektif yang pria itu sewa untuk menangani kasus kematian orang tuanya. Dari percakapan yang Rindu tangkap, Rudi menyuruh orang itu untuk datang ke sini."Kamu tunggu sebentar, Nak. Detektif yang menangani kasus ini akan datang ke sini sebentar lagi." kata Rudi tersenyum tipis.Rindu hanya membalasnya dengan anggukan ringan. Dan selama menunggu kedatangan sang detektif, Rindu memilih untuk bertukar pesan dengan Seno, sang kekasih.Tak sampai setengah jam, orang yang Rindu tunggu akhirnya datang juga. Dan ya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Bertemu Om Rudi

    Rindu menatap bangunan rumah megah yang ada di depannya dalam diam. Beberapa menit yang lalu dia baru saja sampai di pelataran rumah Rudi, sahabat mendiang ayahnya dan orang yang selama ini membantunya.Setelah memantapkan hatinya, gadis itu akhirnya melangkah menuju teras rumah Rudi. Dan memencet bel yang terdapat di sisi pintu utama.Tak sampai menunggu lama, pintu bercat putih dengan tinggi lebih dari tiga meter itu akhirnya terbuka. Menampilkan sosok wanita paruh baya dengan pakaian sederhana. Jangan lupakan kain lap yang tersampir di pundaknya."Cari siap-eh, Non Rindu. Benar ini Non Rindu putri Tuan Heru kan?" seru wanita paruh baya itu heboh.Rindu mengulas senyum kecil melihat reaksi dari salah satu asisten rumah tangga Rudi yang sudah dia kenal sejak lama."Mbok Inah apa kabar?" sapa Rindu ramah.Inah, wanita paruh baya yang sudah lama mengabdi di rumah Rudi itu tampak tersenyum haru. Dia sudah mengetahui bagaimana kehidupan gadis di depannya saat ini."Simbok baik, Non. Non

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kesedihan Rindu

    Saat ini Rindu telah rapi dengan pakaiannya yang serba hitam. Pagi ini, dia dan Seno berencana untuk berziarah ke makam mendiang ayah dan ibu Rindu.CeklekBunyi knop pintu yang diputar menarik atensi Rindu yang tengah duduk di depan meja rias. Gadis itu mendapati sosok Seno baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya.Pipi Rindu tampak bersemu begitu melihat Seno hanya keluar dengan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Sedangkan tubuh atasnya dibiarkan polos. Memperlihatkan jejak-jejak merah bekas gigitannya tadi. Keduanya memang sempat memadu kasih di dalam kamar mandi. Dan Rindu baru menyadari jika dirinya benar-benar liar.Netra jelaga Seno melirik ke arah Rindu yang ternyata tengah menatapnya sedari tadi. Mengulum senyum di bibir, pria itu lantas berjalan mendekati sang kekasih. Lalu merengkuhnya dengan mesra."Paman.. baju Rindu nanti jadi basah." seru Rindu mencoba melepaskan diri.Namun bukannya menurut, Seno justru dengan sengaja mengeratkan pelukann

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tarik Ulur

    Rindu terbahak-bahak setelah keluar dari ruangan pamannya, Seno. Gadis itu masih ingat bagaimana raut syok Seno setelah dia sempat mencium pipinya. Jujur saja Rindu merasa terhibur dengan segala reaksi yang pamannya itu berikan.Bersenandung kecil sembari memainkan kunci motor yang ada di tangannya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pura-Pura Polos

    Seno dengan reflek menjatuhkan Rindu yang sejak tadi duduk di atas pangkuannya. Membuat gadis itu memekik dan mengaduh kesakitan karena bongkahan padatnya menghantam lantai dengan cukup keras."Aduhh.. Paman.." ringis Rindu.Seno yang tersadar sontak membantu Rindu untuk bangun. Lalu mendudukkan ga

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mulai Beraksi

    Kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon mengusik tidur seorang gadis cantik yang masih setia bergelung di dalam selimut tebal. Hawa dingin yang menerpa kulit karena hujan semalam yang turun dengan deras, membuat gadis itu enggan keluar dari tempat nyamannya.Namun gedoran pintu kamar y

  • Pesona Paman Seno   PPS | Prolog

    Rindu tersenyum sinis saat melihat seorang wanita paruh baya yang tampak tersenyum bahagia saat mendapatkan sebuah kalung emas dari pria paruh baya yang ada di depannya.Dadanya bergemuruh dengan mulutnya yang terkatup rapat untuk meredam amarah yang ada di dalam dirinya. Ketika melihat orang yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status