Beranda / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Kamar Rindu

Share

PPS | Kamar Rindu

Penulis: Karl Valerie
last update Tanggal publikasi: 2026-06-30 08:38:24

Sepiring nasi dan lauk yang Rindu ambil untuk dirinya dan Seno telah habis tanpa sisa. Gadis itu hendak membawa piring kotor itu ke dapur. Tapi dengan cepat Seno menahan pergerakannya.

"Mau kemana?" tanya Seno seperti enggan ditinggal.

Rindu tersenyum tipis melihat raut wajah Seno saat ini. Persis seperti seorang anak laki-laki yang tengah merajuk.

"Rindu mau meletakkan piring ini ke dapur, Paman." jawab gadis itu dengan suara lembutnya.

Seno tampak memajukan bibirnya memberengut. Pria itu tida
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tak Cukup Sekali [+]

    Seno semakin gelap mata begitu mendengar ucapan Rindu. Tenggorokannya serasa dicekik yang membuat suaranya tercekat. Ucapan gadis di bawah kungkungannya itu benar-benar mampu membuat pikirannya buntu.Tanpa berkata-kata lagi, Seno kini mulai memposisikan wajahnya di depan pintu surgawi Rindu. Jakunnya tampak naik turun ketika melihat betapa indahnya milik sang gadis yang merah merekah.Rindu menggigit ujung jarinya menekan rasa malu yang hadir ketika mendapati posisi dirinya yang begitu terbuka. Kedua pahanya menekuk dengan kaki mengangkang lebar. Mempertontonkan bagian intimnya pada sang paman."Paman.." lirih Rindu resah.Seno mendongak dengan mata menggelap. Sudut bibirnya membentuk seringai mesum yang berhasil membuat milik Rindu makin berkedut.Tak ingin menyia-nyiakan waktu lebih lama, Seno mulai menyurukkan wajahnya ke depan. Menghirup dalam-dalam aroma memabukkan yang menguar dari inti Rindu. Sebelum kemudian menjulurkan lidahnya membelai labia gadis itu."Ouchhh.." Rindu meng

  • Pesona Paman Seno   PPS | Melebur Bersama [+]

    Rindu menatap Seno dengan pandangan sayu. Gejolak di dalam dirinya kian menguat, seiring dengan sentuhan-sentuhan lembut yang gencar Seno layangkan padanya. Membuat dirinya menjadi semakin tidak berdaya karena rangsangan tersebut.Di atasnya kini, Seno masih menatapnya dengan seringai nakal. Kobaran api di dalam tatapannya membuat Rindu ikut terbakar. Dia ingin Seno mempermainkannya. Menyentuhnya sampai ke titik terdalamnya. Lalu melebur bersama dalam gairah yang menyenangkan ini."Sentuh Rindu, Paman. Hancurkan Rindu dengan milik Paman Seno yang perkasa." suara Rindu tercekat ketika mengatakan kalimat nakal tersebut.Senyum di bibir Seno semakin melebar. Tatapannya berubah hitam pekat dengan dada bergemuruh hebat. Ucapan Rindu barusan benar-benar berimbas kuat pada dirinya."Tentu, Sayang. Paman akan hancurkan lubang kecilmu ini dengan milik Paman." Seno mendesis sembari menekan bagian tembam yang ada di antara kedua kaki Rindu dengan ibu jarinya.Rindu tak dapat menahan lenguhannya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Melepas Rindu [+]

    BlushKedua pipi Rindu seketika memerah begitu mendengar ucapan Seno barusan. Dia pikir 'makan' yang pria itu maksud adalah makan pada umumnya. Tapi ternyata..Melihat Rindu yang terdiam dengan wajah semerah tomat membuat Seno tergelak. Dicubitnya dengan gemas ujung hidung Rindu yang membuat gadis itu mengaduh."Sakit, Paman. Paman kenapa suka sekali mencubit hidung Rindu." keluh gadis itu mengelus hidungnya yang merah.Bukannya merasa bersalah, Seno justru terkekeh tanpa beban."Bagaimana lagi? Kamu terlalu menggemaskan, Sayang." Seno terkekeh geli.Rindu tampak memberengut dengan bibir mengerucut. Membuat tingkahnya semakin lucu saja di mata Seno."Itu kenapa bibirnya begitu? Kode minta Paman cium, ya?" goda Seno yang masih belum puas mengganggu Rindu.Rindu yang mendengarnya jadi salah tingkah sendiri. Ingin pura-pura kesal, pria di depannya ini terus saja menoel pipinya. Membuat Rindu mau tak mau akhirnya berbalik menyerang Seno dengan mencubit pinggangnya."Aduh. Sakit, Sayang. C

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kamar Rindu

    Sepiring nasi dan lauk yang Rindu ambil untuk dirinya dan Seno telah habis tanpa sisa. Gadis itu hendak membawa piring kotor itu ke dapur. Tapi dengan cepat Seno menahan pergerakannya."Mau kemana?" tanya Seno seperti enggan ditinggal.Rindu tersenyum tipis melihat raut wajah Seno saat ini. Persis seperti seorang anak laki-laki yang tengah merajuk."Rindu mau meletakkan piring ini ke dapur, Paman." jawab gadis itu dengan suara lembutnya.Seno tampak memajukan bibirnya memberengut. Pria itu tidak ingin jauh dari Rindu. Walau hanya beberapa menit saja."Rindu tidak akan lama. Setelah mencuci piring sebentar, Rindu akan kembali lagi menemani Paman di sini." timpal Rindu yang akhirnya disetujui oleh Seno.Pria itu dengan berat hati melepaskan lilitan tangannya dari pinggang Rindu. Dan menatap kepergian gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan."Entah kenapa aku tidak bisa jauh darinya barang sedetik saja." gumam Seno dengan semburat tipis menghiasi kedua pipinya.Di sisi lain, dengan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Saling Cinta

    Rindu mendongak begitu mendengar pertanyaan dari Seno. Gadis itu terdiam, dengan manik sendu.Seno menatap balik Rindu dengan pandangan dalam. Diusapnya pipi gadis itu dengan lembut dan penuh perasaan. Membuat Rindu refleks terpejam meresapi sentuhan yang ada di sisi wajahnya."Awalnya Paman merasa ragu dengan apa yang Paman rasakan akhir-akhir ini. Bagaimanapun Paman sudah beristri dan tidak sepantasnya memiliki perasaan ini pada wanita lain." kata Seno masih dengan tangan yang membelai wajah Rindu."Paman sempat ingin memutuskan hubungan ini karena Paman tidak ingin menyakiti Hanum semakin dalam." lanjut Seno yang membuat Rindu menegang. Tiba-tiba saja dia merasa takut jika sampai hal itu terjadi.Seno tersenyum getir, menyadari akan kesalahannya yang fatal. Dia sudah menghancurkan rumah tangganya dengan bermain api bersama Rindu. Tapi dia juga tidak ingin melepaskan gadis itu begitu saja. Rindu telah membuatnya nyaman dengan segala perhatian yang dia berikan."Tapi seiring berjalan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Sembunyi

    Rindu tersenyum puas begitu melihat masakan yang dia buat sejak pagi tadi telah tersaji rapi di atas meja. Pagi ini dia sengaja bangun lebih awal untuk pergi ke pasar dan berbelanja bahan-bahan makanan. Tak tanggung-tanggung, Rindu pergi ke pasar saat hari masih gelap.Tepat pukul 6 pagi, Rindu telah menyelesaikan kegiatannya di dapur. Dia juga sudah selesai mencuci piring dan alat-alat dapur lainnya.Semua yang Rindu lakukan tidak lain untuk menyambut kepulangan Seno. Pria itu semalam mengabarinya jika pagi ini dia akan pulang sebentar. Sehingga Rindu buru-buru memasakkan sesuatu untuk Seno.Entahlah, Rindu merasa tidak sabar menunggu kepulangan Seno. Padahal pria itu hanya tidak pulang selama sehari saja. Dan mereka juga sempat bertukar pesan semalam.Mengenai Hanum, sejak dirinya sibuk di dapur, wanita itu tidak terlihat batang hidungnya. Entah apa yang dilakukan oleh bibinya itu. Rindu tidak ingin mempedulikannya.Setelah menyelesaikan kegiatan memasaknya sekalian bersih-bersih da

  • Pesona Paman Seno   PPS | Terganggu?

    Tak terasa sudah lebih dari dua minggu Rindu selalu sibuk memasak setiap paginya. Kadang kala dia juga memasak menu makan malam ketika Hanum menyuruhnya. Semua itu dia lakukan tidak semata ingin menarik perhatian Seno saja, namun juga karena hobi.Seperti sekarang, Rindu baru saja selesai menata ma

  • Pesona Paman Seno   PPS | Perhatian Rindu

    Pagi sekali Rindu sudah bangun dari tidurnya. Tak seperti biasanya yang dia akan dengan sengaja bangun siang, hari ini dia tampak sudah segar dengan wajahnya yang sedikit basah setelah mandi.Dengan kaos pendek berwarna sage dipadukan dengan rok mengembang sebatas lutut, Rindu keluar dari kamarnya.

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mencari Perhatian

    Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Rindu rela mengubur kekesalannya pada Seno. Setelah merenung di dalam kamarnya selama hampir satu jam, gadis itu akhirnya keluar dari kamarnya. Tujuannya saat ini adalah dapur. Dia ingin menarik perhatian Seno dengan membuatkannya secangkir kopi.Dengan raut w

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tarik Ulur

    Rindu terbahak-bahak setelah keluar dari ruangan pamannya, Seno. Gadis itu masih ingat bagaimana raut syok Seno setelah dia sempat mencium pipinya. Jujur saja Rindu merasa terhibur dengan segala reaksi yang pamannya itu berikan.Bersenandung kecil sembari memainkan kunci motor yang ada di tangannya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status