Share

Api

last update Last Updated: 2026-01-06 19:22:36

“Tidak disangka, kita berdua telah berbaring di sini sepanjang malam.” Kento mengangguk setuju. Langit mulai menunjukkan campuran warna merah muda, merah dan jingga yang pekat. “Matahari akan segera terbit,” tunjuk Asuki.

“Iya, sebentar lagi hari akan cerah.” Kento menikmati perubahan langit malam di depannya. Matahari pagi musim semi begitu hangat menyentuh wajah.

“Ciptaan-Nya begitu indah.” Mata Asuki berbinar. “Seperti matahari pagi ini, satu hal yang aku ingin kamu tahu Tuan Kento, setiap dari kita memiliki saat yang lemah. Kita manusia, kita bisa berbuat salah dan bisa bersedih. Tapi semua itu sangat normal, aku hanya ingin memberitahumu jika kamu ada masalah, ingin mengatakan sesuatu dan kamu ingin menceritakannya, aku bersedia mendengarnya kapan saja seperti yang telah kamu lakukan padaku hari ini.”

Kento diam mengerti dengan maksud Asuki. Dia tahu asistennya bisa merasakan ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan rapat-rapat olehnya selama ini.

“Aku memang orang luar, aku t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Panas Tuan Idol   Alasan

    “Terima kasih banyak.” Asuki membungkuk sopan membalas ucapan selamat malam sopir yang membawa mereka kembali ke Tokyo. Semua koper, tas dan beberapa hadiah liburan untuk direktur Omega dan Hikari tertata rapi di dekat pintu masuk apartemen Kento. Asuki menyeret, membawa dan memilah barang-barang miliknya dan Kento. “Tuan Kento, bagaimana kalau kamu mandi dulu? Aku akan mengatur barangmu di kamar sebentar,” usul Asuki. Kento sedang meregangkan badan di sofa. Punggungnya sedikit nyeri karena terlalu lama duduk. “Baiklah.” Kento masuk ke kamar mandi. Asuki sudah menyiapkan kebutuhan model dan aktor itu sebelumnya. Jam menunjukkan pukul sebelas malam begitu Asuki selesai membereskan semua barang bawaan mereka. Asuki menyiapkan onigiri, sisa makanan mereka yang dibeli di market tadi sore. “Tuan Kento, makan dulu.” Asuki menyodorkan onigiri. Kento menerima dan melirik punya Asuki. “Kamu tidak makan?” tanyanya. “Tidak, aku sedang menunggu air panas. Aku ingin membuat mie instan.” As

  • Pesona Panas Tuan Idol   Hiburan Kento

    “Kenapa begitu tiba-tiba kalian mau kembali ke Tokyo? Apa Nak Kento tidak betah selama tinggal di sini?” Mirae berdiri sedih di dekat Asuki dan Kento. Keduanya sedang berpamitan. Mobil mereka sudah terparkir rapi di depan rumah, Mirae sangat terkejut mendapatkan telepon Asuki dan berkata akan kembali ke Tokyo siang ini. Mirae yang tidur di kedai semalam buru-buru pulang ke rumah menemui Asuki dan Kento. “Tidak, sama sekali tidak Oba-san (tante),” sahut Kento cepat. “Hanya saja masa liburanku di sini sudah berakhir. Pekerjaanku di Tokyo tidak bisa ditinggalkan lebih lama lagi. Aku minta maaf karena tiba-tiba memberitahukannya,” sambung Kento beralasan. Asuki mengangguk mengiyakan ucapan Kento, meski sebenarnya kepulangan mereka ke Tokyo sama sekali tidak direncanakan, Asuki tidak bisa menolak. Hati kecilnya juga setuju dengan keputusan sepihak Kento. Asuki tidak bisa menghadapi Yamaguchi saat ini, dan kepergian mereka kembali ke Tokyo adalah satu-satunya jalan bagi Asuki demi mered

  • Pesona Panas Tuan Idol   Status ITU Merusak Hubungan

    “Asuki….” Pikiran bertumpuk Asuki buyar, Yamaguchi menggoyang bahunya pelan. Yamaguchi sedang menatap Asuki penuh harap, menunggu jawaban wanita yang dia cinta. Di tengah rasa tidak percaya dan ragu, Yamaguchi mendekat mengikis jarak diantara mereka. Yamaguchi mencium bibir tipis merah muda Asuki. Rasa panas tautan mereka menyebar, meninggalkan dentuman keras di kepala Asuki. Asuki tersadar dan mendorong Yamaguchi. “Gomen (maaf) Yamaguchi….” Asuki berucap sangat pelan, lebih seperti lirihan bersalah. Dilihatnya pria yang begitu baik memperlakukan dan menjaganya sejak ayahnya meninggal. Tatapan Yamaguchi kaget dan malu, benaknya penuh tanda tanya. Ciuman sekilas mereka membawa Asuki makin merasa bersalah. “Ada apa Asuki?” Yamaguchi berusaha mencairkan suasana, kembali mendekat namun Asuki mundur. Ciuman mereka telah membuat Asuki sadar akan perasaannya sendiri. Asuki menengadah, “Gomen Yamaguchi.” Matanya mulai berkaca-kaca. “Gomen Yamaguchi….” Asuki tertunduk. Perasaan bersalah

  • Pesona Panas Tuan Idol   Janji Kelingking

    “Kalian berdua benar-benar…!” Asuki menghembuskan napas, menenangkan diri. Kento dan Yamaguchi berjongkok di depan Asuki, menunduk bersalah. Asuki tidak tahu harus berkata apalagi pada mereka. Asuki merintih menahan denyutan perih luka lengan. “Aku akan membeli obat.” Yamaguchi bersuara dan bergegas pergi. Kento masih berjongkok, menunduk di bawah kaki Asuki. “Berdiri dan duduk di sini Tuan Kento, orang-orang akan menatapmu dan aku jika kamu terus seperti itu.” Asuki menunjuk tempat kosong di sampingnya. Kento bangkit, duduk patuh di dekat Asuki. “Gomen (maaf),” lirihnya. Asuki diam, menghembuskan napas lagi. Sesekali Asuki merintih menahan rasa perih di lengan. Mendengarnya Kento meraih lengan Asuki, meniup lembut untuk sedikit meredakan perih yang dirasa Asuki sembari menunggu Yamaguchi kembali membeli obat. Kento tahu Asuki sedang marah.Kesunyian mereka menguap setelah Yamaguchi datang membawa obat. Alkohol dan obat merah dioleskan Yamaguchi perlahan dengan Kento yang terus m

  • Pesona Panas Tuan Idol   Cemburu?

    “Asuki.” Yamaguchi berlari mendekati stand booth permainan tembak ketika Asuki dan Kento selesai main. “Kamu dari mana saja? Aku mencarimu di rumah ternyata kamu sudah lebih dulu kesini,” keluh Yamaguchi. Asuki menggaruk kepala, lupa Yamaguchi ingin pergi ke festival musim panas juga dengannya. “Gomen (maaf) Yamaguchi, aku terlalu bersemangat tadi sampai buru-buru kemari,” sahut Asuki. Tubuh Asuki tertutup boneka besar kucing yang dipeluknya erat. Yamaguchi menunjuk boneka bingung. “Apa ini?” “Hadiah, tuan Kento mendapatkannya untukku.” Senyum Asuki mengembang sempurna melirik Kento yang mendadak dingin karena kehadiran Yamaguchi. Yamaguchi menggulung alis tidak senang mendengarnya. “Aku juga bisa mendapatkannya untukmu Asuki. Pilih saja apa yang kamu mau,” tukasnya tidak mau kalah. “Tidak perlu, aku hanya membutuhkan satu boneka. Aku tidak bisa merawatnya jika terlalu banyak,” tolak Asuki yang disambut sorakan kecil dari Kento. Yamaguchi mendengar sorakan Kento dan mencebikkan

  • Pesona Panas Tuan Idol   Festival Musim Panas

    Festival musim panas diadakan di pusat desa Shirakawago. Dua hari Asuki sibuk membantu penduduk desa mempersiapkan festival ini. Kento juga turut serta membantu. Dia tidak malu-malu lagi berbicara ataupun sekedar basa basi dengan warga desa. Asuki senang melihat perubahan Kento yang lebih hangat dan terbuka dengan orang lain. “Kamu sudah siap Tuan Kento?” Asuki mengetuk pintu kamar artisnya. Hari ini mereka akan sama-sama ke festival musim panas. “Sebentar.” Kento menjawab dari dalam.“Ok.” Asuki duduk di sofa menunggu Kento keluar. Lima menit berselang Kento keluar memakai Yukata berwarna biru tua. Asuki membola tanpa sadar mengamati Kento dari atas ke bawah. Rambut hitam Kento disisir rapi ke belakang dengan kumis tipis yang sengaja tidak dicukur. Kehadirannya justru tidak menutupi wajah tanpa celah Kento. Dada bidangnya dibiarkan Kento terekspos sedikit. Asuki berdesir, Kento benar-benar aktor dan model mahal. “Ada apa?” Suara bass Kento membuyarkan pikiran Asuki. Asuki berde

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status