แชร์

Cemburu?

ผู้เขียน: Vanda Anastasia Adam
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-12 21:24:11

“Asuki.” Yamaguchi berlari mendekati stand booth permainan tembak ketika Asuki dan Kento selesai main. “Kamu dari mana saja? Aku mencarimu di rumah ternyata kamu sudah lebih dulu kesini,” keluh Yamaguchi.

Asuki menggaruk kepala, lupa Yamaguchi ingin pergi ke festival musim panas juga dengannya. “Gomen (maaf) Yamaguchi, aku terlalu bersemangat tadi sampai buru-buru kemari,” sahut Asuki.

Tubuh Asuki tertutup boneka besar kucing yang dipeluknya erat. Yamaguchi menunjuk boneka bingung. “Apa ini?”
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ide

    Ucapan terakhir direktur Omega ditelepon masih terngiang-ngiang di kepala Asuki. Hubungan yang masih seumur jagung dipaksa harus berhenti karena ancaman yang terdengar tidak main-main dari petinggi agensi tempat Kento bernaung. Asuki gundah, memilih tetap mempertahankan cintanya pada Kento, Kento mungkin harus kehilangan karir cemerlangnya selama ini. Asuki tidak mau egois, namun tidak mau juga berpisah dari Kento. Asuki benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Layar laptop di depan Asuki masih menyala, dia sedang mengetikkan surat pengunduran dirinya sebagai asisten Kento. Malam ini Kento masih berada di lokasi syuting, mengambil set gambar terakhir. Sedang Asuki mengurung diri di ruang ganti Kento sendirian. Bunyi ketukan tiba-tiba di pintu membuyarkan pikiran Asuki yang refleks menutup laptop. Seorang wanita masuk menyapa Asuki. “Selamat malam Nona Asuki,” sapanya. Asuki tersenyum membalas sapaan sekretaris Hikari. “Selamat malam.” Hikari duduk di dekat Asuki. “Tuan Kento mas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Konsekuensi

    Dua hari setelah pertemuan Asuki dan Direktur Omega menyisakan kesesakan dihati Asuki. Selama waktu-waktu yang berlalu Asuki lebih banyak diam dan melamun. Menemani Kento di lokasi syuting dan tetap menjalankan pekerjaannya sebagai asisten model dan aktor itu, Asuki berpikir keras. Tatapan sendunya tidak pernah lepas dari Kento dan Kento pun merasakannya. Asuki bersikap aneh dan tidak biasa, bahkan malam ini Asuki terus menutup mulut selama Asuki menyiapkan makan malam untuk mereka. “Sayang….” Kento melingkar pinggang Asuki dari belakang. Asuki terenyak, “Ada apa? Kamu butuh sesuatu?” Kento menggeleng, menyandarkan kepala ke bahu Asuki. “Apa yang sedang kamu masak?” tanyanya. “Steak, kamu mengatakan ingin makan steak bukan? Aku menyiapkannya untukmu,” jawab Asuki melepaskan rangkulan Kento. “Duduklah, makanannya sebentar lagi siap,” pinta Asuki. Kento tidak menyahut dan patuh mengikuti ucapan Asuki. Mungkin berbicara dengan Asuki setelah makan malam akan lebih baik pikirnya. S

  • Pesona Panas Tuan Idol   Bukti Foto

    “Kamu sudah siap?” tanya Asuki. “Ya, bagaimana penampilanku? Apa aku terlihat cocok menggunakan pakaian ini?” Asuki menyorot penampilan kekasihnya dari atas ke bawah, entah kenapa Kento merasa pakaian semi jas yang dikenakannya terasa tidak pas di badan. Asuki tersenyum geli melihat Kento. “Aku tidak percaya kamu ternyata bisa juga merasa tidak percaya diri dengan dirimu sendiri Sayang,” godanya. Kento mencebik, “Aku juga manusia biasa kamu tahu…!” sinisnya. Asuki tertawa mendekati Kento. “Kamu selalu tampak sempurna di mataku Sayang….” Kento tersipu, Asuki mengatur kembali kerah kemeja Kento mendaratkan kecupan sekilas di pipinya. “Semua pakaian yang kamu pakai akan selalu terlihat pantas jika kamu memakainya,” ucap Asuki lembut. Wajah Kento semakin merona, Asuki paling tahu memuji pria tinggi itu. “Bersiaplah, sebentar lagi syuting akan dimulai,” sambung Asuki. Kento mengangguk, membalas kecupan singkat Asuki di bibir. “Aku mencintaimu…,” tandas Kento bahagia. Pasangan kekas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Perasaan Tidak Enak

    Kento membawa mobil pulang ke apartemen setelah melihat Asuki lebih tenang. Asuki duduk diam di sampingnya, tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Sehabis menangis menumpahkan ketakutan dan kekesalan Asuki diam seribu bahasa, Kento bahkan tidak digubrisnya yang sejak tadi membujuk Asuki. Asuki keluar lebih dulu dari mobil begitu mereka tiba di parkiran basement apartemen meninggalkan Kento yang memanggilnya berulang kali. Kento menarik nafas panjang, Asuki benar-benar marah batinnya. Beruntung Asuki masih mau menunggu Kento di dalam lift hingga Kento tidak perlu menunggu lift berikutnya. “Sayang…,” panggil Kento. Asuki diam, mereka berdiri cukup jauh. “Sayang…,” panggil Kento lagi mendekat, namun bunyi pintu lift terbuka menghentikan langkah Kento. Asuki menghambur keluar. Kento sekali lagi menarik nafas panjang, memanjangkan langkah mengikuti Asuki dari belakang. Masuk di dalam apartemen, Kento segera menahan Asuki tidak mengizinkan wanitanya menghindari dia lagi. “Sayang

  • Pesona Panas Tuan Idol   Kencan

    “Kencan?” “Iya, kita tidak pernah kencan selama ini bukan? Aku juga ingin punya momen kencan seperti pasangan pada umumnya,” tukas Kento.Asuki terdiam, sejak tiga hari yang lalu Kento terus memberondong Asuki dengan keinginannya untuk kencan diluar. Seperti pasangan lain yang bebas keluar kencan pergi ke festival musim panas, Kento ingin melakukannya juga bersama Asuki. Asuki bingung harus memberi jawaban apalagi pada Kento. Semua alasan tentang Kento yang seorang publik figur dan dirinya yang diketahui orang banyak sebagai asisten Kento, sudah diberikan Asuki. Tapi Kento terus saja memaksa, Kento bahkan berkata kalaupun hubungan mereka terekspos nantinya, Kento akan dengan senang hati mempublikasikannya ke publik tentang hubungan mereka. Asuki kehabisan alasan lagi. “Ayolah Sayang, apa kamu malu keluar denganku?” bujuk Kento berpura-pura sedih. Asuki menggigit bibir, bagaimana ini? Kento terlihat sangat mengharapkan kencan orang biasa ini. “Kita kencan ok?” bujuk Kento lagi.

  • Pesona Panas Tuan Idol   Aku Akan Bertanggung Jawab

    Syuting hari pertama setelah peristiwa kebakaran waktu lalu dimulai. Jadwal tayang yang harusnya diadakan akhir bulan ini terpaksa diundur, tim produksi mengambil keputusan untuk mengganti lokasi syuting lanjutan mereka. Kento datang bersama Asuki lebih awal demi bisa beradaptasi dengan lokasi syuting yang baru. Ruang-ruang set dan properti kebutuhan syuting tertata rapi di sana. Kento dibawa tim kru ke ruang ganti dan istirahatnya. “Silahkan Tuan Kento….” Tim kru wanita membuka pintu. Kento masuk diikuti Asuki. Di dalam ruangan berpendingin udara dengan warna putih yang mendominasi terlihat lebih luas dari ruang istirahat Kento sebelumnya. Tim menyediakan ranjang kecil di dekat pintu menuju kamar mandi juga sofa panjang berwarna abu yang turut disediakan oleh mereka. Tim kru wanita yang membawa mereka pun pamit setelah Asuki membungkuk berterima kasih. Kento duduk di sofa, merebahkan diri sebentar sebelum di make up. “Ada yang ingin kamu makan?” tanya Asuki. Kento menggeleng,

  • Pesona Panas Tuan Idol   Coretan

    Tiga hari setelah menerima paket mengerikan dari seseorang, keadaan menjadi lebih tenang. Bodyguard yang disewa agensi menjaga Kento dan Asuki sangat baik. Bolak balik apartemen dan lokasi syuting, Kento tidak diganggu siapapun. Asuki setidaknya bisa sedikit bernafas lega, meski Kento tidak tahu

  • Pesona Panas Tuan Idol   Makin Menjadi

    Hari ini Kento dijadwalkan mengikuti pelatihan dasar bersama kru stuntman untuk drama series genre action terbarunya. Ditemani Asuki dan seorang supir, Kento dibawa ke lokasi syuting. Peralatan dan baju khusus disediakan kru di lokasi, Kento memakainya sebelum turun bersama tiga orang stuntman yan

  • Pesona Panas Tuan Idol   Berhak Memutuskan

    Asuki terdiam, Kento menatapnya penuh bersalah. Peristiwa kemarin sepertinya memberi dampak yang cukup kuat pada Kento. Pantas saja pagi ini tidak ada angin dan hujan, Kento masuk dapur dan memasak sarapan. Asuki yakin apa yang dilakukan Kento adalah bentuk ungkapan permintaan maaf tulus darinya un

  • Pesona Panas Tuan Idol   Usaha Kento

    Bau hangus dari luar tercium sampai ke kamar, Asuki yang belum lama memejamkan mata terpaksa harus menyeret kakinya dari ranjang, mengecek dari mana bau berasal.Asuki mengucek mata, menarik pintu dan membukanya lebar. Bau hangus makin jelas tercium. “Apa ini?” gumam Asuki menyadarkan diri. Kento

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status