แชร์

Janji Kelingking

ผู้เขียน: Vanda Anastasia Adam
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-13 20:38:22

“Kalian berdua benar-benar…!” Asuki menghembuskan napas, menenangkan diri.

Kento dan Yamaguchi berjongkok di depan Asuki, menunduk bersalah. Asuki tidak tahu harus berkata apalagi pada mereka. Asuki merintih menahan denyutan perih luka lengan.

“Aku akan membeli obat.” Yamaguchi bersuara dan bergegas pergi. Kento masih berjongkok, menunduk di bawah kaki Asuki.

“Berdiri dan duduk di sini Tuan Kento, orang-orang akan menatapmu dan aku jika kamu terus seperti itu.” Asuki menunjuk tempat kosong d
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pertengkaran

    Sepeninggalnya Kento, Asuki mondar mandir gelisah di apartemen Kento. Setelah menghubungi sekretaris Hikari dua jam yang lalu, Asuki semakin cemas. Hikari tidak menghubunginya sama sekali, sudah cukup lama Asuki menunggu dalam kekhawatiran. Apakah Kento baik-baik saja di sana atau telah terjadi sesuatu sampai Asuki tidak kunjung menerima berita dari Hikari. Mengetuk-ngetuk layar ponsel di tangan, Asuki berjengkit saat sebuah panggilan yang ditunggunya tertera di layar. “Moshi moshi (halo),” sapa Asuki. “Nona Asuki….” Suara sekretaris Hikari terdengar berbeda, perasaan Asuki seketika tidak enak. “Ada apa Sekretaris Hikari, apa terjadi sesuatu?” tanya Asuki. Hikari menarik nafas panjang dan menggumam. “Sedikit,” jawabnya lemah. “Ada apa, apa yang terjadi?” Sekretaris Hikari menceritakan kejadian di ruang direktur Omega beberapa menit yang lalu pada Asuki. Mendengar penuturan Hikari, Asuki menggigit bibir cemas.Rupanya Kento masih saja memaksa, menuntut Asuki tetap bekerja menja

  • Pesona Panas Tuan Idol   Salahkan Dirimu Sendiri!

    Kento tiba di gedung agensi Starlight, Co tempat pria itu bernaung selama ini. Membanting pintu mobil dan melemparkan kunci pada satpam yang berjaga, Kento melangkah lebar sedikit tergesa menuju lift. Kedatangan Kento membuat perhatian beberapa pegawai agensi terkejut sekaligus tidak heran. Berhentinya Asuki sebagai asisten pribadi Kento sudah diketahui seluruh pegawai agensi. Mereka yakin Kento akan bertemu dengan asisten pribadinya yang baru hari ini. Di depan pintu lift yang tidak kunjung terbuka, Kento mengetuk kaki tidak sabar. Dua orang pegawai yang ikut menunggu bersama Kento saling berbisik di dekatnya. “Benarkah?” “Iya, aku dengar nona Asuki dipaksa berhenti karena kontraknya,” bisik pegawai wanita berkemeja baby blue.Kento menggulung alis, tidak sengaja mendengar bisik-bisik mereka. Kento lalu berbalik menatap dua orang pegawai itu tajam. “Apa maksudmu dengan kontrak Asuki?!” tanyanya. Keduanya berjengkit, mundur. “I–itu….” “Ada apa, katakan padaku!?” seru Kento. “G

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pilihan Asuki

    Siang ini setelah makan siang bersama, Asuki dan Kento duduk di sofa ruang tamu. Kento merebahkan tubuh bersandar nyaman menikmati hari libur cutinya. Asuki meletakkan camilan apel berpotong kelinci di meja. Kento tersenyum menatap lama apel penuh kenangan yang disiapkan Asuki. “Sudah lama aku tidak melihat apel bentuk begitu lagi darimu Sayang…,” tukas Kento. Asuki menyodorkan potongan apel ke mulut Kento. “Benarkah?” “Iya. Sepertinya hari ini cukup spesial,” goda Kento menerima suapan Asuki. Asuki hanya tersenyum, larut lagi dengan kekalutan pikirannya. Sejak semalam Asuki telah membulatkan hati, dia harus mengakhiri hubungannya bersama Kento. “Sayang, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Asuki. Wajah Asuki tampak serius, Kento bangun mengatur duduk. “Ada apa?” Asuki berhenti menyuapi Kento dan duduk berhadapan dengan Kento. Gugup mendera Asuki. “Aku … aku ingin memberitahumu kalau aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku pada direktur omega tadi pagi. Aku … akan berhe

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ide

    Ucapan terakhir direktur Omega ditelepon masih terngiang-ngiang di kepala Asuki. Hubungan yang masih seumur jagung dipaksa harus berhenti karena ancaman yang terdengar tidak main-main dari petinggi agensi tempat Kento bernaung. Asuki gundah, memilih tetap mempertahankan cintanya pada Kento, Kento mungkin harus kehilangan karir cemerlangnya selama ini. Asuki tidak mau egois, namun tidak mau juga berpisah dari Kento. Asuki benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Layar laptop di depan Asuki masih menyala, dia sedang mengetikkan surat pengunduran dirinya sebagai asisten Kento. Malam ini Kento masih berada di lokasi syuting, mengambil set gambar terakhir. Sedang Asuki mengurung diri di ruang ganti Kento sendirian. Bunyi ketukan tiba-tiba di pintu membuyarkan pikiran Asuki yang refleks menutup laptop. Seorang wanita masuk menyapa Asuki. “Selamat malam Nona Asuki,” sapanya. Asuki tersenyum membalas sapaan sekretaris Hikari. “Selamat malam.” Hikari duduk di dekat Asuki. “Tuan Kento mas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Konsekuensi

    Dua hari setelah pertemuan Asuki dan Direktur Omega menyisakan kesesakan dihati Asuki. Selama waktu-waktu yang berlalu Asuki lebih banyak diam dan melamun. Menemani Kento di lokasi syuting dan tetap menjalankan pekerjaannya sebagai asisten model dan aktor itu, Asuki berpikir keras. Tatapan sendunya tidak pernah lepas dari Kento dan Kento pun merasakannya. Asuki bersikap aneh dan tidak biasa, bahkan malam ini Asuki terus menutup mulut selama Asuki menyiapkan makan malam untuk mereka. “Sayang….” Kento melingkar pinggang Asuki dari belakang. Asuki terenyak, “Ada apa? Kamu butuh sesuatu?” Kento menggeleng, menyandarkan kepala ke bahu Asuki. “Apa yang sedang kamu masak?” tanyanya. “Steak, kamu mengatakan ingin makan steak bukan? Aku menyiapkannya untukmu,” jawab Asuki melepaskan rangkulan Kento. “Duduklah, makanannya sebentar lagi siap,” pinta Asuki. Kento tidak menyahut dan patuh mengikuti ucapan Asuki. Mungkin berbicara dengan Asuki setelah makan malam akan lebih baik pikirnya. S

  • Pesona Panas Tuan Idol   Bukti Foto

    “Kamu sudah siap?” tanya Asuki. “Ya, bagaimana penampilanku? Apa aku terlihat cocok menggunakan pakaian ini?” Asuki menyorot penampilan kekasihnya dari atas ke bawah, entah kenapa Kento merasa pakaian semi jas yang dikenakannya terasa tidak pas di badan. Asuki tersenyum geli melihat Kento. “Aku tidak percaya kamu ternyata bisa juga merasa tidak percaya diri dengan dirimu sendiri Sayang,” godanya. Kento mencebik, “Aku juga manusia biasa kamu tahu…!” sinisnya. Asuki tertawa mendekati Kento. “Kamu selalu tampak sempurna di mataku Sayang….” Kento tersipu, Asuki mengatur kembali kerah kemeja Kento mendaratkan kecupan sekilas di pipinya. “Semua pakaian yang kamu pakai akan selalu terlihat pantas jika kamu memakainya,” ucap Asuki lembut. Wajah Kento semakin merona, Asuki paling tahu memuji pria tinggi itu. “Bersiaplah, sebentar lagi syuting akan dimulai,” sambung Asuki. Kento mengangguk, membalas kecupan singkat Asuki di bibir. “Aku mencintaimu…,” tandas Kento bahagia. Pasangan kekas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Malam Panjang

    “Cu–cukup…,” desah Asuki. Kento masih bermain-main di bawah sana, bibir dan lidahnya memaksa masuk diantara lubang kecil, sempit Asuki. Rasa manis bercampur saliva yang disesap Kento meninggalkan candu yang menggetarkan mulut Kento. Sensasi itu membuat celana Kento sesak. Kento membuka kaki Asuk

  • Pesona Panas Tuan Idol   Nasi Kari

    “Terima kasih sudah meluangkan waktu menemuiku Tuan Roki.” Asuki membungkuk sopan menyapa mantan asisten Kento sebelum dia bekerja. Roki tersenyum ikut membungkukkan kepala. “Bukan masalah Asuki, silahkan duduk,” tunjuknya di kursi. Mereka berjanji temu di sebuah cafe dekat apartemen Kento. Asuki

  • Pesona Panas Tuan Idol   Kucing adalah Tuan Manusia

    “Kamu gila, aku tidak pernah mengatakan kamu bisa tinggal denganku disini Asuki!” pekik Kento begitu direktur Omega dan Hikari pulang. Suara kesal Kento menusuk telinga Asuki. “Aku tahu,” ujarnya santai. “Kamu tahu lalu apa ini?” tunjuk Kento ke lemari kamar tamu. “Sejak kapan aku mengizinkanmu m

  • Pesona Panas Tuan Idol   Apel Kelinci

    “Kamu tidak pulang Asuki?” Kento bertanya setelah asistennya duduk manis di sofa ruang perawatan. Sudah sejam Asuki bolak balik mengatur semua keperluan Kento, dia tidak bisa menutup mata sedikitpun karena Asuki ada disitu. “Tidak, aku akan terus menemanimu mulai sekarang,” jawab Asuki mengkibask

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status