Share

Sisi Lain

last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-02 19:14:37

“Selamat pagi Tuan Kento.” Asuki menyapa artisnya dengan senyum merekah.

Kento membalas sapaan Asuki dengan dingin. “Hmm…,” sahutnya berjalan melewati Asuki.

Kening Asuki tergulung bingung, dia mengikuti Kento ke dapur. “Bagaimana tidurmu semalam Tuan Kento? Apa kasurnya nyaman?”

Kento diam, menuang air ke gelas. Kento baru saja bangun masih menggunakan celana kolor tanpa pakaian atas yang menutup. Dalam tiga kali tegukan besar, air telah habis diminum Kento.

“Lima menit lagi sarapan akan ti
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Panas Tuan Idol   Salahkan Dirimu Sendiri!

    Kento tiba di gedung agensi Starlight, Co tempat pria itu bernaung selama ini. Membanting pintu mobil dan melemparkan kunci pada satpam yang berjaga, Kento melangkah lebar sedikit tergesa menuju lift. Kedatangan Kento membuat perhatian beberapa pegawai agensi terkejut sekaligus tidak heran. Berhentinya Asuki sebagai asisten pribadi Kento sudah diketahui seluruh pegawai agensi. Mereka yakin Kento akan bertemu dengan asisten pribadinya yang baru hari ini. Di depan pintu lift yang tidak kunjung terbuka, Kento mengetuk kaki tidak sabar. Dua orang pegawai yang ikut menunggu bersama Kento saling berbisik di dekatnya. “Benarkah?” “Iya, aku dengar nona Asuki dipaksa berhenti karena kontraknya,” bisik pegawai wanita berkemeja baby blue.Kento menggulung alis, tidak sengaja mendengar bisik-bisik mereka. Kento lalu berbalik menatap dua orang pegawai itu tajam. “Apa maksudmu dengan kontrak Asuki?!” tanyanya. Keduanya berjengkit, mundur. “I–itu….” “Ada apa, katakan padaku!?” seru Kento. “G

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pilihan Asuki

    Siang ini setelah makan siang bersama, Asuki dan Kento duduk di sofa ruang tamu. Kento merebahkan tubuh bersandar nyaman menikmati hari libur cutinya. Asuki meletakkan camilan apel berpotong kelinci di meja. Kento tersenyum menatap lama apel penuh kenangan yang disiapkan Asuki. “Sudah lama aku tidak melihat apel bentuk begitu lagi darimu Sayang…,” tukas Kento. Asuki menyodorkan potongan apel ke mulut Kento. “Benarkah?” “Iya. Sepertinya hari ini cukup spesial,” goda Kento menerima suapan Asuki. Asuki hanya tersenyum, larut lagi dengan kekalutan pikirannya. Sejak semalam Asuki telah membulatkan hati, dia harus mengakhiri hubungannya bersama Kento. “Sayang, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Asuki. Wajah Asuki tampak serius, Kento bangun mengatur duduk. “Ada apa?” Asuki berhenti menyuapi Kento dan duduk berhadapan dengan Kento. Gugup mendera Asuki. “Aku … aku ingin memberitahumu kalau aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku pada direktur omega tadi pagi. Aku … akan berhe

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ide

    Ucapan terakhir direktur Omega ditelepon masih terngiang-ngiang di kepala Asuki. Hubungan yang masih seumur jagung dipaksa harus berhenti karena ancaman yang terdengar tidak main-main dari petinggi agensi tempat Kento bernaung. Asuki gundah, memilih tetap mempertahankan cintanya pada Kento, Kento mungkin harus kehilangan karir cemerlangnya selama ini. Asuki tidak mau egois, namun tidak mau juga berpisah dari Kento. Asuki benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Layar laptop di depan Asuki masih menyala, dia sedang mengetikkan surat pengunduran dirinya sebagai asisten Kento. Malam ini Kento masih berada di lokasi syuting, mengambil set gambar terakhir. Sedang Asuki mengurung diri di ruang ganti Kento sendirian. Bunyi ketukan tiba-tiba di pintu membuyarkan pikiran Asuki yang refleks menutup laptop. Seorang wanita masuk menyapa Asuki. “Selamat malam Nona Asuki,” sapanya. Asuki tersenyum membalas sapaan sekretaris Hikari. “Selamat malam.” Hikari duduk di dekat Asuki. “Tuan Kento mas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Konsekuensi

    Dua hari setelah pertemuan Asuki dan Direktur Omega menyisakan kesesakan dihati Asuki. Selama waktu-waktu yang berlalu Asuki lebih banyak diam dan melamun. Menemani Kento di lokasi syuting dan tetap menjalankan pekerjaannya sebagai asisten model dan aktor itu, Asuki berpikir keras. Tatapan sendunya tidak pernah lepas dari Kento dan Kento pun merasakannya. Asuki bersikap aneh dan tidak biasa, bahkan malam ini Asuki terus menutup mulut selama Asuki menyiapkan makan malam untuk mereka. “Sayang….” Kento melingkar pinggang Asuki dari belakang. Asuki terenyak, “Ada apa? Kamu butuh sesuatu?” Kento menggeleng, menyandarkan kepala ke bahu Asuki. “Apa yang sedang kamu masak?” tanyanya. “Steak, kamu mengatakan ingin makan steak bukan? Aku menyiapkannya untukmu,” jawab Asuki melepaskan rangkulan Kento. “Duduklah, makanannya sebentar lagi siap,” pinta Asuki. Kento tidak menyahut dan patuh mengikuti ucapan Asuki. Mungkin berbicara dengan Asuki setelah makan malam akan lebih baik pikirnya. S

  • Pesona Panas Tuan Idol   Bukti Foto

    “Kamu sudah siap?” tanya Asuki. “Ya, bagaimana penampilanku? Apa aku terlihat cocok menggunakan pakaian ini?” Asuki menyorot penampilan kekasihnya dari atas ke bawah, entah kenapa Kento merasa pakaian semi jas yang dikenakannya terasa tidak pas di badan. Asuki tersenyum geli melihat Kento. “Aku tidak percaya kamu ternyata bisa juga merasa tidak percaya diri dengan dirimu sendiri Sayang,” godanya. Kento mencebik, “Aku juga manusia biasa kamu tahu…!” sinisnya. Asuki tertawa mendekati Kento. “Kamu selalu tampak sempurna di mataku Sayang….” Kento tersipu, Asuki mengatur kembali kerah kemeja Kento mendaratkan kecupan sekilas di pipinya. “Semua pakaian yang kamu pakai akan selalu terlihat pantas jika kamu memakainya,” ucap Asuki lembut. Wajah Kento semakin merona, Asuki paling tahu memuji pria tinggi itu. “Bersiaplah, sebentar lagi syuting akan dimulai,” sambung Asuki. Kento mengangguk, membalas kecupan singkat Asuki di bibir. “Aku mencintaimu…,” tandas Kento bahagia. Pasangan kekas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Perasaan Tidak Enak

    Kento membawa mobil pulang ke apartemen setelah melihat Asuki lebih tenang. Asuki duduk diam di sampingnya, tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Sehabis menangis menumpahkan ketakutan dan kekesalan Asuki diam seribu bahasa, Kento bahkan tidak digubrisnya yang sejak tadi membujuk Asuki. Asuki keluar lebih dulu dari mobil begitu mereka tiba di parkiran basement apartemen meninggalkan Kento yang memanggilnya berulang kali. Kento menarik nafas panjang, Asuki benar-benar marah batinnya. Beruntung Asuki masih mau menunggu Kento di dalam lift hingga Kento tidak perlu menunggu lift berikutnya. “Sayang…,” panggil Kento. Asuki diam, mereka berdiri cukup jauh. “Sayang…,” panggil Kento lagi mendekat, namun bunyi pintu lift terbuka menghentikan langkah Kento. Asuki menghambur keluar. Kento sekali lagi menarik nafas panjang, memanjangkan langkah mengikuti Asuki dari belakang. Masuk di dalam apartemen, Kento segera menahan Asuki tidak mengizinkan wanitanya menghindari dia lagi. “Sayang

  • Pesona Panas Tuan Idol   Terkuak

    Ucapan tidak sengaja direktur Omega menyisakan pertanyaan di kepala Kento. Menunggu Asuki yang belum siuman membuat pikiran Kento terbang, entah teror apa yang dimaksud pemimpin agensinya. Asuki telah dipindahkan ke ruang perawatan, Kento duduk sendirian di dalam merebahkan tubuhnya ke sofa. Sejak

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pernyataan

    Asuki melenguh saat matanya mulai terbuka, kepalanya sedikit berdengung dengan pandangan mengabur. Kento bergegas beranjak dari sofa mendekati ranjang begitu mendengar lenguhan Asuki. Semalaman Kento menunggu Asuki di rumah sakit. “Asuki…,” panggil Kento lembut. Tangannya meraih tangan mungil Asu

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ditemukan

    “Kento…!” Suara wanita berteriak memanggil namanya dari arah samping kanan.Kento menengadah, berusaha mencari sosok suara yang memanggilnya diantara kepulan asap yang mulai menebal.“Asuki?!” pekik Kento. “Disini!” Wanita itu berteriak memberi isyarat dia tidak terlalu jauh dari tempat Kento berd

  • Pesona Panas Tuan Idol   Tas Misterius

    “Apa ini?” Kento mendapati sebuah tas di depan pintu ruang artis, digantung pada pegangan pintu. Tas berwarna hitam berukuran tidak terlalu besar bertuliskan ‘Untuk Kento Yamaguchi’ tertera di sana. Kento melihat ke sekitar memastikan apa ada orang atau tidak. Kento tidak berani menyentuh tas itu.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status