Share

Bab 131

last update publish date: 2026-08-27 00:36:32

Malam yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba, menyelimuti langit kota dengan hamparan warna gelap berhias pendar cahaya metropolitan.

Johan membawa Nadya mengunjungi sebuah restoran rooftop privat yang terletak di lantai tertinggi penthouse hotel berbintang paling mewah di pusat kota.

Mobil sport mewah yang dikendarai Johan berhenti tepat di area lobi privat, disambut oleh jajaran staf hotel berbusana rapi yang menunduk hormat.

"Mas Johan... kita mau ke mana lagi? Kenapa tempat ini terlihat sanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 163

    Sore harinya, pendar jingga matahari mulai membias lembut menembus kaca-kaca pencakar langit ibu kota.Usai menyelesaikan urusan kantor dan memastikan kondisi di rumah aman, Johan memboyong Nadya menuju kompleks apartemen eksklusif di kawasan Jakarta Selatan untuk menjenguk Meisya.Di sepanjang koridor menuju unit Meisya, Nadya menggandeng erat lengan tegap Johan.Rasa cemas yang sejak pagi menggelayuti benaknya perlahan terkikis, berganti rasa penasaran mengenai bagaimana situasi di dalam apartemen sahabatnya tersebut setelah seharian berada di bawah pengawasan Juan.Johan yang memegang kunci akses Cadangan, yang diberikan Juan melalui pesan singkat, menempelkan kartu pada sensor pintu.Bunyi bip halus terdengar diikuti engsel pintu kayu tebal yang bergeser terbuka pelan."Mei...?" panggil Nadya setengah berbisik sewaktu melangkah masuk ke dalam area foyer yang tenang.Namun, pemandangan pertama yang menyambut kedatangan mer

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 162

    Di atas tempat tidur bermotif abstrak yang agak berantakan, Meisya terbaring lemas dengan wajah pucat pasi.Suhu tubuhnya masih cukup tinggi, meninggalkan rasa menggigil tipis di balik selimut tebal yang membungkus raganya.Derit pelan pintu kamar yang terbuka membuat Meisya menggerakkan kepalanya secara perlahan.Pandangannya yang masih sedikit kabur mencoba fokus pada sosok pria yang melangkah masuk seraya membawa sebuah nampan kayu.Juan melangkah tegap, masih mengenakan setelan kemeja formal dan celana kain tanpa jas yang sudah ditanggalkan.Raut wajah asisten pribadi Johan yang biasanya selalu dingin, datar, dan kaku itu kini memperlihatkan guratan kelelahan serta pendar cemas yang teramat sangat.Meisya yang lemas terkejut melihat kehadiran Juan yang biasanya selalu mengajaknya berdebat setiap kali mereka bertemu."Juan...?" bisik Meisya dengan suara parau dan nyaris hilang. "Kenapa... kamu bisa ada di sini?"Juan menghen

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 161

    Pendar keemasan sinar mentari pagi menerobos masuk melalui celah gorden sutra, memancarkan kehangatan lembut di dalam kamar tidur utama.Usai malam yang begitu membara dan penuh gairah di ruang kerja, Johan telah memindahkan raga mungil istrinya kembali ke atas tempat tidur king-size yang empuk.Suasana pagi itu terasa amat tenang dan tenteram. Nadya terbangun perlahan, menyandarkan kepalanya di atas dada bidang Johan yang polos tanpa busana.Johan, yang bersandar pada headboard ranjang, melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Nadya, sementara jemari tegapnya sibuk mengusap pelan punggung halus sang istri yang tertutup selimut kelabu.Momen manja di tempat tidur mereka nikmati sebelum Johan bersiap berangkat ke kantor. Johan sesekali menunduk, mendaratkan kecupan-kecupan manis di kening, pipi, dan bahu terbuka Nadya."Masih lelah, sayang?" goda Johan dengan suara baritonnya yang berat khas bangun tidur, menyunggingkan senyum tipis sewaktu melihat semburat merah di pipi Nadya."Mas Jo

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 160

    Gairah yang menyelimuti ruang kerja pribadi itu kian tak tertahankan. Sentuhan jemari hangat Johan di balik gaun satin tipis yang tersingkap telah membakar habis sisa kendali diri mereka berdua.Uap panas dari teh chamomile di sudut meja terabaikan sepenuhnya, tergantikan oleh sengalan napas yang memburu dan detak jantung yang bertalu kencang di dalam dada.Johan tak lagi menahan hasrat kepemilikan mutlaknya.Dengan gerakan yang tegas dan mantap, pria itu menyingkirkan tumpukan berkas dokumen dan laptop ke tepi meja kerja kayu jati mahal tersebut, memberi ruang lapang bagi raga halus istrinya.Johan melepas kemeja putihnya hingga menyisakan torso tegap berototnya yang polos, lalu menarik gaun satin merah marun milik Nadya melintasi kepala hingga terlepas sepenuhnya.Di bawah pendar temaram lampu meja, raga polos Nadya terekspos sempurna—indah, halus, dan berkilau halus oleh pendar keringat tipis.Johan menunjukkan sisi maskulin yang teramat dominan dan buas sebagai seorang suami. Pend

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 159

    Jarum jam dinding antik di koridor lantai dua sudah menunjuk ke angka sebelas malam, menaburkan keheningan yang kian pekat di seluruh sudut kediaman utama.Di ujung lorong, pendar cahaya kuning hangat masih menerobos keluar dari balik celah pintu kayu jati raksasa yang sedikit terbuka.Ruang kerja pribadi Johan, sebuah ruangan luas berdinding panel kayu bernuansa klasik dengan rak-rak buku menjulang, menjadi satu-satunya sudut rumah yang belum sepenuhnya terlelap.Di dalam ruangan tersebut, Johan duduk bersandar di kursi kerja kulit berwarna cokelat gelap.Jas hitamnya sudah tertanggal sejak sejam lalu, menyisakan kemeja putih berserat halus yang dua kancing teratasnya sengaja dilepas, memperlihatkan pangkal leher kokohnya.Lengan kemeja itu digulung rapi hingga ke pertengahan lengan bawah.Johan memijat pangkal hidungnya pelan, menghela napas panjang seraya menatap tumpukan berkas akuisisi perusahaan dan laptop yang masih menyala terang di atas meja kerja kayu jati mahalnya.Kelelaha

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 158

    Atmosfer di dalam ruangan privat Restoran Privé perlahan mencair usai keanggunan Nadya membungkam sindiran para sosialita senior.Namun, di tengah perbincangan formal yang kembali bergulir, aura dominasi yang teramat kuat mendadak merayapi seluruh sudut ruangan.Pintu kaca privat restoran bergeser terbuka tanpa peringatan.Kehadiran Johan dalam balutan setelan jas kerjanya yang tegap buatan penjahit Italia ternama, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi bernuansa gelap, membuat seluruh ruangan hening dan terpana.Pria itu berdiri di ambang pintu, memancarkan aura kepemimpinan yang dingin, berwibawa, dan tak tersentuh.Rambut hitamnya tertata rapi, sementara pandangan matanya yang tajam menyapu seisi ruangan sebelum akhirnya terkunci sepenuhnya pada sosok Nadya yang duduk anggun di sudut meja.Johan yang tidak tenang membiarkan istrinya sendirian di lingkungan sosialita mendadak menyusul ke lokasi acara di tengah-tengah kesibukan kerjanya.Sejak rapat direksi selesai lebih awal,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status