Compartilhar

17. Rencana Mawar

Autor: Taurus Di
last update Data de publicação: 2025-09-05 22:44:34

Di dalam kamarnya, Mawar tersenyum tipis dengan sorot mata dingin menatap ke arah dirinya melalui cermin. Di dalam benaknya berkelebat raut wajah Mona yang tengang dan penuh kecurigaan.

“Hahahaha … Nyonya Mona yang terhormat, kamu bilang kalau aku tak akan bisa menggoda suamimu.” Mawar tertawa kecil sambil memegang anting di tangannya.

“Kamu bilang status kita berbeda, aku orang miskin tak akan bisa menyaingi kamu yang kaya, status sosial berbeda … apa kamu lupa bagaimana kamu bisa menjadi seka
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pesona Pembantu Cantik   43. Sialan Kamu Mawar!

    Sepulang kerja Andrew, ingin sekali segera bertemu dengan Mawar dan mengajak gadis itu mengobrol. Dia merasa begitu nyaman berbincang dengan pelayan tersebut.Mawar membuatnya merasa tenang. Gadis itu membuatnya kagum dan merasa tersentuh dengan jalan hidupnya. Wajah cantik merupakan bonus, sebab banyak perempuan cantik yang ada di sekelilingnya, tetapi tidak ada yang membuat pria itu terpana pada pandangan pertama. “Andre Sayang … kamu sudah pulang, Nak?” Mona bergegas berdiri dan meletakkan majalah di tangannya.“Mom, kamu ngapain sendirian di sini?” Andre melepaskan dasi sambil menatap ke arah ibunya dengan heran.“Tentu saja menunggumu, Sayangku.” Mona merentangkan tangannya dan memeluk Andre sebelum mengecup pipi anaknya itu.“Mom … kamu tidak keluar dengan teman-temanmu?” Andre melepaskan pelukan ibunya setelah beberapa detik.“Kamu tidak suka lihat aku di sini?” Bibir Mona mengerucut manja.“Mom … kamu tahu bukan itu yang aku maksud.” Pria tampan itu tersenyum hangat pada sang

  • Pesona Pembantu Cantik   42. Hukuman

    Mawar berdiri dengan tegang di depan Mona. Dia bersikap seolah-olah sedang panik dan merasa takut, padahal dalam hatinya gadis itu tertawa melihat wajah tegang sang majikan.Cukup dengan melihat raut wajah Mona yang tidak tersenyum dan percaya diri, sudah membuat Mawar kegirangan. Semakin buruk ekspresi perempuan itu semakin dia merasa pada titik kemenangan.“Kamu sekarang mulai berani membantah dan memilih pekerjaan ya?” Mona menatap sengit ke arah pembantu di depannya.“Saya tidak berani, Nyonya,” lirih Mawar dengan suara tertekan.“Kamu pikir yang mengatur rumah ini masih Bik Warsih, perempuan tua yang sering kamu manfaatkan itu pekerjaannya sama, bersih-bersih dan mengurus laundry!” Mona menekankan posisi Warsih saat ini.Mawar tau kalau Mona sengaja mencari kepala pelayan lain untuk menekannya. Namun, nyonya rumah itu entah menyadari atau tidak, dengan sikapnya itu telah membuat Sulis sewenang-wenang bukan saja pada dirinya, tetapi pada Bik Warsih dan juga Bik Atik -pelayan lama

  • Pesona Pembantu Cantik   41. Fitnah Balik

    Mawar melongo. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Bagaimana bisa Sulis tiba-tiba jatuh, padahal dia yakin belum berbuat apapun. Apa mungkin kekuatan pikiran bekerja sedemikian hebat. Namun, sedetik kemudian gadis itu mengerti situasinya, saat suara sinis majikan rumah terdengar. Ternyata kepala pelayan yang masih muda ini jago bermain sinetron.“Apa yang terjadi?” Mona berdiri di antara mereka berdua dengan tatapan tajam bergantian ke arah Sulis dan Mawar.“Nyonya … saya jatuh karena Mawar dengan sengaja menjegal dengan kain pel.” Sulis meringis dan langsung menunjuk ke arah Mawar dengan tuduhan palsunya. "Dia pasti marah karena saya memintanya membersihkan ruangan dengan lebih teliti."“Kamu melakukan itu, Mawar?” Mona menatap sinis ke arah pembantu yang tidak disukainya itu.Nyonya rumah itu sengaja bicara dengan keras supaya orang-orang di meja makan mendengarnya. Dia masih ingin sekali menciptakan nilai negetif Mawar di mata suaminya. Seperti dugaannya, Benny dan Andre pun mendekat

  • Pesona Pembantu Cantik   40. Dendam Mawar

    “Andre sayang, bagaimana hari pertamamu di perusahaan?” Mona mengoleskan selai di atas selembar roti sambil bertanya pada anaknya.Pagi itu mereka bertiga sarapan pagi bersama dengan suasana yang tenang.“Semua lancar saja berkat bantuan dari Om Benny,” sahut Andre menoleh ke arah ayah tirinya. Meskipun tidak terlalu akrab, tetapi dia menghargai keberadaan pria itu di samping ibunya. Berkat Benny pula, perusahaan ini bisa tetap eksis.“Baguslah. Ini adalah perusahaan yang aku bangun dengan jerih payahku sejak muda. Kamu harus bisa menguasai dan mengembangkannya, karena bagaimana pun juga ke depannya perusahaan rekaman dan bisnis hiburan ini akan menjadi milikmu.” Mona tersenyum bangga pada Andre.“Tentu saja Mom.” Andre mengangguk mengiyakan.Mawar yang sedang membersihkan ruangan di samping, mendengarkan hal itu sambil tersenyum getir di dalam hatinya. Perusahaan yang dikatakan oleh Mona dengan bangga itu adalah milik keluarganya. Dia tidak pernah melupakan saat sang kakak membawany

  • Pesona Pembantu Cantik   39. Pesona

    “Kenapa kamu tidak melanjutkan menari?” tanya Andre dengan lembut.Mereka berdua saat ini ada di lantai atas, tepatnya di balkoni kamar Andre. Pria itu bahkan sudah mengeluarkan minuman dingin dari kulkas pribadinya. Dia membuka tutup botol dan memberikan pada Mawar.“Menari?” Mawar menerima botol berisi jus itu dan menegaknya perlahan.“Tidak usah mengelak lagi, aku tahu kamu adalah Mawar si gadis penari yang memukau ratusan penonton di sanggar seni tempo hari.” Andre tak ingin lagi pelayan itu mengelak.Mawar menggigit bibirnya lalu menundukkan kepala, seolah malu sekali karena rahasianya sudah terbongkar. Jujur saja dia merasa kagum juga pada pria itu, karena dengan cepat mengenali siapa dirinya.“Aku perlu uang untuk nenekku yang sakit,” lirihnya dengan suara yang nyaris tak terdengar.Ya, Mawar tidak bohong. Dia masih mempunyai nenek yang jatuh stroke ketika keluarga kakaknya mati semua. Mereka berdua bertahan hidup di panti asuhan sekian belas tahun lamanya.Kedatangannya ke rum

  • Pesona Pembantu Cantik   38. Senjata Makan Tuan

    Andre bergegas keluar dengan membawa sebotol sunscreen. Dia menggunakan tabir surya itu untuk mendekati Mawar. Hati laki-laki itu dipenuhi dengan kegembiraan, menyakini kalau Mawar adalah gadis penari yang dia incar itu.Langkah kakinya berhenti beberapa meter di belakang Mawar. Melihat perempuan itu masih memegang mesin pemotong rumput, Andre merasa terenyuh. “Mawar ….” Suara gaduh mesin itu menjadi penghalang dari suaranya.Andre lalu berjalan mendekati pelayannya dan berhenti tepat di samping Mawar. Dia mengulurkan botol lotion itu ke arah Mawar.“Tuan muda?” Mawar pura-pura terkejut dengan kehadiran Andre dan bergegas mematikan mesin pemotong rumput. Dia menatap botol lotion itu tak mengerti dan berganti memandang ke arah wajah tampan di depannya.“Kamu pakai sunscreen ini. Semprotkan pada wajah dan kaki juga tanganmu.” Andre lalu mengambil mesin itu dari tangan Mawar.“Tuan tidak perlu, saya tadi sudah-”“Pakai saja. Aku akan bantu kamu memangkas semua rumput ini.” Andre terseny

  • Pesona Pembantu Cantik   5. Melepas Hasrat

    Mawar diam tidak bereaksi. Dia menatap tajam ke arah pria setengah baya yang tampan dan bertubuh kekar di depannya. Wajah pria itu yang sebelumnya penuh keinginan kali ini tampak muram dan sorot matanya yang membara jadi menggelap.Gadis itu masih tidak menjawab teriakan Bik Warsih di depan pintu ka

  • Pesona Pembantu Cantik   4. Tergoda

    “Mawar, bagaimana menurutmu?” Mawar yang baru saja lewat dengan membawa satu teko teh krisan dan dua cangkir di atas nampan, menoleh sejenak ke arah suara sang majikan perempuan, masih dengan peralatan minum itu di tangannya. Gadis pelayan itu menatap ke arah Mona yang saat ini sedang berdiri den

  • Pesona Pembantu Cantik   3. Peluang yang Tak Kan Disia-siakan

    Beni pulang lebih awal hari itu untuk mengambil dokumen penting dan pergi lagi. Dia bahkan memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah dan masuk dengan kunci cadangan yang dimilikinya, karena terburu- buru. Namun, saat melihat Mawar sedang membersihkan kaca jendela di sisi samping rumah, Beni langsun

  • Pesona Pembantu Cantik   2. Gerakan Menggoda

    Mona duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi bersama suaminya. Dia sedang asyik mengunyah telur mata sapi setengah matang yang dipanggang di atas roti gandung panggang, saat melihat Mawar masuk ke ruang makan. Langkah gadis itu ringan, nyaris tanpa suara. Rambut hitam tergerai, seragam bi

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status