LOGIN"Hmmm ... Mawar, tanganmu lembut sekali." "Tuan, Anda terlalu memuji," lirih pelayan cantik itu. "Aku tidak memuji, tetapi sentuhanmu memang nyaman sekali. Ah ... ya, di sana. Hmmm ... enak sekali." Mona yang mendengar suara-suara itu di dalam kamarnya menjadi panas dingin. Suaminya yang selalu setia sedang apa dengan pelayan di dalam kamar mereka? Seorang pembantu cantik datang di keluarga Mona. Dan sejak kedatangan Mawar, si pembantu muda, gelagat suaminya mulai berubah. Mona curiga dan merasa tertantang untuk bersaing dengan pembantunya sendiri. Bisakah Mona mempertahankan rumah tangganya dan siapa sebenarnya Mawar?
View MoreSepulang kerja Andrew, ingin sekali segera bertemu dengan Mawar dan mengajak gadis itu mengobrol. Dia merasa begitu nyaman berbincang dengan pelayan tersebut.Mawar membuatnya merasa tenang. Gadis itu membuatnya kagum dan merasa tersentuh dengan jalan hidupnya. Wajah cantik merupakan bonus, sebab banyak perempuan cantik yang ada di sekelilingnya, tetapi tidak ada yang membuat pria itu terpana pada pandangan pertama. “Andre Sayang … kamu sudah pulang, Nak?” Mona bergegas berdiri dan meletakkan majalah di tangannya.“Mom, kamu ngapain sendirian di sini?” Andre melepaskan dasi sambil menatap ke arah ibunya dengan heran.“Tentu saja menunggumu, Sayangku.” Mona merentangkan tangannya dan memeluk Andre sebelum mengecup pipi anaknya itu.“Mom … kamu tidak keluar dengan teman-temanmu?” Andre melepaskan pelukan ibunya setelah beberapa detik.“Kamu tidak suka lihat aku di sini?” Bibir Mona mengerucut manja.“Mom … kamu tahu bukan itu yang aku maksud.” Pria tampan itu tersenyum hangat pada sang
Mawar berdiri dengan tegang di depan Mona. Dia bersikap seolah-olah sedang panik dan merasa takut, padahal dalam hatinya gadis itu tertawa melihat wajah tegang sang majikan.Cukup dengan melihat raut wajah Mona yang tidak tersenyum dan percaya diri, sudah membuat Mawar kegirangan. Semakin buruk ekspresi perempuan itu semakin dia merasa pada titik kemenangan.“Kamu sekarang mulai berani membantah dan memilih pekerjaan ya?” Mona menatap sengit ke arah pembantu di depannya.“Saya tidak berani, Nyonya,” lirih Mawar dengan suara tertekan.“Kamu pikir yang mengatur rumah ini masih Bik Warsih, perempuan tua yang sering kamu manfaatkan itu pekerjaannya sama, bersih-bersih dan mengurus laundry!” Mona menekankan posisi Warsih saat ini.Mawar tau kalau Mona sengaja mencari kepala pelayan lain untuk menekannya. Namun, nyonya rumah itu entah menyadari atau tidak, dengan sikapnya itu telah membuat Sulis sewenang-wenang bukan saja pada dirinya, tetapi pada Bik Warsih dan juga Bik Atik -pelayan lama
Mawar melongo. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Bagaimana bisa Sulis tiba-tiba jatuh, padahal dia yakin belum berbuat apapun. Apa mungkin kekuatan pikiran bekerja sedemikian hebat. Namun, sedetik kemudian gadis itu mengerti situasinya, saat suara sinis majikan rumah terdengar. Ternyata kepala pelayan yang masih muda ini jago bermain sinetron.“Apa yang terjadi?” Mona berdiri di antara mereka berdua dengan tatapan tajam bergantian ke arah Sulis dan Mawar.“Nyonya … saya jatuh karena Mawar dengan sengaja menjegal dengan kain pel.” Sulis meringis dan langsung menunjuk ke arah Mawar dengan tuduhan palsunya. "Dia pasti marah karena saya memintanya membersihkan ruangan dengan lebih teliti."“Kamu melakukan itu, Mawar?” Mona menatap sinis ke arah pembantu yang tidak disukainya itu.Nyonya rumah itu sengaja bicara dengan keras supaya orang-orang di meja makan mendengarnya. Dia masih ingin sekali menciptakan nilai negetif Mawar di mata suaminya. Seperti dugaannya, Benny dan Andre pun mendekat
“Andre sayang, bagaimana hari pertamamu di perusahaan?” Mona mengoleskan selai di atas selembar roti sambil bertanya pada anaknya.Pagi itu mereka bertiga sarapan pagi bersama dengan suasana yang tenang.“Semua lancar saja berkat bantuan dari Om Benny,” sahut Andre menoleh ke arah ayah tirinya. Meskipun tidak terlalu akrab, tetapi dia menghargai keberadaan pria itu di samping ibunya. Berkat Benny pula, perusahaan ini bisa tetap eksis.“Baguslah. Ini adalah perusahaan yang aku bangun dengan jerih payahku sejak muda. Kamu harus bisa menguasai dan mengembangkannya, karena bagaimana pun juga ke depannya perusahaan rekaman dan bisnis hiburan ini akan menjadi milikmu.” Mona tersenyum bangga pada Andre.“Tentu saja Mom.” Andre mengangguk mengiyakan.Mawar yang sedang membersihkan ruangan di samping, mendengarkan hal itu sambil tersenyum getir di dalam hatinya. Perusahaan yang dikatakan oleh Mona dengan bangga itu adalah milik keluarganya. Dia tidak pernah melupakan saat sang kakak membawany












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews