Beranda / Romansa / Pesona Perawat Papa / Menjadi Pengganti

Share

Menjadi Pengganti

last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 23:32:56

“Kok kamu sekarang jadi bawa—bawa Keenan dan Kinara sih?” Bimo sedikit kecut saat mendengar penolakan bernada halus dari istrinya.

Dia merasa Santi menjadi lebih dingin. Bimo tidak sedang membahas baby bluesnya. Ini hanya berkaitan dengan keinginannya yang belum dapat disalurkan.

Bimo ingin menagihnya, tapi dengan sikap Santi seperti itu dia pun merasa moodnya turun.

“Trus aku harus gimana, Mas?” Santi berbalik dan menatap wajah Bimo cemberut.

“Ya … kamu nyenengin aku dong, San. Ini si adek udah nggak sabar! Kamu beneran tega, hah!” sambil mengusap dede kecilnya Bimo menunjukan wajahnya yang kusut.

Bagaimana tidak, siang tadi dia sudah cukup nanggung. Melakukan eksperimen yang didaulat akan berhasil malah gagal. Dia tetap harus mendapatkan penyaluran dari istrinya.

Santi menghela napasnya. Bukan dia tidak ingin, tapi dibandingkan dengan itu dia merasa masih harus menyesuaikan hatinya dengan kejadian sialnya tadi siang.

Dia juga tidak mungkin mengungkapnya. Santi tahu bagaimana begitu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Perawat Papa    Hanya Mimpi

    “Aku tidak peduli. Yang aku tahu, apa yang aku mau harus aku dapatkan. Kamu, harus tahu itu dan berjanji tidak mengingkarinya!” Baga bersikeras dengan keinginannya.“Anak-anakku mana? Biarkan kami pulang! Aku tidak mau pulang ataupun keluar tanpa membawa anak-anakku!”Tentu saja Santi tidak akan membiarkan kedua anaknya ditinggal begitu saja supaya Baga bisa mencari alasan untuk mengekangnya. “Itu tidak mungkin akan aku izinkan. Aku akan membuat jaminan. Mereka, anak-anakmu adalah jaminannya. Mereka tidak akan aku biarkan pergi dan kamu tidak perlu khawatir, mereka akan baik-baik saja. Mereka juga anak-anakku!”Tidak ada jawaban lagi dari Santi ketika dia berdebat dengan Baga. Dia diam saja dan masih berada dalam gendongan Baga.Baga tersenyum puas, apapun yang menjadi jawaban, tetap saja Baga yang akan mengaturnya.Baga menurunkan Santi di depan pintu mobil. Dia menggandeng tinggal Santi masuk dan dengan cepat menariknya ke dalam pelukan. Karena sudah mendapat ucapan seperti tad

  • Pesona Perawat Papa    Ditantang

    “Kamu?!” delik Santi.“Aku mendapati ini secara legal dan benar-benar valid. Atau kalau kamu ragu, kamu bisa membuktikannya sekarang!” Santi di tantang Baga.Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Itu adalah sesuatu yang mustahil, tapi kejanggalan tetap terasa di hati Santi apalagi dia semalam juga merasakan keraguan itu. “Kau mengawasiku?” decak Santi.“Bukan hanya kamu, aku harus mengetahui rivalku dengan pasti. Apa yang aku inginkan harus aku dapatkan!” Baga berkata dengan tegas seolah dia tidak akan mengalah.“Apa kamu bilang? Kau ini benar-benar gila. Aku bilang, aku sangat mencintai suamiku dan nggak akan mungkin berpaling darinya. Dia satu-satunya lelaki yang kucintai.”Santi masih bersikeras dengan keputusan dan hanya itu yang dia ingin katakan saat ini. “Aku bisa jamin dan katakan semua akan berubah saat kau benar-benar mengetahui yang sebenarnya. Aku tidak akan membiarkan dia melukaimu. Kalau aku sedikit saja melihat kau menangis, aku akan langsung merampasmu

  • Pesona Perawat Papa    Hanya Untukmu

    “Kita lakukan lagi, ya!” wajah Baga yang memelas sudah membuktikan kalau dia benar-benar menginginkannya lagi.“Nggak usah aneh-aneh! Aku sudah katakan nggak mau melakukannya lagi!” Santi yang tetap bersikeras dengan pendirian.Baga malah menyandarkan tubuhnya di dada Santi membuat ruang geraknya terhambat.“Aga, hentikan! Cepat turunkan aku!”Santi meronta. Namun, laki-laki berbadan tegap dan besar itu tidak membuat mudah digoyahkan. Dia tetap memeluk tubuhnya dengan erat.“Sayang … aku tahu kamu menyukainya. Aku tidak akan menggodamu, aku hanya ingin sekali lagi, ya, ya?” persis seperti anak kecil, dia sedang merengek.Untungnya beberapa pengawal dan pelayan yang berada di area tersebut semuanya berbalik.“Atau kamu ingin melakukan hal lainnya, hup!” Santi terkejut, tiba-tiba dia berdiri.Tubuh Santi diangkat dan Baga mulai berjalan keluar dari taman sementara pengawal dan pelayan diperintahkan untuk mengikuti juga membawa kereta bayi milik Santi.“Aga! Aga! Apa yang sedang kau laku

  • Pesona Perawat Papa    Negosiasi Harus Sukses

    “Kamu pasti haus juga kan?” Santi mengangguk pelan.Baga menarik kereta dorong makan dan mengambil minuman, “Ini coklat hangat dan ada jus jeruk hangat. Kamu mau dua-duanya?” Bukan pilihan yang dikatakan Baga, tapi keduanya.Lagi-lagi Santi menurut, Baga menarik kursi agar mereka bisa saling berhadapan. Lalu Baga mengarahkan gelas jeruk hangat lebih dulu ke mulut Santi. Santi meneguknya.Ada sedikit ragu sebenarnya karena sekarang posisinya. “Anakku sedang kelaparan rupanya!” Santi tidak menjawab hanya menerima suapan minuman lagi dari Baga, “biarkan aku bantu,” Baga secara naluri seperti seorang ayah juga suami mengambil alih gendongan tadi dan meletakkan di kereta bayi. Kemudian mengambil lagi satunya dan memberikan pada Santi.“Kamu cantik sekali kalau sedang seperti ini,” Baga merapikan rambut Santi dan meletakkannya di daun telinga. Tentu saja Santi tidak bisa menolak karena posisinya sekarang memang tidak bisa menolak. “Aga!” Dia hanya bersedia.“Aku mengatakan yang sebenarn

  • Pesona Perawat Papa    Bukan Laki-laki Mesum

    “Kenapa terus melihatku? Kamu sudah mulai tertarik padaku?” Santi menelan ludahnya saat mendengar Baga berbicara.Lelaki itu benar-benar seperti kehilangan pikiran. Santi bahkan benar-benar tidak habis pikir kenapa dia bisa bertemu dengan laki-laki itu.“Kamu yakin bisa menggendongnya?” nada bicara Santi sedikit rendah. Dia tidak ngegas atau sewot sendiri.“Sekarang menurutmu bagaimana?! Apa aku terlihat kaku?! Atau anakmu yang kugendong akan jatuh?” Spontan Santi menggeleng. Dia memang tidak melihat tanda-tanda itu. Dibandingkan dengan suaminya Bimo, Ini pertama kalinya Santi melihat anaknya digendong orang lain selain Rossa dan Pak Abdi.“Sepertinya suamiku harus belajar darimu!” Kata Santi berucap tanpa sadar. “Belajar dariku? Kau yakin? Bukankah dia ayahnya?” Santi terdiam saat mendengar ucapan Baga, “ada apa? Kau bertengkar dengannya? Apakah serius? Apa ada kemungkinan kau bercerai dengannya?”Baga bicara terus terang pada Santi. Dia benar-benar sudah bertekad akan mengambil Sa

  • Pesona Perawat Papa    Ungkap Isi Hati

    “Dasar cecunguk bodoh dan nggak tahu diri. Itu namanya dia sedang memberikan kamu kesempatan. Eh, malah kamu tolak!” sergap pak Abdi sedikit emosi saat mendengar ucapan anak yang selalu dianggap mencari masalah.“Udahlah Pa, Santi juga nggak masalah. Dia nggak keberatan. Papa masih mau protes?!” Bimo malah semakin sewot saat pak Abdi melakukan protesnya.“Awas aja kalau sampai terjadi apa-apa sama menantuku. Papa nggak akan maafin sama belain kamu ya. Minta tolong sambil bersujud pun papa nggak akan mau nolongin kamu!” cetus pak Abdi melakukan serangkaian serangan.“Ya ampun, Pa, segitunya. Yang anak Papa itu siapa sih? Aku apa Santi? Papa malah lebih ngebelanya?” dengus Bimo malah tidak mau kalah dengan ucapan Pak Abdi. “Papa beneran ya Bimo, Papa nggak bakal maafin kamu kalau Santi mengambil keputusan yang berbeda dengan pikiranmu. Saat ini Santi itu berada dalam tahap yang harus diperhatikan. Dia akan mudah lelah bukan hanya melayani kamu, tapi juga menjaga anak-anakmu. Dia pasti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status