Share

Sebuah Pelukan

last update publish date: 2026-02-04 21:06:10

“Kemana dia kakak ipar?” Santi terkejut saat tiba-tiba dia ditegur oleh seseorang, dia melirik ternyata Erik sudah di sampingnya.

“Kau belum benar-benar pergi?” selidik Santi menatapnya curiga. Bukan menjawab pertanyaan, dia malah balik bertanya.

“Haizzz, kau ini, apa kau benar-benar yakin aku akan pergi setelah diusir olehnya!” cetus Erik, seraya menarik sudut bibirnya kecut.

“Hah! Ternyata kalian memang nggak bisa dipercaya,” dengus Santi.

“Tapi, Kakak Ipar tetap percaya dengan monster dingi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Perawat Papa   Hantu Gentayangan

    Mobil berhenti di sebuah rumah yang lebih tertutup dari sebelumnya. Rumah aman milik Baga. Begitu masuk, suasana langsung terasa berbeda. Lebih ketat. Lebih dijaga.Santi mengamati sekitar, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seprotektif itu. Baga memang benar-benar memperlakukan seperti barang yang sangat berharga.Bimo hanya bisa mendengus, “Apa-apaan ini? Dia sedang pamer?” hatinya tidak bisa mengumpat hal seperti itu.“Mulai malam ini, kamu nggak akan sendirian ke mana pun,” kata Baga. Santi mengangguk. Dia yakin Baga bisa melindunginya dengan sangat baik.Namun, belum sempat mereka melangkah lebih jauh ponsel Santi bergetar. Nomor tak dikenal masuk lagi. Meski ada sedikit terkejut, tapi Santi menatap layar beberapa detik kemudian mengangkat.“Halo?” tidak ada jawaban dari ujung telepon.Kemudian suara itu muncul, “Aku suka pilihanmu tadi.” Tubuh Santi langsung menegang. Dia tahu suara itu. Dia sudah m

  • Pesona Perawat Papa   Kata Manis

    Seperti suasana berubah menjadi tegang. Arka seolah tidak bisa menerima keputusan Santi. Tiba-tiba saja anak buah Arka muncul dari bayangan. Perubahan yang terbilang drastis. Tatapannya kembali menggelap dan dingin.Tentu saja Baga langsung sigap. Bimo juga bersiap. Namun, Arka mengangkat tangan.“Tidak sekarang,” katanya dingin. Semua menuruti ucapan Arka. Berhenti. Dia menatap Santi sekali lagi. Lebih lama.Lebih dalam. Tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Siapapun yang menatap pasti tahu kalau itu seperti ancaman yang tidak bisa diungkapkan.“Kalau kamu bukan milikku,” suaranya pelan, tapi benar-benar mengerikan, “maka tidak akan ada yang bisa memiliki kamu.” Santi tidak mundur. Tidak takut.Dia sudah bulat dengan keputusannya. Meski kali ini mungkin saja dia tidak akan selamat Santi sudah bersiap dan pasrah.“Aku bukan milik siapapun,” ketegangan semakin kuat. Suasana kembali hening. Beberapa detik terasa sangat panjang. Kemudian Arka tersenyum lagi, tapi kali ini bukan hangat.

  • Pesona Perawat Papa   Cinta dan Tanggung Jawab

    Ingin rasanya detik itu juga Santi melarikan diri, namun lagi-lagi dia harus dibuka dengan keadaan yang membuatmu tidak berdaya. Tidak berdaya bukan karena dia tidak bisa melakukan apapun, semua yang terjadi seperti sesuatu yang sudah terencana tapi dia sendiri tidak bisa menebak Apa yang akan terjadi di depannya. Ada bagian yang hilang dari ingatan Santi, dan saat ini ingatan itu sedang menuntut apa yang seharusnya.“Aku ingat,” ucap Santi lirih. Senyum Arka melebar sedikit.“Aku tahu.” Santi menatapnya dalam.“Semua ini, kamu yang atur?” Arka berjalan mendekat. Perlahan. Tanpa rasa takut.“Sebagian,” jawabnya santai. Ada rasa dalam diri Santi yang tidak bisa digambarkan. Jawaban ringan itu membuat hatinya bergetar. Bukan getaran cinta, itu adalah bentuk dari suatu pertanggungjawaban yang terlupakan.“Kenapa?” suara Santi mulai bergetar, “kenapa harus sejauh ini?” Arka berhenti tepat beberapa langkah di depannya.Tatapan itu seolah menusuk ke jantung Santi. Tidak dapat menghindar

  • Pesona Perawat Papa   Halo rumahku

    Arka duduk dalam ruangan gelap. Di tangannya, dia memegangi foto yang sama. Foto lama. Santi dan dirinya. Jarinya menyentuh wajah Santi di foto itu dengan lembut.“Santi …” gumamnya pelan. Terdengar masih memiliki perasaan namun, matanya tidak lagi hanya dingin. Ada luka di sana.Luka yang dalam.“Kamu bahkan lupa kalau kamu pernah mencintaiku.” Senyumnya muncul. Tapi, kali ini penuh kepahitan.“Aku sudah mati untuk dunia, tapi tidak untukmu.” Matanya perlahan berubah tajam, “apapun caranya aku akan buat kamu mengingat semuanya.” Dia berdiri perlahan. Aura membunuh kembali terasa.“Tapi, sebelum itu,” suaranya merendah, “Aku akan hancurkan semua yang mengambil tempatku.” tangannya terkepal dengan erat. Seolah ingin meremukkan semua hingga menjadi debu.Santi terduduk lemas. Air matanya terus jatuh. Semua mulai masuk akal. Obsesi.Cara Arka berbicara. Kenapa targetnya selalu dia.“Aku, alasan semua ini.” Bimo ter

  • Pesona Perawat Papa   Cinta Berubah Benci

    Tidak ada yang tahu semuanya terjadi begitu saja. Santi dan hidupnya, dia juga tidak bisa memilih. Dalam kondisi saat ini dia benar-benar hanya ingin bebas dari rasa tertekan dan ketakutan.Langit malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Santi masih berdiri di balkon. Angin yang berhembus tidak lagi terasa dingin justru membuat dadanya sesak. Perasaan itu datang tiba-tiba. Aneh. Menekan. Seolah benar-benar ada sesuatu yang mencoba keluar dari dalam ingatannya.Di belakangnya, Baga berdiri memperhatikan. Tatapannya tajam, tapi juga penuh kehati-hatian.“Ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya pelan. Santi tidak langsung menjawab.“Aku merasa pernah mendengar nama itu sebelumnya,” bisiknya akhirnya.Baga langsung menegang, “Arka?” Santi mengangguk pelan, “Bukan cuma sekadar dengar, tapi sepertinya aku pernah mengenalnya.” ujar Santi.“Tapi, aku benar-benar nggak mengingat apapun. Aku nggak tahu dia dan tidak ada bayangan samar sebagai petunjuk,” kembali Santi menambahkan.Kalimat itu m

  • Pesona Perawat Papa   Tidak Mengingat

    “Kau gila!” dengus Bimo tampak tidak setuju dengan keputusan Baga. “Itu harus tetap kita lakukan!” Baga yang ingin mengakhiri segalanya. Dia tidak ingin Santi terus dibayangi oleh laki-laki yang bernama Arka itu. Laki-laki yang terus mengincar kemenangan posisi yang tak seharusnya. Begitulah yang ada dalam benak Baga. Dia mana mungkin rela melepaskannya. Apalagi Baga tahu siapa Arka, dia mungkin saja satu aliran dengannya. Lebih berbahaya. Lebih licik. Baga tidak mau mengambil resiko. Dia takut kehilangannya. Ini bukan hanya sekedar ancaman semu. Apa yang buruk sudah terdapat di hadapannya. Rival terberatnya bukan Bimo lagi. Meski Bimo sudah berhasil mendapatkan Santi. Menikah dengannya. Bahkan memiliki dua anak. Untuk Baga, itu tidak mengubah apapun. Apa yang dia inginkan, dia harus tetap mendapatkan. Bukan hanya sekedar persaingan percintaan, tapi di lubuk hati Baga, Santi memang wanita yang pantas dipilihnya. Dia akan membantu segalanya. Menghilangkan semua rintangan

  • Pesona Perawat Papa   Bayi Besar 2

    "Ini benaran Non?" Joko menelan air liurnya sambil memegang rusaknya yang belum sempat dia tutup. "Iya, kamu mau ga? Saya udah ga tahan nih, saya cuma mau kamu senengin saya sampai keluar. Ga usah tuh terong kamu masukin ke lobang saya. Saya masih perawan. Ga mau dimasukin sembarangan, saya cuma m

  • Pesona Perawat Papa   Bayi Besar 1

    "Iihh ... Mas Bimo resek banget deh. Mas sengaja ngerjain aku!" Santi kesal. Wajahnya kecut. Masam seperti air cuka. "Salah sendiri," lanjutnya. "Kok salah sendiri? Emangnya aku bikin salah apa sama Mas Bimo?" "Ih, Santi bikin gemas aja deh. Kamu itu lagi aku kasih hukuman. Barusan saja harusnya

  • Pesona Perawat Papa   Memberikanmu

    Bimo baru saja mengarahkan tangannya ingin mengetuk pintu. Tangannya pegal karena Santi bukan hanya mengabaikan telpon, bel rumah bahkan ketukan pintu darinya juga Santi ga peduli. Riki membukanya. Saat pintu terbuka terasa sekali suasana begitu tegang. Seperti tegangan arus volt listrik. Mata Bim

  • Pesona Perawat Papa   Kelinci Penggoda 2

    "Aku dua rius sayang. Aku mau jujur sama kamu karena aku emang beneran nyaman dan sayang banget sama kamu, San. Aku mau kamu tau dari aku bukan orang lain. Aku mau kita sama sama nerima kekurangan kita." Riki menghentikan ucapan, ada ragu, tapi dia benar-benar ingin Santi tahu segala sesuatu yang b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status