Home / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 104 Hadiah dari Alexa

Share

Bab 104 Hadiah dari Alexa

last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-15 23:33:51

Bukannya Alisa tidak peduli, tetapi dia juga memiliki urusannya sendiri. Lagipula saat ini dia sudah menetapkan batasan untuk memilah dan memilih mana yang harus dipedulikan dan mana yang harus diabaikan.

Dan mengenai tidak ada kabarnya Sabrina … itu yang Alisa abaikan. Dia mengedikkan bahunya. “Mungkin saja Sabrina menginap di rumah temannya dan lupa mengabari Bibi Tari.”

Itu satu-satunya kemungkinan yang masuk akal di dalam kepalanya sekarang. Fokus Alisa kini sudah kembali pada paket dari Al
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
dinda kayas
cape2 nunggu tiap bab nya, giliran keluar ceritq nya muter2 aja disitu, dipanjang2in
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 145 Sudah Apa?

    A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 144 ???

    “A–aku ingin tidur lebih cepat. Besok hari pertamaku bekerja.” Alisa memalingkan wajah seolah itulah alasan yang sebenarnya. Merasa tertolak, Dirga sempat terdiam sebelum akhirnya menarik dirinya ke posisi tempatnya berbaring. Dia hanya menanggapi singkat, “Oke.” Ragu-ragu Alisa memutar kepalanya dan menemukan Dirga sudah berbaring memunggunginya. Pada detik itu, Alisa baru menyadari satu hal bahwa pelukan yang mereka lakukan membuatnya nyaman. Jadi, saat Dirga menarik diri seperti barusan … Alisa merasa sedikit kehilangan. Dia menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya, Alisa bukan menolak karena ingin tidur cepat, melainkan ingin sedikit membalas Dirga dengan menggodanya. Dan reaksi Dirga menunjukkan kalau saat ini skor mereka menjadi satu sama, bukan? Akan tetapi, melihat Dirga berbaring memunggunginya membuat Alisa merasa tidak enak. “Kamu … marah?” tanyanya dengan hati-hati. Tampaknya baru kali ini Dirga tidak bersikap semaunya. Bisa saja Dirga memaksakan keinginannya pa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 27 Bukan Alisa yang Sama

    Malam harinya, Alisa tidak bisa tertidur dan membuat dirinya berguling-guling di atas ranjang dengan perasaan gelisah. Biasanya dia akan melakukan hal tersebut ketika khawatir menunggu respons pembaca terhadap bab yang baru diunggah.Tapi, sekarang … alasannya sedikit berbeda. Lima belas

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 16 Sakit? Ke Rumah Sakit, No. Ke Hotel, Yes!

    Tanpa memperdulikan apapun lagi, Dirga segera ke luar menggendong tubuh Alisa.Meskipun memejamkan mata, Alisa menyadari jika Dirga sudah membawanya masuk ke dalam mobil. Kepalanya bersandar pada sesuatu yang keras. Anehnya, dia merasa nyaman, ditambah aroma maskulin yang menenangkan. Pe

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 17 Mengikuti Permainan dan Mengambil Alih

    Andra pergi ke luar mengantarkan dokter sekaligus menebus resep obat. Sementara Dirga kini sudah bersama Alisa. Tubuhnya yang menjulang tinggi berdiri persis tepat di dekat ranjang tidur Alisa yang tengah berbaring. Manik hitam legamnya jatuh memandangi wajah wanita itu yang tampak begitu damai.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 18 (D)(I)inte(R)o(G)(A)si

    “Di mana aku?” Dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul, Alisa melayangkan sebuah pertanyaan. “Hotel,” jawab Dirga singkat sembari menarik tangannya kembali dari wajah Alisa. “Dokter baru saja memeriksa keadaanmu.” “Apa kata dokter?” balas Alisa cepat. Dia merasa tegang dan refleks menar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status