Início / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

Compartilhar

Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

last update Data de publicação: 2026-01-25 21:33:59
Bagaimana mengungkapkan perasaan sayang dengan benar tanpa harus memberitahukan perasaan kita sendiri?”

Sam mengulang ucapan Dirga dengan tak habis pikir. Apa yang membuat sepupunya itu bisa berpikir demikian?

Manik coklatnya menatap Dirga tajam. Dia mendaratkan tangannya di pundak pria itu dengan cukup keras. “Kapan terakhir kali aku memukul wajah tampanmu itu?”

Entah refleks atau memang disengaja, Sam kemudian menggulung lengan kemejanya, seolah bersiap untuk menghajar Dirga. Sam melanjutka
catatanintrovert

TMI, aku sendiri lupa alur ceritanya karena kelamaan nggak nulis. Maaf banget (sungkem)

| 10
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Blablabla
Authornya update banyak di buku pertama. Pas kesini lupa alur. Bingung sya mo komen apa barusan.
goodnovel comment avatar
dinda kayas
hahaha kocak penulis nya aja lupa
goodnovel comment avatar
Orin
iya thor.. jgn lama x ya update y thor.. sayang cerita y seru tp hrs pending lama.. huhuhu
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 152 Semangat

    Senyum tipis terbit di bibir Alisa saat dia teringat ucapan Andra sebelumnya. “Sebenarnya Dirga khawatir kamu hari ini akan bekerja dengan Aldo.” Tidak tanggung-tanggung, Andra menambahkan dengan nada yang super jail, “Meski Dirga keren, Aldo juga tidak kalah keren, ‘kan? Maksudku, dia pernah menjadi seseorang yang kamu sukai dulu.” Tanpa Andra ketahui, Alisa membuat asumsi di kepalanya sendiri. Dibandingkan khawatir, bukankah lebih tepat kalau disebut cemburu? “Kenapa menatapku seperti itu?” Suara Dirga membuat Alisa tersentak kecil. Dia akhirnya menoleh setelah sekian lama merasa terus diperhatikan. Mata besar Alisa berkedip lambat. “Hah?” Dirga menaikkan sebelah alisnya. “Kamu menatapku sejak tadi.” Matanya turun menatap bibir Alisa. “Dan tersenyum sendiri.” Dalam hatinya, dia ingin tahu, apa yang tengah wanita itu pikirkan? Cepat-cepat Alisa mengalihkan pandangannya dan menatap pintu lift di hadapan mereka. Yah … dia ketahuan. “Memangnya kenapa?” tanya Alisa dengan bibir ya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 151 Dua Misi Rahasia

    A/n: Update lagiiii^^“Misi rahasia pertamaku selesai.”Andra menyodorkan sebuah novel bersampul merah gelap bergambar hati yang patah dan dua jari kelingking yang saling bertaut sesaat setelah memasukki ruang kerja Dirga.“Novel Aldo yang kamu minta semalam,” jelas Andra saat melihat Dirga hanya menatapnya dengan serius.Mendapati keterdiaman Dirga, Andra membuka suaranya lagi, “Karena sedikit penasaran, aku sempat baca isinya,” ringisnya pelan. Mata besarnya menatap pria itu dengan penuh sesal. “Maaf, aku mencuri start.”Mengaku jujur lebih baik dibandingkan dia harus berpura-pura tidak mengintip isi novel tersebut. Lagi pula siapa yang tidak dibuat penasaran?Semalam, lebih tepatnya malam-malam sekali Dirga meminta bertemu dan meminta tolong padanya untuk dicarikan novel unlimited milik Aldo–sang penulis skenario di perusahaan yang juga pernah menjadi mantan pacar dari Alisa–.Katanya novel itu tidak dipasarkan secara luas karena diterbitkan secara mandiri. Jadi, Dirga kesulitan me

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 150 Jurus Terakhir & Pemberitahuan Hiatus

    Dirga pernah mendengar satu hal bahwa dua orang yang berjodoh memiliki kemiripan, entah dari fisik maupun hal-hal lain. Ucapan Alisa yang satu itu terus menempel di benaknya. Sesuatu yang nyaris tidak pernah Dirga pikirkan sebelumnya. Jadi, kemiripan apa yang dimiliki keduanya? Sementara Dirga sendiri merasa dia dan Alisa memiliki banyak perbedaan. "Hei." Panggilan lembut itu menyadarkan keterdiaman Dirga. Pria itu saat ini berdiri di ambang pintu kamar dan mata hitam legamnya menatap lurus pada Alisa yang tampaknya sudah siap dengan menenteng tasnya. Usai membicarakan gantungan ponsel Alisa yang hilang, keduanya sempat sarapan bersama Larissa, Anton, dan juga Clarissa. Meski yah, suasananya masih terasa sedikit canggung karena Clarissa terlihat belum bisa berinteraksi bebas dengan Alisa. Akan tetapi, suasana meja makan tadi terasa hangat. Dirga bisa melihat sendiri bagaimana Alisa berusaha mendekati putri kecil Sam itu secara perlahan. "Kamu tidak sakit lagi ‘kan?" tan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 52 Catat, Jum'at Sore

    Detik setelahnya, Alisa langsung melipat kedua bibirnya ke dalam. Rasanya ingin merutuki sikapnya yang terlalu spontan dan berterus terang. Tidak, sebenarnya sikap itu cukup agresif ditunjukkan di hadapan pria setenang Dirga. Alisa merasa teringat akan sikap gilanya dulu saat di restoran. Buru-bur

    last updateÚltima atualização : 2026-03-23
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 48 Soal Alisamu?

    Saat Alisa masuk ke dalam kamar, dia bersyukur tak mendapati Dirga ada di sana. Alisa menebak jika pria itu pergi ke ruang kerjanya yang terletak persis di depan kamar. Kemarin Dirga sempat memberitahu Alisa bahkan memberi peringatan, “Ini ruang kerjaku. Jangan pernah masuk tanpa izin atau kamu aka

    last updateÚltima atualização : 2026-03-22
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 45 Pertanyaan Erick

    Alisa memutuskan turun ke bawah selagi Dirga membersihkan diri. Wanita itu menuruni anak tangga sambil memegangi kalung gioknya dengan senyum yang tak ingin dia sembunyikan.Kini, dia juga bersemangat karena melihat wajah Erick di bawah sana yang masih berbincang ringan bersama Larissa. Samar-samar

    last updateÚltima atualização : 2026-03-22
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 46 Peran Pengganti Ayah dan Kakak

    Alisa tidak langsung menjawab. Dia tiba-tiba saja menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan Erick. “Kakak mau janji satu hal padaku?”Mata besarnya menatap Erick lekat-lekat. Suaranya terdengar berbisik pelan. “Aku akan berkata jujur, tapi jangan beritahu Dirga, ya.”Sudut bibir Erick terangkat ke

    last updateÚltima atualização : 2026-03-22
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status