ホーム / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

共有

Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

last update 公開日: 2026-01-25 21:33:59
Bagaimana mengungkapkan perasaan sayang dengan benar tanpa harus memberitahukan perasaan kita sendiri?”

Sam mengulang ucapan Dirga dengan tak habis pikir. Apa yang membuat sepupunya itu bisa berpikir demikian?

Manik coklatnya menatap Dirga tajam. Dia mendaratkan tangannya di pundak pria itu dengan cukup keras. “Kapan terakhir kali aku memukul wajah tampanmu itu?”

Entah refleks atau memang disengaja, Sam kemudian menggulung lengan kemejanya, seolah bersiap untuk menghajar Dirga. Sam melanjutka
catatanintrovert

TMI, aku sendiri lupa alur ceritanya karena kelamaan nggak nulis. Maaf banget (sungkem)

| 10
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Blablabla
Authornya update banyak di buku pertama. Pas kesini lupa alur. Bingung sya mo komen apa barusan.
goodnovel comment avatar
dinda kayas
hahaha kocak penulis nya aja lupa
goodnovel comment avatar
Orin
iya thor.. jgn lama x ya update y thor.. sayang cerita y seru tp hrs pending lama.. huhuhu
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka

    “Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 156 Kebetulan atau Takdir?

    Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 155 Gelisah

    “Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 154 Asha Blair

    “Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 153 Kalung Giok Terkutuk

    “Dirga Disastra.” Alisa memotongnya cepat. Dia merasa yakin Aldo menanyakan itu pada Sabrina. Dari ekspresi wajah Aldo, pria itu tampak kesulitan. Alisa tidak ingin menebak-nebak bagaimana perasaan pria itu. Dia kembali membuka suara, “Kak Aldo tahu siapa dia.” Pandangan Aldo terkunci dengan mata besar Alisa. “Untuk menghindari gosip, kesalahpahaman, dan sebagai bentuk menghargai masa lalu kita, tolong untuk tidak lagi mengungkit apa yang sudah terjadi, Kak Aldo.” “Oh iya, jangan memanggilku seperti tadi. Aku tidak nyaman.” Alisa memang sengaja mengatakannya. Dia memilih bersikap tegas sejak awal. Bukan apa-apa, dengan demikian, Aldo tidak bisa memiliki kesempatan untuk membawa kembali hubungan masa lalu mereka ke dalam hubungan yang sekarang. Masa lalu sudah menjadi masa lalu. Alisa ingin fokus ke dalam masa kini juga masa depan. “Permisi, Kak Aldo,” pamit Alisa yang langsung bergegas meninggalkan pria itu. *** Semua berjalan cukup lancar. Terlepas pembicaraan di lorong tad

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 152 Semangat

    Senyum tipis terbit di bibir Alisa saat dia teringat ucapan Andra sebelumnya. “Sebenarnya Dirga khawatir kamu hari ini akan bekerja dengan Aldo.” Tidak tanggung-tanggung, Andra menambahkan dengan nada yang super jail, “Meski Dirga keren, Aldo juga tidak kalah keren, ‘kan? Maksudku, dia pernah menjadi seseorang yang kamu sukai dulu.” Tanpa Andra ketahui, Alisa membuat asumsi di kepalanya sendiri. Dibandingkan khawatir, bukankah lebih tepat kalau disebut cemburu? “Kenapa menatapku seperti itu?” Suara Dirga membuat Alisa tersentak kecil. Dia akhirnya menoleh setelah sekian lama merasa terus diperhatikan. Mata besar Alisa berkedip lambat. “Hah?” Dirga menaikkan sebelah alisnya. “Kamu menatapku sejak tadi.” Matanya turun menatap bibir Alisa. “Dan tersenyum sendiri.” Dalam hatinya, dia ingin tahu, apa yang tengah wanita itu pikirkan? Cepat-cepat Alisa mengalihkan pandangannya dan menatap pintu lift di hadapan mereka. Yah … dia ketahuan. “Memangnya kenapa?” tanya Alisa dengan bibir ya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 106 Pemandangan Baru

    “Dou.”DEGSapaan pendek yang tidak lagi terdengar asing bagi Alisa itu membuatnya meyakini bahwa dia tak salah mengenali sosok pria di hadapannya. Detak jantung Alisa sempat meningkat cepat.Namun, itu murni karena terkejut saja. Tampaknya pria yang disapa "Dou" juga tak kalah terkejutnya karena t

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 100 Titik Terang Kalung Giok

    Alih-alih tersinggung, Dirga justru menampilkan senyum miring di sudut bibirnya. Tanpa menanggapi nasihat Andra, dian menurunkan perintah dengan suara datarnya. “Jemput Alisa sebelum jam makan siang.”Sesaat, Andra dibuat tertegun sebelum membalas, “Oke … baik.”Tanpa Dirga ketahui, di belakang san

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 105 DG Entertainment

    Dua jam kemudian, Alisa sudah tampak siap dengan dress biru pastel sederhana yang jatuh di bawah lutut. Dia juga mengenakan cardigan putih tipis. Sementara bagian rambutnya yang dibiarkan tergerai dibalut bando berwarna senada yang membuat tampilannya tampak jauh lebih manis.Riasan wajahnya natura

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 98 Rencana yang Tidak Disengaja

    Di sisi lain, Dirga yang tengah berada di ruang kerjanya masih menatap ke arah layar ponsel alih-alih terpaku pada layar laptop di hadapannya. Manik hitamnya menyorot tajam pada ruang percakapannya dengan Alisa.Pesan yang Dirga kirim hanya dibaca. Belum ada tanda-tanda wanita itu membalas pesannya

    last update最終更新日 : 2026-03-29
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status