Home / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 118 Menginginkanmu

Share

Bab 118 Menginginkanmu

last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-03 11:01:33
Karena langkah Dirga yang sudah semakin dekat, kegugupan Alisa juga meningkat. Dia memaksakan kakinya berbelok untuk kembali masuk ke kamar mandi.

Alisa bisa memakai pakaian yang sebelumnya. Rasanya terlalu lama kalau saat ini dia harus memilih pakaian di lemari saat Dirga ada di dalam kamar.

Namun, sialnya, karena melangkah dengan terburu, kaki Alisa malah tersandung kakinya sendiri sehingga menyebabkan tubuhnya limbung. Nyaris saja dia tersungkur ke depan dan berakhir mendarat di lantai ya
catatanintrovert

Pasutri yg satu enihh tuh emang sgt2 slow sekalee momennya~ se-slow authornya update! heuheu (aniwey, makasih untuk readers-nim yg masih baca sampe sini ya <3) Hari ini aku up lagi karena kemarin bolong^^

| 13
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
wardah
thanks udah up Thor
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Iyaa thor jgn bolong lagi.. di up yg byk lg thor.. huhuu
goodnovel comment avatar
sriwahyuniakbar89
perhari jgn cuma 1 bab. dong Thor,, plissss
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 159 2/2

    Kalau Alisa memang harus mengetahui kebenaran tentang dirinya dan Aruna, Dirga hanya berharap wanita itu mendengarnya langsung dari dirinya. Bukan dari orang lain. Setelah turun dari lift dan menelusuri lorong hingga tiba di depan kamar VIP yang Argus tempati, Dirga baru saja hendak mengetuk pintu ketika pintu tersebut lebih dulu terbuka dari dalam. Tangannya otomatis turun. Alisa berdiri di ambang pintu dengan tas yang sudah berada di bahunya. Sepertinya wanita itu memang hendak pergi. Begitu pandangan mereka bertemu, keduanya sama-sama terdiam. Tatapan Dirga terkunci pada mata besar Alisa yang tampak kosong. Tidak ada kemarahan, tidak ada tangisan, bahkan tidak ada sedikit pun emosi yang bisa dia baca dari mata besar wanita itu. Tidak ada sorot mata binar dan hangat yang biasa Alisa perlihatkan. “Bisa beri aku jalan? Aku mau lewat,” pinta Alisa datar. Sikap dingin tersebut sudah cukup membuat Dirga menyimpulkan satu hal: Alisa sudah mendengar semuanya. Tanpa banyak bertanya,

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 158 1/2

    “Kenapa?”Terakhir Alisa hanya bertanya singkat. Dia berusaha menjaga nada suaranya agar tidak terdengar gemetar. Tapi, tubuhnya seperti berkhianat karena kedua tangannya yang berada di atas pangkuan yang saling bertautan terlihat gemetar.Situasinya menjadi sedikit tegang. Ada lengang yang lumayan panjang sebelum Argus bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut.Meski Ryuga yang berada di sebelahnya terlihat seperti ingin ikut menjawab, pria itu memilih diam karena satu-satunya yang berhak memberikan jawaban tersebut adalah Argus sendiri sebagai ayah biologis Alisa … dan Aruna.Sementara Aruna menundukkan wajahnya dalam-dalam. Dia sudah melewati fase menyakitkan itu. Akan tetapi, tetap saja mendengar sendiri kembarannya mempertanyakan hal tersebut kembali terasa seperti mengoyak luka lamanya.“Maaf,” ucap Argus membuka suaranya dengan kepala yang tertunduk dalam.Seluruh arogansi yang selama ini melekat padanya seolah luruh begitu saja di hadapan putrinya. Argus merasa terlalu malu

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka

    “Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 156 Kebetulan atau Takdir?

    Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 155 Gelisah

    “Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 154 Asha Blair

    “Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 47 Bulan Madu?

    Erick langsung melayangkan tatapannya pada Dirga. Dari apa yang dia ketahui dari Larissa, mereka seumuran. Demikian, nada bicara Dirga terdengar santai. Dan, Erick juga bersikap tak kalah santai.“Apa?” sahutnya ringan. “Katakan saja jika itu bisa membuat Alisa senang.” Erick kemudian berpaling unt

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 38 Babak Baru

    Nama itu meluncur begitu saja dari bibir Alisa.Produser Argo.Dan seketika arus ingatan tentang pria tersebut melintas di kepalanya. Sosok yang dulu dijadikan alat tawar-menawar antara dirinya dan Sabrina. Alisa dijanjikan … jika dia mau berpura-pura menjadi Sabrina dan membatalkan perjodohan deng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 42 Sarapan

    “Ya ampun, kenapa kamu bangun sepagi ini?”“Pengantin baru seharusnya bangun lebih siang.”“Lho, tapi Dirga tidak ikut turun, Alisa?”Serentetan pertanyaan menghujani Alisa begitu ibu mertuanya melihatnya turun sendirian ke bawah.“Satu-satu, Ma.” Suaminya–Anton yang juga duduk di meja makan menegu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 37 Pasangan yang Setara

    Alisa kini mengerti bahwa absennya Utari bukan hanya sekadar karena Erick kecelakaan, melainkan juga untuk mempermalukannya di hadapan keluarga besar Dirga.Namun, saat Larissa mengatakan, “Kamu bersama keluarga Disastra, sayang,” Alisa tahu bahwa rencana Utari tak sepenuhnya berhasil.Mata besar A

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status