بيت / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Ban 63 Terlambat Bangun

مشاركة

Ban 63 Terlambat Bangun

مؤلف: catatanintrovert
last update تاريخ النشر: 2025-10-15 21:44:20

“Kak, ini sudah sangat siang! Masa Alisa dan Dirga belum bangun juga?!”

Esok harinya, Sabrina sudah mengeluarkan ocehannya di meja makan. Wanita itu berdiri sambil berkacak pinggang dan melirik jam tangannya.

Erick yang sedang menyiapkan sarapan menoleh sekilas. Dia menarik napas dan mengembuskannya pelan. “Masih jam setengah delapan, Na,” sahutnya pendek.

“Ya, tapi jadwal berkudanya ‘kan jam setengah sembilan pagi!” Sabrina terus mengingatkan. Wajahnya merengut pelan. “Kalau kita terlambat bag
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (3)
goodnovel comment avatar
catatanintrovert
aku usahain yaa, Kak, untuk update babnya. Doakan juga untuk novel2 lain yang akan debut nanti hehe
goodnovel comment avatar
Endah Kholidah
kak author upnya sehari berapa bab kak yang banyak dong kak biar cepat rolos juga novel Pras Aruna dan novel lilia Riel juga novel ryugara dan cherris nya kak jangan satu hari up satu ya kakkkkkkk please sehari up nya 5 bab ya kakkkkkk
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Ya sabrina si bodoh
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 145 Sudah Apa?

    A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 144 ???

    “A–aku ingin tidur lebih cepat. Besok hari pertamaku bekerja.” Alisa memalingkan wajah seolah itulah alasan yang sebenarnya. Merasa tertolak, Dirga sempat terdiam sebelum akhirnya menarik dirinya ke posisi tempatnya berbaring. Dia hanya menanggapi singkat, “Oke.” Ragu-ragu Alisa memutar kepalanya dan menemukan Dirga sudah berbaring memunggunginya. Pada detik itu, Alisa baru menyadari satu hal bahwa pelukan yang mereka lakukan membuatnya nyaman. Jadi, saat Dirga menarik diri seperti barusan … Alisa merasa sedikit kehilangan. Dia menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya, Alisa bukan menolak karena ingin tidur cepat, melainkan ingin sedikit membalas Dirga dengan menggodanya. Dan reaksi Dirga menunjukkan kalau saat ini skor mereka menjadi satu sama, bukan? Akan tetapi, melihat Dirga berbaring memunggunginya membuat Alisa merasa tidak enak. “Kamu … marah?” tanyanya dengan hati-hati. Tampaknya baru kali ini Dirga tidak bersikap semaunya. Bisa saja Dirga memaksakan keinginannya pa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

    Bagaimana mengungkapkan perasaan sayang dengan benar tanpa harus memberitahukan perasaan kita sendiri?” Sam mengulang ucapan Dirga dengan tak habis pikir. Apa yang membuat sepupunya itu bisa berpikir demikian? Manik coklatnya menatap Dirga tajam. Dia mendaratkan tangannya di pundak pria itu dengan

    last updateآخر تحديث : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 134 Nasihat Sam

    Melihat Dirga tak langsung merespons, Alisa melipat kedua bibirnya rapat-rapat. Dia merutukki diri. Mengapa rasanya menyenangkan memanggil Dirga seperti itu? Sesuatu yang menggelikan terasa menggelitik perutnya.Dan sudah cukup lama Alisa tak pernah merasakan sensasi tersebut.Dirga berdeham pelan,

    last updateآخر تحديث : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 15 Calon Suami Alisa

    Sorot maniknya yang lembut berubah tajam. “Jangan harap aku akan membiarkanmu pulang begitu saja!”Tapi, Alisa terus memberikan pemberontakan. Dia berusaha keras melepaskan tangannya dari cekalan Leo. Aksi keduanya itu sudah menarik perhatian pengunjung yang sedang sarapan pagi.Pun, akhirnya Alisa

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 12 Kelicikan Sabrina

    Secepat kilat, Utari langsung menatap tajam ke arah putrinya. “Jika itu terjadi, maka aku bisa menikah dengan Kak Leo,” lanjut Sabrina dengan serius. Saat mendengar nama yang cukup tak asing, Utari melempar novel di tangannya ke lantai begitu saja. Dia menaikkan satu alisnya, “Leo teman kakakmu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status