Home / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Ban 63 Terlambat Bangun

Share

Ban 63 Terlambat Bangun

last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-15 21:44:20

“Kak, ini sudah sangat siang! Masa Alisa dan Dirga belum bangun juga?!”

Esok harinya, Sabrina sudah mengeluarkan ocehannya di meja makan. Wanita itu berdiri sambil berkacak pinggang dan melirik jam tangannya.

Erick yang sedang menyiapkan sarapan menoleh sekilas. Dia menarik napas dan mengembuskannya pelan. “Masih jam setengah delapan, Na,” sahutnya pendek.

“Ya, tapi jadwal berkudanya ‘kan jam setengah sembilan pagi!” Sabrina terus mengingatkan. Wajahnya merengut pelan. “Kalau kita terlambat bag
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
catatanintrovert
aku usahain yaa, Kak, untuk update babnya. Doakan juga untuk novel2 lain yang akan debut nanti hehe
goodnovel comment avatar
Endah Kholidah
kak author upnya sehari berapa bab kak yang banyak dong kak biar cepat rolos juga novel Pras Aruna dan novel lilia Riel juga novel ryugara dan cherris nya kak jangan satu hari up satu ya kakkkkkkk please sehari up nya 5 bab ya kakkkkkk
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Ya sabrina si bodoh
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 159 2/2

    Kalau Alisa memang harus mengetahui kebenaran tentang dirinya dan Aruna, Dirga hanya berharap wanita itu mendengarnya langsung dari dirinya. Bukan dari orang lain.Setelah turun dari lift dan menelusuri lorong hingga tiba di depan kamar VIP yang Argus tempati, Dirga baru saja hendak mengetuk pintu ketika pintu tersebut lebih dulu terbuka dari dalam.Tangannya otomatis turun.Alisa berdiri di ambang pintu dengan tas yang sudah berada di bahunya. Sepertinya wanita itu memang hendak pergi.Begitu pandangan mereka bertemu, keduanya sama-sama terdiam.Tatapan Dirga terkunci pada mata besar Alisa yang tampak kosong. Tidak ada kemarahan, tidak ada tangisan, bahkan tidak ada sedikit pun emosi yang bisa dia baca dari mata besar wanita itu.Tidak ada sorot mata binar dan hangat yang biasa Alisa perlihatkan.“Bisa beri aku jalan? Aku mau lewat,” pinta Alisa datar.Sikap dingin tersebut sudah cukup membuat Dirga menyimpulkan satu hal: Alisa sudah mendengar semuanya.Tanpa banyak bertanya, Dirga m

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 158 1/2

    “Kenapa?”Terakhir Alisa hanya bertanya singkat. Dia berusaha menjaga nada suaranya agar tidak terdengar gemetar. Tapi, tubuhnya seperti berkhianat karena kedua tangannya yang berada di atas pangkuan yang saling bertautan terlihat gemetar.Situasinya menjadi sedikit tegang. Ada lengang yang lumayan panjang sebelum Argus bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut.Meski Ryuga yang berada di sebelahnya terlihat seperti ingin ikut menjawab, pria itu memilih diam karena satu-satunya yang berhak memberikan jawaban tersebut adalah Argus sendiri sebagai ayah biologis Alisa … dan Aruna.Sementara Aruna menundukkan wajahnya dalam-dalam. Dia sudah melewati fase menyakitkan itu. Akan tetapi, tetap saja mendengar sendiri kembarannya mempertanyakan hal tersebut kembali terasa seperti mengoyak luka lamanya.“Maaf,” ucap Argus membuka suaranya dengan kepala yang tertunduk dalam.Seluruh arogansi yang selama ini melekat padanya seolah luruh begitu saja di hadapan putrinya. Argus merasa terlalu malu

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka

    “Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 156 Kebetulan atau Takdir?

    Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 155 Gelisah

    “Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 154 Asha Blair

    “Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

    Bagaimana mengungkapkan perasaan sayang dengan benar tanpa harus memberitahukan perasaan kita sendiri?” Sam mengulang ucapan Dirga dengan tak habis pikir. Apa yang membuat sepupunya itu bisa berpikir demikian? Manik coklatnya menatap Dirga tajam. Dia mendaratkan tangannya di pundak pria itu dengan

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 131 Luluh

    Satu dua sampai lima detik menunggu, Alisa masih menunggu respons Dirga. Sekilas, raut wajahnya menunjukkan keterkejutan. Tapi, mulutnya masih terbungkam rapat.Rasanya seperti tak jauh berbeda berbicara dengan tembok.Keheningan di antara mereka membuat Alisa canggung sendiri. Dia meringis pelan.

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 133 Panggilan Itu Lagi

    *Satu jam sebelumnya Usai membaca laporan yang diterimanya, rahang pria dengan raut wajah tidak ramah itu tampak mengeras. Tangannya mencengkram sisi kertas laporan tersebut hingga tepiannya tampak kusut.“Perketat pengawasan,” perintahnya dengan suara yang rendah. Manik hitam tajamnya terangkat,

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 124 Saudara?

    Cengkraman di kerah baju Dirga perlahan melonggar seiring Argus mulai menarik tangannya dari sana dengan cara yang agak kasar. Dia terkekeh sinis. “Tidakkah hanya dengan melihat wajah Alisa, kamu seharusnya bisa mengenalinya, Dirga?” Sorot mata Argus tampak dingin selaku seseorang yang ternyata te

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status