共有

Bab 36 D-Day

last update 公開日: 2025-09-23 23:05:51

Ucapan yang semalam Alisa lontarkan hanya sekadar bentuk kemarahan yang menguap begitu saja. Pasalnya, meskipun dia mengatakan membenci Dirga dan tidak ingin menikah dengan pria itu, kenyataannya … pagi ini keduanya sudah resmi menikah.

Ironis, bukan?

Bahkan Alisa tak menolak saat bibir dingin pria itu mengecup keningnya. Alisa memasang wajah datarnya. Tak ada senyum bahagia yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pengantin wanita.

Bisik-bisik pun langsung terdengar dari bangku tamu, khususnya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
hyu
aseekkkkkk ditungguuu life after married ... musti seruuuu wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Rifda Nafisha
jgn terlalu bodoh alisa smpe² km g bisa bedain mna yg niat nolong km & mempermainkan km. pliss jgn tolol² amet lah
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 145 Sudah Apa?

    A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 144 ???

    “A–aku ingin tidur lebih cepat. Besok hari pertamaku bekerja.” Alisa memalingkan wajah seolah itulah alasan yang sebenarnya. Merasa tertolak, Dirga sempat terdiam sebelum akhirnya menarik dirinya ke posisi tempatnya berbaring. Dia hanya menanggapi singkat, “Oke.” Ragu-ragu Alisa memutar kepalanya dan menemukan Dirga sudah berbaring memunggunginya. Pada detik itu, Alisa baru menyadari satu hal bahwa pelukan yang mereka lakukan membuatnya nyaman. Jadi, saat Dirga menarik diri seperti barusan … Alisa merasa sedikit kehilangan. Dia menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya, Alisa bukan menolak karena ingin tidur cepat, melainkan ingin sedikit membalas Dirga dengan menggodanya. Dan reaksi Dirga menunjukkan kalau saat ini skor mereka menjadi satu sama, bukan? Akan tetapi, melihat Dirga berbaring memunggunginya membuat Alisa merasa tidak enak. “Kamu … marah?” tanyanya dengan hati-hati. Tampaknya baru kali ini Dirga tidak bersikap semaunya. Bisa saja Dirga memaksakan keinginannya pa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 128 Dipat-pat

    Halmonie, aku mau bicara dengan Uncle!” Suara rengekan seorang bocah perempuan di seberang sana sontak menarik perhatian Alisa. Dalam hitungan detik, rasa malunya menguap, tergantikan dengan rasa penasaran mendengar suara lembut itu. Masih menenteng kotak P3K, Alisa melangkahkan kaki mendekat ke a

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 130 Hubby, Please

    Alisa tak sempat berpikir lebih lama ketika suara Sam kembali mengudara. “Alisa, tidak ingin melihat kadonya?” Pria itu menatap ke arahnya lantas menatap Dirga lalu menambahkan, “Aku rasa kalian berdua akan menyukainya.” Hal itu sukses membuat rasa penasaran Alisa melambung tinggi. Mungkin hadiah

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 129 Kedatangan Sepupu Dirga

    Ucapan Dirga yang terakhir kali terus menempel di dalam kepala Alisa bahkan setelah enam jam berlalu. ‘Memangnya apa yang sudah aku lakukan?’Ketika Alisa menanyakan maksud lebih jelasnya, Dirga hanya menjawab singkat, “Lupakan.”Suaranya terdengar dingin diakhiri dengusan pelan. Pun tepukan pelan

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 119 Melakukan Itu?

    Mendengar itu, wajah Alisa terasa memanas. Dia khawatir jantungnya akan meledak karena detaknya sangat tidak bisa dikendalikan.Memberanikan diri, Alisa bertanya dengan nada suaranya yang terdengar sedikit serak. “Kamu mau kita melakukan itu?” todongnya to the point.Alisa hanya mencoba menerjemahk

    last update最終更新日 : 2026-04-02
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status