/ Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 43 Serangan Mendadak

공유

Bab 43 Serangan Mendadak

last update 게시일: 2025-09-28 23:56:54

Alisa nyaris menumpahkan gelas di tangannya kalau saja Dirga tidak sigap menahan pergelangan tangan wanita itu.

“Kak Erick!” seru Alisa. Nada suaranya agak meninggi karena tak bisa menahan rasa senang yang dia rasakan.

Dirga segera mengambil alih gelas begitu Alisa memutuskan untuk menghampiri kakak sepupu laki-lakinya itu.

Di tempatnya, Larissa kebingungan. Dia menaikkan satu alisnya sambil menatap Dirga seolah meminta penjelasan. “Erick Gunawan?”

“Ya, aku bertemu dengannya saat di depan,” ber
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Sepertinya dirga tahu yaaa, erick punya hati sama alisa..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka

    “Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 156 Kebetulan atau Takdir?

    Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 155 Gelisah

    “Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 154 Asha Blair

    “Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 153 Kalung Giok Terkutuk

    “Dirga Disastra.” Alisa memotongnya cepat. Dia merasa yakin Aldo menanyakan itu pada Sabrina. Dari ekspresi wajah Aldo, pria itu tampak kesulitan. Alisa tidak ingin menebak-nebak bagaimana perasaan pria itu. Dia kembali membuka suara, “Kak Aldo tahu siapa dia.” Pandangan Aldo terkunci dengan mata besar Alisa. “Untuk menghindari gosip, kesalahpahaman, dan sebagai bentuk menghargai masa lalu kita, tolong untuk tidak lagi mengungkit apa yang sudah terjadi, Kak Aldo.” “Oh iya, jangan memanggilku seperti tadi. Aku tidak nyaman.” Alisa memang sengaja mengatakannya. Dia memilih bersikap tegas sejak awal. Bukan apa-apa, dengan demikian, Aldo tidak bisa memiliki kesempatan untuk membawa kembali hubungan masa lalu mereka ke dalam hubungan yang sekarang. Masa lalu sudah menjadi masa lalu. Alisa ingin fokus ke dalam masa kini juga masa depan. “Permisi, Kak Aldo,” pamit Alisa yang langsung bergegas meninggalkan pria itu. *** Semua berjalan cukup lancar. Terlepas pembicaraan di lorong tad

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 152 Semangat

    Senyum tipis terbit di bibir Alisa saat dia teringat ucapan Andra sebelumnya. “Sebenarnya Dirga khawatir kamu hari ini akan bekerja dengan Aldo.” Tidak tanggung-tanggung, Andra menambahkan dengan nada yang super jail, “Meski Dirga keren, Aldo juga tidak kalah keren, ‘kan? Maksudku, dia pernah menjadi seseorang yang kamu sukai dulu.” Tanpa Andra ketahui, Alisa membuat asumsi di kepalanya sendiri. Dibandingkan khawatir, bukankah lebih tepat kalau disebut cemburu? “Kenapa menatapku seperti itu?” Suara Dirga membuat Alisa tersentak kecil. Dia akhirnya menoleh setelah sekian lama merasa terus diperhatikan. Mata besar Alisa berkedip lambat. “Hah?” Dirga menaikkan sebelah alisnya. “Kamu menatapku sejak tadi.” Matanya turun menatap bibir Alisa. “Dan tersenyum sendiri.” Dalam hatinya, dia ingin tahu, apa yang tengah wanita itu pikirkan? Cepat-cepat Alisa mengalihkan pandangannya dan menatap pintu lift di hadapan mereka. Yah … dia ketahuan. “Memangnya kenapa?” tanya Alisa dengan bibir ya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 85 Paket Misterius

    Berbeda dari Sabrina yang memilih masuk ke dalam kamar, Andra sendiri memutuskan bergabung di meja makan dengan santainya. Bersamaan Dirga yang baru saja tiba di sebelah Alisa.Punggung wanita itu refleks menegak saat Dirga menarik kursi dan menggesernya agar lebih dekat dengannya. ‘Gebrakan apalag

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 82 Memutar Rekaman

    Beberapa saat setelah Alisa masuk ke dalam kamar mandi, air matanya merembes jatuh di pipi. Tiba-tiba saja dia ingin menangis. Tubuhnya terlihat gemetaran saat menatap bayangannya sendiri di cermin yang terlihat lemah dan menyedihkan. Ada kalanya Alisa tak bisa menyembunyikan perasaannya, terlebih

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 84 Di luar Skenario

    “Alisa, kenapa melamun?”Pertanyaan itu membuat Alisa tersentak dalam lamunannya. Punggungnya menjadi lebih tegak. Matanya menatap ke arah Erick dan sekitar meja makan.Ah, dia baru ingat kalau dirinya tengah sarapan bersama Erick. Sementara Dirga belum kelihatan batang hidungnya semenjak mengangka

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 72 Membela Dirga?

    Pikiran Alisa ribut.Rasanya baru beberapa menit yang lalu dia dan Dirga masih terlibat dalam kekonyolan kecil membahas tentang wallpaper ponsel. Sempat terlintas di benak Alisa bahwa mungkin saja Dirga sedang berusaha membangun kedekatan di antara mereka.Bahkan, semalam pun keduanya cukup intim–

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status