Home / Pendekar / Petani Terkuat / 144 Kematian Tragis

Share

144 Kematian Tragis

Author: AgamYupi02
last update publish date: 2026-09-03 16:22:22

Jaka melesat menyusuri koridor jalanan timur dengan kecepatan tinggi. Matanya menyapu setiap sudut lorong, membaca fluktuasi energi spiritual di sekitarnya dengan ketelitian maksimal. Langkah kakinya menapak lincah di atas permukaan dinding jalanan.

Setiap lorong sempit dan celah bangunan diperiksanya tanpa menyisakan area buta. Namun, lingkungan sekitar sepenuhnya steril dari jejak keberadaan pelaku pelecehan.

"Firasatku buruk tentang ini," gumam Jaka sambil menatap jauh ke cakrawala barat. Ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Petani Terkuat   148 Syarat

    Jaka tidak langsung memberikan jawaban pasti atas tawaran tersebut. Ia memilih melontarkan beberapa pertanyaan mendalam untuk memahami gambaran utuh dari posisi yang ditawarkan.Pria tua berambut perak itu memperkenalkan dirinya sebagai Eldric Vale, salah satu petinggi paling berpengaruh di dalam struktur organisasi polisi khusus.Jaka belum memahami secara menyeluruh luas wilayah kekuasaan lembaga itu. Namun Shizu berbisik pelan di sampingnya, memberikan bocoran bahwa tingkat kedudukan Eldric di pemerintahan setara dengan menteri pertahanan negara.Eldric kemudian menjelaskan situasi terkini yang sedang melanda negeri. Pihak polisi khusus sangat membutuhkan tenaga ahli spiritual tingkat tinggi akibat melonjaknya angka kejahatan spiritual belakangan ini.Namun pihak kepolisian tidak bisa melakukan perekrutan secara sembarangan. Salah melangkah sedikit saja dalam memilih personel, dampaknya bisa berujung bencana fatal bagi keselamatan masyarakat luas.Di sisi lain, Eldric menyatakan ke

  • Petani Terkuat   147 Penawaran

    "Raizen..."Jaka bergumam tanpa sadar. Kelopak matanya terbuka perlahan, menyerap pendar cahaya terang yang menghantam retina secara mendadak.Penglihatannya dipenuhi hamparan warna putih bersih yang sama sekali tidak familiar. Bukan langit-langit kamarnya sendiri, melainkan atap beton berpendar lampu neon khas fasilitas rumah sakit.Jaka menopang berat badannya, menegakkan punggung lalu duduk di atas tempat tidur dengan gerakan ragu. Tangannya bergerak cepat menempel pada tempurung kepala yang terasa berdenyut hebat."Ini rumah sakit? Ugh, kepalaku pusing sekali."Potongan memori kelam mencuat kasar dalam benaknya. Saat sedang bertarung kemarin, dia lengah sehingga jiwa ahli spiritual kuno berhasil menerobos ke dalam tubuhnya. Jaka meraba seluruh permukaan dada, meremas kedua lengannya, hingga berakhir mencubit pipi kirinya sendiri dengan keras. Rasa pedih menusuk kulit, memberi bukti konkret bahwa ia sudah terbangun di alam nyata."Aku tidak sedang bermimpi, kan?"Jaka merenggangka

  • Petani Terkuat   146 Raizen

    Lautan jiwa di dalam tubuh Jaka terbentang luas bagaikan samudra energi tanpa batas. Di antara riak aura biru yang tenang, gumpalan kabut hitam kecil melayang naik turun dengan penuh kebanggaan.Entitas itu mengepakkan bentuk asapnya, merasa telah berhasil memenangkan seluruh pertempuran."Ha ha ha, dasar anak muda zaman sekarang, mudah sekali ditipu."Kabut hitam itu tidak lain merupakan jiwa ahli spiritual kuno yang sebelumnya merasuki tubuh Darius.Setelah berhasil menumbangkan wadah fisiknya yang lama, kini fokus utamanya adalah merebut total kendali atas tubuh Jaka.Langkah pertama yang wajib ia lakukan adalah melahap inti jiwa sang pemuda secara utuh.Inti jiwa tersebut memancar terang di pusat lautan jiwa, berbentuk seperti bola kristal bening milik seorang peramal.Cahaya keemasan memantul lembut dari permukaan bola kristal itu, memancarkan daya tarik spiritual yang sangat murni.Jiwa ahli spiritual kuno melaju menembus ruang kesadaran, mencapai lokasi sasaran hanya dalam hit

  • Petani Terkuat   145 Benturan Dua Era

    Kepalan tangan Darius meluncur deras, membelah udara di atas kepala Jaka.Jaka menekuk lututnya lebih rendah.Sebelum gravitasi menarik tubuh Jaka sepenuhnya, Darius menghentikan dorongan lengannya secara mendadak.Tumit kanan Darius terangkat tegak, mengayun lurus ke arah dagu lawan dari bawah.Jaka mendorong lantai beton dengan ujung kakinya, terlempar mundur setengah meter tepat waktu.Garis angin tendangan itu menyapu ujung rambutnya.'Nyaris, jika telat satu milidetik saja, wajahku akan hancur berantakan.'Darius menarik kembali kakinya, mendarat dengan tumpuan sangat kokoh. Bibir pria itu terangkat ke samping, menyeringai bengis."Hoo? Cukup bagus untuk seseorang yang tumbuh di era ini."Jaka memperbaiki posisinya, berdiri tegap menatap tajam mata lawan."Barusan kau bilang era ini, berarti kau bukan berasal dari era ini?"Darius terkekeh pelan, menyilangkan kedua tangan di depan dada."Kau boleh beranggapan begitu."Pandangan Jaka menyempit, menangkap keanehan pada musuhnya.".

  • Petani Terkuat   144 Kematian Tragis

    Jaka melesat menyusuri koridor jalanan timur dengan kecepatan tinggi. Matanya menyapu setiap sudut lorong, membaca fluktuasi energi spiritual di sekitarnya dengan ketelitian maksimal. Langkah kakinya menapak lincah di atas permukaan dinding jalanan.Setiap lorong sempit dan celah bangunan diperiksanya tanpa menyisakan area buta. Namun, lingkungan sekitar sepenuhnya steril dari jejak keberadaan pelaku pelecehan."Firasatku buruk tentang ini," gumam Jaka sambil menatap jauh ke cakrawala barat. Jaka memalingkan wajahnya perlahan ke arah barat, merasakan gejolak aneh di udara.Langkah kakinya mendadak terhenti, mengikis permukaan aspal hingga memercikkan bunga api kecil. Tekanan udara dari arah barat mendadak memberat, mengirimkan sinyal bahaya yang menusuk intuisinya.Tanpa banyak bicara, Jaka mengubah arah dan bergerak secepat yang ia bisa lakukan.Tubuhnya melontar ke udara seperti proyektil, meninggalkan gelombang kejut transparan di tempat ia berpijak sebelumnya. Angin menampar wajah

  • Petani Terkuat   143 Aliansi Mendadak

    Pinggang gadis itu membungkuk sembilan puluh derajat tepat di hadapan Jaka. Sudut pandang Jaka tertuju pada lipatan kain seragamnya yang tertahan kencang."Maafkan aku, aku kira kamu adalah pelaku pelecehan yang sedang kami cari.""Tidak masalah, kamu bisa menegakkan tubuhmu," sahut Jaka tenang.Shizu mengangguk perlahan. Tubuhnya menegak kembali dalam satu gerakan mulus.Dampak visual saat payudaranya menonjol begitu dahsyat sehingga sulit untuk tidak memperhatikannya. Gravitasi seolah bekerja dua kali lipat pada bagian depan pakaian gadis itu.'G-cup? Tidak, ukurannya sedikit lebih kecil dari milik Andini, jadi paling banyak adalah F-cup,' batin Jaka.Mata Jaka terkunci beberapa detik pada bentuk tubuh yang proporsional itu. Otaknya bekerja cepat membuat estimasi numerik tanpa sadar."Hmm? Ada apa? Kamu terlihat kebingungan," tanya Shizu ragu.Kepalanya miring ke kanan. Sepasang mata gelapnya berkedip polos tanpa prasangka.Tampaknya Shizu tidak menyadari bahwa Jaka sedang mengagumi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status