Startseite / Urban / Pewaris Naga Majapahit / Bab 104. KEMBALI KE RUMAH

Teilen

Bab 104. KEMBALI KE RUMAH

last update Veröffentlichungsdatum: 18.03.2025 13:14:43

Bab 104. KEMBALI KE RUMAH

Sambil mengemudi pikiran Jaka kembali ke tempat aneh yang bernama desa Suramadu dan bertemu dengan mbah Marijan. Jaka sangat tahu kalau tempat yang baru saja dia datangi bukanlah mimpi, tapi sebuah tempat yang merupakan desa wisata, itu yang ada dalam pikiran Jaka.

Jaka tidak menyadari kalau dia sudah berada di dimensi lelembut itu selama tujuh hari lamanya, Jaka menganggap baru sebentar saja, padahal tujuh hari di dimensi lelembut sama dengan tujuh bulan d
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Has Tiar
ayolah min tokoh utamanya jangan terlalu di buat goblok amat
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 397. KEBERSAMAAN YANG MEMBAHAGIAKAN

    Bab 397. KEBERSAMAAN YANG MEMBAHAGIAKAN Pemandangan ini tentu saja cukup aneh dimata tamu undangan yang belum tahu siapa sebenarnya wanita lain yang duduk disamping Rustam Buwono. Yups betul, saat ini Suminten yang didandani oleh make up artis ternama, membuat penampilannya yang awalnya kusam dan penuh dengan kerutan, telah berubah seperti seorang nyonya besar yang mempunyai wajah yang sangat cantik meskipun usianya sudah tidak muda lagi. “Bro, kamu tahu siapa wanita yang duduk di samping pak Rustam Buwono?” “Bukankah itu istrinya, nyonya Melati Sugiri.” “Bukan yang itu, maksudku wanita yang satunya.” “Eh iya, siapa ya? Kenapa ada tiga orang yang duduk di bagian orang tua mempelai pria?” “Apa kamu tidak tahu, kalau anaknya pak Rustam itu baru saja ditemukan belum lama ini? Mungkinkah wanita itu adalah orang tua yang sudah merawat anaknya?” “Mungkin juga, tapi sepertinya pikiranmu itu betul. Karena tidak mungkin kalau bukan orang tua atau mempunyai hubungan dekat bisa du

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 396. WAKTU RESEPSI

    Bab 396. WAKTU RESEPSI Kata tetangga Suminten dengan perasaan bingung, tentu saja sebagai warga desa mereka akan malu jika datang ke resepsi pernikahan tanpa meninggalkan amplop kondangan. Warga yang lainnya pun menjadi bingung saat mendengar perkataan Suminten, hingga akhirnya terdengar seseorang berbicara. “Teman-teman, bagaimana kalau kita kondangannya diserahkan pada mbok Suminten saja?” “Betul, kenapa kita kepikiran begitu? Mbok Suminten kan sama saja orang tua Jaka kelud. Kalau begitu mari kita serahkan amplop kondangannya kepada mbok Suminten, biar dia nanti yang akan memberikannya kepada Jaka Kelud.” “Setuju, setuju, setuju….”Semua orang yang ada dalam Bus Pariwisata langsung berteriak penuh semangat, ketika telah menemukan solusi untuk menyerahkan amplop kondangan. Kemudian salah satu warga segera berdiri dan mengkoordinir untuk mengambil amplop kondangan dari semua warga yang ada di dalam Bus Pariwisata, setelah semua amplop terkumpul

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 395. ISI AMPLOP KONDANGAN

    Bab 395. ISI AMPLOP KONDANGAN “Kamu punya uang sebanyak itu untuk membeli mobil? Kenapa kamu tidak minta uang kepada kami? Membeli mobil dan kebutuhanmu sehari-hari itu adalah tanggung jawab kami sebagai orang tuamu,” kata Rustam Buwono mencoba memberi tahu Jaka Kelud kalau mereka ada untuk membantu kehidupannya. “Saya belum perlu membutuhkan bantuan ayah dan ibu, kalau cuma uang beberapa miliar, saya masih bisa mengeluarkannya. Ayah jangan khawatirkan Jaka, nanti kalau Jaka butuh bantuan ayah, Jaka pasti akan minta bantuan kepada ayah,” kata Jaka Kelud sambil tersenyum ke arah Rustam Buwono ayah kandungnya. “Baiklah, ayah tidak ingin memaksamu untuk minta bantuan kepada kami. Tapi kami akan selalu ada saat kamu membutuhkan.” “Jaka, sepertinya masalah itu yang membuat orang tua Intan ingin menyegerakan pernikahan kalian. Orang tua mana yang tidak khawatir jika calon menantunya yang begitu baik sampai di curi wanita lain?” sambung Melati Sugiri yang segera masuk

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 394. KABAR YANG MEMBUAT KAGET

    Bab 394. KABAR YANG MEMBUAT KAGET Intan dan Jaka tampak tertegun ketika Camelia berkata kalau ibunya Jaka Kelud yang ada di kampung sudah mengetahui rencana ini. “Maaf Tante, apa yang Tante katakan barusan?” kata Jaka Kelud sambil menatap calon ibu mertuanya. Camelia tersenyum penuh arti begitu mendengar pertanyaan Jaka Kelud, dia segera berkata, “Tadi siang, kami datang ke keluarga Buwono untuk membahas pernikahan kalian. Dan ibumu Melati sudah menghubungi ibumu yang ada di kampung dan menceritakan rencana pernikahan kalian yang dipercepat. Ibumu yang di kampung juga menyetujui pernikahan kalian yang dipercepat ini. Dan hasil dari pembicaraan ini, kita sepakat kalian menikah di bulan ini, lebih tepatnya dua Minggu lagi.” “Apa? Dua Minggu lagi kita menikah?” Kata Intan sambil menatap Camelia dan Jaka Kelud bergantian. Ekspresi wajah Jaka Kelud juga menampilkan wajah bingung dan tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. “Menikah? Bagaimana

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 393. KETERKEJUTAN JAKA DAN INTAN

    Bab 393. KETERKEJUTAN JAKA DAN INTAN Kemudian tanpa merasa bersalah sedikitpun, kyai Loreng langsung pergi lagi untuk menemui Jaka Kelud. Dikarenakan kyai Loreng sosoknya menghilang, sehingga jika ada orang yang melihat kejadian ini, mereka tidak bisa melihatnya. Tubuh kedua perampok yang sudah tanpa kepala, tiba-tiba saja bergerak mengikuti gerakan sepeda motornya yang dalam kondisi ditarik gasnya. Brumm….! Sepeda motor itu langsung melesat masuk ke sawah, begitu kyai Loreng melepaskan kekuatan yang digunakan untuk menghentikan laju sepeda motor itu. Sementara itu Jaka Kelud sedang duduk dibawah rindangnya pohon yang ada di pinggir jalan, menunggu kemunculan kyai Loreng. “Tuan…” Tiba-tiba dari kehampaan muncul sosok pria tua dengan pakaian tradisional bestak berwarna putih menyapa Jaka Kelud. “Apa tasnya Intan sudah ditemukan?” *Sudah tuan, ini tas serta ponsel non Intan,” kata kyai Loreng sambil menyerahkan tas dan ponsel milik Intan. Senyum Jaka Kelud seketika

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 392. BANTUAN KYAI LORENG

    Bab 392. BANTUAN KYAI LORENG “Tuan, apakah tuan membutuhkan bantuanku?” Jaka Kelud yang sedang kebingungan seketika di kejutkan oleh sebuah suara yang terdengar serak dan sangat dalam dari sampingnya. Tentu saja dia terkejut, karena dia saat ini sedang berlari menggunakan Ajian Sapu Angin, akan tetapi suara itu bisa terdengar begitu dekat di telinganya. “Siapa kamu?” kata Jaka Kelud dengan nada kesal, karena dia tidak melihat sosok orang yang berbicara dengannya. “Tuan, saya Loreng,” kata suara tanpa rupa itu memberitahukan siapa dirinya. “Loreng? Oh iya betul, kebetulan kamu muncul. Tolong kamu cari orang yang mengambil tas dan ponsel milik Intan.” “Baik tuan, sebaiknya tuan istirahat dulu, biar saya yang akan mencarinya.” Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Jaka Kelud, Loreng yang berada di dimensi Siluman langsung berkelebat pergi meninggalkan Jaka Kelud. Meskipun dia tidak tahu kemana perginya kedua perampok itu, akan tetapi tadi

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 372. JERITAN MELATI SUGIRI

    Bab 372. JERITAN MELATI SUGIRI Dia segera melepaskan seat belt yang mengikat pinggangnya, kemudian memeluk tubuh Intan yang sedang ketakutan. Tubuh Jaka Kelud dijadikan tameng bagi tubuh Intan Warsito dan percikan kaca yang pecah dan bodi mobil yang ringsek saat terhantam truk kontainer

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 371. DIHANTAM TRUK KONTAINER

    Bab 371. DIHANTAM TRUK KONTAINER “Sepertinya ibu tidak ikut kembali ke Jakarta, kalau ibu ikut kembali ke Jakarta tentu rumah kamu ini akan kosong?” kata Suminten sambil tersenyum menatap Jaka Kelud. Alasan yang dikatakan Suminten memang masuk akal, akan tetapi tentu saja Jaka Kelud ingi

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 366. MUNCULNYA CAHAYA PUTIH

    Bab 366. MUNCULNYA CAHAYA PUTIH Di dalam lift, dia melihat ada seorang pria asing berusia sekitar empat puluh tahunan dan seorang wanita cantik tampak tersenyum ke arahnya. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Jaka Kelud ikut tersenyum menyambut senyuman mereka. Dalam hatinya, Jaka

  • Pewaris Naga Majapahit   Bab 365. KETAKUTAN SATPAM BEJO

    Bab 365. KETAKUTAN SATPAM BEJO Jaka Kelud tampak kesal menghadapi satpam di depannya, dia tidak mungkin marah dan memaksa masuk, karena dia tahu kalau satpam ini hanya menjalankan tugas saja. Kemudian Jaka Kelud mengambil ponselnya dan menelepon sekretaris Melisa, daripada terus ribut d

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status