Share

Rere

Sesampai di warung aku langsung mengambil ahli menjadi kasir, karena itu adalah bagian yang paling santai. Tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga.

Berhubung warung sedang sepi, tidak lupa aku mengambil sepiring nasi karena cacing di perut ku sudah demo sedari tadi.

“Laper,Ci?” Tanya Emak yang mungkin heran melihat porsi ku yang beda dari biasanya.

"Hehe. Iya, Mak. Labor Uci,Mak," jawab ku cengengesan.

"Apa labor?"

"Lapar borat, haha."

"Dasar !" Seru Emak seraya mengeplak kepala ku dengan kertas nasi yang sedang Emak pegang.

"Aish, si Emak. Berdosa tau keplak kepala," ujar ku memanyunkan bibir.

"Gak berlaku itu sama Emak," jawab Emak santai.

Emak mengambil nasi dan ikut makan di sampingku. Mungkin Emak selera melihat aku makan yang kelewat lahap.

"Bu, nasi satu,ya" tiba-tiba datang pembeli. 

"Biar Suci aja,Mak," ucapku saat Emak hendak bangkit.

Tak tega rasanya melihat Emak yang sedan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status