Share

Ditembak

"A-aku... Kita harus pergi dari sini!" ucapku seraya menarik tangan Rahmat saat melihat dua sosok yang menakutkan.

Bisa kena ceramah tujuh hari tujuh malam aku kalau ketahuan duduk berduaan sama lelaki.

"Kenapa?" tanya Rahmat dengan nafas yang ngos-ngosan.

"Ada Emak dan Ayah ku," jawabku juga dengan nafas yang tersendat.

"Kan gak papa, jadinya aku bisa kenalan!" jawab Rahmat enteng.

"Duh,Rahmat... Kita ini masih SMP tahu, masih jauh untuk tahap perkenalan dengan orang tua!" 

Kami bersembunyi di balik wahana 'Tong Setan'. Dulu aku mengira isi tong sebesar ini setan beneran, rupanya tong setan ini seperti pertunjukan aksi motor. Begitulah kira-kira.

"Mau sampai kapan kita di sini?" tanya Rahmat. Sepertinya ia sudah lelah kaerna di serbu dengan nyamuk. Kulihat beberapa kami Rahmat memukul dan menggaruk bagian tubuhnya.

"Kita pulang saja,ya!" ajak ku.

"Tapi?" Cegah Rahmat.

Aku tau, Rahmat belum siap mengungkapkan

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status