Início / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 133 Dalam Dekapan Zacky

Compartilhar

Bab 133 Dalam Dekapan Zacky

Autor: Cynta
last update Data de publicação: 2026-08-22 15:00:31

Thalia memaksa dirinya bangkit, membasuh wajahnya di kamar mandi sebelum akhirnya kembali duduk di kursi kerjanya untuk melanjutkan memeriksa laporan, mencoba mengabaikan rasa sakit yang membakar jiwanya.

​Bip... Cklek!

​Pintu sensor otomatis ruangan CEO mendadak terbuka lebar.

​Langkah kaki tegap yang sangat cepat dan terburu-buru bergema di atas lantai marmer.

Sosok tegap Zacky melangkah masuk dengan jas yang sudah dilepas, lengan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 406 Negosiasi di Atas Ranjang

    ​"Zacky! Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" pekik Thalia terkejut, refleks mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh suaminya demi menjaga keseimbangan. ​"Ma, nikmati tehmu. Aku dan istriku ada 'negosiasi' penting yang harus diselesaikan di dalam kamar," pangkas Zacky tanpa menoleh pada ibunya, melangkah lebar dan tegap menuju kamar utama. ​Tamara hanya terkekeh pelan sambil menyesap tehnya, sama sekali tidak berniat menghentikan kelakuan putranya. "Hati-hati dengan cucu Mama, Zacky!" serunya dari ruang tamu. ​Begitu pintu kamar utama tertutup dan terkunci rapat melalui sensor otomatis, Zacky berjalan mendekati ranjang raksasa di tengah ruangan. Pria itu menurunkan tubuh Thalia dengan sangat perlahan dan hati-hati, memastikan punggung istrinya bersandar nyaman di atas tumpukan bantal sutra. ​Zacky tidak langsung menyingkir. Pria dominan itu justru menindih separuh tubuh Thalia dengan membagi berat badannya pada kedua siku kekarnya. Wajahnya menunduk hingga hidung merek

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 405 Dalam Pengawasan

    ​Thalia menahan senyum, kepalanya langsung menoleh ke arah Zacky yang tampak memejamkan matanya sejenak. Pria itu menghela napas dengan sangat kasar hingga dadanya yang bidang naik turun. Rahangnya berkeletuk kaku mendengar alasan yang terdengar konyol namun mematikan itu. ​"Alasan macam apa itu, Ma? Mengawasi hormonku?" desis Zacky dengan nada dingin andalannya. "Aku hanya sedang memastikan istri dan anakku aman dari dunia luar. Tidak ada yang salah dengan insting melindungiku." ​"Melindungi dan memenjara itu beda tipis, Zacky Farelio," tegur Tamara santai, lalu duduk di atas sofa tunggal. "Mama tidak akan membiarkan cucu Mama lahir dari ibu yang stres karena dilarang menghirup udara luar dengan bebas." ​Zacky menggeram pelan. Ia tahu betul, berdebat dengan Nyonya Tamara Alvarez adalah hal yang paling sia-sia di muka bumi ini. Sisi keras kepala ibunya tidak akan pernah bisa ditundukkan. ​Pria itu memutar bola matanya sedikit, menyerah pada situasi. "Terserah Mama. Kalau

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 404 Rasa Penasaran

    Thalia melangkah maju mendekati Zacky tanpa ragu sedikitpun. "Sejak semalam, sejak ketukan Pak Ivan di pintu, kamu berubah, Zacky. Kamu tidak sedang mengkhawatirkan kesehatanku. Kamu sedang mewaspadai sebuah ancaman." ​Ivan yang menyadari perdebatan itu segera menunduk hormat dan mundur, meninggalkan pasangan itu di ruang tamu utama. ​Zacky menatap Thalia dengan napas yang menderu kasar. Ia membenci kenyataan bahwa istrinya kini terlalu pintar dan berani untuk dibodohi dengan alasan kesehatan. ​"Aku bilang duduk, Thalia," desis Zacky melangkah maju, memangkas jarak mereka. ​"Aku bukan lagi wanita penakut yang bisa kamu kurung di dalam sangkar emas tanpa penjelasan, Zacky," bantah Thalia tegas, Ia mendongak membalas tatapan tajam pria itu. "Aku istrimu. Aku ibu dari anakmu. Kalau ada sesuatu di luar sana yang mengancam kita, aku berhak tahu." ​Melihat keberanian yang berkobar di manik mata Thalia, dada Zacky bergemuruh liar. Rasa bangga, cinta, dan gairah seketika bercampur

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 403 Rencana Mendadak

    ​"Zacky, kenapa kita harus berkemas secepat ini? Langit bahkan belum sepenuhnya terang," pangkas Thalia. Tangannya menahan lengan kokoh suaminya yang sedang mengancingkan kemeja hitam dengan gerakan kaku dan terburu-buru. ​Thalia duduk di tepi ranjang dengan kening berkerut dalam. Baru beberapa jam yang lalu mereka tertidur dalam kehangatan, dan kini suasana kamar utama resort di Danau Comoro itu dipenuhi ketegangan yang sangat pekat. Beberapa pengawal wanita dengan cekatan membereskan seluruh barang bawaan Thalia, sementara Ivan berdiri bersiaga di ambang pintu dengan wajah sepucat kertas. ​"Udara danau di pagi hari terlalu dingin, Thalia. Kelembabannya tidak baik untuk trimester pertama mu," balas Zacky datar. Pria itu tidak menatap mata istrinya, tangannya justru sibuk meraih mantel tebal berbahan wol dan langsung menyampirkannya ke bahu Thalia. ​"Tapi Mama baru saja tiba semalam. Kita bahkan belum sarapan bersamanya, Zacky. Lagipula, suhu pemanas di kamar ini sangat

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 402 Sentuhan di Atas Godaan

    Suara serak dan napas Thalia berhembus hangat menerpa bibir suaminya. "Hukum aku sesukamu. Aku ini milikmu." ​Urat-urat di rahang Zacky menonjol keras menahan ledakan hasrat. Pria itu menggeram rendah seperti predator yang kelaparan, lalu menyambar bibir merah Thalia dengan ciuman yang sangat dalam, posesif, dan memabukkan. ​Lumatan Zacky terasa begitu menuntut, namun sangat berhati-hati. Lidah hangatnya mengabsen setiap sudut rongga mulut Thalia, menyerap seluruh rasa manis dan tantangan istri. Thalia membalas ciuman itu dengan gairah yang sama, dadanya naik turun cepat saat tangan kekar Zacky mulai bergerilya. ​Zacky mengusap punggung mulus Thalia, turun perlahan menyusuri garis pinggang rampingnya, lalu memberikan remasan lembut yang sangat sensual di sana. Sentuhannya penuh dengan persetujuan tak kasat mata, menghargai setiap respons tubuh istrinya. ​"Mmph... Zacky..." desah Thalia panjang, tubuhnya melengkung ke atas mencari kehangatan yang lebih saat bibir pria itu turun m

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 401 Sisi Protektif

    Thalia menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari suaminya, ​Zacky melangkah maju, memotong jarak antara istrinya dan para dokter yang mengelilinginya. Kilat mata tajam Zacky menatap satu per satu dokter itu dengan aura mengerikan yang terpancar jelas. ​"Tidak ada satupun jarum atau alat medis dingin yang boleh menyentuh kulit istriku tanpa izinku. Dokter Stefano sudah memeriksanya tadi malam dan istriku butuh ketenangan, bukan atraksi medis seperti ini," geram Zacky. ​"Zacky Farelio, jangan keras kepala! Ini untuk kebaikan—" “Cukup Ma, jangan berlebihan seperti ini!” pangkas Zacky menyela kata-kata Tamara. ​"Tidak apa-apa, Zacky," ucap Thalia, nada sangat menenangkan. ​Wanita itu melangkah ke samping, menyusupkan jari mungilnya ke sela-sela jari besar suaminya, lalu menggenggam erat. Thalia mendongak, menatap Zacky dengan senyuman percaya diri yang membuat semua orang di ruangan itu menahan napas kagum melihat bagaimana dia mampu meluluhkan hati suaminya. ​"Biarkan m

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status