Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 409 Hancurkan Tanpa Sisa

Share

Bab 409 Hancurkan Tanpa Sisa

Author: Cynta
last update publish date: 2026-10-25 14:00:51

​"Hancurkan mereka tanpa sisa, Zacky. Jangan biarkan satupun pengkhianat itu berani menatap wajahmu lagi setelah apa yang mereka lakukan pada Alvarez Group," ucap Thalia tegas.

​Wanita itu melangkah mendekati suaminya yang sudah rapi dengan setelan jas hitam formal.

Jari tangan Thalia terulur merapikan dasi Zacky, matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam pria itu dengan penuh keberanian.

​Mendengar dukungan dari bibir istrinya, rahang Zack
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 409 Hancurkan Tanpa Sisa

    ​"Hancurkan mereka tanpa sisa, Zacky. Jangan biarkan satupun pengkhianat itu berani menatap wajahmu lagi setelah apa yang mereka lakukan pada Alvarez Group," ucap Thalia tegas. ​Wanita itu melangkah mendekati suaminya yang sudah rapi dengan setelan jas hitam formal. Jari tangan Thalia terulur merapikan dasi Zacky, matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam pria itu dengan penuh keberanian. ​Mendengar dukungan dari bibir istrinya, rahang Zacky yang sejak tadi mengeras kaku perlahan mengendur. Sisi dominan dan mematikan yang siap meledak di ruang rapat itu seketika tergantikan kilat gairah dan rasa bangga yang luar biasa saat menatap wajah Thalia. ​"Tentu saja, Sayang," desis Zacky dengan suara bariton yang berat dan serak. ​Tangan kekar pria itu merengkuh pinggang ramping Thalia, menarik tubuh istrinya hingga menempel rapat pada dada bidangnya. "Aku akan memenggal kepala

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 408 Hadiah Tengah Malam

    ​"Ini bukan imbas inflasi atau blokade. Ini manipulasi lapis ganda yang sangat rapi. Lihat rincian vendor kapal yang mereka gunakan." Thalia kembali menunjuk sebuah nama perusahaan di layar. "Vendor logistik ini baru saja diakuisisi sebulan yang lalu oleh sebuah perusahaan cangkang di negara bebas pajak," jelas Thalia. ​Rahang Zacky mulai mengeras. Matanya mengikuti arah telunjuk istrinya. ​"Mereka memanipulasi biaya logistik dengan memalsukan invoice," lanjut Thalia dengan napas sedikit memburu karena antusias. "Uang ratusan miliar yang mereka minta besok pagi tidak akan digunakan untuk bahan bakar atau menyewa kapal. Dana itu akan langsung ditransfer ke rekening perusahaan cangkang ini, lalu dicuci kembali. Kalau kamu menyetujui pencairan dana darurat besok, Alvarez Group akan kehilangan ratusan miliar yang masuk tepat ke kantong para penyabotase," ucap Thalia tegas, penuh keyakinan. ​Zacky terdiam. Otak jeniusnya langsung menghubungkan setiap datang yang ditemukan istr

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 407 Analisis Tajam Thalia

    ​"Berikan tablet itu padaku, Pak Ivan," pinta Thalia dengan tenang, menunjukkan otoritas mutlak yang membuat Ivan seketika membeku di ambang pintu. ​Zacky langsung menoleh, rahangnya mengeras kaku. Kilat matanya yang tadi penuh amarah seketika berubah menjadi tatapan peringatan yang protektif. ​"Thalia, kembali ke ranjang. Ini masalah internal perusahaan, skala sabotase ini terlalu rumit. Aku tidak mau kamu kelelahan memikirkan angka dan membuat perut mu kembali mual," perintah Zacky dingin, melangkah maju ingin menghalangi pandangan istrinya dari tablet. ​Namun, Thalia sama sekali tidak mundur. Thalia menyingkirkan lengan Zacky dengan sentuhan lembut, lalu mendongak menatap manik mata hitam suaminya. ​"Aku istrimu, Zacky. Dan berdasarkan kesepakatan negosiasi kita sepuluh menit yang lalu di atas ranjang, aku masih asisten pribadimu yang bekerja dari penthouse ini, bukan?" ucap Thalia penuh keberanian. Senyum manis tersungging di bibirnya membuat dada Zacky bergemuruh. "Lagipul

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 406 Negosiasi di Atas Ranjang

    ​"Zacky! Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" pekik Thalia terkejut, refleks mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh suaminya demi menjaga keseimbangan. ​"Ma, nikmati tehmu. Aku dan istriku ada 'negosiasi' penting yang harus diselesaikan di dalam kamar," pangkas Zacky tanpa menoleh pada ibunya, melangkah lebar dan tegap menuju kamar utama. ​Tamara hanya terkekeh pelan sambil menyesap tehnya, sama sekali tidak berniat menghentikan kelakuan putranya. "Hati-hati dengan cucu Mama, Zacky!" serunya dari ruang tamu. ​Begitu pintu kamar utama tertutup dan terkunci rapat melalui sensor otomatis, Zacky berjalan mendekati ranjang raksasa di tengah ruangan. Pria itu menurunkan tubuh Thalia dengan sangat perlahan dan hati-hati, memastikan punggung istrinya bersandar nyaman di atas tumpukan bantal sutra. ​Zacky tidak langsung menyingkir. Pria dominan itu justru menindih separuh tubuh Thalia dengan membagi berat badannya pada kedua siku kekarnya. Wajahnya menunduk hingga hidung merek

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 405 Dalam Pengawasan

    ​Thalia menahan senyum, kepalanya langsung menoleh ke arah Zacky yang tampak memejamkan matanya sejenak. Pria itu menghela napas dengan sangat kasar hingga dadanya yang bidang naik turun. Rahangnya berkeletuk kaku mendengar alasan yang terdengar konyol namun mematikan itu. ​"Alasan macam apa itu, Ma? Mengawasi hormonku?" desis Zacky dengan nada dingin andalannya. "Aku hanya sedang memastikan istri dan anakku aman dari dunia luar. Tidak ada yang salah dengan insting melindungiku." ​"Melindungi dan memenjara itu beda tipis, Zacky Farelio," tegur Tamara santai, lalu duduk di atas sofa tunggal. "Mama tidak akan membiarkan cucu Mama lahir dari ibu yang stres karena dilarang menghirup udara luar dengan bebas." ​Zacky menggeram pelan. Ia tahu betul, berdebat dengan Nyonya Tamara Alvarez adalah hal yang paling sia-sia di muka bumi ini. Sisi keras kepala ibunya tidak akan pernah bisa ditundukkan. ​Pria itu memutar bola matanya sedikit, menyerah pada situasi. "Terserah Mama. Kalau

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 404 Rasa Penasaran

    Thalia melangkah maju mendekati Zacky tanpa ragu sedikitpun. "Sejak semalam, sejak ketukan Pak Ivan di pintu, kamu berubah, Zacky. Kamu tidak sedang mengkhawatirkan kesehatanku. Kamu sedang mewaspadai sebuah ancaman." ​Ivan yang menyadari perdebatan itu segera menunduk hormat dan mundur, meninggalkan pasangan itu di ruang tamu utama. ​Zacky menatap Thalia dengan napas yang menderu kasar. Ia membenci kenyataan bahwa istrinya kini terlalu pintar dan berani untuk dibodohi dengan alasan kesehatan. ​"Aku bilang duduk, Thalia," desis Zacky melangkah maju, memangkas jarak mereka. ​"Aku bukan lagi wanita penakut yang bisa kamu kurung di dalam sangkar emas tanpa penjelasan, Zacky," bantah Thalia tegas, Ia mendongak membalas tatapan tajam pria itu. "Aku istrimu. Aku ibu dari anakmu. Kalau ada sesuatu di luar sana yang mengancam kita, aku berhak tahu." ​Melihat keberanian yang berkobar di manik mata Thalia, dada Zacky bergemuruh liar. Rasa bangga, cinta, dan gairah seketika bercampur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status