Beranda / Mafia / Posesif Sang Ketua Mafia / Bab 16 : Rahasia Yang Terkuak

Share

Bab 16 : Rahasia Yang Terkuak

last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 19:31:25

Rafe berdiri membeku di depan dinding rahasia yang baru saja dibongkar. Foto lama di tangannya terasa berat, seolah membawa seluruh beban masa lalu yang selama ini tersembunyi. Matteo dan beberapa anak buahnya berdiri di belakang, tak berani bersuara. Debu tebal yang terbang saat dinding itu dirobohkan masih melayang di udara, berkilau samar di bawah sorotan senter yang bergoyang-goyang karena tangan yang gemetar. Ruangan kecil di bagian paling belakang pabrik tua itu berbau lembap, karat, dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 55 : Harga Sebuah Kebenaran (Epilog)

    Malam semakin larut saat Rafe dan Liora kembali ke rumah persembunyian. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, keheningan menyelimuti mereka tidak ada suara tembakan di kejauhan, tidak ada panggilan ancaman, tidak ada mobil mencurigakan yang berhenti di depan gerbang. Victor telah ditangkap. Jaringan Il Signore mulai runtuh. Namun di tengah ketenangan itu, Rafe masih membawa satu hal yang belum terselesaikan: sebuah amplop tua milik ayahnya.Ia berdiri sendirian di ruang kerja, amplop itu tergeletak di atas meja. Di bagian depannya, tertulis dengan tinta yang mulai memudar: Untuk Rafael. Dengan napas tertahan, Rafe membuka segelnya. Di dalamnya terdapat beberapa lembar surat dan sebuah foto lama. Ia mulai membaca halaman pertama.“Rafael, jika suatu hari kau membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa kukatakan kepadamu bukan karena aku tidak mempercayaimu, tetapi karena aku ingin kau memiliki kesempatan hidup tanpa membawa beban kel

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 55 : Harga Sebuah Kebenaran

    Malam semakin larut saat Rafe dan Liora kembali ke rumah persembunyian. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, keheningan terasa utuh tidak ada suara tembakan dari kejauhan, tidak ada panggilan ancaman yang memecah kesunyian, tidak ada mobil mencurigakan yang berhenti di depan gerbang. Victor telah ditangkap. Jaringan Il Signore yang dulu menguasai bayang-bayang mulai runtuh perlahan. Namun di tengah kemenangan itu, satu hal masih tertinggal, belum terselesaikan, dan hanya miliknya.Di ruang kerja yang remang, Rafe berdiri sendirian. Di atas meja kayu tua itu tergeletak sebuah amplop tua, tepiannya sudah mulai menguning. Di bagian depan, tertulis dengan tinta hitam yang mulai memudar: Untuk Rafael.Ia membuka segelnya perlahan, seakan takut merusak setiap kata yang tertulis di dalamnya. Ada beberapa lembar surat dan sebuah foto lama yang sudah mulai buram. Rafe mulai membaca baris pertama, suaranya hanya berupa bisik yang tertelan keheningan ruangan.“Rafael, jika suatu h

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 54 : Perang Berakhir

    09:47Angka merah di layar terus bergerak turun, detik demi detik menghilang tanpa ampun.Rafe menatap hitungan mundur itu tajam, lalu beralih menoleh ke arah Matteo."Berapa banyak pintu keluar?""Setidaknya tiga, Bos.""Yang mana paling dekat?""Koridor timur.""Semua orang bergerak ke sana sekarang!"Belum sempat mereka melangkah, suara tembakan kembali menggema keras di sepanjang lorong.Dor! Dor!Sisa anak buah Victor yang masih bertahan berusaha sekuat tenaga menghalangi jalan, menembaki siapa pun yang mendekat. Rafe langsung menarik Liora ke belakang tubuhnya, menjadikannya perisai tak terlihat di tengah hujan peluru."Jangan sekali-kali lepaskan tanganku," bisiknya tegas.Liora mengangguk kuat, jari-jarinya mencengkeram lengan Rafe sekuat hati. Namun sebelum mereka sempat bergerak cepat, Ravian berteriak keras dari sisi ruangan, suaranya terdengar mendesak di tengah kebisingan."Bos!"Rafe menoleh sejenak."Victor mengendalikan seluruh sistem keamanan gedung. Semua pintu otom

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 53 : Wajah Di Balik II Signore

    Malam telah turun saat Rafe dan Liora tiba di Hotel Bellagio. Dari luar, bangunan itu tampak tenang dan elegan. Lampu-lampu keemasan memantul di permukaan kaca yang menjulang tinggi, sementara beberapa kendaraan mewah berhenti beriringan di depan pintu utama. Namun Rafe paham betul ketenangan itu hanyalah topeng yang menutupi bahaya yang mengintai di setiap sudutnya. Di dalam gedung ini, Victor sedang menunggu. Dan mungkin seluruh pasukannya juga sudah bersiap menanti kedatangan mereka. Rafe turun dari mobil lebih dulu. Ia mengenakan jas hitam yang pas di tubuhnya, dengan pistol tersembunyi rapi di balik pinggang. Luka di bahunya memang belum sepenuhnya pulih, namun tidak ada sedikit pun keraguan atau ketakutan yang terbayang di wajahnya. Liora menyusul turun dari mobil. Tanpa menunggu lama, Rafe meraih tangannya dengan genggaman yang kuat namun penuh perhatian. "Jangan pernah jauh dariku," ucapnya dengan nada rendah namun tegas. "Aku tahu," jawab Liora mantap. "Kalau sesuatu ter

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 52 : Pengkhianat Di Dalam Keluarga

    Malam itu, Rafe tidak tidur. Sejak panggilan dari Victor berakhir, ia berdiri diam di depan jendela ruang kerja, tangan terlipat rapat di dada. Tatapannya kosong, menembus kegelapan yang menyelimuti luar rumah. Tiga kalimat yang baru saja didengarnya terus berputar di kepala—Hotel Bellagio. Besok malam. Datang sendiri. Jelas sebuah jebakan, namun ada hal yang jauh lebih mengganggu pikirannya: Victor tahu terlalu banyak. Ia tahu lokasi persis mereka, siapa yang berada di sisi Rafe, bahkan siapa orang yang paling berharga bagi pria itu—Liora. Artinya, ada seseorang dari dalam lingkaran terdekat yang membocorkan segala sesuatu. Pintu ruang kerja terbuka perlahan. Liora masuk membawa dua cangkir kopi yang mengepul. "Kau belum tidur," ucapnya lembut. Rafe menoleh pelan. "Kau juga." Liora menyerahkan satu cangkir kepadanya. "Aku sudah tahu sejak awal kau tidak akan bisa tidur malam ini." Rafe menerima kopi itu, namun tatapannya tetap serius. "Besok kau tetap di rumah." Liora langsun

  • Posesif Sang Ketua Mafia   Bab 51 : Orang Keempat

    Foto itu masih terpampang di layar ponsel Matteo. Empat orang berdiri dalam satu bingkai. Alberto Valentino. Luciano. Adrian Ashanti. Dan seorang pria yang wajahnya sengaja dicoret tinta hitam. Rafe menatap foto itu tanpa berkedip. "Perbesar." Matteo memperbesar gambar. Semakin jelas foto itu, semakin terasa ada sesuatu yang ganjil. Pria keempat berdiri sedikit di belakang Alberto dan Adrian. Usianya tampak lebih muda dibandingkan ketiganya. Ia mengenakan jas hitam sederhana dan sebuah cincin dengan lambang yang sama seperti liontin Liora. Rafe langsung menunjuk cincin itu. "Berhenti." Matteo memperbesar bagian tersebut. Liora mendekat. "Itu simbol yang sama." "Ya," jawab Rafe. Ia mengambil liontin dari leher Liora dan membandingkannya dengan foto. Bentuknya benar-benar identik. Clara yang duduk di kursi belakang kendaraan tiba-tiba berkata, "Kalau kalian sudah menemukan lambang itu, berarti semuanya memang sudah dimulai." Rafe menoleh. "Katakan siapa dia." Clara diam.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status