Share

Chapter. 03

Daren & Alena

*****

    Daren pria dingin dan Arogant, yang tidak pernah berurusan dengan yang namannya perempuan. Kecuali ibu dan kakak nya yang super cerewet itu. Selebihnya Daren hanya menganggap perempuan itu tidak ada.

    Di Universitas memang banyak sekali kaum hawa yang mengaguminya. Namun sekali lagi Daren tidak pernah menganggap nya.

   Namun sekarang beda lagi. Entah kenapa Daren tiba-tiba bisa terpikat dengan Alena yang notabenenya adalah mahasiswi baru.

    Tidak sampai di sana, rasanya Daren benar-benar menginginkan Ale. Jangan ditanya lagi seberapa besar gairahnya sekarang.

   Bahkan saat tadi Daren mengangkat Alena menuju ke apartemen nya. Bisa ia lihat jika dada Ale mengundangnya untuk memegang atau bahkan memakannya.

   Dengan hati-hati Daren turun dari atas ranjangnya. Lalu setelah itu ia memasuki kamar mandi yang berada di kamar tersebut.

   "Terpaksa aku main solo lagi." Runtuk Daren dalam hati

   Alena benar-benar sudah tidak sadar akibat alkohol yang ia minum tadi. Gadis itu tidur dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Rambut yang acak-acakan, lalu lipstik dan maskara yang sudah agak memudar di wajahnya. Dan itu membuat wajah Alena terlihat seperti jombi.

    Dua jam akhirnya Daren merasa lega. Sehabis dari dalam kamar mandi. Daren menggosok rambut basahnya menggunakan handuk kecil yang berada di tangannya.

   Daren berjalan menuju ke arah Alena yang tertidur. Sepertinya gadis itu tidak menyadari apa yang Daren lakukan kepadanya.

   Jam tiga dini hari, Dengan perlahan Daren menaiki kasur yang berukuran king size tersebut dengan perlahan. Dia tidak ingin membuat Ale terbangun atas apa yang akan ia lakukan nanti.

    Daren duduk di sebelah kanan Ale. Dengan perlahan Daren menurunkan kepalanya untuk dapat menjangkau bibir Ale.

   Cup!

    Daren menempelkan bibir mereka dengan perlahan. Hanya menempel tanpa adanya lumatan yang kasar dari pria yang saat ini berumur 20 tahun.

   Tidak puas hanya dengan mengecup. Daren kembali menggerakkan bibirnya dengan perlahan. Gadis yang berada di bawahnya tidak bergerak sama sekali.

  Dengan perlahan juga, kedua tangan Daren memegang sisi kepala Ale. Sedangkan siku nya untuk menahan bobot badanya, agar tidak menindih Ale.

   Daren memasukkan lidahnya ke dalam mulut Ale dan mengabsen apa yang ada di dalam mulut gadis tersebut. 

   Tidak sampai berhenti di sana. Daren kembali menjelajahi tubuh gadis tersebut. Biarlah orang-orang berkata jika sekarang ia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Toh itu memang benar adanya.

   Panyudara yang begitu pas di tangannya, membuat Daren sangat puas. Gadis ini diciptakan untuknya, karena apa yang gadis ini miliki sangat sesuai dengan apa yang Daren sukai.

   Masih mencium sambil meremas panyudara Ale, Daren tidak lupa mengabadikan Fotonya bersama Ale saat gadis itu tertidur. Banyak Foto yang Daren ambil, salah satu nya adalah ketika Daren mencium tepat di bibir Ale.

   Langsung saja Foto tersebut Daren Upload ke dalam akun media sosialnya. Dengan men-tag Ale, tidak lupa Caption yang membuat siapa saja tidak berani merebut Ale dari dalam pelukan Daren.

    Daren kembali memasang baju tidur milik Ale, ia tidak ingin sampai kelepasan. Belum saat nya ia memiliki Ale, ini masih permulaan untuknya.

   Daren menjatuhkan Dirinya di samping Ale, sungguh ia sangat mengantuk. Sebelum menutup matanya Daren menyempatkan diri mencium kening Ale dengan mesra.

  "Good night, Sweety." Bisik Daren di depan wajah Ale.

  Lalu setelah itu Daren kembali tidur untuk menyusul Ale ke dalam alam mimpi. Sedangkan Ale dengan tidak sadar memeluk Daren dari samping dan Daren tersenyum merasakannya.

   Daren membalas pelukan Ale dengan possessiv.

......

  Ale bangun dari tidurnya saat mata hari pagi menyinari kelopak matanya dan hal itu membuat dia menyerit karena terganggu.

"Engghhh." Lenguhnya lalu tidak beberapa dia mendengar seseorang berbicara terlebih itu ada suara seorang pria.

"Kau sudah bangun?" Tanya Daren sambil berjalan membawa sebuah napan yang berisi sarapan pagi lengkap dengan lauk pauknya.

"Kenapa aku bisa ada disini? Kau menculik ku ya?!" Tuduh Alena dan hal itu membuat seorang Daren terkekeh. "Sejak kapan aku menculik mu, kau lupa apa yang terjadi tadi malam?" Tanya Daren setelah meredakan kekehannya sangat lucu pikirnya.

Sedangkan Alena sibuk mengingat apa yang terjadi kepada dirinya tadi malam. Alena mengedarkan pandangannya dan tersadar bahwa dia bukan sedang berada di kamar miliknya.

Kamar ini bernuansa abu-abu dan putih dan bisa dia tebak jika ini pasti kamar laki-laki. Apa ini kamar Daren? Jika iya matilah Alena.

"Apa yang kau pikirkan, minum lah itu akan mengurangi sedikit rasa pusing di kepala mu." Daren memberikan segelas air untuk Ale dan dengan cepat gadis itu meminumnya. selesai meminum air itu Ale langsung memberikan gelasnya kepada Daren.

Namun dengan sengaja Daren menarik Ale sehingga gadis maju dan bibir keduanya bersentuhan. Dengan pelan Daren mencium Ale merasa tidak ada balasan dari Ale membuat Daren dengan sengaja menggigit binir bawah gadis itu dan membuatnya memekik pelan.

tanpa membuang waktu Daren langsung memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Ale, sedangkan Ale yang tidak terbiasa langsung terkejut saat ada benda yang memporak-porandakan mulutnya hingga beberapa menit kemudian Daren langsung melepaskan ciuman mereka dia membersihkan sisa saliva yang berada di ujung bibir milik Ale. sial dia hampir saja lepas kontrol sejak kapan dia seperti ini, bahkan bersama jalang nya dulu Daren tidak pernah seagresiv ini.

"Aku akan mengantar mu pulang." Lalu Daren keluar dari dalam kamarnya untuk menuju dapur. Dia harus menjernihkan pikiran kotor yang sedang bersarang di kepala nya.

Sedangkan Ale masih terkejut, kenapa tadi dirinya hanya diam saja saat pria itu mencium bibirnya. Huh apa kata Sarah nanti jika tau bahwa dirinya tidur di apartemen milik Daren. Tapi ini juga salah Sarah kenapa gadis itu meninggalkan dirinya dan malah pergi bersama teman Daren.

Ale dengan cepat bangun dan berlari menuju kamar mandi, dirinya tidak ingin berlama-lama di sini dan hanya ditemani opeh Daren sungguh pria itu sangat mesum. Bahkan mereka tidak saling kenal kecuali mereka itu adalah adik dan kakak tingkat di kampus.

"Okey, Ale lo harus tenang dan anggap saja yang barusan tidak pernah terjadi." Ucapnya pada diri sendiri sambil menarik napasnya agar kegugupan yang baru saja timbul mereda sedikit.

Ale berjalan keluar dari kamar, dia menatap sekeliling apartemen mewah milik Daren. Saat menuruni tangga Ale melihat pria itu, maksudnya Daren dia tengah duduk di meja makan sambil memakan roti selai milik nya.

"Kemarilah, dan makan aku akan mengantar mu setelah itu." Ale tidak menjawab dia hanya berjalan dan langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Daren.

"Gak usah gue naik taksi aja, sekalian gue mau mampir ke minimarket." Tolak Ale dengan halus, dirinya tidak mau lagi berhadapan dengan Daren apalagi jika dia mengingat perlakuan pria itu terhadap dirinya tadi.

"Gak usah nolak, dan ubah bahasa kamu, jangan pake "lo,gue tapi pake "aku, kamu aja." Daren meminum susu putih miliknya hingga tandas.

"Tapi---."

"Tidak ada penolakan, kita berangkat sekarang." Daren langsung menyambar kunci mobil milik nya yang berada di meja makan, Ale hanya bisa menggigit bibir bawahnya saja mendengar perkataan Daren.

......

Sekian

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status