共有

Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia
Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia
作者: AgamYupi02

Kembali

作者: AgamYupi02
last update 最終更新日: 2025-12-16 11:49:01

Dunia alternatif, Negara Naga.

Sebagai salah satu negara adidaya, Negara Naga memiliki kecanggihan teknologi paling maju jika dibandingkan dengan negara lain di dunia.

Salah satu bukti kemajuan teknologi Negara Naga adalah keberadaan kereta cepat yang mampu melaju hingga kecepatan seribu mil per jam.

Kereta cepat ini merupakan alat transportasi utama di Negara Naga. Alasan utama penduduk memilih moda transportasi ini adalah karena jangkauannya yang telah mencakup seluruh provinsi di negara tersebut.

Dengan kata lain, seseorang dapat mengelilingi Negara Naga hanya dengan menaiki kereta cepat ini.

Di dalam salah satu gerbong kereta cepat berkode L556, terdapat seorang pemuda yang duduk di pojok dengan ekspresi datar sambil menatap ke luar melalui jendela.

Kursi yang ia duduki merupakan kursi kelas ekonomi, sehingga pemuda itu harus berbagi tempat duduk dengan penumpang lain.

Total terdapat empat orang yang duduk dalam dua baris kursi. Pemuda itu berada di barisan belakang dan duduk di dekat jendela.

Karena keempat orang tersebut tidak saling mengenal, tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka hingga saat ini.

“Anu… apa kamu juga mau pergi ke Kota Bunga?” tanya seorang perempuan muda yang duduk di samping pemuda itu, memberanikan diri untuk memulai obrolan.

Pemuda itu terkejut sesaat sebelum akhirnya mengangguk dengan ekspresi tetap datar.

“…”

Perempuan muda yang mendapatkan jawaban seperti itu langsung membeku.

Apakah penampilanku tidak cukup menarik baginya? pikir perempuan itu dalam hati.

Pemuda yang duduk di dekat jendela menyadari pikiran perempuan muda tersebut dan berkata pelan,

“Kamu cantik, jadi jangan berpikir yang aneh-aneh. Memang karakternya aku tidak suka banyak bicara.”

“…”

Perempuan muda itu tertegun. Pipinya mendadak memerah, membuatnya terlihat semakin menarik.

“…”

Pemuda itu tidak berkata apa-apa lagi setelahnya.

Suasana hening mulai terasa sedikit canggung bagi perempuan muda itu.

“Anu… siapa namamu?” tanyanya lagi dengan ekspresi penasaran.

“Brian Won,” jawabnya dengan nada datar.

“Aku Liu Wen. Bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?” tanya Liu Wen dengan nada ragu.

Brian Won sedikit terkejut sebelum menatap Liu Wen dengan ekspresi aneh.

“Apa maumu?”

“Aku… aku terlalu lelah karena telah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Aku ingin tidur sebentar di sini, tapi aku takut kalau ada orang jahat yang muncul. Jadi…” Liu Wen menjelaskan dengan cepat.

Brian Won semakin terkejut dan berkata pelan,

“Kamu takut orang jahat mengganggumu saat tidur, tapi kenapa kamu berani meminta bantuan dariku yang merupakan orang asing?”

“…”

Liu Wen terdiam.

Ia menunduk sejenak sebelum menjawab lirih,

“Kamu orang baik, jadi aku tidak ragu untuk mempercayaimu.”

“…”

Brian Won langsung membeku.

Orang baik? Baru kali ini ada orang yang memanggilku seperti itu, gumam Brian Won dalam hati dengan perasaan terkejut.

Ekspresi dinginnya perlahan menghilang, digantikan senyum tipis.

“Baiklah. Karena kamu mempercayaiku, aku akan menjagamu,” kata Brian Won dengan nada serius.

“Terima kasih, Brian! Kamu penyelamatku!!” Liu Wen tersenyum bahagia setelah mendengar jawabannya.

Ia tampak sangat bersemangat selama beberapa detik sebelum akhirnya tertidur pulas beberapa menit setelah menutup mata.

Brian Won kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela, dengan senyum tipis terukir di wajah tampannya.

Ia mengangkat tangannya dan menatap telapak tangannya dengan ekspresi serius.

Tanganku sudah ternoda oleh darah ribuan orang yang berbeda. Apakah aku masih pantas dipanggil orang baik? gumamnya dalam hati.

Setelah beberapa menit berpikir, Brian Won menggelengkan kepala dan menutup matanya sejenak.

Bruk!

Kurang dari tiga detik setelah ia memejamkan mata, bahunya tiba-tiba dihantam sesuatu.

Brian Won melirik ke samping dan terkejut saat melihat Liu Wen tertidur pulas sambil bersandar di bahunya.

“…”

Gadis ini…

Brian Won terdiam.

Sepertinya dia benar-benar sangat kelelahan. Baiklah, aku akan membiarkanmu bersandar pada bahuku yang kotor ini, gumamnya dalam hati dengan ekspresi pasrah.

Saat suasana hatinya mulai membaik, tiba-tiba kakinya ditendang oleh seseorang yang duduk di seberangnya.

Ekspresi Brian Won berubah dingin. Ia menatap dua pemuda yang duduk di hadapannya, yang sedang memperlihatkan senyuman mesum ke arahnya.

“Apa maksud kalian?” tanya Brian dengan nada datar.

“He-he, saudaraku. Apa kamu tidak keberatan bertukar tempat duduk denganku? Sebentar saja kok, setelah selesai kamu bisa duduk lagi di situ,” kata pemuda yang memiliki tahi lalat di pipinya.

Rekannya yang mengenakan kacamata hitam mengangguk dengan senyuman penuh arti.

Brian Won sudah menebak tujuan mereka dan mengutuk tindakan kedua pemuda itu dalam hati.

“Kalian berdua, jangan pikir aku tidak tahu apa tujuan kalian. Aku tegas mengatakan bahwa aku tidak mau bertukar tempat duduk dengan kalian,” ujar Brian Won dengan nada dingin.

“Kamu?!”

Kedua pemuda itu tidak menyangka jawaban tersebut. Mereka menunjuk Brian dengan kesal dan mendengus dingin.

“Lihat saja! Kau akan menyesal karena menolak bertukar tempat duduk denganku!!” ancam pemuda bertahi lalat itu.

Pemuda berkacamata hitam mengangguk serius, menatap Brian seperti predator yang sedang mengincar mangsanya.

Brian Won hanya mengangkat bahu dengan santai. Baginya, ancaman mereka tidak lebih dari gonggongan anjing yang tak perlu dipedulikan.

Sejak kecil, Brian Won telah berhasil masuk sekolah tentara khusus dan lulus dengan nilai terbaik pada usia lima belas tahun.

Ia dinobatkan sebagai lulusan termuda sekaligus terbaik dalam sejarah sekolah tersebut. Meski usianya masih sangat muda, Brian Won mampu mengalahkan seorang komandan dalam hal strategi maupun kekuatan bertarung.

Berbekal pencapaian luar biasa itu, Brian Won menjadi sosok yang tak terbendung saat pertama kali turun ke medan perang.

Ia mengamuk dan berhasil membunuh puluhan musuh negara. Tidak ada yang tahu siapa yang memulai, namun sejak saat itu Brian Won mendapatkan julukan Robot Pembantai.

Julukan tersebut terus menyebar seiring dengan banyaknya pencapaian yang ia raih. Hingga empat tahun kemudian—yaitu saat ini—Brian Won harus kembali ke kota akibat sebuah insiden di medan perang.

Seorang sahabatnya di pasukan khusus gugur saat menjalankan misi bersama. Dalam kondisi sekarat, sahabat itu berwasiat agar Brian pergi ke kota dan melindungi adiknya yang kini berada dalam bahaya besar.

Menghadapi permintaan terakhir sahabatnya, Brian Won tentu tidak bisa menolak. Ia meminta izin kepada komandan tertinggi dan segera berangkat menuju Kota Bunga setelah izin itu didapatkan.

“Tidaaak!! Tolong!!”

Saat Brian Won tengah tenggelam dalam ingatan akan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku, tiba-tiba teriakan seorang gadis terdengar, membuat Brian Won dan Liu Wen sama-sama terkejut.

---

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Hacker Pupu

    Usai menyantap sup buatan Brian Won, semua orang kembali melanjutkan tidur mereka.Vivian dan Yim Shu memutuskan tidur bersama Yu Er agar dapat memberinya rasa aman dan nyaman.Sementara itu, Brian Won menerima kiriman beberapa dokumen dari orang suruhannya.Begitu membuka dokumen-dokumen tersebut, amarah dan kekesalan langsung menyelimuti dirinya. Suhu ruangan di sekitarnya pun seketika turun drastis, hampir mendekati nol derajat Celsius.“Hem? Jadi mereka akan melakukan transaksi ilegal itu nanti siang. Kalau begitu, aku akan menangkap mereka saat itu juga!” ucap Brian Won dengan nada dingin.……Sekitar pukul sembilan pagi, Brian Won terbangun akibat suara gedoran keras di pintu kamarnya.Ia terkejut, lalu segera mengecek waktu melalui ponselnya sebelum akhirnya menghela napas lega.“Masih belum waktunya, ya. Aku sempat mengira sudah kelewat,” gumamnya dengan ekspresi lega.Setelah menenangkan diri, Brian Won segera berjalan menuju pintu kamar.Saat pintu dibuka, ia melihat Yim Shu

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Bekas Luka

    "Aaahh!!"Baru beberapa saat yang lalu, Yim Shu pergi sambil membawa Yu Er.Teriakannya tiba-tiba terdengar sangat keras dan menggema hingga ke beberapa ruangan.Brian Won segera bereaksi dan menyusul Yim Shu ke kamar mandi.Yim Shu berdiri dengan ekspresi gugup, menatap serius ke arah bak mandi.Brian Won tiba dan melihat Yim Shu dengan raut wajah tak berdaya."Bukankah aku sudah bilang agar tidak terkejut?Kenapa kamu malah berteriak keras seperti itu? Vivi dan para pelayan pasti terbangun karena teriakanmu..." kata Brian Won dengan nada lelah."Kakak Brian, lihatlah! Ini benar-benar keterlaluan!!" kata Yim Shu dengan nada serius."Hah? Keterlaluan? Apa maksudmu?" Brian Won merasa aneh dan segera melangkah mendekati Yim Shu.Ia menengok ke arah bak mandi dan seketika membeku di tempat."Ini... siapa yang tega melakukan hal seperti ini pada anak sekecil Yu Er..." ucap Brian Won tanpa sadar dengan ekspresi geram.Tangannya mengepal, tubuhnya mulai gemetar karena harus menahan amarah.

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Yu Er

    Sepuluh menit berlalu.Pintu bangunan dibuka, dan polwan itu terlihat berjalan keluar dengan langkah yang sedikit tertatih-tatih.Polisi berpakaian preman terkejut dan segera menghampiri pemimpin mereka.“Nona Zhou, apa yang terjadi pada Anda? Di mana Komandan Brian?!” tanya salah satu polisi berpakaian preman dengan gugup.“....” Zhou Jia-Jia tidak langsung menjawab pertanyaan bawahannya.“Hahhh... Orang itu masih berada di dalam. Dia kelelahan karena baru saja selesai bertarung dengan semua orang.Segera hubungi markas dan minta bantuan. Ada banyak kriminal yang harus dibawa ke kantor,” jelas Zhou Jia-Jia setelah menghela napas.Polisi berpakaian preman itu segera pergi untuk melaksanakan perintah Zhou Jia-Jia.Melihat kepergian bawahannya, Zhou Jia-Jia berbalik dan menatap ke arah bangunan dengan ekspresi rumit.Setelah cukup lama menatap bangunan itu dalam keheningan, Zhou Jia-Jia menggelengkan kepala, lalu berbalik dan segera menuju mobil polisi.......Buka?!Mata Brian Won terb

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Tanpa Judul

    Di sebuah ruangan remang-remang, terdapat seorang perempuan yang mengenakan gaun biru, terikat pada kedua lengan dan kakinya.Wajah perempuan itu memerah, sementara napasnya terdengar sangat tidak teratur.“Ck… ck… ck… Tidak kusangka aku bisa mendapatkan barang sebagus ini hari ini. Baiklah, sepertinya sudah waktunya menikmati malam ini sepenuh hati,” ucap seorang pria kekar berambut pirang sambil melepaskan jas dan pakaiannya.“Bajingan, apa yang sudah kau lakukan padaku?!” perempuan itu berbicara dengan nada dingin.“He he he, tidak ada yang istimewa. Aku hanya memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu,” jawab pria kekar itu dengan nada santai.“Apa?!” Perempuan itu terkejut dan terlihat panik.Pria kekar tersebut tersenyum puas saat melihat rasa takut dan kepanikan yang tergambar jelas di mata perempuan itu.“Jangan macam-macam! Aku seorang polisi!” ucap perempuan itu dengan nada tegas.“Polisi? Huu… aku takut…” ujar pria kekar itu dengan ekspresi ketakutan yang dibuat-buat.Ia

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Misi Mendadak

    Brian Won berjalan keluar dari ruangan Wan Dahai dengan sangat santai.Saat melihat Lili Cen yang tampak putus asa, Brian Won menghela napas pelan."Apa ada masalah?" tanya Brian Won dengan nada ragu."Anu... Tuan Muda, apa yang Tuan Muda bicarakan dengan Tuan Wan? Apakah Tuan Muda membicarakan kejelekan saya di depan Tuan Wan?" Lili Cen bertanya dengan panik.Brian Won terdiam sejenak dan merasa sedikit tertarik ketika melihat ekspresi gugup Lili Cen saat bertanya."Hem? Memangnya kenapa kamu menanyakan hal ini?" tanya Brian Won dengan nada main-main."Tuan Muda, apa Tuan Muda benar-benar membicarakan keburukan saya kepada Tuan Wan?" Lili Cen kembali bertanya dengan ekspresi putus asa."Ya atau tidak, jawab dulu pertanyaanku. Kenapa kamu menanyakan hal ini?" desak Brian Won dengan nada serius."Itu... saya sebenarnya merupakan tulang punggung keluarga. Jika saya sampai dipecat, maka keluarga saya pasti akan terkena dampaknya," jelas Lili Cen dengan ekspresi sedih."...."Brian Won te

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Wan Dahai

    Setelah melalui situasi yang tidak menyenangkan di dalam lift, Brian Won akhirnya tiba di depan ruangan Wan Dahai.Tanpa menunggu arahan lebih lanjut dari Lili Cen, Brian Won segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Wan Dahai.“Ehhh, Anda tidak boleh langsung masuk!!” seru Lili Cen terkejut melihat tindakan Brian Won, lalu segera berusaha menghentikannya.Namun, semuanya sudah terlambat. Brian Won telah masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu tanpa memberi kesempatan kepada Lili Cen untuk menyusul.Bruak!Pintu tertutup dengan keras. Lili Cen langsung membeku, menatap pintu ruangan dengan raut ragu.“Apa yang harus aku lakukan? Aku bisa dipecat jika Tuan Wan Dahai marah karena tindakan tidak sopan pemuda tadi,” gumam Lili Cen panik.Meski dilanda kepanikan, Lili Cen tidak berani masuk. Ia hanya bisa menunggu di depan pintu sambil menguping pembicaraan yang terjadi di dalam ruangan......Seorang pria paruh baya berwajah ramah terlihat duduk berdampingan dengan seorang wanita b

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status