Share

Menarik Perhatian

Auteur: AgamYupi02
last update Dernière mise à jour: 2025-12-16 11:50:58

Wu Yun melakukan pekerjaannya dengan cepat dan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima menit.

Tak!

Wu Yun memberikan stempel pada surat rekomendasi Brian. Ia kemudian menyerahkan kembali surat tersebut dengan sangat sopan.

“Tuan Brian, Tuan bisa langsung mengikuti kelas hari ini,” ucap Wu Yun dengan nada sopan.

“...” Brian menerima surat rekomendasi itu dan mengangguk dengan ekspresi datar.

“Apakah urusanku di sini sudah benar-benar selesai?” tanya Brian Won dengan nada ragu.

“Benar, Tuan. Namun alangkah baiknya jika Tuan menunggu sampai Lina datang dan membawakan Tuan minuman,” jawab Wu Yun dengan nada penuh harap.

“Tidak perlu, aku tidak merasa haus,” ucap Brian Won dengan nada datar.

Ia berdiri dan berjalan ke arah pintu dengan ekspresi tenang. “Oh ya, aku harus pergi ke kelas yang mana?”

“Tuan Brian, Nona Vivian sedang berada di kelas farmasi sekarang. Tuan Brian bisa datang ke kelas farmasi yang berada di gedung sebelah,” jelas Wu Yun dengan sopan.

“Baiklah, terima kasih. Oh ya, sebaiknya kamu segera memasang pengharum ruangan di sini, soalnya bau aneh ini cukup mengganggu orang.”

Ceklek!

Brian langsung membuka pintu begitu ia selesai bicara.

Wu Yun membeku di tempat dan tidak bergerak sedikit pun sampai Lina kembali sambil membawa dua gelas minuman.

“Tuan Wu Yun, di mana pemuda tampan itu?” tanya Lina dengan ekspresi bingung.

Wu Yun tersadar dan segera menatap Lina dengan serius. “Sudah pergi. Lina, kamu harus segera membeli pengharum ruangan terbaik!”

“Eh?” Lina langsung tertegun.

Namun, Lina tidak banyak bicara dan segera mengikuti arahan Wu Yun untuk pergi membeli pengharum ruangan.

…..

Sementara itu, Brian yang baru saja keluar dari ruangan Wu Yun dikejutkan oleh banyaknya mahasiswi yang sudah berkumpul di depan pintu.

Melihat mahasiswi yang sebelumnya ia acak bicara, Brian langsung memahami apa yang telah terjadi.

“Maaf, tapi bisakah kalian memberiku jalan?” ucap Brian Won dengan suara lembut.

1000 Damage!

Wajah para mahasiswi yang berkerumun langsung memerah. Mereka menunduk dengan ekspresi malu-malu dan mengangguk lembut sebagai tanggapan.

Kemudian, mereka memberi jalan bagi Brian untuk pergi.

Beberapa mahasiswi yang cukup berani mulai berusaha mengakrabkan diri dengan Brian. Brian menanggapi mereka dengan sopan, meskipun ia tetap menjaga jarak dengan semua orang.

Kelas Farmasi.

Duduk di kursi paling depan, terlihat seorang gadis muda berambut pink yang duduk dengan ekspresi tenang.

Di samping gadis itu, terdapat seorang gadis berambut pirang yang sedang berdebat dengan seorang pemuda tampan berambut cokelat.

“Luo Nang! Bukankah kau sudah ditolak Vivian sebelumnya? Kenapa kau masih bersikeras? Cepat pergi dan jangan ganggu Vivian lagi!!” ucap gadis berambut pirang itu dengan nada kesal.

“Yim Shu, kenapa kamu yang marah? Aku hanya ingin mengobrol sebentar dengan Vivian, jadi tolong jangan ganggu urusanku,” balas pemuda bernama Luo Nang itu.

“Kamu! Vivi, usir saja orang ini sendiri. Aku sudah lelah mengurusnya,” ucap Yim Shu dengan nada lelah.

Gadis berambut pink, Vivian, melirik ke arah Luo Nang dengan tatapan dingin.

“Pergi. Jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi!” ucap Vivian dengan nada dingin.

“Vivi, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku? Bukankah hubungan kita ini spesial?” tanya Luo Nang dengan nada sedih.

“Huh! Spesial katamu? Jangan mengada-ada. Cepat pergi sebelum aku melaporkan tindakanmu ini kepada ayahku!” ancam Vivian dengan nada acuh.

“...” Luo Nang terdiam.

Ia mengangguk dengan ekspresi tak berdaya dan berjalan menjauh.

“He he, Vivi, lihat wajah Luo Nang tadi. Sepertinya dia tidak akan menyerah mengejarmu,” ucap Yim Shu dengan nada main-main.

Vivian melirik ke arah Luo Nang dan mendengus kesal.

“Huh, sepertinya begitu. Aku akan meminta ayah memberikan peringatan kepadanya nanti,” kata Vivian dengan suara rendah.

Yim Shu mengangguk sambil tersenyum. Ia menatap Vivian lebih dekat, lalu tiba-tiba menghela napas pelan.

“Vivi, apa kamu masih sedih dengan kematian Kakak Juna?” tanya Yim Shu dengan ekspresi sedih.

Vivian langsung membeku. Ia menunduk, ekspresinya berubah muram, dan air mata mulai menggenang di matanya.

“Maaf, Vivi! Aku tidak bermaksud membuatmu sedih lagi!” Yim Shu panik lalu memeluk Vivian erat.

“Tidak apa-apa, aku paham maksudmu,” balas Vivian dengan suara pelan.

Yim Shu memeluk sahabatnya itu lebih erat dan berbisik pelan di telinganya.

Setelah beberapa saat, suasana sedih pun perlahan mereda dan mood Vivian kembali seperti semula.

Yim Shu menghela napas lega, lalu tiba-tiba teringat sesuatu.

“Oh ya, Vivi, coba lihat postingan ini!” Yim Shu menyalakan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Vivian.

Awalnya Vivian tidak terlalu tertarik. Namun, begitu melihat foto mobil Lamborghini Aventador berwarna hitam, ia langsung merebut ponsel Yim Shu dan mengamati foto itu dengan saksama.

“Ini... tidak mungkin. Bagaimana bisa mobil ini muncul di universitas?” gumam Vivian dengan nada tak percaya.

Yim Shu terlihat bingung dan memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos.

“Vivi, kamu mengenal mobil ini?” tanya Yim Shu ragu.

Vivian tanpa sadar mengangguk. “Ini mobil Kakakku. Kenapa bisa ada di parkiran universitas?”

“Apa kamu yakin, Vivi? Menurut caption postingan, mobil ini milik seorang mahasiswa baru yang baru datang hari ini,” ucap Yim Shu dengan ekspresi ragu.

“Tentu saja aku yakin! Soalnya di Negara Naga hanya ada satu mobil seperti ini, dan itu milik Kakakku,” jelas Vivian dengan nada serius.

“Lalu, siapa yang membawa mobil ini ke universitas?” tanya Yim Shu kebingungan.

“...” Vivian terdiam. Ia menunduk dan berpikir keras hampir satu menit sebelum akhirnya teringat sesuatu.

“Jangan-jangan, mahasiswa baru itu—”

Bruak!

Sebelum Vivian menyelesaikan ucapannya, pintu kelas tiba-tiba terbuka keras. Seorang pemuda tampan berambut hitam masuk ke dalam kelas, dikelilingi oleh beberapa mahasiswi.

“Kalian ini, apa kalian juga mau mengikuti kelas farmasi?” tanya Brian Won dengan nada ragu.

“Tidak, kami hanya ingin mengantarkan Anda,” jawab salah satu mahasiswi berkacamata dengan jujur.

“...” Brian Won terdiam.

Ia merasa kepalanya sedikit pusing menghadapi kerumunan mahasiswi ini.

“Hah, kalau begitu terima kasih sudah mengantarku. Sekarang kalian bisa pergi ke kelas masing-masing,” kata Brian Won dengan nada pasrah.

Para mahasiswi mengangguk dan pergi satu per satu. Selang satu menit, Brian Won akhirnya terbebas dari kerumunan itu dan mulai mencari keberadaan Vivian.

Saat melihat Vivian yang duduk di kursi paling depan di pojok kelas, Brian merasa sedikit bersemangat dan berniat menghampirinya.

Namun baru beberapa langkah, Luo Nang tiba-tiba muncul bersama beberapa mahasiswa dan menghadang Brian Won.

“Eits, Bro, mau ke mana kau?” tanya Luo Nang dengan nada main-main.

“Hm? Aku ingin menyapa gadis berambut pink itu. Jadi, bisakah kalian minggir dari jalanku?” jawab Brian Won dengan nada datar.

Luo Nang terkejut. Ia menutup wajahnya lalu tertawa lepas.

“Ha ha ha ha! Apa katamu? Kau ingin bicara dengan Vivian? Jangan harap! Vivian tidak akan sudi bicara denganmu,” ejek Luo Nang.

Mahasiswa lain yang datang bersama Luo Nang ikut tertawa dan mengejek Brian tanpa ampun.

Menghadapi ejekan itu, Brian tetap terlihat sangat tenang dan sama sekali tidak terpancing provokasi mereka.

Sementara itu, Vivian langsung menoleh begitu mendengar suara Luo Nang yang cukup keras.

“Vivi, pemuda tampan itu... mungkinkah dia mahasiswa baru yang membawa mobil milik Kakakmu?” tanya Yim Shu tanpa sadar.

“...” Vivian tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan sebagai tanggapan.

---

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Tamat Yang Dipaksakan

    Clack!"Kakak Brian..."Panggilan malu-malu Yim Shu mengalihkan perhatian Brian Won.Brian Won menoleh, terkejut melihat Yim Shu mengenakan lingerie seksi yang menonjolkan dada dan pantatnya.Glek..."Yim Shu? Kenapa kamu berpakaian seperti itu?!"Yim Shu tersipu, berlari dan memeluk Brian Won.Punyu...Payudara Yim Shu menekan dada Brian Won, memberinya rasa nikmat yang sulit dijelaskan dengan kata-kata."Kakak, aku mencintaimu, tolong terima dedikasiku."Deg-deg!"Kamu yakin? Setelah memulainya, aku tidak akan berhenti sampai puas."Yim Shu tersenyum tipis, berkata dengan nada lembut, "Itulah yang aku inginkan."Brian Won menelan ludah, mencium bibir Yim Shu, lalu membawanya ke tempat tidur.Apa yang terjadi selanjutnya cukup memalukan untuk dibicarakan, yang jelas mereka menjalin kasih selama beberapa jam di kamar Brian Won, lalu berhenti pada saat matahari mulai terbit dari ufuk timur.Brian Won terpaku merasakan kekuatannya yang mengalami peningkatan tidak masuk akal."Tingkat 3

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Reaksi

    Sekte Aliran Hitam.Setelah percobaan penculikan terakhir kali berakhir dengan kegagalan, kini mereka sedang mengatur strategi ulang."5 Prajurit Senior dikalahkan dengan mudah oleh pensiunan prajurit khusus, dapat dipastikan, lawan bukan prajurit khusus biasa.""Kemungkinan besar dia anggota Organisasi Naga.""Mungkin, tidak diragukan kekuatannya berada di tingkat Master atau di atasnya lagi.""Sekarang bagaimana? Haruskah kita bergerak?""Tidak, biarkan Master Besar yang bergerak lebih dulu. Master Hebat seperti kita tidak bisa seenaknya bergerak, apalagi pergi ke Negara Naga.""Benar juga, kirim semua Master Besar, jangan sisakan satu pun di markas.""Bukannya itu berlebihan? Kita tidak sedang mau melakukan invasi terhadap Negara Naga, kan?""Tidak, tujuan kita hanya mengambil kunci dari Negara Naga.""Lantas kenapa mengirim orang begitu banyak?""... Hanya untuk jaga-jaga, tidak lebih.""... Baiklah, akan segera aku siapkan."....Brian Won menghentikan latihannya, tersenyum puas

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Zhou Jiajia Hamil

    "Hee, buat apa kau menemuiku? Aku tidak punya hubungan dengan kekasihmu." Ekspresi Zhou Jiajia menjadi dingin, tatapannya tajam tanpa emosi. "Ugh, aku cuma ingin bicara denganmu, jadi tolong turunkan permusuhanmu," ucap Jeni Yan dengan lembut dan penuh kasih.Bahkan Zhou Jiajia tidak tahan dengan pernyataan Jeni Yan, dia berdehem lalu kembali bersikap seperti biasa."Baiklah, maafkan aku."Jeni Yan tersenyum penuh pengertian, menggelengkan kepalanya dengan tatapan hangat penuh cinta."Aku mengerti alasanmu marah, tidak perlu meminta maaf."Zhou Jiajia kembali menurunkan kewaspadaannya."Tidak nyaman bicara sambil berdiri, ayo duduk dulu," ucap Zhou Jiajia.Jeni Yan tersenyum getir, berkata dengan nada santai, "Aku juga berpikir begitu."Mereka duduk di sudut restoran, memesan makanan dan mulai bicara sambil menunggu pesanan datang."Kamu mau bicara apa?" tanya Zhou Jiajia.Jeni Yan menarik napas, berkata dengan nada lembut, "Kamu tidak mau memikirkan kembali soal hubunganmu dengan Br

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Jeni Yan Bertemu Zhou Jiajia

    Sejak insiden penyanderaan, Vivian jadi melekat dengan Brian Won.Mereka sangat lengket hingga membuat Yim Shu cemburu, kadang sampai harus ditegur langsung oleh Yim Shu.Brian Won hanya tertawa, meladeni dua wanita besar itu dengan sepenuh hati.Yu'er butuh lebih banyak perhatian daripada Vivian, Brian Won terpaksa membawanya ke mana-mana sampai dia melupakan insiden yang menimpanya.Apartemen Jeni Yan.Brian Won dan Jeni Yan berpelukan di tempat tidur, baru saja selesai bertarung dengan sengit setelah sekian lama.Kamar itu kacau balau, dipenuhi aroma ambigu yang merangsang."Aku mengerti, jadi itu alasanmu tidak bisa datang menemuiku." Jeni Yan menggambar lingkaran di dada Brian Won.Menggelitik Brian Won hingga membuatnya tidak bisa menahan tawa."Maafkan aku, aku akan berusaha agar bisa lebih sering menemanimu.""He he he, aku tidak keberatan menunggu, lagipula kamu selalu bisa memuaskanku, meski hasratku sudah menumpuk sedemikian rupa."Brian Won tersenyum bangga, merasa senang

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Vivian Disandera

    Brian Won berhasil melumpuhkan tiga penyusup dengan mudah.Sebelum dia sempat merayakan keberhasilannya, Brian Won tertegun, wajahnya menjadi pucat saat dia berlari dengan tergesa-gesa menuju ke kamar Vivian.Duar!Pintu didobrak hingga hancur oleh Brian Won.Brian Won mendarat di tengah kamar, terpaku melihat penyusup yang tengah menyandera Vivian."Berhenti! Jika kau bergerak, wanita ini akan mati!"Mendengar ancaman penyusup, Brian Won terpaku, mengangkat tangan ke atas sebagai tanda menyerah."Tidak... Lepaskan aku..."Vivian berteriak sedih, terlihat sangat putus asa dengan mata memerah dan berlinang air mata.Yim Shu berbaring di lantai tidak sadarkan diri, Yu'er meringkuk di pojokan dengan tubuh gemetaran serta ekspresi ketakutan yang terlihat depresi.Hati Brian Won dingin, rasanya ingin sekali menghajar penyusup di depannya tapi dia tidak bisa melakukannya karena terhalang sandera."Empat temanmu sudah tertangkap, lebih baik menyerah atau kau akan menyesal seumur hidup.""Huh

  • Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia    Tingkat 9

    Hari - hari diabaikan terasa cukup sepi bagi Brian Won. Meski begitu dia tidak bisa berbuat apa - apa karena bahkan tidak diberi waktu untuk bicara dengan Yim Shu dan Vivian.Dibandingkan Vivian, Yim Shu lebih baik karena masih mau menanggapinya meski sedikit dingin.'Apa boleh buat, ini juga akibat dari sikap pengecutku.'(...).....Tiga orang duduk di aula Keluarga Wan dengan wajah serius.Mereka adalah Wan Liu, Wan Dahai dan Juli Ying."Ayah, kali ini ada masalah apa?" tanya Wan Dahai ragu.Juli Ying menatap penasaran ke arah Wan Liu.Wan Liu menarik napas dalam lalu berkata dengan sungguh - sungguh."Tidak salah lagi, yang mengincar Vivian adalah orang - orang itu."Wajah Wan Dahai langsung berubah pucat."Ayah yakin?"Wan Liu mengangguk serius."Kalau benar begitu, Brian saja tidak mungkin untuk melindungi Vivian," ucap Juli Ying ragu.Wan Dahai mengangguk setuju tapi Wan Liu menggelengkan kepalanya."Kalau Brian yang dulu mungkin tidak bisa, tapi dia yang sekarang pasti bisa."

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status