Share

Bab 117

Author: Biee
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-10 23:00:23

Sandra gemetar hebat di atas matras. Otot perutnya sudah menyerah total. Dia mencoba bangkit untuk mengakhiri posisi plank-nya, tapi kedua kakinya sudah lemas. Begitu dia mencoba melangkah, pergelangan kaki kanannya tertekuk.

"Aakh!" Sandra menjerit dan langsung jatuh terduduk. Wajahnya meringis menahan perih yang tajam.

Bara cuma melihat dengan tenang dari samping. Dia tidak langsung panik, hanya berjalan mendekat lalu jongkok di depan Sandra.

"Kenapa?" tanya Bara pendek.

"Kaki aku... kayaknya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 133

    "Kamu yang terlalu kuat, Bara. Aku hampir pingsan tadi," jawab Marissa.Dia mencoba melepaskan kakinya yang melingkar di pinggang Bara.Bara akhirnya menarik diri. Dia berdiri tegak di samping meja.Dia melihat noda kopi dan sisa makanan di atas meja jati itu. Semuanya campur aduk."Lihat itu. Meja Bapak jadi kotor semua gara-gara Tante," kata Bara menunjuk paha Marissa.Marissa tertawa kecil. Dia melihat noda kopi di pahanya.Dia menyentuh noda itu dengan ujung jari. Matanya kembali menggoda Bara."Bapak nggak bakal tahu. Nanti biar pembantu yang bersihin sebelum dia pulang," kata Marissa.Dia menatap Bara dengan berani."Sekarang, aku mau kamu bersihin ini dulu dari tubuhku," pintanya.Bara tertawa rendah. Suaranya terdengar sangat puas."Tante mau aku yang bersihin? Pakai apa emangnya?" tanya Bara."Pakai apa aja yang kamu mau, Bara," jawab Marissa.Dia mengulurkan

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 132

    Bara menarik napas panjang. Otot lengannya menegang keras. Dia mencengkeram pinggiran meja makan kayu itu.Dia tidak peduli pada piring yang pecah di bawah kakinya. Matanya hanya menatap wajah Marissa yang sudah kacau karena gairah.Bara meraih gesper ikat pinggang kulitnya. Bunyi denting logamnya terdengar nyaring.Sekali sentak, ikat pinggang itu lepas. Dia membuangnya begitu saja ke lantai marmer. Suaranya berdentum keras.Marissa tidak berkedip. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik Bara.Dia melihat dada lebar pemuda itu naik turun dengan cepat."Tante beneran mau aku terusin?" tanya Bara. Suaranya berat dan rendah.Marissa tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menarik kerah kemeja Bara. Dia memaksa wajah pria itu mendekat."Nggak usah nanya lagi, Bara. Kamu sudah sejauh ini," bisik Marissa. Napasnya memburu di depan bibir Bara.Bara tersenyum miring. Dia mengangkat tubuh Marissa lebih tinggi.Gerakan itu menyenggol cangkir kopi milik Bapak. Isinya benar-benar tumpah sekarang.Cair

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 131

    Bara berdiri tegak di sela paha Marissa yang terbuka lebar. Matanya yang gelap terus menatap lekat pada dua gundukan indah yang hanya tertutup kain renda hitam tipis itu. Napasnya terasa panas dan berat."Tante benar-benar cantik pagi ini," kata Bara dengan suara serak.Marissa hanya bisa mendesah pendek. Tangannya yang lentur merambat naik ke dada bidang Bara. Dia merasakan otot-otot keras di sana berkedut."Jangan cuma dilihat, Bara. Ambil apa yang kamu mau," tantang Marissa dengan suara yang sangat rendah.Bara tidak menunggu perintah kedua. Dia segera menundukkan kepalanya. Tangan besarnya yang kasar dan penuh kapalan langsung meremas kedua payudara Marissa dengan sangat mantap."Ah! Pelan sedikit, Bar!" teriak Marissa tertahan."Maaf, Tan. Tangan orang desa memang begini kadarnya," jawab Bara tanpa sedikit pun melonggarkan remasannya.Dia kemudian menggunakan giginya untuk menarik tali bra Marissa ke bawah. Setelah kain itu melorot, keindahan di depannya terekspos sepenuhnya. Bar

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 130

    Tiba tiba Bara mengangkat kedua tangannya yang besar.Tangan kasarnya yang penuh kapalan langsung mencengkeram pinggang Marissa dengan kuat. Genggamannya sangat mantap dan bertenaga.Marissa tersentak kaget, tapi sedetik kemudian dia tersenyum puas menatap mata Bara yang sudah terbakar nafsu.Bara tidak banyak bicara lagi. Sifat tegas dan kasarnya dari desa mengambil alih. Dia mengangkat tubuh Marissa dengan sangat mudah, seolah wanita berlekuk padat itu hanya seberat karung beras kosong.Dia mendudukkan Marissa ke atas pinggiran meja makan kayu yang lebar. Tepat di sebelah sisa cangkir kopi Pak Handoko yang masih setengah penuh."Ah, Bara," desah Marissa saat bokongnya menyentuh permukaan meja kayu yang keras dan dingin.Bara langsung melangkah masuk ke sela sela paha Marissa yang terbuka.Pakaian tidur sutra merah wanita itu tersingkap tinggi sampai ke pangkal paha. Paha putih mulus yang sangat berisi itu kini terekspos sempurna di depan mata Bara.Bara menatap paha itu dengan napas

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 129

    Suara pintu gerbang depan yang ditutup dengan bantingan keras terdengar sampai ke ruang makan.Bara langsung membuang napas panjang. Bahunya yang sejak tadi tegang kini melorot turun. Dia mengusap dahi lebarnya yang ternyata sudah basah oleh keringat dingin.Pemuda itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Rasa lega yang luar biasa membanjiri dadanya. Semalam dia benar benar berpikir hidupnya akan hancur dan dia akan diusir kembali ke kampung.Suasana rumah mewah berlantai marmer itu mendadak sunyi senyap. Pak Handoko sudah berangkat kerja ke kantor. Keyla baru saja pergi ke sekolah dengan kepala tertunduk lesu.Kini hanya tersisa Bara dan ibu tirinya di ruangan makan yang luas tersebut.Klik.Suara kunci ganda pintu ruang makan yang diputar membuat Bara menoleh dengan cepat. Dia sedikit terkejut.Marissa baru saja mengunci pintu ganda dari kayu jati itu dari dalam. Wanita dewasa tersebut memutar tubuhnya perlahan menghadap Bara.Ekspresi wajah Marissa kini berubah total. Wajah ibu t

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 128

    Pak Handoko mengambil tas kerjanya dan langsung melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah panjang. Pria itu sudah terlalu malas meladeni sikap kekanak-kanakan anak perempuannya pagi ini.Begitu suara pintu utama ditutup dari luar, suasana di ruang makan menjadi sangat sepi. Hanya terdengar suara tangis Keyla yang tertahan di tenggorokan. Gadis itu menutupi wajah cantiknya dengan kedua tangan. Harga dirinya hancur lebur pagi ini. Uang jajannya dipotong drastis dan mobilnya disita. Semuanya terjadi gara-gara pemuda dari desa itu.Marissa kembali duduk di kursinya dengan gerakan yang sangat santai. Dia menyilangkan kaki panjangnya di balik pakaian tidur sutra merahnya. Kulit paha putihnya terlihat jelas dari balik belahan baju tidurnya yang tersingkap ke samping. Wanita itu meminum teh hangatnya pelan-pelan sambil tersenyum tipis ke arah anak kandungnya."Makanya, Keyla. Jangan suka cari masalah buat nyari perhatian papa kamu. Kamu tau kan, papa sibuk kerja. Mama juga gak n

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 30

    Saat tiba di dalam kamar mewah milik Tante Siska, Bara berdiri kaku di samping ranjang besar yang dilapisi sprei sutra warna putih. Matanya terus tertuju pada ujung kakinya sendiri karena dia merasa sangat tidak sopan jika harus menatap Tante Siska yang sudah berbaring telungkup dengan jubah mandi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 33

    "Ahhh... Tante... ampun... ini enak banget... saya tidak kuat!" rintih Bara. Lututnya gemetar hebat. Tenaga kulinya yang biasa angkat beban berat ternyata tidak ada gunanya melawan permainan pinggul Tante Siska yang sangat ahli."Tahan, Bara! Jangan keluar dulu!" perintah Tante Siska tegas.Tante S

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 25

    "Bantu tarik otot kaki saya ya. Rasanya kaku sekali setelah latihan beban kemarin. Cuma kamu yang tenaganya pas buat bantu saya," pinta Tante Siska sambil mengangkat satu kakinya yang terbungkus legging ungu super ketat.Bara menelan ludah melihat posisi itu. Dia berlutut di samping Tante Siska dan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 28

    "Bara! Mana sih ini anak? Jangan-jangan tidur di dalam!" teriak Pak Joni lagi. Suara langkah sepatunya terdengar semakin dekat, berhenti tepat di depan pintu bilik yang ditempati Bara dan Tante Siska.Di dalam bilik yang sempit itu, Bara sama sekali tidak berhenti. Dia justru semakin liar menggerak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status