Partager

Bab 5

Auteur: Myafa
last update Date de publication: 2026-10-05 13:56:10

Elle terus mengayunkan langkahnya mencari Leo—pria yang tidur dengannya enam tahun lalu, pria yang merupakan daddy Lukas.

Dia merasa jika yang dilihatnya tidaklah salah. Walaupun sudah enam tahun berlalu, tetapi dia masih mengingat wajah Leo.

Elle mencari di dalam pesta. Mencari di antara orang-orang yang sedang menikmati pesta. Sayangnya, pria yang dicarinya itu tidak ada di dalam pesta. Dia segera beralih mencari ke pintu keluar. Berpikir, siapa tahu Leo sudah keluar dari pesta. Lagi-lagi dia harus kecewa, karena di pintu depan pun, dia tidak menemukan keberadaan Leo.

“Ke mana dia?” Elle mengembuskan napasnya kasar. Kesal kenapa tidak bisa mengejar dengan cepat. Hingga harus kehilangan jejak Leo.

“Elle.” Jack yang mengejar Elle memanggilnya.

Elle segera menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Dilihatnya Jack bersama dengan Lukas sedang menghampirinya. Hal itu membuatnya tersadar jika baru saja meninggalkan Lukas karena mengejar Leo.

“Sayang.” Elle segera berjongkok untuk menghampiri Lukas. Memeluk anaknya karena merasa bersalah sudah meninggalkan anaknya di dalam pesta begitu saja. “Maafkan Mommy meninggalkan kamu.” Dia melepaskan pelukannya.

“Mommy ke mana? Ukas panggil, Mommy jalan terus.” Lukas menatap lekat wajah sang mommy.

Tadi, saat mengejar sang mommy dengan Jack, Lukas terus memanggil sang mommy. Sayangnya, Elle mengabaikannya.

Tatapan Lukas yang begitu polos membuat Elle merasa bersalah. Harusnya dia tidak bersikap seperti itu pada anaknya.

“Maaf, tadi Mommy hanya mengejar teman.” Tangannya meraih tangan mungil Lukas dan mengenggamnya.

“Lalu mana teman Mommy?” Lukas melihat ke sekitar. Mencari di mana keberadaan teman sang mommy.

“Dia sudah pergi. Nanti Mommy akan temui lain kali saja.” Elle membelai lembut wajah sang anak. Senyum manis menghiasi wajahnya agar tidak membuat anaknya sedih. “Kita pulang,” ajaknya. Setelah mendapatkan anggukan dari anaknya, dia yang berjongkok segera berdiri.

“Ayo aku akan antar.” Jack menatap Elle, setelah mendengar wanita itu ingin pulang.

“Tidak perlu. Aku bisa pulang dengan sopir.” Ella meraih tangan Lukas.

“Apa sopir tidak menunggu papamu?” Jack tersenyum tipis, masih mencari celah agar Elle mau pulang dengannya.

“Papa sepertinya masih asyik juga di pesta. Jadi nanti sopir bisa segera kembali setelah mengantarkan aku. Lagi pula, kamu pemilik pesta. Tidak baik jika kamu pergi.”

Elle sedang ingin sendiri saja dengan anaknya. Jadi dia menolak halus tawaran Jack.

Ini adalah pertemuan pertama. Jack tidak mau sampai Elle memiliki kesan buruk tentang dirinya jika memaksa. “Baiklah jika begitu.” Jack mengangguk, membiarkan Elle pulang dengan sopir.

Elle menghubungi sopirnya. Kemudian beberapa saat kemudian sopir datang. Dia segera berpamitan pada Jack dan segera masuk ke mobil. Jack harus merelakan wanita yang baru dia kenal itu pulang dengan sopir. Mungkin lain kali dia akan mencoba mendekati wanita itu lagi.

Sesampainya di rumah, Elle mengganti baju anaknya. Menemani sang anak tidur sambil menceritakan dongeng sebelum tidur. Pelukan hangat pun diberikan pada tubuh mungil Lukas.

“Tadi, Ukas bertemu Uncle yang bantu di toilet saat makan es krim, Mommy. Dia lap mulut Ukas yang belepotan. Uncle baik sekali.”

Di saat sang mommy berhenti membacakan cerita, Lukas menceritakan Leo yang tadi menemani makan es krim.

Sayangnya, Elle tidak mendengarkan Lukas. Pikirannya melayang memikirkan tentang Leo. ‘Apakah benar tadi yang itu benar-benar Leo?’ tanyanya dalam hati.

“Uncle tadi juga bercerita jika dia juga suka coklat seperti Ukas.”

Walaupun sang mommy tidak mendengarkannya, Lukas terus bercerita. Namun, beberapa saat kemudian, Lukas menyadari jika mommy-nya tidak mendengarkannya.

“Mommy.” Dia menggoyang-goyangkan tubuh sang mommy.

“Iya, Sayang?” Elle tersadar jika sudah mengabaikan anaknya. “Kamu tadi cerita apa?” tanyanya. Dia ingin tahu apa yang diceritakan anaknya.

“Ukas bilang, jika tadi bertemu dengan Uncle yang bantu di toilet. Dia menemani Ukas makan es krim.” Suara Lukas terdengar menjelaskan lagi pada sang mommy.

“Oh … ya? Dia baik sekali.” Elle tersenyum.

“Iya, dia baik sekali. Ukas berharap daddy akan sebaik uncle.” Lukas tersenyum, sambil menyelipkan sedikit harapannya.

Mendengar harapan Lukas, membuat hati Elle terasa sakit. Dia sudah berjanji pada anaknya untuk mencari daddy-nya. Entah apa yang harus dilakukannya sekarang. Sampai detik ini saja dia tidak tahu keberadaan Leo.

“Iya, daddy pasti akan sebaik uncle.” Elle mendaratkan kecupan di puncak kepala Lukas. “Sekarang Lukas tidur dulu. Sudah malam.”

“Baik, Mommy.” Lukas segera memejamkan matanya.

Elle memeluk erat tubuh mungil anaknya. Rasanya, sedih ketika anaknya tumbuh tanpa seorang ayah. Kerinduan Lukas pada sosok ayah pun membuat hatinya sakit. Ada rasa bersalah menyelinap di hatinya.

***

“Halo.” Suara barito terdengar dari sambungan telepon.

“Siapa ini?” Elle mengerutkan dahinya ketika tidak tahu nomor siapa yang menghubunginya itu.

“Aku Jack.”

Mendengar suara Jack membuat Elle memikirkan dari mana pria itu mendapatkan nomor teleponnya. Namun, dia buru-buru menyingkirkan pikirannya itu, karena ada hal yang lebih penting dia tanyakan.

“Ada apa, Jack?” tanya Elle.

“Aku ingin mengajakmu makan siang. Apa kamu bisa?”

Mendapati tawaran itu, sejenak Elle teringat jika dia harus menjemput anaknya di jam makan siang.

“Aku tidak bisa pergi denganmu untuk makan siang. Karena aku harus menjemput Lukas.”

“Bagaimana jika kita makan dengan Lukas juga?” Suara Jack kembali terdengar.

Pria itu tetap berusaha untuk mengajak Elle bertemu. Sejak bertemu dengan Elle, pikirannya dihiasi wajah cantik ibu satu anak itu.

Dari suara Jack, pria itu terdengar begitu ingin sekali bertemu dengannya. Mengingat Jack adalah anak teman papanya, dia merasa tidak enak.

“Baiklah, kita bisa makan siang dengan Lukas. Aku akan kirimkan alamat restoran.”

“Baiklah, aku tunggu.”

Setelah setuju dengan ajakan Jack, akhirnya Elle menjemput anaknya sebelum jam makan siang. Dia segera membawa anaknya ke restoran. Tempatnya bertemu Jack.

Di sana, dia menunggu Jack yang sedang dalam perjalanan ke restoran.

Sayangnya, sampai di restoran, Elle terpaksa memesankan makanan lebih dulu untuk anaknya karena sang anak sudah lapar.

“Mommy, kita mau bertemu siapa?” tanya Lukas menatap sang mommy.

“Bertemu Uncle Jack.” Elle membelai lembut rambut anaknya.

Lukas menganggukkan kepalanya. Kemudian melanjutkan makan. Di saat anaknya sedang makan, Elle mencoba menghubungi Jack. Dari tadi pria itu tidak kunjung datang, padahal dia yang mengajak bertemu.

“Uncle.” Tiba-tiba suara Lukas terdengar ketika sedang makan.

Suara anaknya itu, mengalihkan pandangan Elle. Tampak anaknya begitu antusias memanggil seseorang.

Dia pun mengalihkan pandangan ke arah anaknya menatap. Dari kejauhan, dia melihat Jack yang berjalan ke arahnya.

Oh … ternyata yang dipanggil ‘uncle’ adalah Jack.

“Uncle Leo.” Lukas melambaikan tangan lagi seraya memanggil orang yang dilihatnya.

Seketika panggilan itu membuat Elle mengalihkan pandangan ke arah anaknya. Nama itu sudah mengusiknya hatinya dari semalam. Jadi saat mendengar nama itu, pikirannya tertuju pada pria yang dicarinya.

Elle yang penasaran dengan pemilik nama itu segera mengalihkan pandangan ke arah di mana Lukas memandang lagi.

Tampak seseorang di belakang Jack sedang melambaikan tangan pada Lukas. Karena tubuhnya tertutup tubuh Jack, dia tidak bisa melihat wajah pria itu. Elle sampai harus memiringkan kepalanya untuk melihat siapa orang pemilik nama ‘Leo’ itu.

Apakah ‘Leo’ yang dimaksud adalah orang yang sama.

“Leo.”

Alangkah terkejutnya ketika ternyata orang yang melambaikan tangan pada Lukas adalah Leonardo Hardin. Pria yang dicarinya selama ini.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 12

    “Untuk saat ini belum. Aku mau fokus pada Lukas saja.” Elle menatap ke arah anaknya yang sedang bermain dengan Leo.Jack merasa jawaban itu tidak menjadi penghambat. Jika saat ini belum, artinya masih ada kemungkinan jika suatu saat nanti Elle akan membuka hati.“Kamu harus bisa move on. Lukas butuh sosok daddy.” Jack menatap Elle. Dia mengambil celah untuk membuat Elle membuka hati.Sejenak Elle melihat ke arah Lukas. Yang dikatakan Jack memang benar. Lukas memang selama ini butuh sosok daddy. Selama ini, Lukas juga berharap dapat bertemu dengan daddy-nya.“Anak-anak sebesar Lukas memang butuh sosok daddy. Apalagi dia anak laki-laki.” Suara Jack kembali terdengar.Kali ini Elle setuju dengan ucapan Jack. Lukas memang butuh sosok daddy, dan daddy Lukas ada di depan mata sekarang. Karena itu Elle pun bertekad untuk membuat Leo ingat kejadian enam tahun lalu.“Iya, kamu benar. Dia butuh sosok daddy.”Mendapati jawaban itu, Jack tampak senang. Karena artinya Elle mau berusaha membuka h

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 11

    “Leo, kita ke Marlene Italian Restaurant.” Jack menatap Leo, memberikan perintah.“Baik, Pak.” Leo mengangguk. Elle melihat reaksi Leo. Sayangnya, Leo tampak biasa saja. Tidak menunjukan reaksi apa pun. Dia jadi bingung. Apa benar Leo tidak ingat tentang restoran yang dulu menjadi milik keluarganya itu.Leo melajukan mobilnya ke restoran yang diminta. Saat sampai di restoran, Leo memarkirkan mobilnya. Tak ada ekspresi apa pun yang terlihat pada wajah Leo. Tampak pria itu biasa saja. Tentu saja itu membuat Elle bingung. Seharusnya pria itu tampak terkejut karena dia mengajak ke restoran milik keluarganya yang dulu.“Leo, kamu ikut saja sekalian.” Sebelum keluar dari mobil, Elle menatap Leo. Dia masih belum puas jika melihat Leo tenang saja. Minimal pria itu harus terlihat jika tidak familiar dengan restoran yang berada di sana.“Baik, Bu.” Leo mengangguk.Akhirnya semua turun dari mobil. Elle berjalan bersama putranya. Di sampingnya ada Jack yang berjalan di sebelah Lukas. Mereka

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 10

    Leo mengalihkan pandangan pada Jack. Karena yang berhak memberikan perintah padanya hanya Jack. Jadi dia tidak berani bertindak.“Uncle Leo, ayo turun.” Lukas melambaikan tangannya, ikut-ikut sang mommy mengajak Leo untuk masuk.Leo masih tidak keluar dari mobil. Dia masih diam dan tidak mengikuti perintah. Tatapannya masih terarah pada Jack yang berdiri di samping Lukas.“Turunlah, dan ikut masuk!” Akhirnya suara Jeck terdengar juga.Jika Jack sudah memerintahkan, artinya Leo tidak bisa menolak. Dengan segera dia keluar dari mobil.Melihat Leo yang sudah keluar, Elle segera menuju ke rumah. Asisten rumah tangga tampak sedang merapikan meja makan. Menyiapkan makan siang.“Kalian tunggu dulu di sini. Aku akan menemani Lukas mengganti baju dulu.” Elle menatap Leo dan Jack di ruang keluarga.“Baiklah.” Jack mengangguk.Jack duduk di sofa ruang keluarga bersama Leo. Menunggu Elle dan Lukas.“Maaf, Pak. Saya ikut masuk.” Leo menatap Jack, merasa tidak enak. “Karena Elle yang minta, ak

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 9

    Mendapati Elle yang memberikan kotak makan, membuat Leo terperangah. Dia tentu terkejut dengan aksi Elle itu.“Kamu datang pagi-pagi, atasanmu makan, tapi kamu tidak. Jadi makanlah ini.” Elle menyodorkan kembali kotak makan tersebut. Leo masih ragu dengan apa yang diberikan Elle. Dia menatap Jack yang berada di sebelah Elle. Tatapannya seolah meminta untuk izin pada atasannya itu.Jack memberikan anggukan. Memberikan kode pada Leo untuk menerima bekal yang diberikan oleh Elle. Walaupun sebenarnya Jack sedikit kesal karena Elle memerhatikan Leo. Leo yang mendapatkan kode itu membuatnya segera menerima kotak makan tersebut. “Terima kasih, Bu.”“Aku permisi dulu.” Setelah memberikan makanan itu pada Leo, Elle segera keluar dari mobil. Leo meletakkan kotak makan di kursi penumpang yang berada di sebelahnya. Kemudian melajukan mobilnya ke kantor Jack. Di dalam mobil hening. Tidak ada yang bicara sama sekali. Jack pilih diam selama perjalan ke kantor. Sesampainya di kantor, Jack keluar

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 8

    Leo membuka ponselnya. Dilihatnya pesan dari Jack yang memintanya untuk datang ke apartemennya lebih awal.Dengan segera Leo bersiap. Kemudian menjemput Jack di apartemen Jack. Beruntung kos milik Leo tak jauh dari apartemen Jack. Berada di belakang pemukiman di belakang apartemen Jack. Jadi dia bisa sampai dengan cepat ke apartemen. Leo juga hanya tinggal berjalan kaki ke apartemen Jack. Saat sampai, Leo harus melihat ruang tamu begitu berantakan sekali. Sambil menunggu Jack keluar, dia membersihkan ruang tamu. Membuang kaleng-kaleng soda ke tempat sampah dan merapikan beberapa sisa makanan ringan.“Ayo, berangkat.” Suara Jack terdengar ketika keluar dari kamarnya. “Pak Jack, tidak sarapan dulu?” Leo menatap Jack. Dia belum sempat membuatkan sarapan, tetapi Jack sudah mengajaknya pergi.“Tidak, aku akan sarapan di tempat Elle.” Jack berjalan mengambil kunci mobil. “Jadi kita akan ke tempat Bu Elle, Pak?”“Iya, sudah jangan banyak bertanya.” Jack melemparkan kunci mobil pada Leo. “

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 7

    Mendapati jawaban itu membuat hati Elle merasa sakit. Dia tidak menyangka jika ternyata Leo tidak mengenalinya sama sekali. Padahal harusnya dia mengenali walaupun malam itu mereka mabuk. Buktinya, dirinya saja masih mengenali Leo.“Kita pernah bertemu di restoran Italia.” Elle menatap lekat sambil mencoba memberikan clue. Siapa tahu Leo ingat.“Restoran Italia?” Wajah Leo tampak bingung.“Restoran milik keluargamu.” Suara Elle kembali terdengar,mencoba menjelaskan lebih rinci.“Anda sepertinya sedang salah orang. Saya tidak punya restoran. Keluarga saya hanya keluarga dari desa. Mana bisa punya restoran.” Leo tersenyum mencela ucapan Elle.Elle berusaha mencerna ucapan itu. Kenapa bisa keluarga dari desa? Bukankah keluarga Smith berasal dari kota. Tentu saja itu membuatnya bingung.“Elle.” Jack menghampiri Elle. Dia yang menunggu merasa wanita itu terlalu lama. Karena itu dia memilih untuk menyusulnya. Alangkah terkejutnya ketika melihat Elle sedang mengobrol dengan Leo.Elle segera

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status