Share

Bab 201

Author: Kayla Sango
Sudut Pandang Nathaniel.

Begitu pintu tertutup di belakang Anna, untuk pertama kalinya sejak rapat dimulai aku membiarkan diriku tersenyum. Sial, wanita itu benar-benar membuatku kehilangan kendali.

Aku menjatuhkan diri ke kursi dan mengusap wajahku dengan kedua tangan, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Sudah dua bulan penuh sejak penerbangan ke Londoria itu, dan aku masih belum berhasil mengeluarkan Anna dari pikiranku, bahkan satu hari pun.

Dan itu bukan cuma soal hubungan intim. Me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 202

    Sudut Pandang Anna.Telepon dari Margaret masuk pada Selasa pagi saat aku sedang meninjau laporan penjualan bersama Aurelia."Anna?" Suaranya terdengar formal dan cepat. "Tuan Nathaniel ingin kamu menemaninya untuk makan malam dengan investor Eldranic pada hari Jumat. Dia merasa pengetahuanmu tentang pasar Verdania akan sangat berguna untuk diskusi."Perutku langsung seperti jungkir balik."Tentu," jawabku berusaha terdengar profesional. "Jam berapa?""Pukul delapan, di Clairmont. Saya akan kirim rinciannya lewat email. Terima kasih."Saat aku menutup telepon, Aurelia sudah menatapku dengan senyum penuh arti."Makan malam kerja?" tanyanya, tapi nadanya jelas menunjukkan dia curiga ada hal lain."Itu kerja, Aurelia. Investor Eldranic.""Ya, tentu saja," katanya sambil tertawa. "Makanya wajahmu langsung merah begitu dengar itu."Aku mencoba fokus pada angka di layar, tapi sia-sia. Makan malam dengan Nathaniel. Di luar kantor. Bahkan kalau itu murni kerja, bahkan kalau akan ada orang lain

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 201

    Sudut Pandang Nathaniel.Begitu pintu tertutup di belakang Anna, untuk pertama kalinya sejak rapat dimulai aku membiarkan diriku tersenyum. Sial, wanita itu benar-benar membuatku kehilangan kendali.Aku menjatuhkan diri ke kursi dan mengusap wajahku dengan kedua tangan, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Sudah dua bulan penuh sejak penerbangan ke Londoria itu, dan aku masih belum berhasil mengeluarkan Anna dari pikiranku, bahkan satu hari pun.Dan itu bukan cuma soal hubungan intim. Meski, ya Tuhan, itu … menengangkan dengan cara yang sama sekali tidak pernah kuduga. Tapi lebih dari itu, semuanya tentang dia. Cara dia mencengkeramku saat turbulensi, ketakutan tapi tetap berani di saat yang sama. Cara percakapan kami mengalir begitu alami. Cara matanya berbinar saat dia membicarakan tujuan kariernya.Tapi yang paling membekas, adalah fakta bahwa dia menolakku.Nathaniel Pradana, Direktur Operasional Grup Mahendra Londoria, pria yang tidak pernah kesulitan menarik perhatian wan

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 200

    Kantor Nathaniel persis seperti yang kuharapkan dari direktur operasional perusahaan seperti Grup Mahendra. Elegan, mengintimidasi, dan sengaja dirancang untuk membuat orang merasa kecil. Dindingnya dipenuhi rak kayu mahoni gelap, sebuah meja besar mendominasi tengah ruangan, dan jendela setinggi langit-langit menampilkan pemandangan Taman Savana yang menakjubkan. Ruangan itu seperti mengingatkan siapa yang memegang kekuasaan di sini.Dia berdiri di balik mejanya, membolak-balik setumpuk dokumen, tapi langsung menatapku begitu aku masuk. Beberapa detik kami tidak saling bicara. Mata hijaunya menyapu diriku sekilas, tapi ada sesuatu dalam caranya menatap yang langsung menarik kembali semua ingatan tentang kamar mandi pesawat itu."Anna," katanya akhirnya dengan nada yang sepenuhnya terkendali. "Silakan duduk. Kopi? Air?""Tidak, terima kasih," jawabku sambil berjalan menuju kursi di depan mejanya. Suaraku terdengar lebih stabil daripada perasaanku dan jantungku berdetak seperti habis la

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 199

    Aku terbangun dua jam sebelum alarmku berbunyi.Dua jam penuh menatap langit-langit apartemenku di Branford Vale, memutar ulang di kepala setiap kemungkinan skenario untuk rapat hari ini. Sebagian besar berakhir dengan aku dipindahkan ke departemen arsip di ruang bawah tanah.Pukul lima pagi, aku menyerah berpura-pura tidur dan langsung pergi mandi, berharap air hangat bisa menghapus kecemasan yang menekan dadaku sejak kemarin. Ternyata berhasil.Lalu datang krisis yang sebenarnya yaitu harus pakai apa untuk rapat dengan bos, bos sama yang pernah berhubungan denganku di kamar mandi pesawat? Apa ada panduan etika untuk bencana spesifik seperti ini?Pertama, aku mengeluarkan gaun biru tua, yang menurut Vivian membuatku terlihat seperti eksekutif berkuasa. Lalu kupikir itu terlalu berlebihan, seperti aku berusaha terlalu keras. Aku ganti dengan blus putih dan rok hitam, tapi itu terasa seperti seragam sekolah. Percobaan ketiga yaitu blazer krem, dan celana bahan rapi. Tapi sekali lihat di

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 198

    Aku kembali ke kantor dalam keadaan benar-benar terkejut. Kaki rasanya lemas seperti tidak bertulang, dan pikiranku kosong total, seolah ada seseorang yang menekan tombol dan mematikan otakku begitu Nathaniel masuk ke kafe itu.Nathaniel adalah atasanku, Direktur Operasional Grup Mahendra di Londoria.Pria yang sama yang pernah berhubungan intim denganku di kamar mandi pesawat dua bulan lalu."Anna?" Suara Aurelia menarikku kembali ke kenyataan. "Kamu tidak apa-apa? Kamu terlihat seperti baru saja melihat hantu."Hantu malah akan lebih mudah dihadapi. Hantu tidak bisa memecatmu. Hantu tidak bisa menghancurkan kariermu. Hantu jelas tidak bisa memberi tahu kakak iparmu betapa tidak profesionalnya kamu."Aku tidak apa-apa," bohongku, menjatuhkan diri ke kursi dan berpura-pura tertarik pada email-email yang menumpuk selama kami istirahat minum kopi."Tidak apa-apa? Anna, kamu memecahkan cangkir kopi di tengah kafe dan tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan kembali. Itu buka

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 197

    Sudah tepat dua bulan sejak aku pertama kali menginjakkan kaki di Londoria, dan aku bisa bilang dengan sangat yakin bahwa kota ini mengejutkanku dalam segala hal. Londoria adalah perpaduan menarik antara sejarah dan kehidupan modern, di mana kastil abad pertengahan berdiri berdampingan dengan gedung pencakar langit yang ramping, dan di mana minum teh sore sambil membahas strategi pemasaran digital adalah hal yang sepenuhnya normal.Kantor Grup Mahendra Londoria berada di sebuah gedung elegan di Velora, menghadap Taman Savana. Ukurannya memang lebih kecil dibandingkan kantor pusat di Dermaga Azzura, tapi punya pesona sendiri dengan furnitur mahoni dan jendela-jendela besar yang membanjiri ruangan dengan cahaya keemasan khas sore Londoria yang langka. Tentu saja, saat matahari memutuskan untuk muncul, karena dalam dua bulan ini aku sudah belajar bahwa kabar kota ini selalu hujan memang bukan berlebihan."Anna, kamu melamun lagi," kata Aurelia sambil menyenggolku pelan dengan siku. "Lagi

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 39

    Sudut pandang Adriel.Aku langsung melihatnya begitu masuk ke aula utama. Sulit sekali untuk tidak memperhatikan Vivian, meski dari belakang. Saat dia mengatur sesuatu dengan timnya, dengan gerakan tangannya dan memiringkan kepalanya saat mendengar, semua detail itu sudah kuingat tanpa sengaja selam

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 40

    Sudut pandang Vivian.Area parkir hampir kosong memberiku beberapa menit berharga untuk bernapas dan mencoba tenangkan pikiranku. Rafael mungkin sudah sebarkan kabar di acara bahwa aku mengundurkan diri. Dalam beberapa menit, ponselku pasti akan mulai bergetar dengan pesan dari Selina dan tim lain y

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 37

    Mobil perusahaan melintasi jalan berliku di Lembah Cemara, setiap tikungan memperlihatkan pemandangan yang membuat dadaku terasa sesak. Bukan karena keindahannya, meski kebun anggur yang diterpa sinar matahari sungguh menakjubkan, tapi karena setiap bukit hijau itu mengingatkanku pada masa lalu.Tig

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 32

    Tiga bulan kemudian.Tiga bulan bisa mengubah banyak hal.Aku menyesuaikan dasi salah satu promotor yang akan membagikan sampel Merlot baru Kilang Anggur Surya, memastikan logonya tersusun sempurna."Ingat untuk sebutkan aroma ceri dan penyimpanan di tong saat tamu bertanya." Aku mengarahkan, lalu m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status