Share

Bab 246

Author: Kayla Sango
Sabtu terasa seperti jeda yang menyegarkan setelah semua kekacauan di pesta. Aku masih bangun dengan sisa-sisa mabuk, tapi aku bertekad menikmati hari-hari terakhirku bersama Vivian dan Adriel sebelum mereka terbang kembali ke Verdania. Rasanya aneh saat tahu mereka akan segera berada di seberang lautan lagi. Kembali ke panggilan video dan pesan WhatsApp.

Daniel datang sekitar jam sepuluh membawa kopi dan roti segar dari sebuah toko roti di Eldranic.

"Program Keluarga Kusuma," katanya begitu aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 252

    Sudut pandang Nathaniel.Aku sudah duduk di kantorku selama dua puluh menit sambil menatap ponselku seolah-olah benda itu bisa secara ajaib memberikan solusi untuk kekacauan yang kini menjadi hidupku. Pesan Anna baru masuk beberapa jam setelah aku memberitahunya tentang penangguhan itu, dan setiap katanya menghantam dengan tajam.Anna berkata, [Saat aku memilih untuk percaya .... Karena aku rasa kerentanan itu seperti mempercayakan seseorang untuk menyelamatkan … dan menyadari bahwa mereka memilih untuk pergi di saat keruntuhanku. Itu berlaku untuk cinta, persahabatan, bahkan pekerjaan. Karena pada akhirnya, semuanya terasa sama. Bagian yang "lucu" adalah semua orang selalu bilang bahwa menjadi rentan itu berani. Tapi tidak ada yang memperingatkanmu bahwa kadang keberanian datang dengan hati yang hancur atau surat penangguhan.]Aku membaca pesan itu untuk kelima kalinya, dan merasakan berat pada setiap barisnya. Dia menulisnya dengan mengira dia sedang membuka diri kepada orang asing y

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 251

    Sudut pandang Nathaniel.Peter menelepon jam dua siang pada hari Selasa yang awalnya terasa biasa saja. Aku sedang meninjau angka kuartal keempat ketika Margaret menyambungkannya, dan hanya menyebut bahwa pria Eldranic itu terdengar sangat serius hari ini."Nathaniel, kita perlu bicara." Suara Peter langsung kehilangan formalitas sopannya. "Kita punya masalah."Ada rasa tegang yang langsung mengikat di dalam diriku. Peter tidak pernah setegas ini kecuali terjadi sesuatu benar-benar buruk."Apa yang terjadi?""Rincian kontrak suplai kita bocor," katanya langsung. "Informasi spesifik tentang margin keuntungan, ketentuan eksklusif, klausul performa. Hal-hal yang bisa merusak kita kalau sampai jatuh ke kompetitor atau mitra lain."Darahku seakan membeku."Informasi seperti apa, tepatnya?""Cukup untuk seseorang memetakan strategi harga kita dua tahun ke depan." Peter menghela napas berat. "Nathaniel, kamu tahu aku percaya pada Grup Mahendra. Makanya aku menghubungimu langsung, bukan meliba

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 250

    Aku sampai di kantor pukul tujuh tiga puluh, jauh lebih awal dari biasanya. Bukan karena aku tidur nyenyak. Sepanjang malam aku hanya bolak-balik di tempat tidur, memutar ulang setiap kata dari percakapanku dengan Nate di kantornya."Aku akan tetap menunggu."Kalimat itu bergema di kepalaku seperti mantra yang keras kepala. Menunggu apa sebenarnya? Menunggu percakapan yang tidak sempat kami lakukan di taman? Menunggu keputusanku? Menunggu keberanian yang jelas-jelas tidak aku punya?Aku duduk di mejaku dan menyalakan komputer mencoba fokus pada laporan yang harus kuselesaikan sebelum siang. Tapi setiap gerakan di lorong membuatku menoleh, mencari sosok yang familiar, rambut cokelat gelap, dan mata hijau yang selalu terasa seperti bisa melihat ke dalam diriku.Menyedihkan.Saat akhirnya aku melihatnya berjalan ke arah lift, membawa map dan sedang berbicara di ponsel, dadaku langsung terasa bergejolak. Dia tidak melirik ke arahku. Dia sepenuhnya tenggelam dalam percakapan, tapi tubuhku b

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 249

    Kantor Nate terasa sunyi, hanya diisi suara ketikan halus dan dengungan aktivitas dari luar. Kami sudah bekerja hampir dua jam meninjau proyek penting untuk rapat investor minggu depan. Fokus yang dibutuhkan seharusnya membuat semuanya tetap rapi dan profesional.Seharusnya begitu.Tapi udara di antara kami membawa ketegangan yang tidak kami akui. Rasanya seperti pesta Grup Mahendra telah memicu arus tidak kelihatan, mengubah setiap tatapan yang tidak sengaja, dan setiap momen saat tangan kami hampir bersentuhan ketika saling menyerahkan dokumen menjadi sesuatu yang penuh makna.Dinding kaca juga tidak membantu. Aku bisa melihat orang-orang berjalan di lorong, dan beberapa melirik dengan rasa penasaran seolah mencoba menebak apa yang terjadi di dalam sini. Sejak pesta itu, rasanya seluruh kantor kembali mengamatiku dengan rasa ingin tahu yang nyaris tidak disembunyikan. Seolah aku ini semacam tontonan."Angka kuartal ketiga perlu disesuaikan di sini," gumamku sambil menunjuk bagian di

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 248

    Sudut Pandang Anna.Aku sedang tenggelam dalam laporan penjualan kuartal ketiga ketika sesuatu yang lembut jatuh tepat di atas kepalaku. Aku mendongak dan melihat Aurelia berdiri di samping mejaku, dengan tangan di pinggang, dan senyum jahil seolah dia sangat bangga pada dirinya sendiri."Aurelia, apa …?" Aku berkata sambil meraba ke atas dan merasakan kain yang lembut."Topi Natal." Dia mengumumkannya dengan gaya dramatis, seolah sedang mempersembahkan sebuah karya besar. "Cocok banget di kamu."Aku tidak bisa menahan tawa melihat betapa puasnya dia. Aku melepas topi itu dan memperhatikannya. Salah satu topi merah klasik dengan pom-pom putih, mungkin dibeli dari toko terdekat."Bukannya ini agak terlalu cepat?" tanyaku masih tertawa. "Ini baru November.""Anna, coba lihat ke luar!" katanya dengan antusiasme menular yang sudah jadi ciri khasnya. "Seluruh Londoria sudah masuk mode Natal. Ada pohon lampu di setiap sudut, toko-toko sudah dihias penuh, bahkan bus merah pun pakai dekorasi.

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 247

    Sudut pandang Nathaniel.Aku menatap layar ponselku untuk kesepuluh kalinya dalam lima menit terakhir membaca ulang pesan Anna. Cahaya pagi Minggu masuk perlahan melalui jendela apartemenku, tapi aku hampir tidak bisa fokus pada apa pun selain kata-kata yang kembali menyala di sana.Aku menginstal ulang aplikasi itu setelah tanpa sengaja mendengar Anna mengaku pada Vivian bahwa dia mulai memakainya lagi untuk berbicara denganku. Atau … versi lain dariku. Percakapan itu terjadi di sudut apartemen, tapi aku cukup dekat untuk menangkap beberapa kata kunci. Aku tidak bisa menahan diri begitu menyadari dia menginstal ulang aplikasi itu khusus untuk mencariku. Aku menginstalnya lagi dan menemukan pesan itu sudah menungguku.Anna menjawab: [Mungkin seseorang yang menantangku. Atau mungkin aku hanya suka merusak hidupku sendiri, karena itu yang kamu lakukan. Kamu muncul, hingga pikiranku jadi kacau total, dan aku tidak tahu kenapa. Untuk beberapa menit, aku bahkan bisa melupakan dia … dan itu

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 94

    Sudut Pandang Adriel.Vivian menatap tangannya beberapa detik, seolah mengumpulkan keberanian. Akhirnya dia menatapku."Aku rasa iya," bisiknya sembari melangkah menuju kamar mandi. "Kamu benar. Kita harus tahu."Aku mengambil tes dari meja, sekilas membaca petunjuk di kotaknya. Tampak mudah dilakuk

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 90

    Ruang utama tampak semakin ramai ketika Anna dan aku turun. Musik biola kuartet telah diganti dengan daftar lagu yang lebih riang, dan beberapa tamu bergerak di lantai dansa. Damar dikelilingi sekelompok pria tua, gesturnya hidup saat menceritakan sebuah kisah yang pasti lucu, dapat terlihat dari ta

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 91

    Anthony berdiri hanya beberapa langkah dariku, sosoknya yang elegan langsung mencolok di antara para tamu. Dengan senyum palsunya, dia mengulurkan salah satu dari dua gelas sampanye yang dipegangnya ke arahku."Seorang wanita sepertimu seharusnya tidak sendirian di pesta seperti ini," komentarnya de

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 85

    Jet pribadi Keluarga Mahendra melayang di atas perbukitan Gravona, dan aku masih belum bisa membiasakan diri dengan gagasan bahwa, setidaknya secara teknis, pesawat ini juga milikku. Anna, di sisi lain, sudah tampak benar-benar nyaman dengan kenyataan baru ini."Jelaskan lagi ke aku, kenapa kamu mas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status