Share

Bab 257

Penulis: Kayla Sango
Sudut Pandang Anna.

Aku berjalan kembali ke dalam apartemen tanpa berkata apa-apa, dan masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi di lorong tadi. Bayangan Nate yang berjalan menjauh terus melekat di pikiranku, bahunya yang tegang, langkahnya yang terkendali, dan cara dia menatapku di detik-detik terakhir sebelum berbelok di ujung koridor.

Aku langsung menuju dapur, dan mengambil vas kaca dari lemari, lalu mengisinya dengan air. Buket mawar merah itu terasa berat di tanganku. Memotong bat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 260

    Sudut pandang Nathaniel.Aku pulang jam enam sore, dua jam lebih cepat dari biasanya, pikiranku terus bergejolak sejak melihat foto Anna pagi tadi. Sepanjang hari di kantor rasanya seperti penyiksaan. Setiap kali aku berkedip, yang muncul selalu lekuk tubuh itu, cara cahaya pagi membelai kulitnya, dan ajakan tanpa kata-kata dalam gambar itu yang membuatku sama sekali tidak bisa fokus pada apa pun.Aku meletakkan tas kerja di dekat pintu dan melonggarkan dasiku, merasa seolah itu mencekikku. Foto itu terus membakar di belakang pikiranku, setiap lekuk tubuhnya terukir dengan jelas sampai membuat seluruh tubuhku menegang. Seolah dia tahu persis bagaimana cara membuatku tak berdaya, bahkan dari jarak jauh.Aku langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air dingin. Air dingin yang menghantam kulit membuatku tersentak, tapi justru itu yang kubutuhkan. Aku mencoba membiarkan dinginnya air menghapus panas yang mengikuti sepanjang hari, dan mencoba menenangkan diri cukup untuk bisa berpikir jer

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 259

    Sudut pandang Nathaniel.Ponselku bergetar di atas meja, memotong fokusku yang sedang meninjau laporan bulanan. Notifikasi dari aplikasi menyala di layar, dan jantungku langsung berdetak lebih cepat saat melihat itu pesan dari Anna.Aku membukanya tanpa ragu.[Bahkan di hari-hari saat aku tidak ingin bangun dari tempat tidur … aku tetap melakukannya. Ngomong-ngomong soal tempat tidur … punyaku tadi pagi benar-benar nyaman, gimana dengan punyamu …?]Ada foto yang terlampir.Aku hampir menjatuhkan ponselku saat gambar itu akhirnya terbuka.Anna sedang berbaring miring di tempat tidur, diambil dari sudut yang hanya menampilkan tubuhnya, lekuk tubuhnya terlihat sempurna, disorot oleh pakaian dalam hitam yang kontras dengan kulitnya. Cahaya pagi yang lembut masuk dari jendela, menciptakan bayangan yang membuat semuanya terasa semakin intim, dan semakin menggoda. Wajahnya tidak terlihat, tapi justru itu membuat foto tersebut terasa lebih sensual, dan lebih misterius.Mataku mengikuti setiap

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 258

    Aku sampai di restoran lima belas menit lebih awal sebelum pertemuanku dengan Aurelia, lalu memilih meja tenang di sudut, dan jauh dari jendela yang menghadap ke jalan ramai. Tempat ini sempurna untuk yang kubutuhkan dan cukup nyaman untuk percakapan pribadi, tapi juga cukup ramai sehingga tidak ada yang akan memperhatikan dua wanita yang sedang makan siang.Aku memesan kopi dan mencoba merapikan pikiran yang sudah menggangguku sejak malam sebelumnya. Diberhentikan sementara, tawaran Rivan, Nate yang tiba-tiba muncul dengan bunga aneh itu, dan pesan Wanderer yang semakin dalam … semuanya terasa seperti satu simpul yang mustahil diurai, seolah hidupku berubah jadi sinetron yang terlalu dramatis.Aurelia datang tepat waktu dan seperti biasa membawa energi positif yang biasanya menular padaku. Hari ini dia terlihat elegan dengan blazer biru tua yang kontras sempurna dengan rambutnya, dan membawa map kulit yang jelas menunjukkan jadwalnya padat sore ini."Maaf kalau aku kelihatan buru-buru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 257

    Sudut Pandang Anna.Aku berjalan kembali ke dalam apartemen tanpa berkata apa-apa, dan masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi di lorong tadi. Bayangan Nate yang berjalan menjauh terus melekat di pikiranku, bahunya yang tegang, langkahnya yang terkendali, dan cara dia menatapku di detik-detik terakhir sebelum berbelok di ujung koridor.Aku langsung menuju dapur, dan mengambil vas kaca dari lemari, lalu mengisinya dengan air. Buket mawar merah itu terasa berat di tanganku. Memotong batangnya dan menata kelopaknya justru seolah memperbesar kekacauan pertanyaan yang berputar di kepalaku. Kenapa Nate memilih bunga itu? Kenapa rasanya begitu familiar begitu aku melihatnya? Dan kenapa, demi Tuhan, kehadirannya di rumahku bisa mengguncangku seperti ini?"Mawar merah jelas bukan arti simbolis yang cocok untuk mewakili tim." Suara Rivan terdengar penuh dengan sindiran.Aku tidak menoleh. Aku terus sibuk dengan mawar-mawar itu, dan memberinya perhatian lebih dari yang seharusnya."Ter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 256

    Sudut pandang Nathaniel.Untuk sesaat, aku hanya menatap Anna yang berdiri di ambang pintu dengan rambutnya sedikit berantakan, dan ekspresinya membeku dalam keterkejutan. Tapi pandanganku segera bergeser melewatinya, masuk ke dalam apartemen … ke dia.Rivan.Duduk santai di sofa Anna seolah itu miliknya. Bersandar dengan postur santai yang arogan, seakan ingin menunjukkan kendali. Satu tangan disampirkan di sandaran sofa, kaki sedikit terbuka seolah ingin menegaskan keberadaannya di sana dan senyum tipis terlukis di bibirnya.Seluruh sikapnya seolah memancarkan rasa memiliki atas ruangan itu, atas momen ini, dan bahkan mungkin atas Anna.Udara langsung berubah tebal, berat, dan tajam. Tanpa menunggu izin, tapi juga tanpa bertanya, aku melangkah masuk dengan gerakan yang terkontrol dan sengaja, lalu menutup pintu di belakangku. Bunyi kliknya menggema seperti deklarasi perang."Ngapain kamu kemari?" tanyaku balik sembari menjaga suaraku tetap rendah tapi tegas.Senyum Rivan melebar, jel

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 255

    Sudut pandang Nathaniel.Kata-kata Adriel masih bergema di kepalaku saat aku berjalan keluar dari gedung Grup Mahendra. Lalu apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan? Kenapa kamu masih belum mengejarnya?Dia benar. Sementara aku duduk di sana tenggelam dalam obsesi terhadap protokol perusahaan dan kekhawatiran tentang dampak profesional, Anna sendirian menghadapi situasi yang dirancang Alexandra dengan kekejaman yang sangat terencana. Kalau aku benar-benar peduli padanya, di mana saat ini aku sudah peduli jauh lebih dari yang mau kuakui, aku seharusnya sudah pergi menemuinya sejak beberapa jam lalu.Lalu lintas Londoria sangat padat, tapi itu memberiku waktu untuk memikirkan apa yang akan kukatakan saat sampai di apartemennya nanti. Bagaimana aku menjelaskan bahwa aku gagal melindunginya di rapat dewan itu? Bagaimana aku meminta maaf karena menjadi orang yang terpaksa menyampaikan kabar terburuk padanya? Bagaimana aku menunjukkan padanya bahwa dia lebih penting bagiku daripada aturan pe

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 77

    Keheningan yang menyusul terasa istimewa, seakan kami terhenti di waktu itu di bawah taburan bintang, tanpa masa lalu, dan tanpa masa depan. Hanya kami berdua, dan kerentanan yang kami bagi bersama. Dari semua hal yang telah Adriel perlihatkan padaku, baik vila, kebun anggur, ruang bawah tanah berus

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 74

    Pagi itu segar dan cerah ketika aku memutuskan menikmati kopi di teras vila sambil menatap kebun anggur yang berkilau di bawah sinar matahari terbit. Aku mulai terbiasa dengan ritme hidup Eldoria yang lebih lambat, dengan jam makan yang panjang dan malam penuh bintang.Adriel sudah pergi pagi-pagi u

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 71

    Gaun biru tua yang kutemukan di lemari kamar itu begitu memukau. Sebuah rancangan Valentino elegan dengan potongan asimetris yang jatuh sempurna mengikuti lekuk tubuhku. Adriel telah menyiapkan seluruh lemari pakaian untukku, dan mengantisipasi setiap kemungkinan acara sosial. Yang tidak pernah dia

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 75

    Setelah Lydia pergi, aku tetap duduk lama di teras, kata-katanya berputar-putar di kepalaku seperti daun yang diterbangkan badai. Aku perlu tahu lebih banyak, dan memahami apa yang sebenarnya terjadi bertahun-tahun lalu.Tepat saat ini Lusi muncul dengan kopiku, dan saat dia menata meja, aku memutus

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status