Share

Bab 31

Author: Kayla Sango
Kata-kata itu menggantung di antara kami, berat dan bermakna. Suasana di dalam mobil terasa sesak oleh ketegangan yang mengalir. Adriel tidak menjauh dan justru makin dekat. Aku bisa merasakan napasnya, melihat jelas setiap garis di wajahnya, bayangan tipis rambut di rahangnya, cahaya tajam di matanya, dan bibirnya yang masih basah setelah kami berciuman.

Ada momen singkat, momen indah yang membuatku berani berharap dan di mana aku sungguh percaya dia akan mengatakan ya. Bahwa kami akan keluar d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 260

    Sudut pandang Nathaniel.Aku pulang jam enam sore, dua jam lebih cepat dari biasanya, pikiranku terus bergejolak sejak melihat foto Anna pagi tadi. Sepanjang hari di kantor rasanya seperti penyiksaan. Setiap kali aku berkedip, yang muncul selalu lekuk tubuh itu, cara cahaya pagi membelai kulitnya, dan ajakan tanpa kata-kata dalam gambar itu yang membuatku sama sekali tidak bisa fokus pada apa pun.Aku meletakkan tas kerja di dekat pintu dan melonggarkan dasiku, merasa seolah itu mencekikku. Foto itu terus membakar di belakang pikiranku, setiap lekuk tubuhnya terukir dengan jelas sampai membuat seluruh tubuhku menegang. Seolah dia tahu persis bagaimana cara membuatku tak berdaya, bahkan dari jarak jauh.Aku langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air dingin. Air dingin yang menghantam kulit membuatku tersentak, tapi justru itu yang kubutuhkan. Aku mencoba membiarkan dinginnya air menghapus panas yang mengikuti sepanjang hari, dan mencoba menenangkan diri cukup untuk bisa berpikir jer

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 259

    Sudut pandang Nathaniel.Ponselku bergetar di atas meja, memotong fokusku yang sedang meninjau laporan bulanan. Notifikasi dari aplikasi menyala di layar, dan jantungku langsung berdetak lebih cepat saat melihat itu pesan dari Anna.Aku membukanya tanpa ragu.[Bahkan di hari-hari saat aku tidak ingin bangun dari tempat tidur … aku tetap melakukannya. Ngomong-ngomong soal tempat tidur … punyaku tadi pagi benar-benar nyaman, gimana dengan punyamu …?]Ada foto yang terlampir.Aku hampir menjatuhkan ponselku saat gambar itu akhirnya terbuka.Anna sedang berbaring miring di tempat tidur, diambil dari sudut yang hanya menampilkan tubuhnya, lekuk tubuhnya terlihat sempurna, disorot oleh pakaian dalam hitam yang kontras dengan kulitnya. Cahaya pagi yang lembut masuk dari jendela, menciptakan bayangan yang membuat semuanya terasa semakin intim, dan semakin menggoda. Wajahnya tidak terlihat, tapi justru itu membuat foto tersebut terasa lebih sensual, dan lebih misterius.Mataku mengikuti setiap

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 258

    Aku sampai di restoran lima belas menit lebih awal sebelum pertemuanku dengan Aurelia, lalu memilih meja tenang di sudut, dan jauh dari jendela yang menghadap ke jalan ramai. Tempat ini sempurna untuk yang kubutuhkan dan cukup nyaman untuk percakapan pribadi, tapi juga cukup ramai sehingga tidak ada yang akan memperhatikan dua wanita yang sedang makan siang.Aku memesan kopi dan mencoba merapikan pikiran yang sudah menggangguku sejak malam sebelumnya. Diberhentikan sementara, tawaran Rivan, Nate yang tiba-tiba muncul dengan bunga aneh itu, dan pesan Wanderer yang semakin dalam … semuanya terasa seperti satu simpul yang mustahil diurai, seolah hidupku berubah jadi sinetron yang terlalu dramatis.Aurelia datang tepat waktu dan seperti biasa membawa energi positif yang biasanya menular padaku. Hari ini dia terlihat elegan dengan blazer biru tua yang kontras sempurna dengan rambutnya, dan membawa map kulit yang jelas menunjukkan jadwalnya padat sore ini."Maaf kalau aku kelihatan buru-buru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 257

    Sudut Pandang Anna.Aku berjalan kembali ke dalam apartemen tanpa berkata apa-apa, dan masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi di lorong tadi. Bayangan Nate yang berjalan menjauh terus melekat di pikiranku, bahunya yang tegang, langkahnya yang terkendali, dan cara dia menatapku di detik-detik terakhir sebelum berbelok di ujung koridor.Aku langsung menuju dapur, dan mengambil vas kaca dari lemari, lalu mengisinya dengan air. Buket mawar merah itu terasa berat di tanganku. Memotong batangnya dan menata kelopaknya justru seolah memperbesar kekacauan pertanyaan yang berputar di kepalaku. Kenapa Nate memilih bunga itu? Kenapa rasanya begitu familiar begitu aku melihatnya? Dan kenapa, demi Tuhan, kehadirannya di rumahku bisa mengguncangku seperti ini?"Mawar merah jelas bukan arti simbolis yang cocok untuk mewakili tim." Suara Rivan terdengar penuh dengan sindiran.Aku tidak menoleh. Aku terus sibuk dengan mawar-mawar itu, dan memberinya perhatian lebih dari yang seharusnya."Ter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 256

    Sudut pandang Nathaniel.Untuk sesaat, aku hanya menatap Anna yang berdiri di ambang pintu dengan rambutnya sedikit berantakan, dan ekspresinya membeku dalam keterkejutan. Tapi pandanganku segera bergeser melewatinya, masuk ke dalam apartemen … ke dia.Rivan.Duduk santai di sofa Anna seolah itu miliknya. Bersandar dengan postur santai yang arogan, seakan ingin menunjukkan kendali. Satu tangan disampirkan di sandaran sofa, kaki sedikit terbuka seolah ingin menegaskan keberadaannya di sana dan senyum tipis terlukis di bibirnya.Seluruh sikapnya seolah memancarkan rasa memiliki atas ruangan itu, atas momen ini, dan bahkan mungkin atas Anna.Udara langsung berubah tebal, berat, dan tajam. Tanpa menunggu izin, tapi juga tanpa bertanya, aku melangkah masuk dengan gerakan yang terkontrol dan sengaja, lalu menutup pintu di belakangku. Bunyi kliknya menggema seperti deklarasi perang."Ngapain kamu kemari?" tanyaku balik sembari menjaga suaraku tetap rendah tapi tegas.Senyum Rivan melebar, jel

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 255

    Sudut pandang Nathaniel.Kata-kata Adriel masih bergema di kepalaku saat aku berjalan keluar dari gedung Grup Mahendra. Lalu apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan? Kenapa kamu masih belum mengejarnya?Dia benar. Sementara aku duduk di sana tenggelam dalam obsesi terhadap protokol perusahaan dan kekhawatiran tentang dampak profesional, Anna sendirian menghadapi situasi yang dirancang Alexandra dengan kekejaman yang sangat terencana. Kalau aku benar-benar peduli padanya, di mana saat ini aku sudah peduli jauh lebih dari yang mau kuakui, aku seharusnya sudah pergi menemuinya sejak beberapa jam lalu.Lalu lintas Londoria sangat padat, tapi itu memberiku waktu untuk memikirkan apa yang akan kukatakan saat sampai di apartemennya nanti. Bagaimana aku menjelaskan bahwa aku gagal melindunginya di rapat dewan itu? Bagaimana aku meminta maaf karena menjadi orang yang terpaksa menyampaikan kabar terburuk padanya? Bagaimana aku menunjukkan padanya bahwa dia lebih penting bagiku daripada aturan pe

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 51

    Pagi Jumat itu terbentang di bawah langit biru yang begitu sempurna, seolah alam ikut menyambut kedatangan Keluarga Kusuma di Kediaman Mahendra. Aku memperhatikan dari jendela kamar saat mobil mereka menanjak pelan, jantungku berdebar antara gugup dan lega. Melihat wajah-wajah yang kukenal setelah m

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 54

    Malam itu terasa hangat luar biasa untuk Lembah Cemara di musim seperti ini. Langit berbintang membentang seperti selimut cahaya di atas properti, dan bulan purnama memantul di permukaan kolam tanpa batas yang berada di salah satu teras jauh kediaman, tempat yang sebelumnya Adriel tunjukkan padaku,

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 53

    Sarapan di Kediaman Mahendra terasa hampir seperti dunia lain. Ruang makan pagi yang elegan, dengan jendela-jendela lebar yang membiarkan sinar matahari masuk, tampak seperti halaman majalah desain. Aku berusaha menahan diri sambil memperhatikan ibunya Adriel, Amanda Wirawan, memotong sepotong roti

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 48

    Aku menutup pintu kamar tamu dan terhempas ke tempat tidur, lelah secara fisik dan emosional. Aku butuh bicara dengan seseorang yang bisa memahami situasiku, seseorang yang mengenaliku lebih baik daripada aku kenal diriku sendiri. Aku meraih ponsel dan menekan nomor yang lebih familiar bagiku daripa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status