Share

Bab 69

Penulis: Kayla Sango
Bulan menebarkan cahaya peraknya di atas kebun anggur saat Adriel menarikku ke pelukannya dengan desakan yang sama seperti hasratku sendiri. Tidak ada kata-kata, hanya suara napas kami yang terengah-engah saat dia perlahan menurunkanku di antara barisan pohon anggur yang kini seolah menyandang namaku.

Tanah lembut di bawah punggungku kontras dengan berat tubuh Adriel yang menekan tubuhku. Tangannya menyusuri lekuk tubuhku melalui gaun bernoda anggur, dan berhenti di tempat-tempat yang membuatku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 70

    Aku terbangun oleh hangatnya sinar matahari Eldoria yang menyentuh wajahku, kontras tajam dengan hembusan angin pagi yang sejuk. Sesaat aku tetap menutup mata sambil menikmati ketenangan yang membungkusku. Tubuh Adriel menempel di tubuhku, dan kehangatannya menjadi perisai yang menenangkan dari dunia luar. Lalu aku menyadari sesuatu yang janggal, ada suara. Beberapa suara, berbicara cepat dalam Bahasa Valentia ... dan terdengar begitu dekat.Mataku terbelalak, panik menyerbu seperti disiram air dingin. Kami masih di kebun anggur, dan benar-benar terlihat! Gerakan cepat di sampingku menunjukkan Adriel sudah bangun. Dia lalu melemparkan bajunya yang sobek ke tubuhku dan menutupiku tapi hampir tidak cukup."Selamat pagi," katanya terdengar tenang sekali untuk seseorang yang baru saja ketahuan tidur telanjang di tengah kebunnya oleh para pekerja."Adriel!" Aku mendesis, dan menarik kemeja itu lebih tinggi untuk menutupi lebih banyak. "Ada orang di sini!"Senyumnya muncul dengan setengah pe

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 69

    Bulan menebarkan cahaya peraknya di atas kebun anggur saat Adriel menarikku ke pelukannya dengan desakan yang sama seperti hasratku sendiri. Tidak ada kata-kata, hanya suara napas kami yang terengah-engah saat dia perlahan menurunkanku di antara barisan pohon anggur yang kini seolah menyandang namaku.Tanah lembut di bawah punggungku kontras dengan berat tubuh Adriel yang menekan tubuhku. Tangannya menyusuri lekuk tubuhku melalui gaun bernoda anggur, dan berhenti di tempat-tempat yang membuatku mendesah."Gaun ini menghalangi," gumamnya di leherku, dan jarinya menemukan resleting di punggungku."Kalau gitu lepaskan saja," tantangku sambil sedikit mengangkat tubuh untuk membantunya.Kain itu pun meluncur turun dari tubuhku, menyisakan aku hanya dengan pakaian dalam hitam yang kubeli di Virelia. Mata Adriel menggelap saat menatapku di bawah cahaya bulan. Kulitku yang pucat kontras dengan renda hitam dan hijau pekat dari barisan anggur di sekitar kami."Ya ampun, Vivian," bisiknya, menyus

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 68

    Vila Mahendra hanya diterangi oleh cahaya perak bulan dan bintang yang tersebar di langit Eldoria. Kaki kami masih ternoda ungu dari jus anggur, meninggalkan jejak di jalan batu saat kami berjalan berdampingan, dan bahu kami sesekali bersentuhan."Aku benar-benar berantakan," kataku sambil menatap gaun putihku yang kini penuh noda ungu. "Sepertinya noda ini tidak akan pernah hilang."Adriel tertawa dengan suaranya yang ringan dan tulus."Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari Eldoria yang autentik," jawabnya, sembari matanya menatapku hingga membuat pipiku memerah. "Lagipula, ungu sangat cocok padamu.""Benarkah?" godaku sambil berputar untuk menunjukkan seluruh kerusakan gaun. "Mungkin aku harus mulai memasukkan noda anggur ke semua pakaian mulai sekarang.""Jangan sampai Ibuku tahu," gurau Adriel. Matanya bersinar penuh kesenangan. "Dia pasti syok kalau tahu Nyonya baru Keluarga mahendra muncul di publik seperti habis berguling di tong anggur.""Ibumu saja pasti kaget hanya karena

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 67

    Saat kami berjalan kembali ke festival, keheningan yang nyaman menyelimuti kami. Pengungkapan tentang masa lalu Adriel dengan Lydia masih membebani pikiranku, tapi entah bagaimana, aku merasa dia benar-benar terbuka padaku, dan memperlihatkan kerentanan yang jarang dia tunjukkan pada siapa pun.Alun-alun desa sekarang lebih meriah, diterangi ratusan lentera warna-warni yang digantung di antara bangunan berusia berabad-abad. Sebuah grup musik lokal memainkan lagu-lagu tradisional Valentia, dan aroma masakan setempat bercampur dengan manisnya anggur matang."Kau masih ingin tetap di sini?" tanya Adriel dengan pandangannya yang hati-hati, yang menandakan dia setengah yakin aku akan memilih kembali ke vila setelah percakapan ini."Ya," jawabku dengan tegas, lebih dari yang kukira. "Aku tidak akan biarkan apa pun merusak malam kita."Senyum tulus yang jarang kulihat pun menyebar di wajahnya, senyum yang sampai ke matanya dan melembutkan garis-garis wajahnya."Kalau begitu, sepertinya kita d

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 66

    Matahari Eldoria perlahan tenggelam di balik perbukitan, mewarnai kebun anggur dengan warna emas dan merah menyala. Aku duduk di atas dinding batu tua yang mengelilingi salah satu teras vila, dan memutar-mutar gelas anggur di tanganku tanpa benar-benar meminumnya. Di bawah sana, lembah terbentang seperti mozaik sempurna dari tanaman anggur, pohon zaitun, dan cemara dengan keindahan yang justru terasa menyindir kekacauan yang bergolak di dalam dadaku setelah pertemuanku dengan Lydia."Aku sudah mengenal Adriel sejak kami masih anak-anak."Kata-katanya terus terngiang di kepalaku. Kebohongan lain. Lapisan rahasia lainnya. Aku lelah menemukan bahwa tidak ada satu pun hal tentang Adriel Mahendra yang benar-benar seperti kelihatannya.Saat ini aku mendengar langkah kaki mendekat di atas batu teras, dan tanpa menoleh pun aku tahu itu dia. Adriel berhenti di sampingku, menghela napas sebelum duduk di dinding, menjaga jarak hati-hati di antara kami."Maaf aku meninggalkanmu sendirian dengannya

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 65

    Suara itu memecah keheningan, dan seketika menghancurkan keintiman yang sempat terbangun di antara kami. Adriel menegang di sampingku, seluruh tubuhnya membeku. Saat aku menoleh, aku berhadapan langsung dengan sosok yang sangat kukenal, yang tidak lain adalah Lydia Wijaya.Dia tetap memesona seperti dulu dengan gelombang rambut gelap yang terurai sempurna, kulit kecokelatan akibat matahari, dan gaun musim panas yang tampak sederhana tapi jelas harganya fantastis. Dengan senyum palsunya yang tajam, dia menilai kami dengan dingin."Lydia," sapa Adriel, suaranya yang kembali ke nada dingin dan terkendali yang jarang kudengar sejak tiba di Valentia. "Sungguh mengejutkan melihatmu di sini."Lydia tertawa dengan suara merdu tapi dipenuhi pesona palsu."Mengejutkan? Kau jelas tahu keluargaku selalu menghabiskan musim panas di sini, Adriel. Sama seperti keluargamu." Matanya lalu melirik padaku. "Vivian, senang sekali melihatmu lagi. Pernikahan itu … begitu tidak biasa. Aku hampir tidak sempat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status