Share

Bab 67

Penulis: Kayla Sango
Saat kami berjalan kembali ke festival, keheningan yang nyaman menyelimuti kami. Pengungkapan tentang masa lalu Adriel dengan Lydia masih membebani pikiranku, tapi entah bagaimana, aku merasa dia benar-benar terbuka padaku, dan memperlihatkan kerentanan yang jarang dia tunjukkan pada siapa pun.

Alun-alun desa sekarang lebih meriah, diterangi ratusan lentera warna-warni yang digantung di antara bangunan berusia berabad-abad. Sebuah grup musik lokal memainkan lagu-lagu tradisional Valentia, dan ar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 252

    Sudut pandang Nathaniel.Aku sudah duduk di kantorku selama dua puluh menit sambil menatap ponselku seolah-olah benda itu bisa secara ajaib memberikan solusi untuk kekacauan yang kini menjadi hidupku. Pesan Anna baru masuk beberapa jam setelah aku memberitahunya tentang penangguhan itu, dan setiap katanya menghantam dengan tajam.Anna berkata, [Saat aku memilih untuk percaya .... Karena aku rasa kerentanan itu seperti mempercayakan seseorang untuk menyelamatkan … dan menyadari bahwa mereka memilih untuk pergi di saat keruntuhanku. Itu berlaku untuk cinta, persahabatan, bahkan pekerjaan. Karena pada akhirnya, semuanya terasa sama. Bagian yang "lucu" adalah semua orang selalu bilang bahwa menjadi rentan itu berani. Tapi tidak ada yang memperingatkanmu bahwa kadang keberanian datang dengan hati yang hancur atau surat penangguhan.]Aku membaca pesan itu untuk kelima kalinya, dan merasakan berat pada setiap barisnya. Dia menulisnya dengan mengira dia sedang membuka diri kepada orang asing y

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 251

    Sudut pandang Nathaniel.Peter menelepon jam dua siang pada hari Selasa yang awalnya terasa biasa saja. Aku sedang meninjau angka kuartal keempat ketika Margaret menyambungkannya, dan hanya menyebut bahwa pria Eldranic itu terdengar sangat serius hari ini."Nathaniel, kita perlu bicara." Suara Peter langsung kehilangan formalitas sopannya. "Kita punya masalah."Ada rasa tegang yang langsung mengikat di dalam diriku. Peter tidak pernah setegas ini kecuali terjadi sesuatu benar-benar buruk."Apa yang terjadi?""Rincian kontrak suplai kita bocor," katanya langsung. "Informasi spesifik tentang margin keuntungan, ketentuan eksklusif, klausul performa. Hal-hal yang bisa merusak kita kalau sampai jatuh ke kompetitor atau mitra lain."Darahku seakan membeku."Informasi seperti apa, tepatnya?""Cukup untuk seseorang memetakan strategi harga kita dua tahun ke depan." Peter menghela napas berat. "Nathaniel, kamu tahu aku percaya pada Grup Mahendra. Makanya aku menghubungimu langsung, bukan meliba

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 250

    Aku sampai di kantor pukul tujuh tiga puluh, jauh lebih awal dari biasanya. Bukan karena aku tidur nyenyak. Sepanjang malam aku hanya bolak-balik di tempat tidur, memutar ulang setiap kata dari percakapanku dengan Nate di kantornya."Aku akan tetap menunggu."Kalimat itu bergema di kepalaku seperti mantra yang keras kepala. Menunggu apa sebenarnya? Menunggu percakapan yang tidak sempat kami lakukan di taman? Menunggu keputusanku? Menunggu keberanian yang jelas-jelas tidak aku punya?Aku duduk di mejaku dan menyalakan komputer mencoba fokus pada laporan yang harus kuselesaikan sebelum siang. Tapi setiap gerakan di lorong membuatku menoleh, mencari sosok yang familiar, rambut cokelat gelap, dan mata hijau yang selalu terasa seperti bisa melihat ke dalam diriku.Menyedihkan.Saat akhirnya aku melihatnya berjalan ke arah lift, membawa map dan sedang berbicara di ponsel, dadaku langsung terasa bergejolak. Dia tidak melirik ke arahku. Dia sepenuhnya tenggelam dalam percakapan, tapi tubuhku b

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 249

    Kantor Nate terasa sunyi, hanya diisi suara ketikan halus dan dengungan aktivitas dari luar. Kami sudah bekerja hampir dua jam meninjau proyek penting untuk rapat investor minggu depan. Fokus yang dibutuhkan seharusnya membuat semuanya tetap rapi dan profesional.Seharusnya begitu.Tapi udara di antara kami membawa ketegangan yang tidak kami akui. Rasanya seperti pesta Grup Mahendra telah memicu arus tidak kelihatan, mengubah setiap tatapan yang tidak sengaja, dan setiap momen saat tangan kami hampir bersentuhan ketika saling menyerahkan dokumen menjadi sesuatu yang penuh makna.Dinding kaca juga tidak membantu. Aku bisa melihat orang-orang berjalan di lorong, dan beberapa melirik dengan rasa penasaran seolah mencoba menebak apa yang terjadi di dalam sini. Sejak pesta itu, rasanya seluruh kantor kembali mengamatiku dengan rasa ingin tahu yang nyaris tidak disembunyikan. Seolah aku ini semacam tontonan."Angka kuartal ketiga perlu disesuaikan di sini," gumamku sambil menunjuk bagian di

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 248

    Sudut Pandang Anna.Aku sedang tenggelam dalam laporan penjualan kuartal ketiga ketika sesuatu yang lembut jatuh tepat di atas kepalaku. Aku mendongak dan melihat Aurelia berdiri di samping mejaku, dengan tangan di pinggang, dan senyum jahil seolah dia sangat bangga pada dirinya sendiri."Aurelia, apa …?" Aku berkata sambil meraba ke atas dan merasakan kain yang lembut."Topi Natal." Dia mengumumkannya dengan gaya dramatis, seolah sedang mempersembahkan sebuah karya besar. "Cocok banget di kamu."Aku tidak bisa menahan tawa melihat betapa puasnya dia. Aku melepas topi itu dan memperhatikannya. Salah satu topi merah klasik dengan pom-pom putih, mungkin dibeli dari toko terdekat."Bukannya ini agak terlalu cepat?" tanyaku masih tertawa. "Ini baru November.""Anna, coba lihat ke luar!" katanya dengan antusiasme menular yang sudah jadi ciri khasnya. "Seluruh Londoria sudah masuk mode Natal. Ada pohon lampu di setiap sudut, toko-toko sudah dihias penuh, bahkan bus merah pun pakai dekorasi.

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 247

    Sudut pandang Nathaniel.Aku menatap layar ponselku untuk kesepuluh kalinya dalam lima menit terakhir membaca ulang pesan Anna. Cahaya pagi Minggu masuk perlahan melalui jendela apartemenku, tapi aku hampir tidak bisa fokus pada apa pun selain kata-kata yang kembali menyala di sana.Aku menginstal ulang aplikasi itu setelah tanpa sengaja mendengar Anna mengaku pada Vivian bahwa dia mulai memakainya lagi untuk berbicara denganku. Atau … versi lain dariku. Percakapan itu terjadi di sudut apartemen, tapi aku cukup dekat untuk menangkap beberapa kata kunci. Aku tidak bisa menahan diri begitu menyadari dia menginstal ulang aplikasi itu khusus untuk mencariku. Aku menginstalnya lagi dan menemukan pesan itu sudah menungguku.Anna menjawab: [Mungkin seseorang yang menantangku. Atau mungkin aku hanya suka merusak hidupku sendiri, karena itu yang kamu lakukan. Kamu muncul, hingga pikiranku jadi kacau total, dan aku tidak tahu kenapa. Untuk beberapa menit, aku bahkan bisa melupakan dia … dan itu

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 54

    Malam itu terasa hangat luar biasa untuk Lembah Cemara di musim seperti ini. Langit berbintang membentang seperti selimut cahaya di atas properti, dan bulan purnama memantul di permukaan kolam tanpa batas yang berada di salah satu teras jauh kediaman, tempat yang sebelumnya Adriel tunjukkan padaku,

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 52

    Malam itu, suasana di kediaman terasa berbeda. Cahaya lembut menciptakan atmosfer hangat di ruang makan utama, sebuah ruangan yang jarang digunakan untuk pertemuan intim seperti ini. Meja panjang dari kayu gelap itu tertata dengan porselen terbaik keluarga, gelas kristal berkilau di bawah cahaya lam

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 53

    Sarapan di Kediaman Mahendra terasa hampir seperti dunia lain. Ruang makan pagi yang elegan, dengan jendela-jendela lebar yang membiarkan sinar matahari masuk, tampak seperti halaman majalah desain. Aku berusaha menahan diri sambil memperhatikan ibunya Adriel, Amanda Wirawan, memotong sepotong roti

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 48

    Aku menutup pintu kamar tamu dan terhempas ke tempat tidur, lelah secara fisik dan emosional. Aku butuh bicara dengan seseorang yang bisa memahami situasiku, seseorang yang mengenaliku lebih baik daripada aku kenal diriku sendiri. Aku meraih ponsel dan menekan nomor yang lebih familiar bagiku daripa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status