Share

BAB 4: DIA...???

Author: Kak Upe
last update publish date: 2026-06-03 22:05:28

Hari ulang tahun Kaisar selalu menjadi perayaan terbesar di Dinasti Tian Sheng. Sejak fajar, jalan-jalan menuju istana dipenuhi kereta para pejabat, bangsawan, dan keluarga terkemuka dari seluruh penjuru negeri.

Ning Yuan berjalan di belakang Shen Ziyuan dengan tenang. Hari ini adalah langkah pertamanya menuju Janda Permaisuri.

Selama dua tahun, ia telah memahami, selama hidupnya terikat pada keluarga Shen, ia akan selalu bergantung pada suasana hati Shen Ziyuan dan keluarganya.

Jadi, kali ini Ning Yuan akan meraih kebebasan. Dan wanita berstatus tertinggi di seluruh negeri yang mampu memberikannya adalah Janda Permaisuri. 

Jika ia berhasil mendapatkan kepercayaan ibu Kaisar itu, ia akan memiliki alasan sah untuk keluar masuk istana. Saat hari itu tiba, bahkan Shen Ziyuan tidak akan mampu mengendalikannya lagi.

Janda Permaisuri Xiao duduk di singgasana yang sedikit lebih rendah dari singgasana Kaisar di sisi kiri.

Ning Yuan telah mendengar banyak tentangnya: wanita yang selamat dari perebutan kekuasaan istana, yang membesarkan putranya menjadi kaisar, yang hingga kini masih memegang pengaruh besar di balik layar.

Selama berbulan-bulan, ia telah mempelajari kebiasaan Janda Permaisuri dan mengumpulkan informasi tentang apa yang disukai dan tidak disukai wanita itu.

Hari ini adalah ujian dari semua persiapannya.

Perlahan, Ning Yuan mulai melangkah mendekati area sekitar singgasana. Tidak langsung mendekati Janda Permaisuri. 

Ketika salah satu dayang Janda Permaisuri mendekati kelompok wanita itu dan menyampaikan pesan. Ning Yuan mendengar mereka berbicara tentang betapa sulitnya mencari calon istri untuk kaisar.

Ketika dayang itu berbalik untuk pergi, Ning Yuan maju selangkah, "Dayang Kang, aku mendengar Yang Mulia Janda Permaisuri sangat menyukai teh melati dari daerah selatan. Aku kebetulan membawa beberapa yang baru dipetik. Apakah boleh aku mempersembahkannya?"

Dayang itu menatapnya dengan tatapan tajam, lalu tersenyum tipis. "Tunggu di sini. Aku akan tanyakan pada Janda Permaisuri."

Ning Yuan menundukkan kepala dan menunggu. Dalam hati ia berdoa agar informasinya tepat. 

Beberapa saat kemudian, dayang itu kembali dengan anggukan. "Yang Mulia bersedia menerimamu. Ikuti aku."

Ning Yuan mengikuti dayang itu melewati kerumunan bangsawan, merasakan tatapan iri dan penasaran dari wanita-wanita di sekitarnya. Ia berjalan dengan kepala tegak, langkah mantap, tidak menunjukkan keraguan.

Ketika tiba di hadapan Janda Permaisuri, ia berlutut dengan anggun dan menundukkan kepala. 

"Hamba Ning Yuan, menantu keluarga Shen, mempersembahkan teh melati untuk Yang Mulia. Semoga Yang Mulia berkenan menerimanya."

Janda Permaisuri mengamatinya dengan tatapan tak terbaca. "Angkat kepalamu."

Ning Yuan mengangkat kepala, menatap langsung mata Janda Permaisuri. Dalam permainan ini, ia harus menunjukkan keberanian tanpa terlihat lancang.

Janda Permaisuri tersenyum tipis. "Kau cantik sekali. Aku ingat kau. Menantu mantan Perdana Menteri yang telah tiada, bukan? Istri Shen Ziyuan?"

"Hamba merasa terhormat Yang Mulia mengingat hamba."

"Aku dengar kau sangat berbakti pada mertuamu dan pandai mengelola rumah tangga. Sayang sekali kau jarang terlihat di istana." Janda Permaisuri mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Mengapa baru sekarang kau datang?"

"Hamba datang karena hamba ingin belajar dari kebijaksanaan Yang Mulia. Selama ini hamba hanya berkurung diri dengan kesibukan di dalam rumah. Namun hamba kini menyadari bahwa hamba perlu memperluas wawasan agar dapat mengabdi lebih baik kepada keluarga dan negara. Dan tidak ada guru yang lebih bijaksana daripada Yang Mulia."

Di belakangnya, Ning Yuan merasakan tatapan Shen Ziyuan yang membakar. Suaminya pasti panik melihat istrinya mendekati salah satu wanita paling berpengaruh di kerajaan tanpa seizinnya. 

Tapi Ning Yuan tidak peduli. Ini langkah yang telah ia rencanakan berbulan-bulan, dan ia tidak akan membiarkan Shen Ziyuan menghentikannya.

Janda Permaisuri tertawa kecil. 

"Wanita muda yang cerdas. Aku suka itu." Ia mengangguk pada dayang di sampingnya. "Siapkan kursi untuk Nyonya Muda Shen. Aku ingin berbicara lebih banyak dengannya."

Percakapan mereka mengalir lancar. Matanya berbinar mendengar jawaban Ning Yuan yang cerdas dan tidak dibuat-buat.

"Kau berbeda dari wanita lain," kata Janda Permaisuri setelah beberapa saat. "Mereka biasanya datang hanya untuk bermain-main atau mencari perhatian. Tapi kau... kau datang dengan tujuan. Aku bisa melihatnya."

Ning Yuan menunduk, tidak membantah atau mengakui. "Hamba hanya ingin belajar, Yang Mulia."

"Baiklah. Setelah jamuan ini selesai, datanglah ke paviliunku. Kita akan berbicara lebih lanjut." Janda Permaisuri mengangguk pada dayangnya. "Antarkan dia kembali ke tempatnya."

Ning Yuan bangkit dan membungkuk dalam-dalam. "Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia."

Ia berbalik untuk pergi, dadanya membuncah kemenangan. Rencana berjalan sempurna. Janda Permaisuri telah memperhatikannya. 

Jika ia bisa menjaga hubungan ini, ia akan segera memiliki akses ke istana.

Tapi sebelum ia melangkah lebih jauh, pengumuman dari pintu masuk aula menggema di seluruh ruangan.

"Yang Mulia Kaisar tiba!"

Seluruh aula langsung berlutut. Ning Yuan ikut menundukkan kepala. Tapi dalam hatinya, ia merasakan sesuatu yang aneh—seperti firasat yang tak bisa ia jelaskan.

Langkah kaki mantap mendekati singgasana, diiringi gemerisik jubah sutra dan bisik-bisik para kasim. Ning Yuan tidak berani mengangkat kepala.

"Ayo bangkit."

Suara itu...?

Tubuh Ning Yuan membeku di tempat.

Dia ingat jelas. Suara itu adalah suara yang selama dua tahun terakhir selalu membisikkan kata-kata mesra di telinganya setiap malam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   TAMAT

    Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka dengan keras. Weitian menerobos masuk, diikuti oleh Pangeran Ketiga, Weijun. Wajah Weitian panik."Yuan! Apa kau baik-baik saja?!" dia berlutut di samping Ning Yuan, meraih tangannya. "Kami mendapat laporan ada orang mencurigakan masuk ke paviliunmu—"Weitian berhenti. Dia melihat wajah Ning Yuan. Mata yang berkaca-kaca. Ekspresi yang penuh pertanyaan."Yuan... ada apa?"Ning Yuan menatapnya. Bibirnya terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. Dia ingin bertanya. Dia ingin tahu. Tapi dia takut.Weitian menggenggam tangannya lebih erat. "Yuan, katakan padaku. Apa yang terjadi?""Weihu," Ning Yuan akhirnya bersuara, suaranya serak. "Dia datang. Dia mengatakan...."Weitian menegang. "Apa yang dia katakan?"Ning Yuan menatapnya. "Dia bilang... kakekku adalah Jenderal Lin Zhongtian. Dan dia dihukum mati demi mendiang kaisar naik tahta. Dan kau... kau tahu tentang itu. Kau tahu siapa aku sebenarnya."Weitian membeku."Yuan—""Apakah kau benar mencint

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 106

    Malam itu sunyi. Ning Yuan duduk di depan meja, memandangi luka di lengannya yang sudah dibalut. Pikirannya masih berkecamuk dengan semua yang terjadi—pesta, pengkhianatan, Janda Permaisuri yang ditangkap, dan Weihu yang kabur.Dia menghela napas panjang. Semua ini... terlalu banyak.Tiba-tiba, angin berhembus dari jendela yang sedikit terbuka. Ning Yuan menoleh, dan jantungnya hampir berhenti berdetak.Di ambang jendela, berdiri Long Weihu. Pria itu tersenyum—senyum yang dingin dan penuh kebencian."Selamat malam, Ning Yuan."Ning Yuan berdiri dengan panik. "Kau—bagaimana kau bisa masuk?!""Paviliun ini terlalu mudah untuk dimasuki," Weihu melangkah masuk dengan santai. "Pengawal-pengawal itu terlalu sibuk menjaga depan, mereka lupa jendela belakang."Ning Yuan mundur, tangannya meraih belati di meja. "Pergi dari sini. Atau aku akan berteriak.""Berteriaklah," Weihu tersenyum. "Tapi sebelum pengawal datang, aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu."Ning Yuan ragu. Ada

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 105

    Di dalam ruangan pesta, suasana mulai berubah.Janda Permaisuri mengamati para tamu yang mulai menikmati anggur. Senyumnya melebar saat melihat beberapa orang mulai terlihat mengantuk. Satu per satu, para tamu mulai terjatuh ke kursi mereka—kepala terkulai, tubuh lemas tak berdaya."Anggurnya sudah bekerja," bisik seorang pelayan di telinga Janda Permaisuri."Bagus," Janda Permaisuri tersenyum puas. "Sekarang, kirim sinyal pada Pangeran Kedua. Saatnya pasukannya bergerak."Pelayan itu mengangguk dan berlari keluar. Janda Permaisuri duduk di kursinya, menikmati pemandangan di hadapannya—puluhan bangsawan tergeletak tak sadarkan diri, tidak ada yang bisa melawan.Sempurna, pikirnya. Sekarang tinggal menunggu Weihu datang dan mengambil alih.Tidak lama kemudian, suara langkah kaki berat terdengar dari luar. Pintu ruangan terbuka lebar, dan masuklah Long Weihu dengan puluhan pasukan bersenjata lengkap. Mereka langsung menyebar, mengamankan setiap sudut ruangan.Weihu melangkah masuk denga

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 104

    Di paviliun Ning Yuan, Weitian dan Ning Yuan masih berpelukan setelah menerima laporan dari Ye Haoran. Mereka berdua diam, merenungkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.Sebelumnya saat Ye Haonan datang."Yang Mulia," Ye Haoran masih berlutut di hadapan mereka, "hamba juga mendengar bahwa Janda Permaisuri akan mengadakan pesta besar besok malam. Konon, untuk merayakan kembalinya Yang Mulia ke istana."Weitian mengerutkan kening. "Pesta? Untuk apa?""Ya, Yang Mulia. Dan hamba mendengar bahwa Janda Permaisuri telah memerintahkan persiapan yang sangat matang. Ada sesuatu yang mencurigakan."Weitian berjalan ke jendela, pikirannya berputar. Pesta besar... di saat yang hampir bersamaan dengan rencana Weihu untuk bergerak... ini pasti bukan kebetulan."Aku harus mencari tahu apa rencana mereka," gumamnya pelan. "Haoran, selidiki lebih dalam. Cari tahu detail pesta itu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya mereka rencanakan.""Baik, Yang Mulia," Ye Haoran mengangguk dan pergi.Ning Yuan men

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 103

    Di paviliun Pangeran Kedua, suasana terasa tegang. Long Weihu duduk di kursi utamanya, jari-jarinya mengetuk meja dengan ritme tidak sabar. Di hadapannya, seorang pria berpakaian hitam berlutut dengan kepala menunduk."Lapor, Yang Mulia," kata pria itu dengan suara rendah. "Pasukan pengawal Kaisar dan Pangeran Ketiga saat ini sedang mengusut kasus penyerangan di kediaman keluarga Shen beberapa waktu lalu. Mereka juga menyelidiki serangan di lembah saat Kaisar dalam perjalanan pulang."Weihu berhenti mengetuk. Matanya menyipit. "Apa mereka sudah menemukan sesuatu?""Belum, Yang Mulia. Tapi penyelidikan mereka semakin mendekati kebenaran. Kaisar memerintahkan Jenderal Zan dan Ye Haoran untuk menyelidiki para penyerang waktu itu. Jika mereka terus melacak, cepat atau lambat... mereka akan menemukan bukti yang mengarah ke Yang Mulia."Weihu terdiam. Pikirannya berputar cepat. Dia sudah menduga ini akan terjadi. Weitian tidak bodoh. Dan Weijun juga tidak bodoh. Mereka pasti akan mencari ta

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 102

    Weitian mengikuti ibunya berjalan menyusuri taman istana. Udara sore terasa sejuk, tapi suasana di antara mereka terasa tegang.Janda Permaisuri berjalan dengan langkah anggun, sesekali berhenti untuk mengagumi bunga-bunga di tepi jalan. Weitian mengikuti di sampingnya, diam, menunggu ibunya memulai pembicaraan."Kau tahu, Yang Mulia," Janda Permaisuri akhirnya bersuara, "aku sangat khawatir padamu saat kau pergi. Istana tanpa kaisar seperti kapal tanpa nahkoda.""Maafkan aku karena membuat Ibu khawatir," jawab Weitian sopan."Tidak apa-apa," Janda Permaisuri tersenyum. "Yang penting kau kembali. Dan kau membawa Ning Yuan." dia berhenti, menatap putranya. "Aku harus mengakui, jodoh diantara kalian sangat kuat Dia wanita yang cantik. Aku bisa paham mengapa kau tergila-gila padanya."Weitian tersenyum tipis. "Terima kasih, Ibu.""Tapi," Janda Permaisuri melanjutkan, suaranya sedikit berubah, "kau tahu apa yang akan dikatakan para bangsawan, bukan? Mereka akan bertanya, 'Bukankah dia dah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status