Teilen

Bab 15

last update Veröffentlichungsdatum: 20.11.2025 21:08:50

Ayu sudah tak terkendali, badannya menggeliat tak karuan. Namun, Daniel tetap profesional, layaknya seorang terapis kepada pasiennya.

Urutan tangan Daniel di payudara Ayu benar-benar pas, tidak terlalu kuat ataupun terlalu lembut. Payudara Ayu benar-benar dimanjakannya. Tanpa sadar Ayu membuka kakinya. Tangannya secara otomatis meraba area paling intim di tubuhnya yang kini sudah sangat basah.

Ajaibnya, hanya beberapa kali usapan, badan Ayu menegang naik. Ia mengerang hebat, menahan kenikmatan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 144

    Rangga tidak menghiraukan protes itu sedikit pun. Bagaikan tidak mendengar ungkapan Ayu, pria itu justru memutar tubuh Ayu dengan cepat hingga kini mereka berhadapan muka.Sebelum Ayu sempat mengucapkan sepatah kata lagi, Rangga menangkup wajah Ayu dan mendaratkan bibirnya di atas bibir istrinya. Mereka berciuman dengan sangat intens. Lidah Rangga menyusup masuk, menuntut balasan, memagut bibir Ayu dengan gairah yang tertahan selama belasan jam perjalanan. Ayu yang awalnya berniat menolak, akhirnya menyerah pasrah. Tangannya melingkar di leher Rangga, membalas pagutan suaminya dengan intensitas yang tak kalah panas.Tangan Rangga bergerak turun ke bawah. Tangan besarnya mencengkeram dan meremas bokong Ayu dengan tegas melalui kain celana yang dikenakan istrinya, menarik tubuh Ayu makin menempel rapat pada bagian depan tubuhnya yang mulai mengeras.Sambil terus menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang makin dalam dan menuntut, Rangga menuntun langkah Ayu secara perlahan. Langkah kaki

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 143

    "Dan ini adalah koper terakhir. Pak Rangga, Bu Ayu, saya pamit dulu. Selamat beristirahat. Kalau ada perlu apa-apa, Pak Rangga bisa langsung hubungi saya," ucap Pak Tri seraya meletakkan koper besar berbahan polycarbonate itu di samping meja konsol lobi dalam apartemen.Rangga tersenyum ramah, melangkah mendekati sopir paruh baya itu. "Terima kasih banyak ya, Pak Tri. Maaf sudah merepotkan dari pagi, apalagi tadi sempat ada drama sedikit.""Ah, tidak apa-apa, Pak Rangga. Sudah tugas saya," Pak Tri terkekeh pelan, menyalami tangan Rangga dengan penuh hormat. "Ibu Roselyn juga pesan ke saya tadi, pastikan Pak Rangga dan Bu Ayu nyaman. Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak.""Iya, Pak Tri. Hati-hati di jalan. Nanti kalau saya butuh diantar ke kantor atau tempat lain, saya kabari via WhatsApp.""Siap, Pak. Selamat siang, Bu Ayu," pamit Pak Tri.Ayu tersentak kecil dari lamunannya, lalu menyunggingkan senyum canggung. "Iya, Pak Tri. Terima kasih banyak, ya."Setelah pintu utama apartemen te

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 142

    "Takut apa, Ay?" tanya Rangga lembut. Tangannya masih melingkar di tubuh Ayu, tetapi pelukannya perlahan dilonggarkan. Ibu jarinya menyapu air mata yang mengalir di pipi istrinya.Ayu mengangkat wajah. Matanya sembap, hidungnya memerah. Bibirnya bergetar beberapa saat sebelum akhirnya ia mengumpulkan keberanian untuk berkata jujur."Aku takut..." Suaranya nyaris tak terdengar. "Takut kamu ninggalin aku."Rangga diam.Ayu menarik napas pendek, lalu melanjutkan dengan suara semakin bergetar. "Takut kamu menemukan perempuan lain yang lebih baik dari aku. Perempuan yang enggak pernah menyakitimu. Perempuan yang bisa bikin kamu bahagia tanpa harus membawa luka seperti yang aku lakukan."Rangga menatapnya beberapa detik. Tidak ada kemarahan di wajah pria itu. Justru ketenangan itulah yang membuat dada Ayu semakin sesak."Begitu?" jawab Rangga singkat.Ayu mengangguk kecil. "Iya..." Air matanya kembali jatuh. "Aku takut suatu hari kamu sadar kalau kamu sebenarnya enggak perlu aku."Rangga te

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   141

    Pintu kamar yang tadinya hanya terbuka sedikit mendadak terdorong lebar-lebar dengan sendirinya!Suara desahan berganti menjadi keheningan mendadak. Rangga dan Roselyn menghentikan pergerakan mereka secara serentak. Keduanya perlahan memutar kepala, menoleh lurus ke arah Ayu yang berdiri membeku di ambang pintu.Tidak ada raut terkejut atau bersalah di wajah mereka. Malahan, sebuah ukiran senyum sinis perlahan merekah di bibir Rangga, menyebar menjadi derai tawa dingin yang menggema memenuhi seluruh ruangan. Roselyn pun menyusul, tertawa kecil dengan suara nyaring, merdu, namun terdengar begitu menyayat ulu hati Ayu."Rangga...?" bisik Ayu dengan suara tercekat, runtuh ke lantai. "Apa... apa yang kalian lakukan?"Rangga menatap Ayu dari atas tempat tidur, pandangan matanya penuh dengan kedinginan yang mematikan."Kenapa kamu terkejut, Ayu?" tanya Rangga dengan nada santai, namun setiap katanya terasa bagai sembilu tajam. "Ini adalah balasan dari pengkhianatan yang kamu lakukan! Kamu p

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 140

    Mobil kembali melaju setelah Roselyn menghilang di balik pintu kaca gedung megah itu. Ayu masih menoleh ke belakang. Gedung tersebut perlahan menjauh, tertutup oleh kendaraan yang melintas di antara mereka.Entah kenapa, perasaan aneh masih tertinggal di dadanya."Mbak Rose..." gumam Ayu pelan.Rangga yang duduk di sebelahnya menoleh. "Kenapa?"Ayu tersentak kecil. "Hah?""Kamu manggil Rose.""Oh..." Ayu kembali menatap keluar jendela. "Enggak apa-apa. Aku cuma masih kepikiran.""Urusan tadi?"Ayu mengangguk. "Iya."Rangga diam beberapa saat. "Jangan terlalu dipikirkan."Ayu menoleh. "Mas tahu dari mana aku sedang memikirkannya?"Rangga tersenyum tipis. "Kelihatan.""Kelihatan?""Iya." Rangga menunjuk wajah Ayu. "Alismu kalau sedang bingung suka berkerut."Ayu spontan menyentuh dahinya. "Serius?"Rangga tertawa kecil. "Serius."Ayu ikut tersenyum. Untuk beberapa detik, suasana terasa jauh lebih ringan. Namun, rasa kantuk perlahan datang tanpa bisa ditahan. Ayu menyandarkan kepala ke j

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 139

    Mobil SUV hitam itu melaju mulus meninggalkan kawasan bandara. Kabin yang hangat membuat embusan udara dingin Sydney hanya terlihat lewat embun tipis di kaca jendela. Ayu duduk diam di kursi belakang bersama Rangga, sementara Roselyn sesekali menunjuk bangunan-bangunan yang mereka lewati."Kalau cuacanya lagi cerah, dari jalan ini kamu bisa lihat pelabuhan lebih jelas," ujar Roselyn sambil tersenyum. "Nanti kalau kamu sudah istirahat, aku ajak jalan-jalan."Ayu mengangguk pelan. "Iya, Mbak.""Kamu suka kopi, kan?""Suka...""Nah, dekat apartemen nanti ada kafe kecil langgananku. Baristanya orang Indonesia. Lumayan buat ngobatin kangen suasana rumah."Ayu tersenyum tipis. "Mbak Rose hafal banget, ya..."Roselyn terkekeh kecil. "Ya harus, dong. Rangga sudah berkali-kali mengingatkan aku supaya kamu betah di sini."Rangga hanya tersenyum tanpa ikut menyela. Belum sempat percakapan berlanjut, suara dering ponsel memecah suasana.Tring...Roselyn melirik layar ponselnya. Senyumnya perlahan

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 34

    Ayu merasakan dorongan yang kuat. Dia tidak ingin berpikir dua kali. Dia tidak ingin hanya menjadi istri yang baik lagi. Dia ingin menjadi wanita yang dicintai, diinginkan, dan dilindungi.Dengan keberanian baru yang lahir dari rasa kecewa, Ayu menarik tengkuk Daniel dan menciumnya. Bukan ciuman pe

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 33

    Ayu mengangkat wajahnya. Matanya bengkak, hidungnya merah."Dia jahat, Daniel," bisik Ayu, suaranya serak. "Rangga... dia jahat sekali."Pertahanan Ayu runtuh lagi. Kali ini, bukan kemarahan yang meledak, melainkan rasa sakit hati yang murni dari seorang istri yang terluka. Ayu menceritakan semuany

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 32

    Daniel mengemudi dalam diam. Dia tidak menyalakan radio, membiarkan isak tangis Ayu yang perlahan mereda menjadi satu-satunya suara di dalam kabin. Keheningan Daniel bukanlah keheningan yang canggung, melainkan keheningan yang memberi ruang. Dia membiarkan Ayu memproses emosinya tanpa gangguan.Mob

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 31

    "Halo, Sayang? Ada apa?" Suara Rangga terdengar di seberang, sedikit terkejut dan terburu-buru, seolah sedang berbicara di tempat ramai.Ayu tidak membiarkan Rangga melanjutkan. Semua kesabarannya habis."Kamu di mana?!" tuntut Ayu, nadanya sudah tinggi, penuh amarah. "Bagaimana kabar rapat dengan

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-21
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status