Share

Bab 31

Author: Khai Tsan
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-13 20:48:23

"Halo, Sayang? Ada apa?" Suara Rangga terdengar di seberang, sedikit terkejut dan terburu-buru, seolah sedang berbicara di tempat ramai.

Ayu tidak membiarkan Rangga melanjutkan. Semua kesabarannya habis.

"Kamu di mana?!" tuntut Ayu, nadanya sudah tinggi, penuh amarah. "Bagaimana kabar rapat dengan klien Singapura? Lebih tepatnya, bagaimana kabar Tania? Kenapa kamu bisa foto mesra begitu di Instagram? Alasan apa lagi kali ini?”

Sunyi. Ada jeda panjang di seberang sana.

"Ayu, suaramu keras sekali
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Suasana area keberangkatan internasional Bandara Soekarno-Hatta malam itu terasa lengang. Lampu-lampu LED bercahaya kekuningan memantul dingin di atas lantai marmer yang mengilap, membiaskan bayangan Rangga dan Ayu yang berjalan berdampingan. Dua orang petugas porter berjas rapi mendorong tiga koper besar milik mereka di belakang.Ayu melangkah gontai. Tubuhnya terasa begitu lelah, bukan hanya karena keletihan fisik setelah seharian mengurus surat pengunduran diri di kantor, melainkan akibat badai emosi yang terus menguras jiwanya. Tangan kanannya berada dalam cengkeraman Rangga—genggaman yang terasa begitu hangat, protektif, tetapi sekaligus seperti borgol halus yang membelenggu pergelangan tangannya."Kamu tampak lelah, Ay?" tanya Rangga pelan saat mereka melintasi karpet tebal menuju pintu masuk Lounge First Class.Ayu menoleh tipis, memaksakan segaris senyum yang terasa kaku di bibirnya. "Sedikit, Mas. Kepalaku agak berat.""Nanti di pesawat kamu bisa langsung tidur. Aku sudah mem

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 135

    Kilau matahari perlahan terhalang oleh kaca mobil Alphard hitam yang melaju mulus melintasi Tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam kabin yang senyap dan sejuk, keheningan terasa begitu pekat, seolah melapisi setiap sudut ruang dengan ketegangan yang tak kasatmata.Ayu menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin. Di luar, pepohonan dan papan reklame besar melesat cepat, berganti menjadi bayang-bayang kelabu. Jakarta, kota yang menyimpan seluruh cerita, rahasia, dan kehancurannya, perlahan-lahan tertinggal di belakang.Rangga duduk tepat di sampingnya. Pria itu tampil rapi dengan kemeja kasual premium berwarna abu-abu gelap yang lengannya tergulung rapi hingga ke siku. Jemari tangannya yang kokoh bertengger santai di paha, sementara pandangannya tertuju pada layar tablet bisnis di pangkuannya.“Begitu mudahnya dia membawaku pergi,” gumam Ayu dalam hatinya, merasakan denyut nyeri yang samar di dada bagian kirinya. “Seolah-olah semua perbuatannya selama ini tidak pe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 134

    Pagi itu, suasana koridor kantor tampak ramai seperti biasa. Namun, begitu melangkah masuk melalui pintu kaca utama bersama Rangga, sosok Rina yang berdiri di dekat meja resepsionis langsung mengenali Ayu dari kejauhan."Ayuuuu!" jerit Rina histeris. Ia berlari kencang mendekati Ayu, lalu tanpa aba-aba langsung menjatuhkan tubuhnya, memeluk Ayu dengan sangat erat."Huuuhuuuhuuu... Tega kamu, Ayu! Udah lama enggak masuk kerja, sekalinya masuk malah bawa surat resign! Huuuuuhuuuhuuu!" Rina terisak kencang di bahu Ayu, meratapi kepindahan sahabatnya itu.Ayu menepuk-nepuk punggung Rina dengan lembut. "Iya, Rin, iya... maafin aku, ya."Ayu melepaskan sedikit dekapan hangat sahabatnya. "Bentar deh, aku antar surat resign ini dulu ke dalam. Kalau udah kelar semua urusannya, nanti kita ngobrol, ya?""Beneran, ya? Janji, ya?" tagih Rina sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi. "Awas kamu kalau tiba-tiba hilang lagi!""Iya, Rin, beneran janji," jawab Ayu meyakinkan.Rangga yang berdi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 133

    Saat Rangga baru saja merebahkan tubuh Ayu secara perlahan di atas kasur kamar tidur mereka, tiba-tiba ponsel Ayu yang tergeletak di atas meja rias bergetar kencang.Drrt... drrt... drrt...Di layarnya yang menyala terang, tampak nama "Rina" memanggil. Ayu merapikan kain yang menutupi dadanya, lalu meraih ponsel itu dan menggeser ikon hijau untuk menekan tombol terima."Halo, Rin?" panggil Ayu dengan suara yang masih agak serak.Seketika terdengar suara tangisan yang cukup keras dari seberang telepon."Ayuuu! Kamu beneran mau resign?!" jerit Rina di balik telepon sambil sesenggukan. "Aku baru dengar dari HRD tadi pagi! Kamu bercanda, kan, Yu? Kamu tega banget sih ninggalin aku sendiri di kantor ini!"Ayu mendesah pelan, mencoba menenangkan sahabatnya. "Rin, pelan-pelan bicaranya. Jangan menangis begitu, malu kalau didengar orang kantor.""Gimana aku enggak menangis, Yu!" potong Rina dengan nada sangat sedih. "Kamu tahu, kan, kalau bagiku kamu itu lebih dari sekadar partner kerja. Masa

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 132

    Rangga membalikkan tubuh Ayu dengan lembut, lalu memintanya untuk membungkuk sedikit, bertumpu pada besi pembatas balkon. Posisi Ayu yang agak menungging membuat pemandangan kota Jakarta terhampar di depannya, sementara lekuk tubuh polosnya terekspos sempurna dari belakang.​Sebelum melakukan penetrasi, Rangga berlutut di belakang Ayu. Telapak tangannya meremas pelan kedua pinggul Ayu, menahannya agar tetap stabil. Rangga menundukkan kepala dan mulai melayangkan ciuman-ciuman kecil di area punggung bawah Ayu, lalu perlahan merayap turun.​"Sayang... apa yang mau kamu lakukan?" desah Ayu saat merasakan hembusan napas hangat Rangga.​Rangga hanya diam dan tidak menjawab. Ia menjulurkan lidahnya yang basah dan hangat, memberikan sapuan lembut yang menyusuri seluruh area sensitif Ayu di bawah sana yang sudah sangat basah oleh cairan gairah. Sentuhan lidah Rangga bergerak perlahan dari lipatan depan, memutar, hingga naik menyapu area lubang belakang tubuh Ayu.​Srrrph...​Ayu seketika meme

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 131

    Rangga menatap Ayu sejenak, lalu menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukan hangatnya. Bibir mereka kembali bertemu. Ciuman yang awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi makin dalam, intens, dan dipenuhi gairah yang membakar. Lidah mereka saling beradu, memupus habis sisa-sisa jarak dan keraguan yang sempat membentang di antara mereka.Di tengah kehangatan ciuman itu, jemari Ayu bergerak lincah membuka satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Rangga. Ia melucutinya dengan sabar, membiarkan kemeja itu terlepas dari bahu suaminya dan jatuh begitu saja ke lantai balkon.Rangga membalas gerakan itu dengan mengusap punggung polos Ayu, lalu menyusupkan tangannya untuk meremas lembut bokong istrinya. Tanpa melepas tautan bibir mereka, jemari Rangga menarik tali gaun tidur berbahan satin yang terikat longgar di pinggang Ayu. Kain halus itu seketika merosot jatuh, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Di bawah terik matahari pagi yang mulai membiaskan c

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 54

    Daniel tidak perlu diminta dua kali. Tangannya bergerak cekatan, menyingkap gaun Ayu ke atas. "Kamu basah," bisik Daniel serak saat jarinya menyentuh area pribadi Ayu yang hanya terhalang kain tipis. "Gara-gara aku pegang di bar tadi? Atau gara-gara ngebayangin ini?""Diem... jangan banyak omong,"

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 53

    Ayu turun dari kursi bar, kakinya sedikit gemetar karena heels dan adrenalin. Ia melangkah mengikuti punggung tegap Daniel. Mereka melewati kerumunan orang yang sedang berdansa, melewati pelayan yang membawa nampan berisi botol-botol mahal.Daniel berbelok ke lorong yang sedikit lebih sepi, menuju

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 51

    Ayu menyesap gelas cocktail-nya perlahan, matanya tidak sedetik pun lepas dari interaksi di sofa seberang. Dentum musik house yang menggema di beach club itu seolah menjadi latar suara bagi badai yang mulai bergemuruh di kepalanya.Pandangannya terpaku pada tangan Jack. Pria Australia itu kini meny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 47

    "Niel, lo nggak ada niatan cari pasangan?" tanya Rangga tiba-tiba. "Lo ganteng, mapan, tinggal di gedung elit. Masa betah sendirian?"Daniel memotong daging stiknya dengan presisi. "Gue sudah punya seseorang yang gue mau, Ngga. Masalahnya, dia sudah punya orang lain.""Wah, serius lo? Siapa? Orang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status