Share

Bab 33. Memancing Singa

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 11:21:11

Evan saat ini sedang berada di kantor milik Dirga. Mereka melakukan rapat untuk membahas perkembangan proyek yang sedang mereka lakukan.

"Pak Dirga, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Ini sudah waktunya makan siang," kata Evan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Sudah waktunya makan siang.

Dirga melihat ke arah jam tangannya. Mereka terlalu larut dalam membahas proyek sehingga lupa waktu. Sekarang rapat mereka juga sudah selesai. Tidak ada masalah lagi. Semuanya berjalan lancar.

"Pak Evan duluan saja," ujar Dirga tidak mau makan barengan Evan. Mending dia makan sendiri. Melihat wajah itu saja sudah membuatnya kehilangan nafsu makan.

"Apa Bapak tidak makan siang?"

"Bukan, saya lagi tidak ada nafsu makan dan sedikit lelah saja," sahut Dirga pendek.

"Bagaimana kalau Bapak makan siang bersama istri saya saja, Liana," celetuk Evan ingin mendorong Liana agar kerjasama mereka semakin baik.

Dirga berhenti mencoret dokumen yang akan ditandatangani. Ketika nama Lian
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 40. Kabur

    "Apa yang ingin kamu katakan sama Paman. Sepertinya sangat penting," ujar Darman. "Paman, kemarin Evan berencana ingin meracuni aku. Semalam dia tiba-tiba kasih aku teh. Dalam teh itu ada sesuatu obat," terang Liana. "Apa? Evan ingin meracuni kamu?" tanya Darman terkejut. Darman tidak akan melepaskan Evan jika terjadi sesuatu yang buruk sama Liana. Dia beserta anaknya akan mengejar Evan sampai ke ujung dunia sekalipun. "Iya Paman. Untung saja Liana cepat sadar. Selama ini Evan tidak pernah membuat aku teh. Jadi Liana tanpa pikir panjang membuang teh tersebut." "Apa? Evan gagal meracuni Liana. Apa Liana sudah curiga sama Evan. Sejak kapan dia mengetahui semua ini. Gawat, aku harus bilang hal ini kepada Evan. Tapi aku harus menunggu mereka selesai bicara dulu," putus Karin tetap berada di sana. "Kamu tenang saja Liana. Kita akan memenjarakan Evan dengan kasus percobaan pembunuhan. Sekarang kita sudah berhasil mengambil semua harta milik kamu yang diambil oleh mereka." 'Ternyata

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 39. Menguntit

    Evan langsung menjalankan rencananya saat malam hari. Tidak buang-buang waktu lagi. Dia memasukkan serbuk obat yang didapatkan dari temannya ke dalam teh. Memberikan racun lewat teh itu kepada Liana. "Liana," panggil Evan mencari Liana setelah teh itu selesai dibuat. Liana berada di depan TV sedang mengerjakan laporan. Bukan hal besar yang harus diperiksa. Hanya mencocokkan data saja. Jadi dia memutuskan mengerjakan di ruang TV sambil menyalakan TV. Supaya tidak terlalu sunyi. "Ada apa Evan," sahut Liana menatap ke arah Evan yang melangkah ke arahnya. "Ini, aku buatkan teh buat kamu. Kamu pasti sangat capek dan mengurus itu. Ini, minum dulu," kata Evan menyodorkan gelas teh ke arah Liana. 'Tumben dia buat aku teh. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Tidak mungkin dia langsung berubah,' curiga Liana. "Terima kasih ya. Kamu sangat baik," sahut Liana tetap menerima teh tersebut. Mencegah Evan curiga jika dia mencurigai teh tersebut. Liana hanya meletakkan teh itu di di atas me

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 38. Meracuni Liana

    "Apa? Terus bagaimana dengan pak Dirga. Dia orang yang sangat penting di perusahaan kita?" "Dia juga ikut membatalkan proyek dengan kita. Andai dia masih membantu kita, perusahaan kita masih bisa diselamatkan." "Apa kamu sudah membujuk pak Dirga, Evan?" "Aku sudah berusaha membujuk dia. Dia tetap tidak mau membantu kita. Kamu lihat memar di wajah aku, dia yang menghajar aku sampai begini," ujar Evan menunjukkan memar di beberapa tempat di tubuhnya. "Dia menghajar kamu?" tanya Karin kurang percaya. Setahu Karin, pak Dirga bukan tipe orang yang akan bersikap kasar. "Kenapa pak Dirga memukul kamu?" tanya Karin penasaran. "Tadi aku ingin menjamin Liana jika dia mau tetap bekerja sama dengan kita. Kamu kan tahu, pak Dirga itu menyukai Liana. Jadi aku berusaha membujuk dia mau membantu kita dan aku akan memberikan Liana untuk dia." "Kamu menjual Liana begitu saja?" "Iya." 'Pantas saja pak Dirga marah. Tidak semua orang akan berpikir bijak seperti dia. Lagian, kenapa Evan bisa ne

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 37. Hadiah Istimewa

    "Ada apa Pak Evan menemui saya?" "Pak Dirga, kenapa Bapak membatalkan proyek yang sudah kita buat?" "Proyek yang telah kita buat mengalami banyak kendala. Jika saya melanjutkan ini, maka hanya akan sia-sia." "Pak, saya masih bisa mengelola semua itu. Saya hanya perlu modal sedikit saja dari Bapak," pinta Evan menyakinkan Dirga. "Saya tidak mau melanjutkan lagi. Saya tidak ingin waktu saya terbuang sia-sia." Evan bingung harus bagaimana. Dia tidak ingin kehilangan pak Dirga. Hanya Dirga satu-satunya penolong. "Pak, tolong lah. Tolong berikan kesempatan buat saya sekali lagi," mohon Evan dengan bersujud. Evan rela bersujud. Dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan perusahaan. "Maaf Pak, perusahaan kami hanya memberikan kesempatan sekali saja. Orang di perusahaan kami menghindari resiko yang sangat berbahaya. Karena itu akan mempengaruhi perusahaan kami." "Pak, jika Bapak berjanji mau membantu saya maka saya akan melakukan apapun," ucap Evan dengan nekad. "Apa maksud Bapa

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 36. Kenekatan Evan

    Setelah mengantar Evan pulang ke rumah, Liana segera menuju ke rumah Darman. Dia ingin menemui Virga. Dia sangat marah karena Virga menabrak Evan. "Sayang, kenapa kamu tidak kabari Bibi mau ke sini. Kalau tahu kamu ke sini, Bibi akan menyiapkan makanan enak untuk kamu," ujar Sulastri yang menyambut kedatangan Liana di depan pintu. "Bibi, apa Kak Virga ada di rumah?" tanya Liana to the point. "Kenapa kamu langsung cari Kak Virga. Apa kamu tidak kangen sama Bibi," sahut Sulastri sedih. "Bukan gitu Bi. Liana ada urusan sama Kak Virga." "Apa dia buat ulah lagi? Anak itu suka sekali cari gara-gara sama kamu. Ayo masuk, Virga lagi bersama Paman kamu di belakang," ajak Sulastri. Sulastri membawa Liana ke tempat Darman dan Virga berada. Mereka berdua sedang sibuk membahas perusahaan. "Kak Virga, Liana ingin bicara sama Kakak," ujar Liana saat sudah melihat batang hidung Virga. "Liana," panggil Virga dengan senang. Akhirnya Virga bisa menemui Liana setelah beberapa tahun. Dia segera

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 35. Kecoa Kaki Dua

    "Evan kamu tidak apa-apa?" tanya Karin yang segera pergi ke rumah sakit saat Evan menghubunginya. "Ah, kepala aku sakit," gumam Evan memegang kepala yang nyeri. "Kenapa ini bisa terjadi. Kenapa kamu nggak hati-hati," tegur Karin khawatir. "Aku juga tidak tahu Karin. Tiba-tiba mobil itu datang menabrak aku. Bukan aku yang membawa mobil asal-asalan." "Apa? Kenapa ada orang sejahat itu sama kamu. Kamu sudah lapor polisi?" "Iya, aku sudah lapor polisi. Tapi tidak ada petunjuk dan bukti sama sekali." "Kok bisa?" "Mana aku tahu." "Suster, dimana ruang Evan?" Karin dan Evan kaget mendengar suara Liana yang sudah berada di dekat pintu. Mereka bisa kepergok. "Kenapa dia cepat sampai ke sini. Bagaimana ini? Aku harus sembunyi," gumam Karin Panik. "Karin, cepat kamu sembunyi sebelum Liana masuk ke dalam sini," suruh Evan tidak kalah panik. Karin bingung ingin bersembunyi di mana. Bersembunyi di kamar mandi takut nanti Liana malah ke kamar mandi. "Ayo cepat sembunyi?" "Aku harus

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status