Share

Candu untuk Reinhard

"Re, ka-kamu kenapa?"

"Aku lagi melamar kamu?"

Rihana menggelengkan kepalanya lambat-lambat. "Nggak. Kamu pasti lagi bercanda, kan?"

"Buat apa bercanda, Ri? Asal kamu tahu, aku jatuh cinta sama kamu sejak pandangan pertama. Di lampu merah yang panas siang hari, ada gadis manis yang lagi bawa kardus mi instan dan air mineral gelas banyak banget. Ingat?"

Dahi gadis itu berkerut. Wajahnya terkena bias dari lampu taman yang tidak terlalu terang. Namun, itu justru menimbulkan siluet yang memikat. Jika tidak sedang berada di momen lamaran, ingin aku menyentuh pipinya yang merona.

"Bukannya kita ketemu pertama setelah pernikahan ...."

"Alden? Itu pertemuan kedua, Ri. Kita sempat bicara di lampu merah beberapa minggu sebelumnya. Aku menyuruhmu untuk hati-hati."

Rihana menarik napas perlahan. Kelopak matanya mengerjap beberapa kali. "Ya, sudah. Anggap aku ingat momen itu, lalu kamu jatuh cinta, tapi ..."

"Kenapa tapi? Ka
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status