Share

Bab 111

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-03-22 10:42:03

"Mas... tetaplah di sini... biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau, yang penting kita punya satu sama lain," rintih Silvi. Suara binal Silvi terdengar sangat menggoda di telinga Tresna sementara mesin ekskavator di luar terus menderu rendah.

Suara alat berat itu terdengar sudah sangat dekat seolah bersiap menghujamkan bucket bajanya ke reruntuhan klinik. Lampu sorotnya berkali-kali menyambar celah pintu dan me

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 173

    Tresna tidak menunggu lebih lama lagi. Amarahnya sudah meluap hingga ke ubun-ubun melihat rumah yang penuh kenangan itu dilecehkan. Dengan langkah yang eksplosif, ia keluar dari bayang-bayang pilar."Berhenti, bajingan!" geram Tresna dengan suara rendah yang mematikan.Tresna mengayunkan kayu bakarnya lurus ke arah punggung pria itu, sebuah pukulan vertikal yang bertenaga penuh untuk menghentikan aksi pembakaran yang mengancam nyawa keluarganya. Kayu jati padat itu mendesing membelah udara malam.Namun, pria di depannya bukanlah seorang amatir. Seolah memiliki mata di belakang kepala, pria itu menyadari kedatangan Tresna lalu menundukkan kepalanya dengan sangat cepat, membiarkan kayu bakar Tresna hanya menghantam angin kosong di atas pundaknya.WUSS!Sentakan angin dari ayunan balok jati itu hampir mengenai telinga si pelaku. Dengan gerakan yang sangat terlatih, pria bermasker itu memutar tubuhnya sambil menarik sebuah belati panjang dari balik pinggang. Bilah baja itu berkilat tajam,

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 172

    Mendengar hal itu, pupil mata Tresna seketika mengecil. Ia langsung mengendus udara malam yang dingin.Pada awalnya, ia hanya mencium wangi bunga kamboja serta bau tanah basah. Namun, ketika angin berembus dari arah depan rumah joglo, ia membenarkan adanya aroma bahan bakar minyak yang sangat tajam dan berbahaya tersebut.Aroma itu menusuk hidungnya. Ini pertanda bahwa cairan tersebut baru saja disiramkan dalam jumlah yang sangat besar di area depan."Bajingan..." geram Tresna pelan. Tangannya refleks meraba saku celana, memastikan peta wakaf itu masih ada di sana.Ia segera menarik Linda dan Tante Arum agar menjauh dari bangunan utama. Tresna tahu persis metode pengecut macam ini. Pihak Juragan tidak mau menunggu dua puluh empat jam, mereka ingin membakar habis bukti dan penghuninya sekaligus malam ini juga."Mas, bensin? Juragan itu kayaknya udah gila! Dia mau ngancurin bukti ini sekaligus sama kita!" seru Linda, suaranya bergetar hebat saat ia menyadari bahwa ancaman maut belum ben

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 171

    "Besok pagi, waktu orang-orang dari pengadilan datang buat nyita semuanya, aku sendiri yang bakal nampar wajah mereka pake kertas ini," jawab Tresna dengan senyum dingin yang sangat maskulin.Ia melipat kembali gulungan kertas kulit tersebut dengan sangat hati-hati dan menyimpannya di tempat paling aman. Di bawah siraman cahaya rembulan yang mulai meredup, Tresna berdiri dengan sisa tenaga yang seolah terisi kembali.Rasa lelah akibat pertarungan maut dan pergumulan panas di sumur tadi mendadak hilang, digantikan oleh tekad baja untuk menghancurkan rezim Juragan. Besok pagi, Sukamaju akan menjadi saksi bagaimana seorang mantri desa menumbangkan raksasa kota dengan selembar kertas yang dibayar dengan sumpah darah.Tresna segera menggulung kembali kertas berharga itu dengan gerakan taktis, memastikannya tetap aman dari kelembapan malam. Ia memasukkannya ke dalam saku celana panjang yang tergeletak di atas rumput basah. Di tengah kemenangan kecil itu, Tresna tetap tidak kehilangan kewas

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 170

    Suasana di belakang rumah joglo tua itu mendadak mendingin, bukan karena embusan angin malam, melainkan beratnya rahasia yang baru saja jatuh ke pangkuan Tresna. Kotak kayu kecil berbentuk pipih itu terasa berat, seolah menyimpan beban sejarah yang telah terkubur puluhan tahun di balik lumut sumur tua.Tresna mengambil kotak kayu pipih tersebut dari atas pangkuannya dengan tangan yang masih gemetar hebat, sebuah getaran perpaduan antara sisa kelelahan fisik setelah pergumulan binal dengan Linda dan adrenalin yang kembali melonjak naik."Mas... apa itu? Kenapa kotak itu bisa ada di dalam dinding sumur?" bisik Linda dengan suara yang nyaris hilang. Matanya menatap benda tersebut seolah sedang melihat hantu dari masa lalu kakeknya.Tresna tidak langsung menjawab. Ia mengatur napas, mencoba menenangkan debar jantung yang masih berpacu. "Aku nggak tahu, Lin. Tapi kakek kamu nggak mungkin nyembunyiin sesuatu di balik bata sumur kalau bukan menyangkut hal yang penting," sahut Tresna dengan s

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 169

    Tresna menumpu beban tubuh dengan kedua tangan yang mencengkeram kuat tepian bata, urat-urat di lengan kekarnya menonjol hebat saat ia mulai memacu kecepatan dorongan pinggul dengan ritme presisi serta bertenaga.Setiap hentakan pria itu memberikan sensasi benturan fisik yang konstan pada dasar sawah milik Linda, menciptakan suara gesekan kulit basah serta memabukkan di tengah kesunyian malam.Gadis itu memejamkan mata rapat-rapat, wajahnya mendongak ke arah langit sementara jemarinya mencengkeram permukaan batu berlumut di belakang punggung. Ia berusaha menahan aliran nikmat yang menjalar laksana arus listrik, menyetrum seluruh saraf hingga ke ujung kaki."Nghhh... Mas... Mas Tresna... hhh... pelan sedikit... ahh..." rintih Linda dengan suara serak dan terputus-putus."Tahan, Sayang... nikmatin aja..." balas sang mantri lewat nada berat yang sarat gairah maskulin.Pria ini tidak mengurangi tempo, ia justru semakin menggila. Dua bukit kembar Linda yang besar serta padat terus bergunca

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 168

    "Oohh, Linda... kamu sempit banget... nghhh..." desah Tresna dengan suara berat yang tertahan di tenggorokan.Linda merasakan gelombang kenikmatan yang semakin liar menyambar pusat kesadarannya. Dorongan Tresna kini jadi lebih bertenaga, menghujam dalam hingga ke dasar terdalam pintu sawahnya.Gadis itu sampai menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan suara supaya tidak terdengar oleh Silvi ataupun Tante Arum di dalam rumah joglo. Ia tidak ingin momen sakral ini terganggu oleh siapa pun."Nghhh... Mas... sshhh... jangan berhenti," rintih Linda di sela gigitan bibirnya. Tangannya merayap naik, mencengkeram bahu Tresna yang keras laksana batu karang, membiarkan kuku-kukunya sedikit menekan kulit sang pria."Enak? Heumm?" tanya Tresna sambil terus memacu pinggulnya dengan kecepatan yang meningkat."Enak... ahh... enak banget, Mas... hhh... terusin..." jawab Linda dengan napas yang terputus-putus. Tubuhnya melengkung mengikuti setiap hentakan Tresna yang tanpa ampun.Setiap kali pusaka b

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 36

    Di dalam gubuk yang remang-remang itu, Linda berdiri dengan tegak tepat di hadapan Tresna yang masih berdiri mematung. Tatapannya sangat menantang dan tajam, seolah-olah ia sedang memegang kendali penuh atas situasi yang sedang terjadi di antara mereka.Linda menunjuk ke arah lantai bambu yang sedi

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 27

    Meski berhasil melumpuhkan satu lawan sesaat, Tresna tetap kewalahan menghadapi Tejo yang menyerang membabi buta. Tejo nampak sangat marah melihat Jarot yang masih terhuyung-huyung menahan mual akibat serangan ketiak tadi.Tejo menerjang maju dengan pukulan swing yang sangat keras dan bertenaga ke

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 37

    Tangan Linda mulai meraba dada Tresna melalui celah daster yang robek, merasakan detak jantung Tresna yang berdegup sangat kencang seperti tabuhan genderang perang. Ia menekan telapak tangannya di otot dada Tresna, menikmati kekerasan otot pria desa yang sering bekerja keras menangani pasien dan me

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 32

    "Tokonya Koh Alun itu ada di pojok sana, Lin. Yang cat pintunya warna merah dan banyak gantungan akar kering di depan teras tokonya," tunjuk Tresna.Linda mengikuti arah telunjuk Tresna dan ia melihat sebuah toko tua yang nampak sangat antik dengan aroma rempah-rempah yang sangat kuat keluar dari s

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status