Share

Bab 287

Penulis: Prince Molina
last update Tanggal publikasi: 2026-06-05 23:30:39

Mobil jip mewah itu menghilang di balik tikungan jalan desa. Kendaraan tersebut meninggalkan kepulan asap tebal dan keresahan mendalam di hati para warga yang masih berkerumun di halaman balai desa.

Linda mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Wajahnya memerah menahan amarah yang bergejolak di dada.

"Beneran keterlaluan! Dia pikir uangnya bisa beli segalanya di desa ini?" desis Linda menahan dongkol melihat keangkuhan Juragan Karso yang menggunakan kekuatan uang untuk menutup akses jal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 300

    Anton cuma bisa menelan ludah mendengar gertakan Tresna.Tanpa buang waktu, Tresna langsung menyambar tali tambang sisa bangunan di dekat pos ronda. Dengan gerakan cepat, dia mengikat kedua tangan Anton ke belakang sampai pemuda itu ndak bisa berkutik lagi."Mas, sakit, Mas... jangan kencang-kencang," keluh Anton meringis, menundukkan kepalanya dalam-dalam meratapi nasib apesnya malam ini."Diam kamu! Ini masih mending daripada parangku yang bicara," gertak Tresna dingin.Mendengar situasi di luar sudah aman, pintu belakang balai desa terbuka pelan. Clara keluar diikuti oleh Linda. Wanita itu melangkah tergesa-gesa menghampiri mereka di area berumput."Jadi ini kelakuanmu, Ton? Kurang ajar banget ya kamu! Tega-teganga mau membakar sembako buat warga!" semprot Linda dengan mata melotot marah begitu melihat Anton sudah terikat."Maaf, Mbak Linda... ampun. Saya cuma butuh uang," ratap Anton tanpa berani mendongak.Clara mendekat ke arah Tresna, merapatkan kemeja hitam besar milik sang ma

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 299

    "Ampun, Mas Tresna! Ampun! Sumpah, jangan bunuh saya, Mas!" ratap Anton seketika. Pemuda pengangguran itu langsung menangis ketakutan begitu melihat kilatan tajam mata Tresna dan bilah parang yang dingin di lehernya."Jawab jujur, untuk apa kamu bawa minyak tanah jam segini ke gudang? Siapa yang nyuruh kamu, Ton?""Aku... aku cuma disuruh, Mas! Bukan kemauanku, demi Tuhan!" Anton mengatupkan kedua tangannya, tubuhnya gemetar hebat di atas tanah yang basah."Siapa?!" bentak Tresna rendah, menekankan parangnya satu milimeter lebih dekat."Juragan Karso, Mas! Tim suksesnya Juragan Karso yang bayar aku!" Aku Anton setengah berteriak namun tertahan, air matanya bercucuran. "Aku disuruh bakar seluruh isi gudang sembako ini supaya besok warga panik dan nyalahin kepala desa yang sekarang!"Tresna mengeraskan rahangnya. "Hanya ini? Hanya membakar gudang?""Nggak, Mas! Ada lagi, ada yang lebih besar!" seru Anton cepat-cepat karena takut parang Tresna benar-benar menyayat lehernya."Katakan, ata

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 298

    Sebagai pria desa yang terbiasa dengan kerja fisik berat, stamina Tresna memang luar biasa. Pinggulnya terus bergerak memompa dengan kekuatan penuh, menikmati jepitan bagian intim Clara yang terasa semakin ketat karena sang dokter sudah mulai mendekati puncak untuk kedua kalinya."Aku lepas tanganku, tapi kamu nggak boleh teriak. Paham?" bisik Tresna lagi, napasnya yang memburu mulai memanasi tengkuk Clara.Clara mengangguk cepat. Begitu telapak tangan Tresna bergeser dari mulutnya, wanita itu langsung menggigit bibir bawahnya sendiri dengan kuat demi menahan suara."Mas... Mas Tresna... ahh, ini terlalu dalam... aku pusing karena keenakan," rintih Clara dengan suara gemetar.Matanya menatap sayu ke arah tumpukan berkas di depannya yang ikut bergetar akibat guncangan tubuh mereka."Tahan, Clar. Ini belum seberapa," sahut Tresna sembari tersenyum lebar.Kedua tangannya kini beralih mencengkeram penuh sepasang dada Clara dari belakang, meremasnya dengan gemas seiring tempo hantamannya y

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 297

    Mereka berdua terengah-engah, saling menyandarkan dahi dengan napas yang masih memburu satu-satu. Sisa gairah masih terasa pekat di udara ruangan arsip yang sunyi itu.Tresna mengecup lembut kening Clara, menghargai penyerahan diri wanita tersebut setelah pergumulan panjang yang menguras tenaga."Mas... kok nggak diturunin? Kuat banget sih gendong aku terus," bisik Clara, suaranya masih terdengar parau seraya mengalungkan kedua lengan indahnya di leher kokoh Tresna."Jangankan cuma menahan badanmu begini, Clar. Menggendongmu keliling desa Sukamaju pun aku masih sanggup," sahut Tresna dengan kekehan rendah yang terdengar berat.Tresna perlahan menjauhkan wajahnya sedikit, memberi jarak agar dia bisa melihat dengan jelas wajah cantik Clara. Tatapannya mendadak tertahan, menatap lurus pada penampilan sang dokter yang tampak begitu berantakan di dalam dekapannya.Kemeja kerja putih yang biasa melekat rapi di tubuh ramping Clara kini sudah tersingkap lebar akibat pergumulan panas mereka di

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 296

    "Ada apa sebenarnya, Clar? Kok pakai acara kunci pintu segala?" tanya Tresna, merapikan kembali kerah kemeja hitamnya yang agak basah sembari menatap Clara dengan dahi berkerut dalam.Clara tidak langsung menjawab dengan kata-kata. Langkahnya bergeser cepat, mendekati tubuh kekar sang mantri desa yang masih menyisakan sisa-sisa kehangatan setelah bekerja keras membongkar muatan logistik.Secara mendadak, Clara langsung memeluk tubuh kekar Tresna dengan sangat erat.Wanita itu kini menempelkan wajahnya pas pada dada bidang sang mantri. Melalui dekapan hangat tersebut, dia berusaha meredakan seluruh ketegangan pikiran yang dipendamnya sendiri sepanjang hari akibat kelicikan Juragan Karso."Clar? Kamu kenapa?" tanya Tresna, sempat tertegun dengan perubahan sikap dokter itu di depannya. Kedua tangannya tertahan di udara, ragu untuk membalas pelukan tersebut."Diam sebentar, Mas. Biarin kayak gini dulu," bisik Clara, suaranya terdengar agak serak tepat di dada Tresna. "Hari ini kayak yang

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 295

    Satu per satu, bodi truk berwarna putih muncul membelah semak-semak yang fajar tadi sudah dibersihkan oleh warga. Di lambung kendaraan tersebut, terlihat jelas logo perusahaan logistik milik keluarga Clara."Itu truknya! Banyak banget, Gusti!" seru seorang ibu-ibu sambil menunjuk iring-iringan kendaraan yang berjalan konstan tersebut.Sopir truk utama, Pak Joko, membuka kaca jendelanya lalu melambaikan tangan ke arah warga dengan senyum lebar. "Mbak Linda! Mas Tresna! Kami sampai dengan selamat!"Sepuluh truk logistik itu akhirnya tiba di halaman balai desa dan langsung disambut dengan perayaan kecil dari seluruh penduduk desa. Suara sorak-sorai warga asli Sukamaju menggema bergemuruh, meruntuhkan seluruh sisa ketakutan yang sempat ditebar oleh ancaman pagar beton Juragan Karso fajar tadi."Ayo, barisan pemuda! Langsung ambil posisi di belakang bak truk!" komando Tresna, langsung melangkah maju mendekati truk pertama. "Satset kita bongkar muatannya!""Siap, Mas Tresna! Komando kami la

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status