共有

74: Rambut Panjang

作者: Titi Chu
last update 公開日: 2026-04-18 18:00:56

"Ini tidak pantas."

Tesa berputar seraya menatap Duke, ia berhasil menyusuri koridor dan akhirnya menemukan pintu ganda di balik ruang duduk yang mengarah ke taman.

Di luar udara lumayan dingin, dan jelas salju mungkin akan segera turun.

"Kenapa kau memintaku keluar di saat kita sedang di ruang makan?"

Duke sedang menyandarkan punggungnya di salah satu dinding dengan lengan terlipat di depan dada. Lalu perlahan berdiri tegak.

Ia mendekati Tesa. "Ap
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   172: Utuh

    Tesa duduk di perpustakaan bersemangat untuk membaca balasan surat yang dikirimkan Elias, sampai membuat Duke menggeleng kecil. "Dia membalas suratku hanya dengan selembar tulisan ringkas. Tapi denganmu dia bisa mengirim berlembar-lembar kertas. Apa saja sebenarnya yang kalian bicarakan?" Tesa menyunggingkan senyum lebar kemudian mengedipkan mata. "Rahasia." Ia menceritakan pada Elias bahwa dirinya sedang mengandung anak kedua. Sementara Elias membalas bahwa dia sudah menikah dengan seorang wanita pilihannya yang bernama Angela. Elias menceritakan wanita itu sebagai seorang malaikat berhati lembut. Mereka bertemu saat Elias bekerja di bagian administrasi tambang dan Angela adalah seorang pengacara. Bagaimana kisah romantis hubungan mereka menjadi dongeng bagi Tesa setiap kali surat itu dikirimkan. "Aku akan ke Breda," tulis Elias kali ini di dalam suratnya. "Dan aku sudah tidak

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   171: Bunga Tulip

    Gabriel tahu istrinya mengandung.Dua bulan berlalu sejak kematian Lady Jasmine. Saat itu musim gugur mulai datang, pohon-pohon mulai menguning. Kemudian berguguran, membuat kastil Veldam tampak seperti lukisan.Gabriel sudah mengurung diri selama berhari-hari di ruang kantornya mengurus bisnis perkereta apian dan perkapalan miliknya bersama Chole ketika tiba-tiba Ragnar masuk kemudian memberikan pengumuman."Duchess sedang mengandung, Duke."Pena modern yang sudah dilapisi dengan tinta di dalamnya yang sedang Gabriel genggam mendadak berhenti. Ia mengangkat kepala dari dokumen di atas meja dan mengerutkan alis.Ragnar melanjutkan. "Pagi ini Duchess memilih sarapan di kamar karena mengeluh kepalanya sakit. Dia hampir tidak bepergian beberapa hari terakhir karena sibuk mengajarkan Garret membaca serta menolak semua jadwal minum teh perkumpulan para ibu bangsawan. Itu menimbulkan gosip yang panas. Mereka menyebut Duchess sangat angkuh, jadi

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   170: Di Kereta Kuda

    "Aku rindu dengan Helena."Suara calon Duke membuat tidur Tesa di kereta kuda agak terganggu. Tetapi ia tetap menggeliat, kemudian membuka mata. Melihat kedua pria yang ia cinta sedang mengobrol dengan serius."Sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengannya. Aku ingin bermain dan memanjat pohon bersamanya."Gabriel menahan diri untuk tidak segera merangkul anak itu dan mencubiti pipinya gemas. Sejak dalam perjalanan. Garret tidak pernah berhenti makan, mulutnya selalu mengunyah apa saja. Tesa benar kalau putranya ini memang menyukai semua jenis makanan."Menurutku, setelah ini mungkin kita bisa melakukan perjalanan ke Loma.""Tidak."Tesa mendelik dengan jawaban cepat Gabriel bahkan tanpa berpikir. Tesa tahu suaminya enggan ke Loma karena tidak ingin bertemu Mathius.Gabriel meringis kemudian mengulangi dengan lebih santai. "Kenapa tidak kau kirimkan saja surat untuk Helena?""Aku belum lancar menulis.

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   169: Hari Baru

    "Ikutlah dengan kami," pinta Tesa saat seluruh peti-peti mereka dikumpulkan.Tesa tidak pernah terlibat langsung dengan masalah 'Tupai' yang menjadi urusan suaminya dan Romeo. Ia hanya mendengar kabar terbaru secara berkala tentang situasi pria itu dan apa yang telah mereka lakukan padanya.Bagi Tesa keputusan Duke pastilah tepat dan bijaksana. Oleh sebab itu ia hanya menghormati dan mendukungnya. Lagipula ancaman nyawa bukanlah sesuatu yang sepele terlebih bila itu menyangkut putra mereka, Garret.Namun hal ini berbeda dengan Diana, meski pipinya mulai memunculkan rona, dan matanya sudah kembali cerah setelah tiga hari berlalu sejak kematian Lady Jasmine, tapi tidak bisa dipungkiri kepergian mereka membuat Diana lesu. Tesa sudah merasa terbiasa dengannya, dan pengalaman seminggu lebih di mansion membentuk persahabatan yang tidak mungkin bisa diabaikan."Aku membutuhkan pelayan pribadi tambahan untuk membantu Rose. Kau orang yang rapi dan cekatan,

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   168: Dunia Baru

    Kematian Lady Jasmine yang mendadak ternyata membawa duka bukan hanya pada Diana tapi masyarakat di Hila.Mereka sempat mendengar tentang berita penembakan tetapi tidak berani mendekat karena ada Duke. Saat pengumuman Lady Jasmine meninggal disampaikan. Berbondong-bondong orang datang untuk melayat. Namun yang Tesa sadari adalah cerita mereka tentang sang Lady selalu sama."Lady Jasmine adalah orang yang perhatian." Selama menjadi tahanan rumah, beliau banyak membantu para janda, manula dan anak-anak untuk berkegiatan membaca dan menulis. "My Lady terima kasih atas jasamu.""My Lady pergilah dalam damai.""Aku akan merindukanmu My Lady.""Kami akan menjaga buku-buku yang kau berikan dan akan terus belajar membaca dan menulis. Terima kasih karena sudah bersama kami My Lady."Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang mereka ucapkan saat melayat. Hal itu membuat tangisan Diana sulit berhenti. Di antara semua orang, dialah

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   167: Pecah

    "Aku bermimpi Lord Veldam." Lady Jasmine suaranya sangat lemah. Tiga hari telah berlalu sejak penembakan. Tesa mengetahui dari suaminya bahwa si penembak sudah tertangkap. Dan pria itu berasal dari ibu kota Kirk yang sengaja dikirim untuk membunuh keturunan mantan komandan. Saat ini Lady Jasmine masih kesulitan, ia tertidur dengan posisi tengkurap dengan kain yang melintang di punggungnya. Tesa duduk di pinggir ranjang, mendengarkan dia bicara. "Kurasa dia sangat dendam padaku, bertahun-tahun aku selingkuh. Dia tidak pernah tahu apapun, katakanlah bahwa aku sangat pintar atau justru dia sebenarnya tidak peduli padaku." Tesa diam menyimak. "Tapi Veldam adalah pria yang baik, meski sepanjang hidupnya dia sibuk bekerja, dia tidak pernah luput dari tugasnya sebagai seorang suami. Pria sepertinya tidak akan kutemukan lagi sekalipun aku sangat cantik." Ia terbatuk kecil, lamanya tidur dengan posisi seperti itu membuat pernafasan Lady Jasmine sedikit terganggu. Beliau menarik nafas

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   6: Kau Adalah Pria?

    "Sembilan puluh enam, kau hampir saja mendapat hukuman."Duke menyeringai puas saat melihat Tesa akhirnya muncul. Nafas Tesa terdengar pendek-pendek. Ia memegangi lutut seraya membungkuk karena memaksa berlari dari dapur dan kembali ke kamar Duke.Sebuah tantangan yang

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   5: Gadis Yang Menghilang

    "Aku ingat wanita itu yang menolongku di gang sebelum jatuh pingsan." Degup jantung Tesa menggebu-gebu. Ia sudah memastikan penampilannya tidak akan bisa dikenali. Saat siuman yang pertama, Duke demam tinggi, sehingga Tesa hanya berupa bayangan kabur. Bahkan Ethan sempat menyangka Tesa sudah dius

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   4: Pria Yang Bingung

    "Pa-pakaianku?" "Benar." Mathius menelengkan kepala, mata abu-abunya memindai penampilan Tesa dengan tenang. "Tentu kau tidak bisa berkeliaran di tempat ini dengan pakaian kusam seperti itu. Dan akan lebih baik kalau kau mengubah penampilanmu menjadi laki-laki." Tesa menjadi kehilangan kata-kat

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   3: Lepaskan Pakaianmu

    "Hanya dua orang yang berhasil diselamatkan. Sisanya sudah meninggal sebelum kami sampai di tempat."Mathius termangu mendengar penuturan Ethan. Mereka membuntuti jejak darah yang dibawa Duke Veldam untuk menemukan lokasi kecelakaannya. Pria itu berjalan berkilo-kilo meter mencari bantuan agar kel

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status