Share

99: Kau Datang

Author: Titi Chu
last update publish date: 2026-05-01 18:00:08

Monica berdiri di tepi ruangan, memegang gelas sherry dengan anggun. Gaun lavender yang ia banggakan jatuh sempurna di tubuhnya, dan di lehernya berkilau kalung zamrud pemberian Duke, batu hijau besar yang menangkap cahaya lilin setiap kali ia bergerak.

Beberapa gadis bangsawan mengelilinginya, tertawa kecil membicarakan hal-hal ringan.

Monica tersenyum sopan, sesekali menanggapi. Namun matanya terus melirik pintu lengkung masuk.

Kartu dansanya masih kosong, ia meno
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Icank Hanafi
othor cici sehat kan.. soalnya up nya cuman 1.. biasanya 2.. smoga menulisnyq diperlancar dan dipermudah smua urusan ya thor biar bs up 2 lagi
goodnovel comment avatar
Saidah Sidik
kenapa sekarang cuma satu bab,min?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   172: Utuh

    Tesa duduk di perpustakaan bersemangat untuk membaca balasan surat yang dikirimkan Elias, sampai membuat Duke menggeleng kecil. "Dia membalas suratku hanya dengan selembar tulisan ringkas. Tapi denganmu dia bisa mengirim berlembar-lembar kertas. Apa saja sebenarnya yang kalian bicarakan?" Tesa menyunggingkan senyum lebar kemudian mengedipkan mata. "Rahasia." Ia menceritakan pada Elias bahwa dirinya sedang mengandung anak kedua. Sementara Elias membalas bahwa dia sudah menikah dengan seorang wanita pilihannya yang bernama Angela. Elias menceritakan wanita itu sebagai seorang malaikat berhati lembut. Mereka bertemu saat Elias bekerja di bagian administrasi tambang dan Angela adalah seorang pengacara. Bagaimana kisah romantis hubungan mereka menjadi dongeng bagi Tesa setiap kali surat itu dikirimkan. "Aku akan ke Breda," tulis Elias kali ini di dalam suratnya. "Dan aku sudah tidak

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   171: Bunga Tulip

    Gabriel tahu istrinya mengandung.Dua bulan berlalu sejak kematian Lady Jasmine. Saat itu musim gugur mulai datang, pohon-pohon mulai menguning. Kemudian berguguran, membuat kastil Veldam tampak seperti lukisan.Gabriel sudah mengurung diri selama berhari-hari di ruang kantornya mengurus bisnis perkereta apian dan perkapalan miliknya bersama Chole ketika tiba-tiba Ragnar masuk kemudian memberikan pengumuman."Duchess sedang mengandung, Duke."Pena modern yang sudah dilapisi dengan tinta di dalamnya yang sedang Gabriel genggam mendadak berhenti. Ia mengangkat kepala dari dokumen di atas meja dan mengerutkan alis.Ragnar melanjutkan. "Pagi ini Duchess memilih sarapan di kamar karena mengeluh kepalanya sakit. Dia hampir tidak bepergian beberapa hari terakhir karena sibuk mengajarkan Garret membaca serta menolak semua jadwal minum teh perkumpulan para ibu bangsawan. Itu menimbulkan gosip yang panas. Mereka menyebut Duchess sangat angkuh, jadi

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   170: Di Kereta Kuda

    "Aku rindu dengan Helena."Suara calon Duke membuat tidur Tesa di kereta kuda agak terganggu. Tetapi ia tetap menggeliat, kemudian membuka mata. Melihat kedua pria yang ia cinta sedang mengobrol dengan serius."Sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengannya. Aku ingin bermain dan memanjat pohon bersamanya."Gabriel menahan diri untuk tidak segera merangkul anak itu dan mencubiti pipinya gemas. Sejak dalam perjalanan. Garret tidak pernah berhenti makan, mulutnya selalu mengunyah apa saja. Tesa benar kalau putranya ini memang menyukai semua jenis makanan."Menurutku, setelah ini mungkin kita bisa melakukan perjalanan ke Loma.""Tidak."Tesa mendelik dengan jawaban cepat Gabriel bahkan tanpa berpikir. Tesa tahu suaminya enggan ke Loma karena tidak ingin bertemu Mathius.Gabriel meringis kemudian mengulangi dengan lebih santai. "Kenapa tidak kau kirimkan saja surat untuk Helena?""Aku belum lancar menulis.

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   169: Hari Baru

    "Ikutlah dengan kami," pinta Tesa saat seluruh peti-peti mereka dikumpulkan.Tesa tidak pernah terlibat langsung dengan masalah 'Tupai' yang menjadi urusan suaminya dan Romeo. Ia hanya mendengar kabar terbaru secara berkala tentang situasi pria itu dan apa yang telah mereka lakukan padanya.Bagi Tesa keputusan Duke pastilah tepat dan bijaksana. Oleh sebab itu ia hanya menghormati dan mendukungnya. Lagipula ancaman nyawa bukanlah sesuatu yang sepele terlebih bila itu menyangkut putra mereka, Garret.Namun hal ini berbeda dengan Diana, meski pipinya mulai memunculkan rona, dan matanya sudah kembali cerah setelah tiga hari berlalu sejak kematian Lady Jasmine, tapi tidak bisa dipungkiri kepergian mereka membuat Diana lesu. Tesa sudah merasa terbiasa dengannya, dan pengalaman seminggu lebih di mansion membentuk persahabatan yang tidak mungkin bisa diabaikan."Aku membutuhkan pelayan pribadi tambahan untuk membantu Rose. Kau orang yang rapi dan cekatan,

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   168: Dunia Baru

    Kematian Lady Jasmine yang mendadak ternyata membawa duka bukan hanya pada Diana tapi masyarakat di Hila.Mereka sempat mendengar tentang berita penembakan tetapi tidak berani mendekat karena ada Duke. Saat pengumuman Lady Jasmine meninggal disampaikan. Berbondong-bondong orang datang untuk melayat. Namun yang Tesa sadari adalah cerita mereka tentang sang Lady selalu sama."Lady Jasmine adalah orang yang perhatian." Selama menjadi tahanan rumah, beliau banyak membantu para janda, manula dan anak-anak untuk berkegiatan membaca dan menulis. "My Lady terima kasih atas jasamu.""My Lady pergilah dalam damai.""Aku akan merindukanmu My Lady.""Kami akan menjaga buku-buku yang kau berikan dan akan terus belajar membaca dan menulis. Terima kasih karena sudah bersama kami My Lady."Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang mereka ucapkan saat melayat. Hal itu membuat tangisan Diana sulit berhenti. Di antara semua orang, dialah

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   167: Pecah

    "Aku bermimpi Lord Veldam." Lady Jasmine suaranya sangat lemah. Tiga hari telah berlalu sejak penembakan. Tesa mengetahui dari suaminya bahwa si penembak sudah tertangkap. Dan pria itu berasal dari ibu kota Kirk yang sengaja dikirim untuk membunuh keturunan mantan komandan. Saat ini Lady Jasmine masih kesulitan, ia tertidur dengan posisi tengkurap dengan kain yang melintang di punggungnya. Tesa duduk di pinggir ranjang, mendengarkan dia bicara. "Kurasa dia sangat dendam padaku, bertahun-tahun aku selingkuh. Dia tidak pernah tahu apapun, katakanlah bahwa aku sangat pintar atau justru dia sebenarnya tidak peduli padaku." Tesa diam menyimak. "Tapi Veldam adalah pria yang baik, meski sepanjang hidupnya dia sibuk bekerja, dia tidak pernah luput dari tugasnya sebagai seorang suami. Pria sepertinya tidak akan kutemukan lagi sekalipun aku sangat cantik." Ia terbatuk kecil, lamanya tidur dengan posisi seperti itu membuat pernafasan Lady Jasmine sedikit terganggu. Beliau menarik nafas

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   110: Terasa Seperti Selamanya

    Tesa menggeliat, merapatkan pahanya lalu meringis saat merasakan nyeri di sana. Kesadarannya perlahan pulih. Pakaian yang dilucuti. Sofa yang berderit. Ciuman Duke.... Ia memejamkan mata, berusaha menghilangkan ba

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   109: Menebus Dosa

    Keheningan yang pekak segera menyergap ruangan itu begitu badai gairah mereka perlahan mereda. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah detak jantung yang masih berpacu dari sisa napas memburu. Gabriel tetap diam di posisi itu selama beberapa saat, menyandarkan keningnya di bahu Tesa

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   89: Tawaran Pernikahan

    "Siapa yang melakukan ini?" Suara Mathius sangat pelan, terlalu pelan untuk sekadar pertanyaan biasa.Memar biru kehitaman telah memenuhi bahu kanan Tesa, menjalar sampai ke tulang selangka. Kulitnya tampak bengkak dan panas. Jemarinya menyentuh bagian itu hati-hati.Tesa langsu

  • Putri Buangan Jadi Kesayangan   84: Menyembunyikan Diri

    "Ragnar." Pria itu tidak terburu-buru mengangkat kepala. Pembawannya tenang. Ia adalah sahabat sekaligus teman Gabriel di barak angkatan laut. Sayangnya, luka di kaki Ragnar akibat pertempuran laut utara telah membuatnya cedera. Dan karena itu ia didepak dari militer.Itulah se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status