MasukCatatan gadis 19 tahun, hadiah terindah di ulang tahun menginjak usia dewasa dari ayah tiriku adalah bagian bawahnya yang besar. "Chika, Ayah cuma mau kasih kejutan buat kamu," ucap ayah tiriku sambil merobek gaunku dengan kasar.
Lihat lebih banyakDia mendengus remeh, lalu beri isyarat dengan dagunya agar aku segera ambilkan uang itu.Dengan sangat hati-hati aku menggendong Yesi yang terus menangis ketakutan. Setelah mendudukkannya di sofa, aku berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamar.Ternyata dia membuntutiku tepat di belakang. Begitu aku membuka lemari pakaian untuk mencari kartu bank, dia tiba-tiba menerjang dan menindih tubuhku dengan paksa ke atas ranjang."Perempuan sialan! Mana mungkin aku melepaskanmu semudah itu? Aku mau uangnya, aku juga mau tubuhmu!" geramnya dengan nada bengis.Aku meronta sekuat tenaga, tapi tenaganya terlalu besar hingga aku sama sekali tidak bisa meloloskan diri.Isak tangis Yesi menggema di seluruh ruangan, membuatku merasa putus asa. Laki-laki terkutuk ini sebenarnya mau apa lagi sampai benar-benar mau melepaskan kami?Dia menekan tubuhku dengan kasar, sementara kedua tangannya dengan dominan meremas dadaku yang montok.Aku berusaha mati-matian untuk melepaskan diri, tapi dia justru makin ku
Suaraku bergetar menahan tangis. "Kalau lapor polisi, masalah ini bakal ketahuan semua orang. Aku nggak mau orang-orang sedesa tahu, aku juga nggak mau teman-teman kampus tahu. Kalau itu sampai terjadi, aku ...."Aku terisak dan tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. Pergulatan batin dan rasa takut yang hebat membuatku bungkam.Meski aku sangat murka atas perbuatan ayah tiriku, aku tetap takut skandal ini akan menghancurkan segalanya. Aku takut menghancurkan hidup dan masa depan yang sudah kubangun.Aku mengernyitkan dahi. Melihat ekspresi Herry, aku tahu dia juga ikut terbebani dengan kerumitan masalah ini.Namun, aku tidak ingin membahasnya lebih panjang lagi. Aku hanya berucap lirih, "Kita pergi saja. Ayo tinggalkan tempat ini dan pergi ke mana pun."Aku tidak ingin lagi terseret urusan dengan ayah tiriku, apalagi sampai membiarkan kejadian ini merusak nama baikku.Begitu libur Natal berakhir, aku dan Herry memutuskan untuk keluar dari kampus.Berbekal identitas yang baru, aku memul
Jujur saja, aku sebenarnya sudah lama menantikan hari ini tiba.Dengan wajah memerah, aku memperhatikan bagaimana dia sesuka hati mempermainkan lubang bawahku yang terasa sensitif dan kosong. Sisa-sisa logikaku sudah menguap entah ke mana.Tepat pada saat itu, ponsel ayah berdering.Awalnya dia sama sekali tidak berniat mengangkatnya, karena terlalu asyik menikmati tubuhku.Namun, telepon itu terus berdering berkali-kali, menghancurkan suasana panas yang menyelimuti kamar ini.Dia pun meraih ponselnya sambil mengernyit. Orang di seberang sana terdengar sangat emosional. Kalau didengar dari suaranya, sepertinya itu Om Adi dan Om Johan.Ayah mencoba bicara baik-baik selama beberapa saat, tapi akhirnya dia tidak tahan lagi. Dia menyingkirkanku sejenak ke samping, lalu mulai berdebat sengit dengan orang di telepon tersebut."Adi, jangan pikir uangmu itu cukup buat biayai putriku!" bentaknya dengan gigi terkatup. "Kalau bukan karena aku yang merawatnya dengan teliti sampai dia jadi secantik
"Ingat nggak dulu waktu kecil? Ayah sering gendong kamu sambil makan begini. Hari ini kamu duduk di pangkuan Ayah saja, seperti dulu lagi, ya?Aku duduk menyamping di atas paha tegapnya, membuat dadaku berada tepat di depan wajahnya, sementara area di antara kedua kakiku menempel pada gairahnya yang mulai bangkit.Sambil bicara, ayah mengambil gelas dan mulai menyuapiku minum perlahan-lahan.Aroma alkohol itu menyengat indra penciumanku. Begitu seteguk cairan panas itu melewati kerongkongan, sisanya mengalir dari leher hingga ke dadaku. Aku pun bergidik dibuatnya."Sudah besar kok minumnya masih berantakan begini? Nggak apa-apa, biar Ayah yang bersihkan."Ayah pun mendekat. Dia menempelkan wajahnya di tulang selangkanganku, lalu dengan teliti menjilat tetesan minuman yang mengalir di sana. Sensasi geli yang menjalar membuat seluruh tubuhku gemetar.Gerakannya terasa lembut. Namun, aku bisa merasakan kekuatan otot tubuhnya yang seolah ingin memaksa kedua kakiku terbuka."Aduh ... Ayah,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.