Short
Hadiah Menginjak Usia Dewasa

Hadiah Menginjak Usia Dewasa

Oleh:  LiamTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
6Bab
25Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Catatan gadis 19 tahun, hadiah terindah di ulang tahun menginjak usia dewasa dari ayah tiriku adalah bagian bawahnya yang besar. "Chika, Ayah cuma mau kasih kejutan buat kamu," ucap ayah tiriku sambil merobek gaunku dengan kasar.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Chika Andita, seorang mahasiswi baru. Aku memiliki paras yang polos dan cantik, ditambah dengan ukuran dada 36E yang menonjol. Sejak awal, penampilanku sudah menarik perhatian Herry.

Herry Liman adalah pacarku. Dia selalu ingin berhubungan intim denganku, tetapi aku mematuhi peringatan ayah tiriku, Riko, bahwa aku harus menunggu sampai usia 19 tahun untuk benar-benar menjadi dewasa.

"Dua hari lagi ulang tahunku yang ke-19. Pas hari itu, aku bakal turuti kemauan kamu."

Di hutan kecil area kampus, aku bersandar di pelukan Herry dan berbisik dengan nada lembut.

Telapak tangannya terus menjelajahi pahaku, membuatku tak kuasa untuk tidak merenggangkan kedua kakiku.

"Oke, pas malam Natal nanti, aku bakal puasin kamu di sini."

Dia pun meninggalkan jejak kecupan satu demi satu di leherku, menandai kulitku seolah menjadi wilayah kekuasaannya.

Meski Herry tampak sangat haus dan tidak sabar, dia tetap menghargai keinginanku.

Aku pulang ke rumah sambil menahan gejolak dalam batin. Sejak masuk kuliah, hasrat dalam tubuhku rasanya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Setiap kali bermesraan dengan Herry, tubuhku rasanya tidak pernah puas kalau tidak sampai klimaks. Terkadang terbersit keinginan untuk mencari siapa saja demi melampiaskan hasrat ini.

Beruntung, peringatan ayah tiriku selalu terngiang dan menjagaku agar tetap sadar. Tapi, setidaknya dalam beberapa hari lagi, aku bisa membiarkan Herry memanjakanku sepuasnya.

Aku berbaring di atas ranjang, membayangkan kembali interaksi intimku dengan Herry hingga rasa haus itu kembali bergejolak di dalam dada.

Perlahan kulepaskan pakaianku, meraba setiap jengkal kulit hingga seluruh tubuhku yang polos terpapar udara kamar.

Aku menggigit bibir bawah sambil merenggangkan kedua kaki, membiarkan insting liar mulai mengambil alih kendali tubuhku.

Tepat pada saat itu, pintu kamar mendadak terbuka.

"Chika, lihat nih Ayah bawakan apa buat kamu!"

Suara ayah tiriku terdengar dari arah pintu. Dia berdiri di sana memegang sebuah kantong kertas dengan senyum puas yang menghiasi wajahnya.

Aku mendongak dengan panik dan mendapati ayah tiriku sedang menatap lurus ke arah tubuh telanjangku tanpa berkedip. Matanya memancarkan keterkejutan sekaligus gairah yang meluap.

"Om Riko ... Om ...."

Aku bangun dengan gerakan kalut dan segera duduk bersimpuh. Aku pun mencoba menutupi tubuh menggunakan sprei sementara rona merah malu mulai menjalar di pipiku.

"Chika, Ayah cuma mau kasih kejutan buat kamu."

Ayah tiriku terkekeh pelan. Dia tidak memedulikan kecanggunganku dan melangkah masuk begitu saja ke dalam kamar.

"Tapi ... aku ... aku 'kan nggak pakai baju," sahutku pelan dengan jantung yang berdegup kencang karena gelisah.

"Nggak apa-apa, pas banget malah. Kamu bisa langsung coba gaun Natal yang Ayah belikan!"

Dia mengeluarkan sebuah gaun Natal mini berwarna merah menyala dari kantong kertas itu. Potongannya begitu pendek, sangat menggemaskan sekaligus menggoda siapa pun yang melihatnya.

"Cepat, jangan malu-malu."

Tatapannya penuh harap. Dengan bibir yang digigit karena malu, aku menurunkan bantal yang menutupi dadaku, membiarkan sepasang payudaraku yang sintal terekspos.

Sorot matanya seketika berubah panas, bahkan urat-urat merah mulai tampak memenuhi matanya.

"Chika, kamu benar-benar sudah dewasa. Sepertinya gaun ini bakal kekecilan buat kamu."

Tangan ayah tiriku bergerak memberi isyarat di depanku sementara wajahnya perlahan mendekat. Embusan napasnya yang berat dan memburu mendadak mengubah rasa tegangku menjadi sebuah sensasi rangsangan yang aneh.

"A ... aku ... nanti saja cobanya ...."

Aku menyahut terbata-bata sambil berusaha memiringkan tubuh untuk menghindar. Namun, tubuhku terasa lemas tak bertenaga hingga aku hampir merosot dari tempat tidur, untungnya ayah tiriku dengan sigap menangkap dan memelukku.

Dadanya menempel rapat di tubuhku dan lengannya melingkar kuat di pinggangku. Tangan kirinya seolah tidak sengaja menangkup payudaraku, meremasnya pelan sebanyak dua kali hingga membuatku refleks gemetar.

"Biar Ayah bantu pakaikan ya."

Suara ayah tiriku terdengar agak menahan diri, lalu dia langsung menyarungkan gaun itu ke tubuhku.

Lekuk dada dan bokongku yang sintal langsung terbalut ketat oleh gaun itu, tampak begitu penuh seolah akan meledak dari balik kain yang sesak.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status