Share

Bab 26

Author: Lalacolla
last update publish date: 2026-07-19 22:15:19

“Terima kasih untuk tawarannya pak Noval.” sebenarnya Chandani tidak tahu harus menjawab apa.

“Kamu cepat sarapan ya? Zaidan sudah mengajak saya ke restoran.” dari jauh terdengar suara laki-laki yang memanggil nama Noval.

“Selamat sarapan pak Noval.”

Telepon dimatikan. Chandani menikmati sarapan yang dia buat sambil melihat televisi. Satu jam lagi dia akan berangkat ke klinik. Suasana sudah membaik sejak semalam. Tapi Cahya terus saja membanjiri WA Chandani dengan Pertanyaan-pertanyaan yang s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 110

    Mobil Chandani telah sampai di halaman rumah Noval. Bude Yahmi tengah menyiram bunga di halaman depan. “Sore bude Yahmi.” sapa Chandani sambil tersenyum. “Sore mbak, Chandani. Main tetapi Nadel ya?”“Tidak bude. Saya mau menjenguk mas Noval.”“Oh, silahkan masuk mbak.” bude Yahmi tampak bersemangat setelah tahu Chandani akan menjenguk Noval. Chandani berjalan di belakang bude Yahmi. Ia melihat ke sekeliling ruangan. Ini bukan pertama kalinya Chandani ke rumah Noval. Tapi rumah ini masih terasa asing. Hiasan macrame di dinding, lukisan abstrak yang terlihat menarik. Chandani bisa menebak jika itu pilihan mendiang istri Noval. Apa Chandani cemburu? Tidak. Mending Sheena akan tetap punya tempat di hati Noval. Chandani tahu sekali. Menjalin hubungan dengan seorang duda, berarti harus siap menerima masa lalunya. Termasuk kenangan tentang istrinya. “Pak Noval di kamar mbak. Di kamar lantai dua.”Chandani merasa ragu, haruskah ia naik ke lantai dua? “Naik saja mbak.” bude Yahmi sepert

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 109

    Sesampainya di klinik, Chandani langsung menghampiri Cahya dan Rika yang sedang merebahkan tubuhnya di ruang gym. Saat melihat Chandani mendekat, Cahya langsung mengalihkan matanya - enggan melihat. “Cahya….” Chandani mendekati Cahya. Dan duduk di sampingnya. “Kamu masih marah?”“Pikir sendiri!”Rika tampak terkejut. Dua manusia yang seperti perangko, kini sedang marah? Padahal yang Rika ketahui selama dua tahun ini, Cahya selalu menyayangi Chandani.Cahya selalu bisa menjadi manusia super ketika itu menyangkut Chandani. Siapapun yang berani menyakiti Chandani, Cahya akan membalasnya.Saking dekatnya mereka, ada orang yang beranggapan mereka tidak normal. Jelas saja mereka manusia normal. Cahya memiliki pacar bernama Miguel. Dan Chandani, yang masih patah hati, kini dekat dengan Noval.“Ayaa….” Chandani menggoyang-goyangkan lengan Cahya dengan pelan. “Maafin aku ya?”Ketika Chandani sudah memanggil Cahya dengan Aya, Cahya tidak bisa menahan amarahnya lebih lama lagi. Aya adalah pang

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 108

    “Chandani, kamu beneran melakukan itu?” Viola tidak percaya jika Chandani nekat melakukan hal menyeramkan seperti itu. “Duna itu, dunianya Chandani. Dunia Chandani selalu berputar di Duna. Apapun yang Duna lakukan, kesalahan apapun, Chandani selalu memaafkan Duna. Saking bodoh, dan tulusnya perasaan Chandani ke Duna. Saat dia tahu, kalian berselingkuh, dia masih memohon agar Duna tidak meninggalkannya.”Chandani memegang tangan Cahya, agar sahabatnya itu berhenti bicara. Tapi Cahya malah menepis tangan Chandani. Dia masih ingin berbicara hingga puas. Tidak peduli mereka sedang berada di warung makan yang cukup ramai.Kepala Chandani terasa berat. Chandani memijat pelipisnya yang sedikit terasa pusing. Dia lupa kalau Cahya tipe wanita pemberani. Cahya tidak peduli apapun, selagi benar. Dahulu, saat mantan pacar Cahya ketahuan selingkuh. Di depan teman-teman kantornya, Cahya membongkar perselingkuhan mantan pacarnya itu. Hingga viral di media sosial.Itulah alasan kenapa Cahya memilih

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 107

    “Cahya, duduk depan saja.” Chandani melarang Cahya duduk di kursi belakang bersama Viola. Chandani sangat mengenal sifat sahabatnya itu. Ketika tidak menyukai seseorang. Cahya bisa langsung menerkam orang itu tanpa ampun. Tentu saja dengan cara bicaranya yang sedikit menyakiti hati.“Kenapa? Aku mau duduk di belakang sama Viola?”Viola tampak ketakutan. Dia memilih bersembunyi di belakang Chandani. Kepalanya menggeleng beberapa kali. Sebagai isyarat dia tidak ingin duduk di kursi belakang bersama Cahya.“Nanti, kamu terkam Viola.” Chandani sedikit menyeret lengan Cahya dan memaksanya duduk di kursi depan.“Dih…” Cahya menaikkan satu sudut bibirnya. Memberikan ekspresi tidak ramah kepada Viola yang tengah duduk di kursi belakang.“Chandani, sepertinya Cahya tidak menyukaiku.” Cahya segera menoleh ke belakang. “Oh, jelas! Kamu tidur sama Duna. Kamu sudah menyakiti sahabatku.”Chandani mencubit lengan Cahya. “Sudah dibilang dia nggak tidur sama Duna.”“Dulu kan dia sendiri yang bilang

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 106

    Setelah beberapa detik, Duna melepaskan pegangan tangannya. Dia lalu mundur satu langkah, sedikit menjauh dari Chandani.“Maaf.” ucap Duna dengan suara lirih.Chandani masih terdiam. Perubahan sifat Duna membuat Chandani terkejut. Duna dahulu tidak seperti ini. Jika sedang cemburu, Duna akan mengucapkan kata-kata yang terkadang terdengar menyakitkan. Chandani hanya diam sambil menatap wajah Duna.“Aku minta maaf, Chan.”Handphone Duna berdering. Ada panggilan masuk dari seseorang. “Iya pak Jo. Saya akan ke bandara untuk menjemput Mr. Hirano…. Baik…”Duna mematikan teleponnya. Dia lalu berjalan mendekati Chandani. Memegang tangan kiri Chandani dengan erat.“Maaf, kalau aku tadi emosi ya, Chan? Aku harus pergi sekarang. Sampai ketemu nanti ya Chan?”Duna lalu berlari keluar dari kliniknya. Chandani masih terdiam terpaku, sedikit tidak percaya. Seorang Duna yang keras kepala dan egois, meminta maaf kepadanya? Apakah Duna sudah benar-benar berubah?Rika memasuki klinik dengan kepala teru

  • Putus dari Mantan, Diratukan Duda Tampan   Bab 105

    Mobil Chandani telah sampai di halaman rumah Noval. Tapi Noval tak kunjung turun dari kursi penumpang. Chandani menatap Noval dengan heran. Laki-laki itu kenapa“Kenapa?” tanya Chandani. “Kamu serius ke klinik naik mobil sendiri?” Noval tampak khawatir.“Aku sudah nyetir dari apartemen ke rumah kamu mas. Dan aman-aman aja kan?” “Iya tapi, aku takut kalau kaki kamu mendadak sakit.”“Tenang saja mas. Jangan khawatir. Oke?”Noval akhirnya menyerah. Dia juga tidak mungkin mengantar Chandani ke klinik, karena kondisi badannya. Kepala Noval masih sedikit pusing. Tapi untungnya, perutnya sudah tidak mual lagi.“Mas Noval istirahat ya? Jangan ke kantor.”Noval membuka pintu mobil warna putih itu. “Iya Chan. Kamu hati-hati ya? Jangan kencang-kencang naik mobilnya. Terus jangan lupa makan siang nanti. Aku kayaknya mau tidur lagi.”Chandani tersenyum. “Iya mas Noval. Mas Noval tenang aja. Pokoknya, hari ini istirahat ya?”“Iya, Chan. Kamu hati-hati ya?”Chandani melambaikan tangannya ke arah N

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status