Share

BAB, 14

Author: Upik abu
last update Last Updated: 2026-01-01 14:33:16

AYAH TIDAK MENGERTI

☘️☘️☘️

Pintu ruang BK SMPN I Harapan terbuka perlahan setelah Bu Yasmine, wali kelas tiga, memberi isyarat agar Rai masuk. Aroma khas ruangan sekolah- campuran kertas, kayu tua, dan pendingin ruangan yang bekerja setengah hati- menyambut langkah pria itu.

Rai Adhinatha menghentikan langkahnya sesaat di ambang pintu.

Di dalam, Helena telah duduk lebih dulu. Gadis itu menunduk, kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan. Seragam sekolahnya tampak sedikit acak-acakan, namun bahunya tegar seolah tidak terjadi sesuatu. Di hadapannya duduk seorang guru BK laki-laki paruh baya, rambutnya mulai memutih di sisi pelipis. Sebuah kacamata bertengger di hidungnya, namun sorot matanya tetap tajam- tegas, terbiasa membaca kegelisahan murid-murid yang duduk di kursi itu.

"Silakan, Pak Rai," ucap Bu Yasmine singkat sebelum menutup pintu dari luar.

"Silakan, Pak Rai," ucap Bu Yasmine singkat sebelum menutup pintu dari luar.

Suasana menjadi canggung seketika.

Rai mel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 17

    KEBETULAN YANG SEDERHANA ☘️☘️☘️ Pagi itu halaman sekolah sudah mulai lengang ketika Anasera melangkah masuk melewati gerbang besi berwarna hijau tua. Bangunan sekolah tampak sederhana-dinding krem yang sedikit memudar, jendela-jendela lebar dengan teralis putih, serta papan nama sekolah yang berdiri tanpa kesan mewah. Ini bukan sekolah internasional dengan gedung tinggi dan fasilitas berkilau seperti sekolah Helena dulu, melainkan sekolah biasa yang cukup difavoritkan di kawasan tersebut. Sekolah dengan reputasi baik karena kedisiplinan dan tenaga pengajarnya. Langkah Anasera terhenti sejenak di depan ruang guru. Di bangku kayu panjang dekat pintu, seorang siswi berseragam putih biru duduk tertunduk. Rambutnya diikat dua, bahunya sedikit gemetar. Irene. Anasera segera menghampiri dan berjongkok di hadapan keponakannya. Ada bekas kemerahan di sudut bibir Irene, membuat dada Anasera mengeras. Kakaknya meneleponnya pagi-pagi dengan nada panik- ibu Irene tak bisa datang ke sekolah ka

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 16

    AKU CAPEK, YAH! ☘️☘️☘️ Tepat pukul setengah sembilan malam, Rai Adhinatha berdiri di tengah apartemennya yang lengang. Lampu ruang tamu menyala temaram, memantulkan bayangan furnitur yang rapi namun terasa dingin. Tidak ada suara halaman buku yang dibalik, tidak ada sosok Helena yang biasanya duduk di sofa dengan seragam rumah, menekuk kaki sambil belajar atau sekadar menatap layar ponsel. Malam ini, apartemen itu seperti ruang kosong yang menelan napasnya sendiri. Rai meletakkan tas kerjanya di dekat pintu. Pandangannya tertambat pada sof- tempat yang kini hanya menyisakan bantal-bantal tersusun rapi. Ada rasa sesak yang merambat pelan di dadanya. Bersalah. Kata itu berputar-putar, tak menemukan jalan keluar. Ia menyadari betapa sering ia hadir sebagai tubuh, bukan sebagai telinga. Betapa jarang ia bertanya, betapa sering ia menghakimi diam-diam. Tangannya meraih ponsel di atas meja. Jemarinya ragu sejenak sebelum menekan nama Helena. Nada panggil terdengar, satu, dua, tiga. Rai

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 15

    BAGAIMANA CARANYA? ☘️☘️☘️ Malam turun perlahan di jantung perkotaan, sekitar pukul tujuh. Lampu-lampu jalan menyala berderet, memantul di aspal yang masih menyimpan panas siang hari. Klakson kendaraan bersahutan, bercampur dengan dengung mesin dan langkah-langkah orang yang keluar masuk gedung perkantoran, seolah kota tak pernah benar-benar memberi jeda untuk bernapas. Di salah satu toserba yang buka dua puluh empat jam, Rai Adhinatha duduk sendirian di kursi plastik dekat rak minuman. Sebuah mie instan cup mengepul tipis di hadapannya. Uap hangat itu naik, lalu menghilang, tak berbeda jauh dari pikirannya yang terasa kosong. Sendok plastik di tangannya bergerak lambat, lebih sering terhenti di udara daripada benar-benar menyuapkan mie ke mulut. Tatapannya menerawang, menembus dinding kaca toserba, memandangi lalu lintas malam tanpa benar-benar melihat apa pun. Pikirannya berputar pada satu hal: Helena. Bagaimana caranya ia bisa memahami putrinya sendiri? Siang tadi, telepon d

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 14

    AYAH TIDAK MENGERTI ☘️☘️☘️ Pintu ruang BK SMPN I Harapan terbuka perlahan setelah Bu Yasmine, wali kelas tiga, memberi isyarat agar Rai masuk. Aroma khas ruangan sekolah- campuran kertas, kayu tua, dan pendingin ruangan yang bekerja setengah hati- menyambut langkah pria itu. Rai Adhinatha menghentikan langkahnya sesaat di ambang pintu. Di dalam, Helena telah duduk lebih dulu. Gadis itu menunduk, kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan. Seragam sekolahnya tampak sedikit acak-acakan, namun bahunya tegar seolah tidak terjadi sesuatu. Di hadapannya duduk seorang guru BK laki-laki paruh baya, rambutnya mulai memutih di sisi pelipis. Sebuah kacamata bertengger di hidungnya, namun sorot matanya tetap tajam- tegas, terbiasa membaca kegelisahan murid-murid yang duduk di kursi itu. "Silakan, Pak Rai," ucap Bu Yasmine singkat sebelum menutup pintu dari luar. "Silakan, Pak Rai," ucap Bu Yasmine singkat sebelum menutup pintu dari luar. Suasana menjadi canggung seketika. Rai mel

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 13

    PANGGILAN DARI SEKOLAH ☘️☘️☘️ Lampu ruang operasi menyala putih menyilaukan, memantul pada permukaan baja dan instrumen bedah yang tersusun rapi. Suara monitor jantung berdetak stabil, berpacu dengan napas mesin anestesi. Operasi sudah berjalan hampir satu jam ketika Rai Adhinatha menyadari ada sesuatu yang tidak beres. "Klem," ucap Rai tegas, tanpa mengalihkan pandangan dari lapangan operasi. Namun darah di area perut pasien justru tampak lebih banyak dari seharusnya. Bukan semburan, melainkan rembesan halus yang tak kunjung berhenti, membuat kasa cepat menggelap. Alis Rai mengerut. "Tekanan darah?" tanyanya. "Masih dalam batas aman, Dok," jawab perawat anestesi, meski suaranya terdengar ragu. Rai berhenti sejenak. Tatapannya beralih ke monitor suhu tubuh pasien. Angkanya turun perlahan- terlalu perlahan untuk disadari, tapi cukup untuk membuat pembekuan darah terganggu. "Suhu pasien berapa?" suara Rai kini lebih rendah, namun tajam. Dokter magang yang bertugas mengawasi ba

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 12

    PANGGILAN ☘️☘️☘️ Tepat pukul setengah empat sore, suasana ruang kerja Anasera terasa lebih sunyi dari biasanya. Cahaya matahari sore menembus jendela, jatuh lembut di atas meja dan menyentuh layar ponsel yang kini berada di genggamannya. Ia menatap nama Rai Adhinatha di layar cukup lama, seolah menimbang-nimbang sesuatu, sebelum akhirnya jempolnya bergerak pelan. { Dokter Rai, maaf mengganggu. Sore ini… apakah Anda sedang sibuk?} Pesan itu terkirim. Anasera menghela napas kecil, lalu menunggu. Detik-detik berjalan lebih lambat dari biasanya, hingga ponselnya bergetar. {Tidak sama sekali. Jadwal saya kosong sampai malam. Ada apa?} Sudut bibir Anasera terangkat tipis. Ia melirik ke arah meja kerjanya, tempat selembar kertas bergambar capung itu tersimpan rapi. {Saya ingin memberikan sesuatu. Hadiah dari Naveen untuk Anda. Katanya, ini penting.} Balasan dari Rai datang tak lama kemudian, seakan pria itu memang tengah menunggu. {Kalau begitu… bagaimana kalau kita bertem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status