LOGIN(Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)
"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon. "Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy. "Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media. "Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat. "Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai. "What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya. "Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir. --- (Saat ini di ruangan rapat Jelita) "Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella. Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah mereka. "Kenapa tiba-tiba banget di situasi kaya gini?" tanya Yura memecah rasa penasarannya. "Karena namaku lagi dibicarakan, jadi pas banget untuk naikin branding produk Jelita dan membuat netizen berpikiran bahwa aku adalah model profesional meski sedang patah hati," jawab Ella luwes. "Wow! Ide yang bagus," puji Kenny menyetujui jawaban Ella. Yura menyeringai, lalu menatap Ella dan Kenny bergantian. "Sekarang aku paham kenapa kalian berdua cepat akrab. Pola pikir di luar nalar yang sama-sama menyatu." "Aku anggap itu pujian," ucap Kenny. "Ha? Oke ... bebas berpendapat Pak," balas Yura dengan seringainya. "Kami serahkan kepada pihak Jelita untuk mengumumkan Ella sebagai brand ambassador terbaru dan untuk wawancaranya biar kami yang menghandle," jelasnya mengakhiri pertemuan kali ini. Ella dan Yura pun meninggalkan gedung Jelita dan bersiap menuju ke studio untuk pemotretan majalah kecantikan. Selama di perjalanan Yura mencecar Ella dengan banyak pertanyaan karena biasanya sahabatnya itu tidak pernah memanfaatkan gosip untuk mendongkrak popularitas. "Kamu beda banget Ell. Jujur! Kamu rencanain sesuatu yang gila lagi, kan?" tanya Yura. Ella tidak berani menatap mata Yura karena dia pasti akan luluh dan menceritakan rencana balas dendamnya. Dia tahu betul sahabatnya itu pasti akan menghentikannya. Namun, Ella tidak ingin dihentikan. "Kadang ... keadaan membuat orang-orang banyak berubah, termasuk aku," jawab Ella berusaha tenang. Tangannya sibuk memegang cermin untuk melihat kondisi mata yang sebelumnya bengkak. "Kamu bebas kalau ingin berubah, tapi poin pertanyaan aku bukan itu, Ell," balas Yura prihatin. Ella meletakkan cerminannya di pangkuan. Perlahan dia menatap Yura dengan tatapan sendu, tetapi penuh tekad. "Yura, apapun itu kamu harus percaya bahwa pilihanku tidak akan merugikan siapapun. Tolong kali ini aja ... dukung aku meski belum bisa cerita banyak, ya?" ucap Ella pelan. Melihat tatapan Ella seperti orang yang hampir putus asa dan mendengar suaranya yang memelas membuat Yura mengalah. Permintaan Ella benar, dia butuh dukungan untuk melewati situasi yang berat ini. "Oke, tapi janji harus cerita dan jangan lama-lama," ucap Yura pasrah. "Iya, janji," balas Ella dengan senyum lega. Percakapan Ella dan Yura pun sudah berganti topik. Mereka lebih intens membahas tentang pekerjaan dan sedikit obrolan tentang bagaimana menanggapi pertanyaan dari para kru soal gosip yang sedang hangat. Seperti dugaan mereka berdua, pemotretan sore ini lebih berat dari biasanya. Pertanyaan-pertanyaan seputar gosip menyerbu Ella dan Yura secara bersamaan, tetapi mereka tidak panik karena sudah menyiapkan jawaban yang aman. "Tunggu saja pernyataan resmi dari agensi," jawab Yura kepada tim tata rias. "Ga ada habis-habisnya kekepoan mereka," gerutu Yura di dalam mobil setelah pemotretan selesai. Ella tertawa kecil melihat menejernya kewalahan. "Ya, namanya juga kerja bareng selebriti, harus kuat-kuat hati dan mental," ucap Ella enteng. Yura memutar bola matanya kesal. "Enteng banget itu mulut ngomongnya, kaya bukan karena dia aja ini masalah," gerutunya lagi. Tawa Ella semakin kencang melihat ekspresi kesal Yura. "Maaf-maaf, cuma kali ini aja kok." "Dah lah! Udah kejadian juga," balas Yura pasrah. "Oh ya, besok pagi kamu ada skedul di acara Bincang Pagi," jelasnya. "Pembahasannya tentang apa?" "Pembahasan utama tentang karir, lalu bagaimana perjalanan bisa menjadi brand ambassador terbaru dari Jelita, dan untuk antisipasi gosip putusnya hubungan kamu dan Leo," jelas Yura detail. "Oke," jawab Ella santai. "Sebisa mungkin berikan pernyataan tentang kebenaran hubungan kamu dan hindari membahas siapa orang ketiga. Terus fokuskan jawaban kamu ke arah pekerjaan," jelas Yura dengan wajah yang serius. Ella mengangguk pelan. "Siap Bu Menjer!" ucapnya bersemangat. --- Studio dua di salah satu stasiun TV swasta sudah ramai dengan penonton bayaran. Para kru sibuk dengan tugas masing-masing, dan pembawa acara Bincang Pagi sudah membuka acara. "Jadi hari ini kita kedatangan model yang sedang naik daun. Berikan tepuk tangannya kepada Ella Luxia Sidrath," ucap Pembawa Acara. Tepukan tangan dari penonton di studio menggema. Ella pun masuk dengan penuh senyum dan disambut hangat oleh Pembawa Acara. "Selamat datang di Bincang Pagi, Ella. Bagaimana kabarmu setelah sukses menjadi model di acara bergengsi Paris Fashion Week kemarin?" "Alhamdulillah kabar aku baik Kak, dan suatu kebanggaan bisa mewakili Indonesia di kancah internasional di bidang modeling," jawab Ella hangat. "Oh iya, tim Bincang Pagi juga dapat kabar terbaru nih, katanya kamu brand ambassador terbaru dari Jelita. Bagaimana sih prosesnya bisa berhasil kerjasama dengan mereka? Kita kan sama-sama tahu Jelita itu namanya cukup besar di pasar Asia," tanya Pembawa Acara. "Kebetulan saat acara di Paris, CEO brand Jelita juga hadir sebagai tamu dan kita bertemu di sana. Ngobrol beberapa hal dan merasa cocok, akhirnya aku ditawari menjadi brand ambassador," jawab Ella luwes. "Memang sudah takdir ya sepertinya," respon Pembawa Acara yang diikuti tawa ringan. "Nah, selanjutnya kita masuk ke sesi pertanyaan dari netizen," lanjutnya menggiring acara. "Pertanyaan untuk Ella, hmm ... sepertinya agak sensitif ya," ucap Pembawa Acara, "Apakah benar kalau hubungan percintaan kamu dengan Leo sudah berakhir karena adanya orang ketiga?" Ella tersenyum tipis, dia mengambil napas pelan. "Hmm ... soal hubungannya memang sudah berakhir, tapi alasannya cukup aku dan Leo yang tahu." Semua yang ada di dalam studio terkejut karena selama ini Ella dan Leo digaet menjadi pasangan idaman. Banyak yang mendukung mereka dan berharap akan berlabuh ke pelaminan, tetapi pernyataan Ella pagi ini berhasil membuat pendukung hubungan mereka galau berjamaah. "Wah ... sangat disayangkan sekali ya, padahal banyak yang mendukung kalian," ucap Pembawa Acara sebagai bentuk prihatin. "Hmm ... ya soal jodoh adalah urusan Tuhan, kandas atau lanjutnya sebuah hubungan juga takdir-Nya," ucap Ella bermain aman. "Dengan kondisi seperti ini apakah memberikan dampak pada aktivitas kamu sebagai seorang selebriti?" "Tentu saja tidak, bagiku karir dan percintaan adalah urusan yang berbeda. Profesional tetap dijaga," jawab Ella antusias. "Wah! Profesionalitas kamu patut dicontoh ya," respon Pembawa Acara. Syuting pun selesai di pukul sepuluh pagi. Ella kembali ke ruangannya untuk mengganti pakaian. Dia dan Yura segera mengecek komentar situs-situs gosip. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum kecil karena nama Ella melejit dengan gelar baru sebagai "Quen Of Resilience" yang berarti ratu ketahanan. "Kita berhasil!" bisik Yura senang. Ella pun tersenyum penuh kemenangan sembari tos kecil dengan Yura. Namun, kebahagiaan mereka berdua tiba-tiba dirusak dengan pesan singkat dari Tamara di ponsel Yura. 'Yura, pertunanganku gagal dan Ella menuduhku berselingkuh dengan Leo'Ella mengangkat ponselnya setinggi kepala. Lalu menekan tombol merekam yang memperlihatkan pantulan dirinya di cermin rias. Dia tersenyum tipis, tetapi terlihat manis. Riasan natural look dari produk terbaru GlowUp menyatu dengan kulitnya, membuat tingkat kecantikan Ella meningkat. "Pemotretan day 2, product by @glowup", begitu caption yang tertera di bawah postingan video yang baru saja Ella unggah. Seperti biasa, notifikasi suka dan komentar langsung bermunculan di layar ponsel Ella. Beberapa isi komentar ada yang memuji kecantikannya, dan beberapa lagi ada yang membahas tentang profesionalitas Ella sebagai model, padahal pemilik skincare GlowUp sendiri yang membuat hubungannya bersama Leo kandas. "Profesional dan bego beda tipis ya," sindir Celine yang berada di meja rias sebelah kanan Ella. Ella langsung menoleh dan tersenyum kecil. Dia tahu betul sarkas yang baru saja terucap dari mulut Celine memang untuk dirinya. "Ya gimana, udah tekan kontrak, dibayar juga, jadi har
Ella baru saja selesai mengunggah foto-foto kencannya bersama Kenny. Postingannya terdiri dari empat foto berbeda. Genggaman tangan mereka berdua yang memperlihatkan cincin di jari manis Ella mengisi slide pertama postingan, diikuti dengan foto sepatu mereka berdua di atas pedal sepeda di slide ke dua, foto penampilan band akustik di slide ke tiga, dan foto kerak telor serta jajanan selama kencan di slide terakhir. Dia juga menambahkan caption singkat "Our First Date". selang beberapa menit, puluhan notifikasi muncul di layar ponsel Ella setelah postingannya diunggah. Namun, dia tidak menggubrisnya, pikirannya malah melayang kepada ucapan Kenny saat menonton akustik tadi. "Apa dia benar-benar belum pernah pacaran? Wajah setampan itu tidak ada yang tertarik?" "Siapa tahu ga ada satu pun perempuan yang bisa menarik perhatiannya," ucap Yura menanggapi pertanyaan Ella. Kening Ella mengerut, dia segera duduk dari posisi rebahan di atas kasur. "Lho? Tahu dari mana?" Yura yang memu
"Bang, kerak telor dua ya."Setelah memesan kerak telor, Ella pun beranjak ke pedagang es cekek di sebelah. Sedangkan Kenny hanya mengikutinya dari belakang."Bang, es teh manis dua sama air mineral botolnya dua," pinta Ella ramah."Nih Bang, kembaliannya ambil aja," ucap Kenny sembari memberikan uang lima puluh ribu untuk membayar minuman yang baru saja Ella pesan.Ella pun memasang wajah jahil melihat tindakan spontan Kenny. "Aduh duh, memang udah cocok banget nih jadi pacar."Kenny pun tak sanggup menahan senyumnya setelah digoda Ella. Perempuan satu itu benar-benar bisa mendobrak branding diri sebagai laki-laki dingin yang selama ini dia bangun."Oh ya? Jadi kita percepat aja tanggal jadiannya?" tawar Kenny membalas godaan Ella.Ella tidak langsung menjawab. Dia memilih duduk di karpet plastik yang disediakan pedagang kerak telor, lalu meletakkan minumannya di tengah. Keningnya mengerut dengan ekspresi sedang berpikir keras.Melihat perempuan di hadapannya yang berpikir keras set
"Terimakasih atas kerjasamanya hari ini. Sampai jumpa besok," ucap Dita mengakhiri pemotretan hari pertama.Para model dan seluruh kru sedang bersiap-siap untuk pulang dari lokasi pemotretan. Termasuk Ella yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai. Celana jeans dipadukan dengan baju off shoulder bewarna broken white. Rambutnya diikat halfbun, memberikan kesan dandy."Ell, boleh bicara sebentar?" Suara bariton yang sudah bertahun-tahun Ella dengar berhasil menghentikan langkahnya saat akan berbelok dari ruang ganti menuju pintu lift. Dia berbalik badan, dihadapannya sudah berdiri Leo dengan raut wajah lesuh."Silakan," ucap Ella ketus. Raut wajahnya datar seperti tidak tertarik untuk mengobrol dengan lelaki dihadapannya.Leo tersenyum kecut. "Aku ga pernah nyangka bakal liat ekspresi seperti itu dari kamu, Ell," ucapnya berusaha terdengar pilu."Cuma mau bilang itu?" respon Ella sinis. "Kalau gitu aku cabut dulu, ga ada waktu buat obrolin hal-hal ga penting.
Ruangan pemotretan langsung heboh setelah Kenny menjawab pertanyaan Dita. Sedangkan Ella terlihat bingung, kedua alisnya menyatu, kepalanya sedikit bergerak sebagai kode bertanya maksud dari ucapan Kenny barusan.Sebuah kedipan mata sebelah kanan, disusul senyum manis menjadi jawaban dari kode Ella. Tangannya mengangkat cup holder yang berisi jus segar."Aku bawain kamu dan kru jus. Lagi istirahat kan? Yuk minum dulu!" ucap Kenny hangat."Wih! Asik, kita juga dapat nih!" seru kru pemotretan serentak. Ella tersenyum hangat. Kakinya melangkah ringan ke arah Kenny, mengabaikan Leo dan Tamara yang terlihat jengkel ketika pusat perhatian tidak lagi kepada mereka."Orange jus?" tanya Kenny, memastikan informasi yang dia dapat dari Yura tentang jus kesukaan Ella memang benar."Of course," jawab Ella hangat, tangannya mengambil jus yang disodorkan oleh Kenny."Kamu kenapa bisa tau jus favorit aku?" tanya Ella setelah meminum jusnya."Dikasih tau menejer kamu," jawab Kenny santai, dia juga m
"Selamat pagi! Saya Dion, produser yang memimpin proyek photoshoot dan pembuatan video iklan untuk brand GlowUp kali ini." Briefing sebelum syuting dibuka oleh seorang laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan kemeja flanel hitam dan dalaman baju kaos krem, bawahannya celana hitam dilengkapi dengan sepatu sport bewarna campuran coklat dan krem. Dia tersenyum hangat kepada anggota tim yang hadir dan tiga orang model yang direkrut oleh tim GlowUp. "Untuk keseluruhan skedul proses syuting kita ke depan akan dijelaskan oleh asisten produser. Silakan, Dita," ucap Dion, lalu memberikan kesempatan asisten produser mengambil alih brifing. "Halo semua! Senang akhirnya kita bisa berkumpul untuk proyek kali ini, meski minus Mas Ryan yang biasanya jadi fotografer tim kita, tapi dia ga bisa karena harus ngerjain proyek lain," sapa Dita hangat. "Yah ... sayang banget, padahal Mas Ryan salah satu fotografer favorit aku," ucap salah satu model berkulit kuning langsat. "Iya lag







