Share

bab 5

Author: Zuinal 'Aini
last update publish date: 2026-07-18 14:37:11

"Yura! Kamu kecolongan lagi?!" Suara melengking dari Dira alias direktur Glory Entertainment memenuhi ruangannya.

Yura mengernyitkan dahinya akibat teriakan atasannya. Sedangkan Ella hanya tersenyum manis seakan-akan tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa mendengar teriakan yang sama di rumah.

"Maaf, Tante--"

"Panggil 'Bu' kalau di kantor!" perintah Dira memotong ucapan Yura.

"Eh, iya Bu. Kemarin Ella bilang hanya ingin cuti sehari karena lelah dari Paris. Saya juga tidak menyangka dia nekat membuat kontrak dengan Jelita," ucap Yura membela dirinya.

Dira mengambil napas berat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi yang meluap.

"Kamu juga, Ella. Kenapa tidak berdiskusi dulu dengan saya dan menejermu?!" Sekarang giliran Ella yang diteriaki.

"Yura sendiri yang bilang kalau bekerjasama dengan Jelita akan menjadi batu loncatan untuk karirku, Bu," bela Ella membuat Yura ternganga karena disudutkan.

"Lho? Fitnah ya, Ell. Aku bilang kalau bertemu dengan CEO Jelita, bukan asal setuju jadi brand ambassador," ucap Yura tak terima.

"Ye ... sama aja," ucap Ella melawan.

"Ihh, bisa banget kamu ya! Mentang-mentang yang punya agensi tante kamu," balas Yura kesal.

Dira hanya bisa menggeleng melihat kelakuan keponakan dan sahabat keponakannya yang tidak berubah sejak dulu. Jika ada yang salah, mereka akan saling menuduh dan membela diri masing-masing, tapi siapa sangka pertemanan itu awet bahkan membuat Ella dan Yura saling bekerjasama.

"Sudah, diam!" bentak Dira, membuat Ella dan Yura berhenti seketika.

"Baiklah, karena sudah terlanjur, tidak mungkin kita batalkan. Silakan selesaikan pengurusan kontraknya sekarang. Dan, bayaran kalian dari acara di Paris dipotong 25%," jelas Dira tegas.

"Yah ... kok gitu, Bu?!" ucap Ella dan Yura serentak.

"Itu hukuman biar kalian jera atau mau dinaikin potongannya?" ancam Dira.

"Engga!" jawab Ella dan Yura serentak.

"Kalau begitu, silakan keluar dan selesaikan kontraknya!" perintah Dira.

"Siap, Bu!"

Ella dan Yura pun bergegas keluar menuju parkiran. Sebisa mungkin segera menghilang dari agensi karena kemarahan Tante Dira masih akan terus berlanjut jika mereka berdua berleha-leha.

"Ga lagi deh mancing-mancing marahnya Tante Dira," ucap Ella di dalam mobil menuju gedung Jelita.

"Lagian kamu sih, udah tau bakal dimarahin malah aneh-aneh," respon Yura kesal.

"Ya gimana? Gue butuh kerjasama bareng Kenny," jawab Ella pelan.

Yura mengerutkan keningnya. Perubahan nada suara Ella membuatnya tahu bahwa sahabat sekaligus model yang dia handle sedang tidak baik-baik saja.

"Kamu kenapa sih? Sejak balik apartemen Leo sampai balik Paris keliatan lesuh banget," tanya Yura curiga.

"Jangan sebut nama Leo lagi, aku udah putus sama dia," jawab Ella dingin.

"What?! Kok bisa? Bukannya dia adalah segalanya buat kamu?" tanya Yura tak percaya.

"Dia selingkuh. Aku lihat sama mata kepala sendiri dia lagi begituan sama perempuan lain," jelas Ella. Matanya perlahan sendu, menyimpan duka yang salama ini dia tahan.

"Perempuan lain? Siapa?"

"Tamara," jawab Ella singkat.

"Kamu becanda, kan?" tanya Yura memastikan.

Ella tidak lagi menjawab, dia segera memutar bukti perselingkuhan Leo dan Tamara. Melihat video panas tersebut membuat Yura terdiam. Dia menatap sahabatnya yang sedang menahan tangis.

"Sini, peluk," ucap Yura yang langsung merangkul tubuh Ella. Hitungan detik, air mata yang selama ini Ella tampung akhirnya tumpah dipelukan sahabat kecilnya.

---

Sebenarnya Ella dan Yura sudah sampai parkiran gedung Jelita sejak sepuluh menit lalu. Namun, mereka berdua sedang sibuk di mobil untuk menutupi mata Ella yang bengkak.

"Duh! Ga ketutup sama konsiler lagi," ucap Yura panik.

"Udah ah! Pake kacamata aja, biar ga ribet," saran Ella.

"Yee, mana etis tanda tangan kontrak pakai kacamata hitam, ntar dikira ga menghargai lagi," balas Yura logis.

"Ya, dari pada telat, tinggal lima menit lagi loh ... mau dimarahin lagi sama Tante Dira?" tutur Ella.

"Yaudah deh, pakai kacamata aja," jawab Yura pasrah.

Mereka pun segera memasuki gedung Jelita. Lalu bertemu dengan Austin yang sudah menanti di depan meja resepsionis.

"Mari ikut saya!" pinta Austin sopan.

Ella dan Yura pun diajak ke ruangan rapat untuk menandatangani kontrak menjadi brand ambassador. Setelah tanda tangan selesai, Austin meminta Yura untuk mengikutinya untuk membicarakan jadwal Ella sebagai brand ambassador Jelita kedepannya.

"Well, sekarang hanya kita berdua," ucap Kenny santai.

Ella tersenyum cerah. "Bagaimana dengan pertunanganmu?"

Sekarang giliran Kenny yang tersenyum cerah. "Dibatalkan dan sangat melegakan," jawabannya santai.

"Syukurlah kalau pembatalan pertunanganmu lancar. Selamat atas kebebasannya," ucap Ella membuat Kenny tertawa.

"Jika ada yang mendengar ucapan selamat ini pasti akan menjadi gosip besar," ucap Kenny sembari bercanda, tetapi respon Ella tidak seceria sebelumnya.

"Apa ada masalah?" tanya Kenny khawatir.

"E? Gapapa," jawab Ella seadanya.

"Kamu habis nangis, kan? Makanya pakai kacamata hitam dan lebih suram dari pertemuan kemarin," jelas Kenny membuat Ella cukup terkejut.

"Apa bayangan mata bengkak kelihatan?" tanya Ella panik.

"Tidak, aku hanya tau saja," jawab Kenny santai.

"Ternyata kamu cukup peka," balas Ella hangat.

"Ya, begitulah, cukup sempurna untuk dijadikan pasangan kontrak," sindir Kenny membuat Ella tertawa lepas.

"Bisa ya, sindirannya," ucap Ella lebih santai. "Jadi, mari kita bicarakan aturan kontrak hubungan palsu ini!" ajak Ella.

"Baiklah, aku siap mendengar," balas Kenny.

"Ada beberapa poin penting dalam hubungan palsu kita. Pertama, hubungan palsu ini hanya berlangsung selama satu tahun, sedangkan untuk jadi brand ambassador bisa lebih lama," jelas Ella.

"Kenapa begitu?" tanya Kenny penasaran.

"Karena aku tidak mau membuang waktumu untuk hubungan palsu, bisa saja kamu bertemu dengan orang yang tepat. Sedangkan menjadi brand ambassador adalah bisnis, dan aku tidak bisa asal lepas sesuatu yang menguntungkan," jawab Ella gamblang.

Kenny tertawa renyah. "Oke, silakan lanjutkan."

"Kedua, hubungan ini akan kita umumkan setelah beberapa bulan aku menjadi brand ambassador. Kita harus perlihatkan romantis tipis-tipis supaya orang-orang percaya bahwa hubungan kita terjalin secara alami dan menghindari tuduhan gosip kalau aku berselingkuh," jelas Ella lagi.

"Lalu?" tanya Kenny santai.

"Ketiga, kita akhiri kontrak hubungan palsu ini dengan alasan sibuk supaya tidak ada yang curiga dan nama baik kita berdua tetap aman," tutur Ella, "Apa ada tambahan darimu?" lanjutnya.

"Ada, hanya satu saja," jawab Kenny sedikit ragu.

"Apa?"

"Kita akan mengumumkan hubungan ini di acara ulang tahun Jelita dan di sana ada keluarga besarku. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Kenny.

Ella menatap mata Kenny yang terlihat ragu. "Ya, tidak ada masalah, sesuai kesepakatan kita sebelumnya. Kenapa ragu begitu?"

Kenny bedehem, lalu memperbaiki dasinya yang masih rapi. "Aku berjanji kepada keluarga besar akan membawa pasangan sendiri supaya tidak dijodohkan lagi. Jadi, aku sempat ragu kamu merasa keberatan karena ini di luar obrolan yang kemarin."

Ella tersenyum manis. "Tenang saja, permintaanmu tidak keluar dari konteks hubungan palsu ini. Pada akhirnya kita juga terpaksa saling mengenalkan kepada keluarga masing-masing, karena satu tahun itu lumayan lama."

"Hmm, kamu ada benarnya," jawab Kenny lega.

"Kalau begitu aku tambah satu poin terakhir. Apapun yang terjadi selama hubungan ini, kita berdua harus saling terbuka dan tidak ada yang dirahasiakan. Jika ada masalah kita selesaikan sama-sama. Oke?" jelas Ella semangat, tangannya ikut menjulur ke arah Kenny.

"Oke," jawab Kenny sembari tersenyum hangat. lalu, menerima uluran tangan Ella sebagai kesepakatan kontrak hubungan palsu mereka.

Brak!

Suara pintu yang dibuka secara kasar berhasil mengalihkan perhatian Ella dan Kenny. Mereka menatap heran kepada Yura yang berlari tergopoh-gopoh.

"Yura, ngapain sih? Bisa rusak pintu kantor orang," ucap Ella tegas.

"Ada yang lebih penting dari itu," jawab Yura ngos-ngosan. "Kamu viral Ell!" teriaknya.

"Viral gimana?" tanya Ella bingung.

"Semua sosmed lagi bicarain putusnya hubungan kamu dan Leo karena adanya orang ketiga," jawab Yura heboh.

"Hah?!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 6

    (Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon."Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy."Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media."Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat."Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai."What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya."Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir.---(Saat ini di ruangan rapat Jelita)"Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella.Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    bab 5

    "Yura! Kamu kecolongan lagi?!" Suara melengking dari Dira alias direktur Glory Entertainment memenuhi ruangannya.Yura mengernyitkan dahinya akibat teriakan atasannya. Sedangkan Ella hanya tersenyum manis seakan-akan tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa mendengar teriakan yang sama di rumah."Maaf, Tante--""Panggil 'Bu' kalau di kantor!" perintah Dira memotong ucapan Yura."Eh, iya Bu. Kemarin Ella bilang hanya ingin cuti sehari karena lelah dari Paris. Saya juga tidak menyangka dia nekat membuat kontrak dengan Jelita," ucap Yura membela dirinya.Dira mengambil napas berat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi yang meluap. "Kamu juga, Ella. Kenapa tidak berdiskusi dulu dengan saya dan menejermu?!" Sekarang giliran Ella yang diteriaki."Yura sendiri yang bilang kalau bekerjasama dengan Jelita akan menjadi batu loncatan untuk karirku, Bu," bela Ella membuat Yura ternganga karena disudutkan."Lho? Fitnah ya, Ell. Aku bilang kalau bertemu dengan CEO Jelita, bukan asal

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 4

    Kenny menatap Ella cukup lama. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ella setelah tawaran gila darinya terlontar. Dan, saat itu juga dia menyadari bahwa perempuan dihadapannya benar-benar serius untuk balas dendam."Wow!" ucap Kenny, "Tawaran yang cukup gila," lanjutnya lantang.Ella tersenyum tipis. "Ya, memang gila. Makanya aku meminta bantuanmu."Kenny tertawa ringan mendengar ucapan Ella. Kakinya menyilang, tangannya saling menggenggam, dan matanya menatap Ella serius."Sebagai seorang pebisnis, aku tidak bisa asal menerima tawaran. Banyak resiko yang harus dipertimbangkan, apalagi tawaran darimu," jelas Kenny gamblang.Sekarang giliran Ella yang tertawa renyah. Dia mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dengan anggun sebelum merespon ucapan Kenny."Aku tahu betul maksudmu, dan aku jamin kamu tidak akan rugi," jelas Ella percaya diri."Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa aku tidak akan rugi?" tanya Kenny menantang."Pertama, aku memiliki bukti kuat agar pertunanganmu bes

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 3

    Suhu kota Jakarta mulai terasa panas di pukul sepuluh pagi. Jalanan yang ramai menjadi pemandangan dari salah satu coffee shop tempat Ella membuat janji dengan Leo dan Tamara. Es dari kopi susu milik Ella sudah lama mencair. Dia sengaja datang setengah jam lebih cepat untuk mempersiapkan hati sebelum bertemu Leo dan Tamara."Hai, Ella!" "Halo, Sayang!"Panggilan dari Leo dan Tamara datang serentak dari arah belakang. Ella segera berbalik badan, berusaha memasang senyum manis."Hai!" sapa Ella, lalu berlari ringan ke arah Leo dan merangkul pinggangnya. Ella sengaja bersifat manja kepada Leo di depan Tamara. Matanya menangkap perubahan mimik wajah Tamara yang sedikit kesal, tetapi segera diubah dengan senyum palsu. "Ih ... gemes banget deh pasangan model dan fotografer ini," ucap Tamara dengan nada manja."Apasih, biasa aja, namanya juga orang pacaran," balas Ella, lalu melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Leo. "Eh, tapi kenapa kalian bisa datang barengan?" tanyanya, berting

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 2

    Aula tempat dilaksanakannya pesta penutupan acara Paris Fashion Week sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Tawa khas saling beradu dengan percakapan penuh sanjungan. Musik melantun lembut membuat suasana menjadi hangat. Ella mengenakan dress panjang dengan potongan off shoulder bewarna emarald green. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepitan kecil sebagai pemanis. Wajah Ella sengaja dirias dengan sentuhan nude, memancarkan aura elegan sekaligus seksi. Dia berjalan memasuki pesta, menuju salah satu meja yang hanya diisi oleh seorang laki-laki berparas asia. ”Selamat malam, Kenny,” sapa Ella hangat. Laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan jas hitam segera berdiri dari kursinya. Tangannya yang kekar langsung menggantung ke arah Ella. Senyumnya yang manis ikut tergores di bibir warna merah muda alami. ”Selamat malam Ella, senang bisa bertemu denganmu,” sapa Kenny sembari menerima jabatan tangan Ella. ”Ternyata pemilik brand Jelita lebih muda dari bayanganku,” puji

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 1

    “Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya. “Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle. ”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas. ”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka. ”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci. Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status